Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
Wanita Gatal


__ADS_3

Sehabis isya Novia dan Andra pergi menjenguk mama Devia (mama Andra). Dengan wajah ceria nya Novia membawakan soto hangat yang dibuat oleh tangan nya sendiri. Mobil melaju dengan kecepatan sedang, dengan iringan lagu slow yang membuat suasana terlihat damai.


Setelah lumayan lama diperjalanan akhirnya mereka pun sampai di kediaman orang tua Andra yang megah bergaya eropa. Namun, kali ini Andra terheran-heran melihat sebuah mobil yang asing di matanya.


"Itu mobil siapa ya sayang? Apa papa beli mobil baru, tapi rasanya gak mungkin mobil itu terlalu biasa untuk selera papa dan mama. Kelihatan nya juga itu seperti mobil perempuan," kata Andra seraya memperhatikan mobil yang terparkir tepat di samping mobilnya.


"Barangkali mobil saudara mu mas," jawab Novia.


"Enggak mungkin sayang, saudaraku gak punya mobil tipe seperti ini," sanggah Andra.


"Mungkin aja, siapa tau saudaramu beli mobil baru," kata Novia mencoba meyakinkan.


"Mungkin saja ya, yaudah ayo kita turun istriku yang cantik," ucap Andra sembari mengelus kepala Novia.


Akhirnya Andra pun turun lalu membukakan pintu mobil untuk istrinya. Setelah itu mereka jalan bergandengan masuk ke dalam mansion.


"Selamat malam tuan, lama tak terlihat," sapa seorang pelayan rumah itu.


"Iya bik, sibuk dikantor jadi saya jarang bisa jenguk papa mama."


"Mama dikamar bik?" tanya Andra kepada sang pelayan.


"Iya tuan, kalau tuan besar ada di ruang keluarga soalnya ada tamu."


"Oh itu mobil tamu papa ya bik?" tanya Novia dengan ramah.


"Iya non, ayo masuk nanti masuk angin loh berdiri di depan pintu terus," ucap sang art memberi candaan kepada majikan nya.


"Hehe iya bik," jawab Novia.


Merekapun langsung masuk ke dalam, namun langkah Andra dan Novia terhenti mendadak tatkala melewati ruang keluarga. Dimana ada tasya yang sedang mengobrol dengan sang papa, melihat itu dengan sigap Andra merangkul mesra tubuh istrinya. Ia tak mau istrinya cemburu lagi kepadanya, Andra juga tak sudi berdekatan dengan mantan nya yang sudah tega berselingkuh dan sempat membawa kabur uang nya dulu.


"Eh ada Novia," ucap papa Anwar.


"Iya pa, papa gimana kabarnya?" tanya Novia seraya memcium punggung tangan mertuanya.


"Baik alhamdulillah, kamu gimana keadaan nya, katanya kemarin masuk rumah sakit ya?" tanya papa Anwar dengan khawatir.


"Iya pa, tapi alhamdulillah udah baikan kok," jawab Novia dengan lembut.


"Maafin papa sama mama ya gak bisa jenguk kamu, abis si Andra gak kabarin papa kalo kamu dirawat dirumah sakit. Papa juga malah tau nya dari mama kemarin baru bilang juga, pas mau kesana eh malah mama yang sakit," jelas papa Anwar.


"Iya pa gak apa apa kok, Novia juga udah sehat."

__ADS_1


"Oh ya kenalin nak, ini namanya tasya dia teman nya Andra yang baru pulang dari bali," ucap sang papa, sebenarnya papa Anwar tau tasya adalah mantan kekasih anak sulungnya namun untuk menjaga perasaan menantu nya papa Anwar terpaksa berbohong.


"Hi tasya," ucap tasya berlaga sok ramah, karena ada papa Anwar disampingnya.


"Novia," ucap Novia seraya meringis karena merasakan tangan nya agak diremas oleh mantan kekasih suaminya.


Melihat hal itu, Andra yang peka langsung menepis tangan tasya agak kasar. Lalu menarik tangan istrinya dengan posesif.


"Maaf aku dan Novia ke atas dulu pa mau lihat mama," ucap Andra ke papa nya, tanpa menoleh sedikitpun ke tasya.


Melihat hal itu tasya semakin kesal, ia mengepal kedua tangan nya menahan emosinya.


"Kamu gak apa apa sayang?" tanya Andra khawatir saat di dalam lift menuju lantai 3.


"Gak apa apa kok mas, cuma agak di remas aja tadi tanganku tapi gak apa apa kok gak lecet," jawab Novia dengan tenang.


Mendengar hal itu kedua tangan Andra langsung mengepal, ingin rasanya ia menampar wajah tak tahu malu tasya. Melihat itu Novia langsung mengelus dada suaminya untuk menenangkannya.


"Udah mas, aku gak apa apa kok lagian wanita kaya dia gak bisa kita hadapi dengan emosi, harus pakai cara yang elegan biar dia sedikit tau diri," ujar Novia menenangkan suaminya.


"Iya sayangku." Mengecup puncak kepala istrinya.


Se sampai di kamar mertuanya, terlihat wanita paruh baya yang sedang tertidur lemas di kasur dengan selang infus yang terpasang di tangan nya.


"Anak durhaka kemana saja kamu, mama terbaring lemah kamu baru kesini," celoteh sang mama.


"Maaf ma, Andra sedang sibuk dengan perusahaan," jawab Andra seraya melepas pelukan ia dan mamanya.


"Gimana keadaan mama? Apa masih sakit kepalanya?" tanya Andra khawatir.


Mama devia menggeleng. "Mama minta maaf ya kak, kakak gak marah kan sama mama gara gara kelakuan adek," ucap sang mama mengiba.


"Gak apa apa ma, udah gak usah difikirkan yang terpenting mama sehat." mengelus lembut kepala sang mama.


"Kak maaf ya, kalo mama selama ini suka gak adil sama kakak. Mama sebenarnya sayang banget sama kakak." Menangis dipelukan anak sulungnya.


"Iya ma, aku juga sayang sama mama." Membalas pelukan hangat mamanya.


Setelah selesai dengan momen haru itu, mama Devia melirik Novia yang masih mematung di belakang suaminya.


"Aku akan mencoba memberi kesempatan pada menantuku, aku ingin melihat apakah dia sama seperti kakak nya atau tidak," ucap mama Devia dalam hati.


"Ma," sapa Novia lalu mencium punggung tangan mamanya dengan lembut.

__ADS_1


"Kamu udah sehat?" tanya ibu Devia dengan singkat. Ia sengaja ingin menuji seberapa sabar menantunya.


"Alhamdulillah sudah ma, mama gimana keadaan nya?" tanya Novia dengan lembut.


"Baik," jawab ibu Devi dengan singkat.


"Oh ya Novia membawakan soto untuk mama loh, masakan Novia itu enak loh ma Andra aja sekarang jarang dan hampir gak pernah makan diluar setelah menikah," ujar Andra mencairkan suasana, namun mama Devi hanya tersenyum tipis.


"Berarti dia sangat telaten mengurusi anakku," batin mama Devi.


"Sebentar ya ma Novia angetin dulu soto untuk mama," ujar Novia bergegas turun.


Setelah menghangatkan soto untuk mama mertuanya, Novia membawanya ke kamar mama mertuanya. Tak terlihat Andra disana, berarti Andra sudah pergi ke bawah mengobrol dengan papanya.


"Mama, ini soto nya. Dimakan ma mumpung hangat, apa mau Novia suapi?" tawar Novia dengan lembut.


"Enggak usah, mama bisa sendiri," jawab ibu Devi dengan nada yang masih terlihat dingin.


"Enak juga masakan nya, pantas saja Andra jarang makan diluar," ucap sang mama dalam hati.


"Gimana ma? Enak?" tanya Novia.


"Lumayan," jawab ibu Devi singkat.


Mendengar jawaban mertua nya, Novia sedikit tenang setidak nya masakan nya masih bersahabat di lidah mama metuanya. Meskipun tanggapan nya masih dingin tapi ia terus bersabar, ia yakin suatu saat metua nya akan menerima nya. Tanpa kata ibu Devu melahap habis soto buatan menantunya. Lalu tak lama terdengar ketukan pintu dan masuklah seorang wanita yang sangat cantik.


"Mama, tasya pulang dulu ya. Besok tasya kesini lagi," ucap tasya dengan nada yang dilembut lembutkan.


"Ya," jawab mama Devi singkat.


"Baguslah si wanita gatal ini pergi, mataku sudah sakit melihatnya. Bagaimana dia kesini dengan tak tau malunya setelah menyakiti anakku," umpat mama Devi dalam hati.


Tasya pun melenggang pergi dengan menatap sinis ke arah Novia.


"Kamu tau siapa dia?" tanya mama Devi kepada menantunya.


"Tau ma, dia mantanya mas Andra," jawab Novia sambil tersenyum.


"Kamu gak cemburu?" tanya mama Devi heran melihat wajah menantunya yang terlihat tenang.


"Kalau dibilang cemburu si pasti ma, cuma Novia yakin mas Andra pasti gak akan merusak kepercayaan Novia," jawab Novia dengan tenang.


"Oh baguslah jaga diri makanya, sering sering ke salon agar Andra tak melirik wanita gatal seperti Tasya," celoteh mama Devi.

__ADS_1


"Iya ma." Novia tersenyum mendengar celotehan mamanya, walaupun sikap mama mertuanya dingin namun dibalik itu ada sikap perhatian nya.


__ADS_2