
Tak terasa sudah satu minggu lamanya Novia berkomunikasi dengan Andra. Kondisi psikis nya mulai membaik, ia lebih ceria dari sebelumnya. Tak jarang mereka sering saling menelfon, mengobrol hingga larut malam. Andra yang tau bahwa Novia sedang terpuruk, terus menghiburnya, memberikan apapun yang Novia inginkan, dan selalu memberikan perhatian lebih. Dan tanpa disadari Andra sudah mulai jatuh hati kepada Novia.
Hingga suatu hari Andra ketika mereka sedang telfonan, Andra berbicara serius kepada Novia untuk menjadi pendamping hidupnya. Bukan andra tidak ingin berbicara langsung, Novia yang enggan bertemu dengan Andra karena takut kakaknya tau kalau Novia tengah dekat dengan mantan kekasih kakaknya tersebut. Novia terkejut, ia berfikir bahwa ia memang mulai nyaman dengan Andra tapi ia bingung apakah harus ia membuka hati kepada mantan kekasih kakaknya sendiri. Dan pada akhirnya Novia memutuskan untuk mencoba membuka hati untuk Andra, tapi ia sudah berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tak akan pernah melupakan Satrio. Satrio akan selalu ada di dalam hati Novia dan memiliki tempat tersendiri di hatinya.
Waktu terus berjalan, Namun mereka masih enggan untuk mempublikasikan hubungan mereka ke banyak orang terutama ke keluarga mereka masing-masing. Karena mereka takut nantinya akan menimbulkan masalah mengingat status Andra yang mantan kekasih kakaknya Novia, dan hubungan Andra dan Mutia tak direstui oleh mamahnya Andra itu yang membuat Mutia meninggalkan Andra. Novia tidak mempublikasikan hubungannya, karena takut hal serupa akan dialaminya sama seperti kakaknya dulu yang tak direstui oleh mamahnya Andra.
Mereka hanya bisa berkomunikasi lewat handphone dan tak pernah bertemu dan jalan bersama selayaknya sepasang kekasih. Itu karena mereka takut ketahuan oleh keluarga dan para tetangga. Mengingat rumah mereka yang tak jauh jadi mereka sangat dikenal oleh warga kompleks tempat mereka tinggal. Tak ada warga kompleks yang tak tahu prihal hubungan Andra dan Mutia yang sempat terjalin dulu.
Suatu hari Andra memberanikan diri untuk bertemu dengan Novia dengan cara meminta izin kepada ibu dan kakaknya. Awalnya Novia menolak karena takut respon keluarga nya tak bagus. Namun, Andra mencoba meyakinkan Novia agar memperbolehkan dirinya mengenalkan diri ke keluarga nya sebagai pasangannya. Pada akhirnya, Novia memperbolehkan Andra bertemu keluarga nya.
Panggilan on.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."
"Gimana udah siap belum? aku otw jemput kamu ya sayang?" tanya Andra kepada kekasihnya dengan nada yang lembut.
"Udah nih, tapi aku deg-degan mas." Dengan suara yang gelisah.
"Udah kamu tenang aja ya, percaya deh sama aku mereka pasti respon nya baik kok." Mencoba menenangkan Novia.
"Iya deh, mas hati-hati ya dijalan," ucap Novia dengan nada yang masih ragu-ragu.
"Iya sayang," jawab Andra dengan patuh.
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam."
__ADS_1
Panggilan of.
Tak selang begitu lama tiba-tiba mobil Andra sudah terparkir di halaman rumah Novia. Jantung Novia semakin berdegub kencang, ia takut respon keluarga tak baik terhadap Andra. Novia mengintip dari jendelanya, lalu melihat Andra yang turun dari mobil dengan gagahnya mengenakan celana pendek agak diatas dengkul dan kaos berwarna hitam, memakai sepatu yang Novia tau pasti itu harganya sangat mahal dan tak lupa membawa tas selempang yang ia pakai.
Andra terlihat sangat tampan, kulitnya yang putih, bandan yang kekar, hidungnya yang mancung dan alisnya yang tebal mirip sekali dengan aktor-aktor tampan korea. Tentu saja semua wanita pasti akan jatuh hati kepadanya karena ketampanan dan segala yang ia miliki. Namun Novia menerima Andra bukan karena semua itu, sebenarnya ia belum memiliki rasa sayang kepada Andra. Yang Novia rasakan adalah rasa nyaman ia belum benar-benar jatuh hati kepada Andra, hanya saja mencoba membuka hatinya untuk pria lain agar tidak terus meratapi nasibnya ditinggal pergi Satrio untuk selama-lamanya.
"Assalamualaikum," Ucap Andra seraya mengetuk rumah Novia.
"Wa'alaikumsalam," jawab ibu Dewi ibunya Novia.
Begitu membuka pintu ibu Dewi terkejut melihat Andra sekaligus bertanya-tanya dalam hatinya. Andra tak memperdulikan ibu Dewi yang terkejut tapi langsung menyalami ibu Dewi, ibu Dewi masih tampak bengong karena terkejut.
"Bu, apa kabar?" tanya Andra dengan ramah.
"Ba.........baik." Ibu Dewi terbata-bata karena masih terkejut.
"Iya ibu kaget banget, yaudah masuk dulu." Mempersilakan Andra masuk kerumahnya.
"Kamu tunggu sini dulu, ibu panggilin Mutia nya," ucap ibu Dewi tanpa ragu.
"Saya kesini bukan mau cari Mutia bu," ucap Andra dengan sangat lembut.
"Lah terus? kamu mau cari siapa?" tanya ibu dewi dengan wajah bingung nya.
"Saya mau cari Novia bu." Seraya tersenyum ramah.
Ibu Dewi langsung terkejut, ia mulai bertanya-tanya dalam hati untuk apa Andra mencari Novia apakah mereka sedang menjalin hubungan? ibu Dewi terus saja bertanya dalam hatinya.
"Kalian?" menunjuk Andra dan masih terperangah mendengar pernyataan dari Andra.
__ADS_1
"Iya bu, kami punya hubungan," ucapnya kepada Ibu Dewi untuk menjelaskan yang sebenarnya.
Ibu Dewi makin kaget mendengar nya, ia tak habis fikir kenapa bisa Novia menjalin hubungan dengan mantan kekasih kakaknya sendiri.
"Sejak kapan kalian punya hubungan?" ucap ibu Dewi dengan nada yang agak sedikit meninggi.
"Belum lama ini," Jawab Andra dengan tegas.
"Yasudah tunggu sini ibu panggilkan Novia, dia ada didalam." Ibu Dewi langsung pergi ke kamar Novia untuk memanggilnya.
Andra hanya tersenyum ke arah ibu Dewi, ibu Dewi langsung meninggalkan Andra sendiri di ruang tamu dan langsung menuju kamar Novia. Pada saat itu tak selang begitu lama, Mutia keluar dari kamarnya dan akan hendak pergi berkumpul bersama teman-temannya. Ketika Mutia sedang mencari ibunya untuk berpamitan tak sengaja ia lewat ruang tamu dan melihat Andra. Seketika Mutia terkejut dan langsung berfikir bahwa Andra ingin menemui nya untuk mengajaknya menjalin hubungan kembali. Tanpa fikir panjang Mutia langsung menghampiri Andra yang sedang duduk di kursi ruang tamu.
"Andra." Panggilnya seraya memastikan kalau itu benar-benar mantan kekasihnya.
"Iya," jawab Andra yang pada saat itu sedang memainkan ponselnya langsung menghentikan aktivitas nya itu dan menjawab seraya menoleh ke arah Mutia.
"Kamu ngapain kerumah aku? tumben banget." Sangat sumeringah dengan wajah kepedean nya yang melebihi batas rata-rata.
"Aku kesini mau jemput pacar aku." Tersenyum ramah dan manis kepada Mutia.
"Pacar?" senyum penuh semangat mendengar pernyataan Andra ia berfikir bahwa Andra akan benar-benar mengajaknya balikan.
"Iya pacar aku, adik kamu Novia." Kata-kata itu pelan namun sangat penuh penekanan, supaya Mutia tahu bahwa Andra sudah mencintai adiknya dan melupakan Mutia.
"Hah? Novia? kamu gak salah ndra?" pertanyaaan bertubi-tubi dilayangkan oleh Mutia kepada Andra.
"Iyalah serius, mana pernah aku main-main soal hubungan," jawab Andra dengan tegas dan penuh penekanan.
Mutia hanya terdiam mendengar pernyataan Andra yang membuatnya sangat syok dan malu, seketika pipinya menjadi memerah karena rasa malunya yang sebelumnya sudah sangat percaya diri. Tak selang begitu lama Novia dan Ibunya muncul dari arah kamar Novia. Mutia yang sudah terlanjur malu, langsung berpamitan kepada ibunya untuk pergi bersama teman-temannya dan Mutia pun langsung pergi.
__ADS_1