Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
Fitting Baju


__ADS_3

H-4 acara lamaran, pagi hari seperti biasanya Novia membersihkan rumah karena dia sedang libur kuliah.


"Nov," panggil ibu Dewi kepada anak bunsunya itu.


"Iya bu," sahut Novia kepada ibunya.


"Kemarin ibu, mama dan kakak sekeluarga sudah fitting baju buat acara lamaran kamu."


"Hari ini ibu Inggit nyuruh kamu dan Satrio buat fitting baju soalnya kemarin kamu sama Satrio sama sama sibuk kan "


"Iya bu nanti Novia telfon mas Satrio."


"Yaudah ibu mau ke tempat mama dulu ya."


"Iya bu," jawab Novia patuh.


Selesai membereskan rumah nya Novia pun bergegas menelfon pak Satrio.


"Assalamualaikum, hallo mas"


"Wa'alaikumsalam. Iya hallo nov, ada apa?" tanya Novia kepada calon suaminya.


"Hari ini ibu nyuruh kita buat fitting baju?" tanya Novia kembali.


"Iya tadi ibu juga telfon aku," jawab Satrio.


"Hm........... mau fitting baju jam berapa?"


"Abis dzuhur aja ya nov, sekitar jam 2 an. soalnya aku abis ini masih ada rapat dosen." Seraya melihat ke arah jam tangan mewah yang melingkat di tangan nya.


"Oke mas."


"Yaudah aku rapat dulu ya."


"iya, mas jangan lupa makan siang ya," ucap Novia dengan lembut.


"Siap ibu negara." Tertawa meledek.


"Hehe yaudah, assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Waktu menunjukkan pukul 14.30 wib Novia yang sudah sedari tadi bersiap-siap menunggu Satrio yang belum kunjung datang. Tak lama terdengar suara mobil di depan halaman rumah, Novia pun keluar rumah untuk melihat.


"Eh mas Satrio udah dateng," gumam Novia.


Satrio keluar dari mobil dan menghampiri Novia yang berdiri di teras rumahnya.


"Assalamualaikum." Tersenyum manis.


"Wa'alaikumsalam mas." Membalas senyuman calon suaminya yang tampan itu.


"Maaf sayang........ lama ya nunggu nya." Dengan wajah yang merasa bersalah.


"Iya lumayan tapi gak apa-apa kok." Mengelus pundak Satrio dengan lembut dan tersenyum.


"Soalnya tadi kelar rapat nya agak telat terus di jalan macet." Mencoba menjelaskan.


"Iya gak apa-apa kok mas." Menyentuh lengan Satrio dan tersenyum penuh pengertian.


"Ibu mana? ayuk kita pamitan."


"Gak usah mas, ibu lagi tempat mama kok."


"Oh........ yaudah kalo gitu kita langsung berangkat aja ya."


"Iya, sebentar mas aku tutup pintu dulu."


"Iya sayang." Tersenyum manis.


Di perjalanan.

__ADS_1


"Abis fitting baju kita main kerumah aku ya." Tersenyum.


"Rumah ibu?" tanya Novia memastikan.


"Bukan, rumah aku dan akan jadi rumah kita nanti." Tersenyum manis.


"Kamu kan belum pernah aku ajak kerumah kita nanti," ucap Satrio kembali.


"Berdua aja?" tanya Novia.


"Enggak dirumah aku ada asisten rumah tangga aku........ tenang aja kita gak berdua kok di rumah." Tersenyum.


"Hm........... bagus deh, kalo berdua aja kan gak enak dilihat orang disangka nya ntar kita ngapain lagi. padahal niat nya cuma mau main doang."


"Iya tenang aja ada bibik kok."


"Mas padahal kan kemarin aku udah dibeliin baju, sekarang kenapa aku disuruh fiting baju lag?" tanya Novia heran.


"Baju yang kita beli kemarin buat baju seserahan, kalo yang ini baju seragam buat kita lamaran," jelas Satrio kepada calon istri nya.


"Oh........ begitu." Mengangguk faham.


Mereka pun telah sampai ke tempat desainer baju yang dipilih oleh ibu nya Satrio untuk membuatkan baju. Bu Ayu adalah desainer baju untuk acara lamaran Satrio dan Novia, dimana ia adalah sahabat Ibu Inggit.


"Selamat datang Satrio dan Novia silahkan ikut saya ke ruangan untuk melihat baju nya," sapa bu Ayu dengan ramah.


"Iya bu," jawab Satrio dengan ramah pula.


Setelah masuk ke ruangan kerja ibu Ayu.


"Nah........ini untuk baju nya Novia silahkan di coba." Menunjukkan gaun Novia yang ada di patung.


Gaun berwarna silver dengan hiasan diamond dan hiasan kristal yang sangat mewah.


"Wah....... cantik banget," ucap Novia terkagum-kagum melihat gaun yang begitu cantin nan mewah itu.


"Iya ini request nya ibu Inggit, untuk ukuran nya kata ibu Inggit disamakan sama beliau karena katanya badan Novia sama dengan ibu Inggit."


"Yaudah coba di pake siapa tau masih kegedean," ucap Satrio.


"Iya mas." Novia pun pergi ke ruang ganti untuk mencoba baju nya.


10 menit kemudian.


"Mas.......gimana aku cocok pake ini?" berjalan ke arah Satrio.


Satrio pun melihat ke arah Novia dan langsung bengong di buatnya.


"Mas, gimana?" tanya Novia lagi.


"Eh, iya kenapa?" tersentak dari lamunan nya.


"Gimana? bagus apa enggak? kok malah bengong."


"Bagus............ cantik kamu cantik pake gaun itu." Tersenyum.


"Gimana masih kerasa kegedean apa kesempitan?" tanya ibu Ayu memastikan.


"Enggak kok bu, ini pas di badan aku," ucap Novia.


"Karena kamu pake jilbab kan jadi kerah nya saya buat sanghai supaya nanti pakai jilbab nya rapih."


"Iya bu," jawab Novia sembari mengangguk.


"Sekarang gantian yuk Satrio nya nih cobain jaz nya, Novia udah bisa ganti baju kok."


"Yaudah mas kamu buruan coba jas nya dulu aku mau ganti baju."


"Iya." Satrio pun mencoba jaz nya.


"Gimana bagus?" tanya Satrio kepada Novia.

__ADS_1


"Bagus, kamu kelihatan gagah kalo pake jaz begitu hehe."


"Masih kerasa kegedean gak atau ada yang sempit?" tanya ibu Ayu memastikan.


"Enggak ini udah pas kok," ucap Satrio dengan yakin.


Setelah selesai fiting baju Satrio dan Novia pun lanjut menuju rumah Satrio. Sesampai nya di rumah Satrio, Novia di buat terkejut karena melihat rumah satrio yang tak kalah mewah dari rumah ibu inggit. Rumah bergaya eropa dengan halaman yang super luas dan di garasi nya terdapat beberapa mobil mewah yang berharga tidak murah.


"Assalamualaikum," ucap Satrio dan Novia.


"Wa'alaikumsalam," jawab bik Santi.


Bik Santi adalah asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja dirumah Satrio.


"Eh bapak sudah pulang, ini pasti calon istri bapak ya?" bik Santi tersenyum ramah.


"Iya bik, kenalin ini Novia calon istri aku." Satrio mengenalkan bik Santi dengan calon istrinya.


"Iya, panggil saja saya bik santi bu. Saya asisten rumah tangga nya pak satrio. Nanti saya yang akan bantu-bantu bu Novia disini kalau sudah jadi Istri pak Satrio dan tinggal disini," jelas bik santi dengan ramah.


"Jangan panggil bu hehe, aku masih muda kok bik panggil aja aku Novia."


"Aduh rasanya agak kurang sopan, Gimana kalo saya pangil non Novia aja ya?"


"Iyaa deh senyaman bibik aja mau panggil aku apa asal jangan bu." Tersenyum.


"Yaudah yuk masuk," ajak Satrio kepada calon istri nya.


"Iya." Novia mengangguk patuh.


"Non Novia mau minum apa? biar saya buatkan," ucap bik Santi menawarkan.


"Air putih aja bik."


"Baik saya ambilkan dulu ya ke belakang."


Bik Santi pun ke belakang untuk mengambilkan air minum untuk Novia .


"Yuk aku ajak liat liat rumah," ajak Satrio seraya menggandeng tangan Novia.


" Iya mas."


"Nah ini ruang tengah biasa nya aku nonton tv di situ sambil santai santai."


"Yuk kita ke lantai 2 dulu."


"Iya."


Merekapun naik ke lantai 2.


"Nah ini kamar aku." Seraya membuka pintu kamarnya yang megah.


"Luas banget mas," ujar Novia kagum.


"Oh iya yuk ke ruang baca."


Setelah bekeliling rumah Satrio untuk melihat-lihat, Novia pun duduk di ruang keluarga.


"Mas kamu cuma tinggal berdua sama bibik?"


"Iya sayang."


"Gak ngerasa kesepian?"


"Enggak si, paling biasa nya kalo lagi kangen sama ibu tidur dirumah ibu."


"Oh gitu," jawab Novia singkat.


"Yaudah yuk kamu aku anterin pulang capek banget kaya nya kelihatan dari muka kamu, istirahat biar pas hari lamaran gak sakit." Tersenyum sambil mengelus ubun-ubun kepala Novia dengan penuh kasih sayang.


"Iya mas." Membalas senyuman Satrio.

__ADS_1


Satrio pun mengantarkan Novia pulang kerumahnya untuk beristirahat, karena kelihatannya Novia sangat lelah dan capek.


__ADS_2