
Jam menunjukkan pukul 3 dini hari, tiba tiba Andra terbangun karena mendengar rintihan dari istrinya yang menangis dalam mata terpejam.
"Tolong!! kenapa kalian tega........hiks.......hiks....hiks." Novia menangis dalam tidurnya seperti orang yang mengigau.
"Sayang.............sayang bangunlah, kamu kenapa," ucap Andra mencoba menyadarkan istrinya.
Akhirnya Andra telah berhasil membangunkan istrinya, ditatapnya meta sang istri dengan lekat terlihat wajah cantik dengan kondisi yang masih sesegukan.
"Sayang, kamu kenapa?" tanya Andra dengan lembut.
Novia tak menjawab, ia hanya memeluk erat suaminya sambil terus mengeluarkan air mata. Andra bingung, apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya. Kenapa istrinya seperti orang yang terkena trauma berat. Andra tak menanyakan apapun lagi kepada istrinya, ia tau Novia butuh waktu untuk menenangkan dirinya dan Andra akan mencoba mencari tau sendiri apa yang sebenarnya terjadi pada istrinya.
"Yaudah bobo lagi ya, istirahat nanti jam 5 aku bangunkan kita sholat berjamaah ya," ucap Andra dengan lembut sembari merebahkan tubuh istrinya dan dirinya lagi untuk tidur.
Novia terus memeluk erat tubuh suami nya, entah mengapa ia seperti orang takut.
"Tenanglah sayang, aku ada disini jangan takut yah," ucap Andra dengan lembut dan menghadiahi kecupan lembut di kening Novia, membuat pelukan erat di badan Andra sedikit mengendur.
"Mas.........haus," lirih Novia.
"Iya sayang, sebentar mas ambilkan." Andra beranjak mengambil minum diatas nakas dekat kasur istrinya dirawat.
Setelah selesai minum, Andra kembali keposisi nya seperti semula. Di elus punggung Novia dengan lembut ditatap wajah sendu istrinya yang membuatnya ikut merasakan kesedihan yang dirasakan istrinya.
Di pagi hari Andra terbangun karena ada suara suster yang membangunkan nya, sang suster dengan telaten mengganti infus Novia yang hampir habis. Tak terasa jam menunjukkan pukul 5, Andra mencoba membangunkan istrinya untuk sholat subuh berjamaah.
"Sayang kamu tayamum aja ya, Ini mukena nya mas mau ambil wudhu dulu." Andra beranjak mengambil air wudhu.
Setelah selesai mengambil air wudhu, mereka sholat berjamaah. Setelah selesai sholat Andra kembali ke ranjang tempat istrinya di rawat, dipengangnya kening sang istri dengan lembut.
"Alhamdulillah, panasnya udah turun sayang," ucap Andra mencium lembut pipi Novia.
"Mas udah dibawakan ganti sama Faris, mas mandi dulu ya nanti kalo sarapan nya udah dateng mas suapin," ucap Andra seraya mengecup kening Novia.
Novia hanya mengangguk, dari semalam entah mengapa Novia pelit bicara dengan suaminya. Entah sedang ada masalah apa, namun sikap istrinya begitu aneh menurut Andra.
Setelah selesai melakukan ritual paginya, Andra segera membersihkan tubuh istrinya. setelah selesai dan berganti pakaian, dengan telaten Andra menyuapi sarapan untuk istrinya.
"Sayang makan dan minum nya kan udah, sekarang mas ke depan sebentar ya menemui Reno. Sekalian mau ngabarin keluarga kamu kalo kamu dirawat, semalem mas gak sempet ngabarinnya." Andra mengusap pipi mulus Novia dengan lembut.
Ketika hendak keluar tangan Andra ditahan oleh Novia. "Mas jangan beri tau keluargaku tentang keadaan aku sekarang," pinta Novia membuat Andra menautkan alisnya.
"Kenapa sayang? kamu ada masalah apa?" tanya Andra khawatir.
__ADS_1
"Enggak mas, aku cuma gak mau mereka khawatir. Aku mohon ya mas jangan beri tau keluargaku," pinta Novia memohon.
Andra hanya menganggukkan kepala nya, menuruti kemauan istrinya. Tiba tiba dering ponsel Andra berbunyi, membuat pria gagah nan tampan itu mau tidak mau harus menganggkat telfon nya di luar, karena takut mengganggu istri nya yang sedang beristirahat.
"Hallo assalamualaikum ma."
"Wa'alaikumsalam, kamu dimana ndra? kenapa hari ini gak masuk kantor? terus kenapa semalem gak jadi kerumah?" tanya wanita paruh baya itu bertubi-tubi.
"Novia sakit ma, sekarang dirawat dirumah sakit. Jadi Andra ambil cuti sampe Novia sembuh," jelas Andra.
"Memang ya kerjaan nya suka nyusahin aja istri kamu itu!" cecar ibu Andra.
"Mama kok gitu si ngomong nya, gak baik ma kaya gitu. Novia itu menantu mamah, hargai lah dia ma," pinta Andra kepada mamanya.
"Denger ya Andra mama ngerestui kamu sama dia karena ancaman kamu yang mau keluar dari perusahaan!! keluarga kita butuh kamu, kalo enggak perusahaan bisa anjlok."
"Mama emang gak pernah berubah, aku ini anak mama bukan mesin penghasil uang keluarga!!" telak Andra.
"Asal kamu tau Andra, istri kamu itu cuma mau harta keluarga kita aja!! dia itu gak tulus sayang sama kamu!!"
"Udah ma!! cukup!! Andra males berdebat. Urusan kantor udah aku serahin ke Faris, mama tenang aja dia lebih berkompeten dibanding anak kesayangan mama itu yang cuma bisa nya merengek soal uang!!" ucap Andra dengan tegas dan langsung mematikan telfonnya secara sepihak.
Hal tersebut membuat wanita paruh baya di sebrang sana emosi dan memaki kelakuan anaknya, yang menurutnya sudah durhaka terhadapnya.
"Aku janji akan terus melindungi kamu sayang," gumam Andra.
Tak lama Faris datang membawa beberapa dokumen yang harus ditanda tangani oleh Andra.
"Tuan ini dokumen yang harus di tanda tangani," ucap Faris seraya menyerahkan beberapa dokumen ditangannya.
"Nih sudah selesai." Andra menyerahkan dokumen itu kembali setelah ia tanda tangani.
"Baik tuan saya pamit".
"Tunggu ris, saya mau bicara hal penting denganmu."
"Hal apa tuan? Apa saya melakukan kesalahan?" tanya Faris bingung.
"Enggak ini masalah pribadi saya, ayo kita bicara diluar," ajak Andra kepada asisten pribadinya.
Faris mengikuti tuan nya yang mengajak nya ke kantin rumah sakit untuk membahas masalah penting sekligus ngopi santai supaya rilex.
"Ada apa tuan?" tanya Faris ketika sudah sampai di tempat ngopi.
__ADS_1
"Pesan dulu aja kopi nya, gak usah buru buru," ledek Andra.
Faris terkekeh melihat tingkah bos nya. "Baik tuan, mau pesan kopi apa?"
"Saya mocca latte aja," pinta Andra.
Setelah memesan Kopi, Andra menceritakan keanehan dari istrinya akhir akhir ini. Faris dengan sabar mendengarkan bos nya bercerita panjang lebar.
"Jadi saya minta sama kamu untuk cari tau, sebenarnya ada rahasia apa dibalik berubahnya sikap istri saya yang jadi murung seperti sekarang."
"Baik tuan muda, nanti saya cari tau kenapa nona sebenarnya."
"Oh iya, saya ingat Novia itu punya teman dekat bernama Caca. Coba kamu cari informasi dari dia, saya yakin dia tau banyak tentang kehidupan masa lalu istri saya."
"Baik tuan, kalo gitu saya kembali ke kantor dulu ingin menaruh dokumen. Selepas itu saya akan langsung mencari tau informasinya."
"Sama satu lagi ris," potong Andra saat Faris ingin beranjak pergi.
"Iya tuan, gimana?"
"Awasi gerak gerik ibu dan kakak dari istri saya. Saya yakin sepertinya ada hubungan nya dengan mereka, karena saya kenal betul istri saya gak pernah buat masalah dengan orang lain kecuali ada orang yang gak suka dengan kebahagiaan nya. Dan saya yakin yang gak suka sama istri saya itu ya hanya mantan saya yang gila itu dan ibunya yang matre."
"Baik tuan, akan saya awasi dan setiap gerak geriknya akan saya laporkan ke tuan."
"Bagus."
Setelah selesai mengobrol Faris kembali ke kantor dan Andra kembali mengecek istri nya yang terbaring lemah di brankar rumah sakit.
.
.
.
.
...**Ω...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai reader, jangan lupa komen dan like nya ya 💚
__ADS_1
Supaya outhor tambah semangat update terus ❤**