Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
Liburan


__ADS_3

Setelah selesai berbelanja keperluan kekasihnya Andra mengajak Novia ke suatu tempat. Mereka berjalan menaiki pegunungan dengan hutan pinus yang cukup rindang, membawa suasana sejuk yang dipandang oleh mata. Pepohonan yang hijau dan jalanan yang jauh dari polusi udara. Mobil terus melaju dengan kecepatan sedang, hingga tak terasa Novia tertidur lelap di bahu Andra. Melihat kekasihnya itu tidur di bahunya Andra langsung mencopot jaz nya untuk menyelimuti tubuh Novia.


Tiga jam sudah mereka melewati perjalanan, kini mereka sampai pada rumah besar diatas bukit dengan pemandangan yang sangat indah. Ya, itulah vila milik Andra yang ia beli dengan uang nya sendiri yang bukan termasuk aset keluarga. Pemandangan hijau dan laut di sebelah kanan mereka sangatlah cocok untuk orang yang sedang menjalani bulan madu, tetapi sayangnya mereka belum menikah. Dan Andra pun hanya berniat membawa Novia untuk menemaninya menghilangkan penat sejenak akibat aktivitas kantor nya yang sangat padat. Andra memang sering kali ke villa pribadinya untuk menenangkan diri jika sedang banyak masalah atau ketika sedang penat bekerja.


"Tuan kita sudah tiba di villa," ucap sang supir pribadi Andra.


"Tolong bapak turun dan bilang ke mereka untuk jangan membukakan pintu mobil saya," pinta Andra kepada supirnya dengan lirih karena takut meganggu kekasihnya sedang tidur.


"Baik tuan muda," jawab supirnya dan langsung bergegas turun memberitahu para bodyguard di belakang mobil mereka.


Supir itu kembali dan masuk ke dalam mobil.


"Sudah tuan, apa kita akan menunggu nona sampai bangun?" tanya sang supir dengan ragu.


"Iya kita tunggu sampai Nona bangun, jika bapak ingin turun silahkan turun duluan tidak apa-apa," ucap Andra dengan ramah.


"Baik tuan terimakasih," ucap sang supir patuh dan langsung turun dari mobil itu.


Satu jam berlalu, Novia mulai menggeliat dari posisi tidurnya. Perlahan matanya mulai terbuka dan ketika sadar ia mendapati dirinya yang tidur di bahu kekar keasihnya itu dengan nyenyak.


"Sudah bangun sayang? Nyenyak ya tidurnya?" tanya Andra dengan lembut seraya tersenyum manis.


"Kok kamu gak bangunin aku si, kita udah lama sampe?" tanya Novia dengan bingung karena kesadaran nya belum sepenuhnya pulih.


"Tadinya mau aku gendong tapi takut kamu bangun, aku gak tega bangunin kamu soalnya kamu kelihatan capek banget sampe tidurnya senyenyak itu." Mengelus kepala Novia dan tersenyum lembut.

__ADS_1


"Maaf ya jadi buat kamu nunggu dimobil lama cuma buat nemenin aku tidur." Dengan wajah yang merasa bersalah.


"Gak masalah sayang, yaudah yuk turun," ucap Andra lembut.


Mereka pun keluar dari mobil dan langsung masuk ke dalam villa pribadi Andra yang megah namun begaya minimalis. Rumah megah dengan pintu-pintu kaca dan desain interior yang membuat nyaman dan betah untuk berlama-lama di dalam.


"Kalau mau istirahat dikamar atas ya sayang, nanti malam sehabis isya kita pulang." Mengelus kepala Novia dengan lembut.


"Iya sayang, aku mau ke atas dulu ya mau sholat dzuhur tadi belum sempat sholat," ujar Novia kepada kekasih nya.


"Iya sayang istirahatlah dulu aku juga mau ganti baju di kamarku," ucap Andra.


Novia pun menuju ke kamar atas diantarkan oleh asisten rumah tangga Andra yang biasa menjaga villa tersebut.


"Ini non kamarnya, nanti kalau butuh sesuatu panggil bibik saja ya," ucap bik Sumi dengan ramah.


Novia beristirahat sejanak merebahkan diri di kasur mewah dan menatap langit langit kamar sembari memejamkan matanya. Fikirannya mulai melayang entah kemana, ia membayangkan masa lalu nya yang begitu menyedihkan. Ditinggal oleh orang yang sangat ia sayang, di dzolimi oleh kakak kandung dan ibu kandungnya, diperlakukan tidak adil oleh keluarga besarnya, dan yang ia punya hanya kakek dan nenek nya saja yang selalu menyayanginya. Dan kini Novia sangat bersyukur karena dikirimkan pria tampan, lembut, dan baik hati yang selalu setia menemani nya. Rasanya saat ini rasa sakit yang di akibatkan oleh keluarganya sedikit mereda karena hadinya kasih sayang dari Andra yang begitu luar biasa.


Novia tersadar dari lamunan nya, ia ingat bahwa ia harus menjalankan sholat dzuhur. Novia membuka matanya, bangun dan bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan sholat. Setelah melaksanakan sholat Novia membuka pintu balkon kamar itu. Dan pada saat membuka nya ia terperangah melihat pemandangan yang begitu indahnya, barisan bukit-bukit hijau nan indah ditambah pemandangan lautan biru yang membentang.


"Ya tuhan ini indah sekali," ucap Novia bahagia.


Tak lama suara ketukan pintu kamarnya membuat Novia harus beranjak dari balkon itu dan beranjak menuju pintu untuk membuka nya. Seorang pria kekar memakai kaos dan celana pendek santai yang tak lain adalah kekasihnya sendiri berdiri dan dengan reflek langsung tersenyum manis ketika Novia membukakan pintu untuknya.


"Sayang, kita turun makan yuk kamu pasti laper kan." Tersenyum lembut seraya mengusap kepala Novia dengan lembut.

__ADS_1


"Iya sayang, sebentar aku beresin mukena dulu ya," ucap Novia dengan patuh.


Setelah membereskan mukena Novia turun bersama Andra untuk makan siang. Tersedia berbagai makanan lezat tersaji di atas meja. Mereka pun duduk dan mulai menyantap hidangan yang sudah disajikan oleh bik Sumi. Setelah selesai makan siang Andra mengajak Novia untuk berkeliling villa nya, mereka duduk di tepi kolam renang dengan pemandangan pepohonan hijau dan perbukitan yang asri.


"Sayang villa kamu bagus banget, sejuk terus pemandangan nya bagus banget bikin betah," ucap Novia dengan wajah bahagianya.


"Kamu suka? Kalau kamu suka besok ketika kita sudah nikah aku akan aja kamu sering-sering kesini." Mengusap lembut kepala Novia.


"Iya sayang makasih ya." tersenyum manis.


"Kamu kapan sidang skripsi?" tanya Andra dengan spontan.


"Bulan depan sayang, doa in ya semoga semuanya lancar." Menatap lekat kekasihnya.


"Iya sayang semoga lancar ya, kalau kamu sudah wisuda nanti kita langsung menikah ya. Aku pengen hubungan kita bisa serius, aku udah terlanjur nyaman dan sayang banget sama kamu." Menatap lekat Novia sembari mengelus lembut punggung tangan nya.


"Orang tuamu bagaimana?" tanya Novia memastikan.


"Aku berjanji akan membuat orang tuaku setuju dan bisa sayang sama kamu sebagai menantunya." Mencoba meyakinkan kekasihnya.


"Iya aku percaya sama kamu," ucap Novia yakin.


Mereka berbincang dan bersenda gurau hingga sore. Mereka juga berenang di kolam itu sambil bersenda gurau dan bersandar di tepi kolam sambil menikmati pemandangan indah yang menyejukkan mata.


Setelah selesai bermain, mereka berganti baju dikamar masing-masing. Novia memakai baju yang tadi dibelikan oleh Andra di mall. Setelah selesai berganti pakaian mereka menyantap hidangan makan malam. Setelah selesai makan malam Andra mengantarkan Novia untuk pulang karena takut orang tua nya mencarinya.

__ADS_1


Diperjalanan suasana hening hanya ada suara musik yang terdengar lirih. Novia diam pandangan nya lurus kedepan, entah apa yang difikirkannya. Sedangkan Andra merangkul Novia akan tetapi tangan sebelah nya asik bermain ponsel. Novia tak ingin mengganggu konsentrasi kekasihnya itu karena Novia tau Andra sedang bekerja lewat ponselnya. Tubuh Novia diselimuti oleh Andra menggunakan jaz nya, membuat Novia merasa hangat dan nyaman dan akhirnya pun tertidur pulas di dada Andra. Setelah tiba dirumah, Novia terbangun dan Andra meminta maaf kepada ayah Novia karena membawa Novia pergi hingga malam dan ayah Novia pun bisa mengerti akan hal itu karena ayah Novia juga sudah cukup mengenal siapa Andra sehingga yakin dan percaya anak nya baik-baik saja.


__ADS_2