
Caca turun dari mobilnya, menuju pintu utaman mansion megah milik sahabat dan suaminya. Dipencetnya bel dan tak menunggu lama seorang wanita paruh baya dengan pakaian sederhana keluar menyapanya.
"Eh non, temennya non Novia ya?" sapa bik Lasmi yang sudah lumayan faham dengan wajah Caca.
"Iya bik, Novia nya ada?" tanya Caca dengan ramah.
"Ada non, non Novia di dalam. Silahkan masuk, nanti saya panggilkan non Novia nya," ucap bik Lasmi mempersilahkan masuk dan duduk kepada Caca.
"Duduk non, oh ya mau minum apa non?" tawar bik Lasmi.
"Ah gak usah bik, makasih gak usah repot repot."
"Yasudah saya panggilkan dulu non Novia nya ya non."
"Iya bik, makasih ya bik."
Bik Lasmi mengangguk dan tersenyum ramah. Lalu bik Lasmi langsung bergegas menuju kamar majikan nya.
Tok tok tok.
"Non, ini bik Lasmi."
"Iya bik sebentar." Terdengar suara samar dari dalam ruangan itu.
Ceklek.
"Iya bik, ada apa?" tanya Novia.
"Itu non, dibawah ada tamu. Teman non yang kemarin kesini sebelum non masuk rumah sakit."
"Oh si Caca, yaudah suruh tunggu dulu ya bik," pinta sang majikan dengan lembut.
"Baik non."
Novia langsung turun menemui sahabatnya itu. Terlihat sahabatnya yang tengah duduk di sofa ruang tamu nya.
"Ca, udah lama?" tanya Novia sembari menghambur pelukan.
"Enggak baru aja kok, gimana kondisi lo? Udah enakan?"
"Alhamdulillah udah kok," jawab Novia sambil memperhatikan mata Caca yang sembab.
"Lo abis nangis ca? Lagi ada masalah?" tanya Novia khawatir.
"Enggak kok, ini mata gua lagi iritasi kemarin turun dari mobil jajan di pinggir jalan kena debu," ucapnya mencoba menutupi kegundahan hatinya.
"Jangan bohong ca, gua gak setahun dua tahun kenal lo," cecar Novia.
"Iya bener, gue baik baik aja." Memasang senyum palsunya.
__ADS_1
"Serius lo baik baik aja?" tanya Novia menyelidik.
"Iya lo ini kaya wartawan aja banyak nanya." Caca mengerucutkan bibir nya.
"Eh suami lo mana? Kerja?" tanya Caca seraya melihat sekeliling ruangan luas itu.
"Iya dia kerja, paling juga sebentar lagi pulang."
"Oh iya gimana keadaan lo? Udah isi ya?" tanya Caca dengan antusias.
"Iya udah isi nasi tadi," ledek Novia.
"Ish lo ini orang serius juga, tapi beneran udah apa belom?" tanya Caca penasaran.
"Belum Ca, doa in aja ya semoga secepatnya dikasih Andra junior."
"Iya pasti, yang penting perbanyak usaha jangan doa aja," ledek Caca.
"Apa si lo ini," ucap Novia dengan wajah yang bersemu merah.
Setelah lumayan lama mengobrol, muncul seorang lelaki tampan nan gagah memberi salam.
"Assalamualaikum," ucap Andra saat memasuki mansion nya.
"Wa'alaikumsalam," jawab dua wanita cantik itu dengan serempak.
"Eh mas udah pulang," ujar Novia langsung menghampiri suaminya dan mencium punggung tangan nya.
"Ada Caca mas, biasa kalo udah kumpul dua orang berasa se RT," ujar Novia terkekeh.
Andra tersenyum penuh kasih sayang. "Ajak aja Caca sering main kerumah saat mas sibuk dikantor, buat temen kamu dirumah supaya gak sepi," ucap Andra seraya merangkul pundak istrinya.
"Kalo mau pergi juga gak apa apa, tapi harus tunggu sembuh dulu ya. Mas seneng lihat kamu ceria lagi." Andra mencium kening istrinya.
"Iya mas, maaf ya kemarin buat khawatir," ucap Novia, membuat Andra mengangguk dan tersenyum.
Setelah selesai menyambut suaminya, Novia kembali masuk kedalam menggandeng lengan suami nya.
"Eh Ca tunggu sebentar ya, aku mau siapin baju untuk suamiku dulu di atas," ucap Novia.
"Eh aku mau sekalian pamit juga Nov, udah sore takut papa mama nyariin aku," ujar Caca beranjak dari tempat duduknya.
"Loh kok buru buru banget," ucap Andra dengan ramah.
"Iya kak, udah daritadi juga kok. Yaudah pamit ya kak, Nov." Caca langsung menuju mobil nya yang terparkir rapih di halaman mansion Andra dan Novia.
Setelah kepergian Caca, Novia dan Andra masuk ke dalam lift untuk menuju kamar mereka. Setelah sampai dikamar mereka, Novia langsung membantu suaminya melepas jas dan menaruh tas kerja nya. Lalu Andra memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya, sedangkan Novia tengah menyiapkan baju ganti suaminya. Diambilnya kaos dan celana pendek santai kesukaan suaminya. Tak lama Andra keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah.
"Mas ganti nya di atas kasur ya, aku mau gantian mandi dulu. Tadi gak sempet mandi keasikan ngobrol sama Caca."
__ADS_1
"Iya sayang," ucap Andra mencium kening istrinya.
Novia pun Mandi, dan setelah itu ia berganti pakaian dengan daster pendek di atas lutut berwarna murstad. Tak terasa adzan magrib berkumandang, Novia dan Andra bergegas mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat secara berjama'ah. Selesai sholat magrib, mereka turun kebawah untuk makan malam bersama. Dengan telaten Novia melayani suaminya di meja makan.
"Dimakan mas mumpung anget," ucap Novia.
"Iya sayang."
Mereka menikmati hidangan dengan suasana hening, tak ada obrolan dan perbincangan diantara dua manusia itu. Novia fokus dengan makanan nya begitu juga Andra. Setelah selesai makan, Novia beranjak pergi ke atas untuk menuju kamar mereka. Sesampai nya dikamar Novia duduk bersandar di ranjang sambil memainkan handphone nya, sedangkan Andra masih duduk di sofa fokus dengan laptop dan pekerjaan nya. Tak lama setelah selesai dengan pekerjaannya Andra menghampiri istrinya yang masih duduk bersandar di ranjangnya.
"Sayang kok belum tidur?" tanya Andra seraya merapikan anak rambut istrinya.
"Nungguin mas, soalnya kalo gak dipeluk mas aku gak bisa tidur," ucap Novia malu malu.
"Hemm, yaudah yuk sini tidur mas peluk." menidurkan dan membawa Novia dalam dekapan nya.
Entah mengapa pelukan suaminya mampu menenangkan hatinya, sebesar apapun masalahnya dan seberat apapun beban nya rasanya akan langsung gugur saat dalam pelukan sang suami. Hati Novia sangatlah bahagia, dirinya tak henti hentinya mengucap syukur karena dikirimkan lelaki sebaik Andra.
"Mas udah urus semua nya, kamu tenang aja 2 hari lagi cincin berlian itu akan kembali ketanganmu," ucap Andra lalu dengan lembut mencium kening Novia.
"Makasih banyak ya mas, maaf aku selalu ngerepotin mas," ucap Novia dengan air mata yang menetes ketika memeluk tubuh kekar suaminya.
"Jangan bilang begitu lagi, kamu istri mas itu artinya kamu tanggung jawab mas. Jadi gak usah ngerasa kamu ngerepotin mas," ucap Andra seraya mencium sekilas bibir Novia yang sangat membuat candu dirinya.
"Mas lagi pengen ya?" ucap Novia saat menyadari ada benda keras yang menonjol di bawah sana.
Maklum saja kalau Andra menginginkan hal itu saat ini, karena semenjak Novia masuk rumah sakit hingga keluar rumah sakit ia belum mendapatkan jatah batinnya.
"Iya mas pengen sayang, tapi besok aja kita cek dulu ke dokter kamu udah bener bener sehat apa belum," ujar Andra menahan rasa inginnya.
Sebenarnya malam itu Andra sangat ingin, Namun ia harus menahan nya karena takut kesehatan istrinya akan drop kembali. Andra juga mengingat pesan dokter untuk tidak melakukan hubungan suami istri dulu untuk seminggu ke depan.
"Gak baik loh mas di tahan, kalo memang ingin kita bisa melakukan nya. Aku udah sehat kok," ujar Novia meyakinkan suaminya.
.
.
.
.
Iya gak baik ya kalo ditahan tahan 😂
outhor minta maaf ya baru bisa Update
tapi hari ini sebisa mungkin Outhor update 2 bab 💚
Jangan lupa komen dan like nya ya 💚
__ADS_1
Biar outhor tambah semangat update nya ❤