Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
Perjodohan Caca


__ADS_3

Se sampai nya di mall mereka berjalan jalan di beberapa store. Sampai Novia mengajak Caca masuk ke sebuah butik baju pria dan wanita, Novia ingin mencarikan baju untuk suami nya dan tentunya membeli baju untuk dirinya.


"Ca, ini keren gak untuk mas Andra?" tanya Novia dengan menunjukkan baju kaos berwarna putih.


"Bagus si, tapi bisa gak si lo itu milih warna lain selain putih. Perasaan gua lo kalo beli baju pasti warna nya putih, ya gue tau lo suka warna putih tapi jadi kaya gak ganti baju tau," gerutu Caca saat diminta pendapat nya oleh Novia.


"Hehe iya iya nanti gua coba cari warna lain deh." Novia cengengesan melihat tingkah sahabatnya yang mulai kesal.


Akhirnya Novia membelikan beberapa potong baju kaos, celana pendek dan panjang, dan beberapa potong kemeja untuk suaminya. Tak lupa ia juga membeli beberapa atasan dan bawahan untuk dirinya. Setelah selesai memilih dan puas akan belanjaan nya Novia menuju kasir untuk membayar semua belanjaan nya.


"Berapa mba semua nya? Sama punya temen saya juga ya," ucap Novia dengan entengnya membuat Caca langsung kaget.


"Ih apaan si Nov, udah biar gua aja yang bayar belanjaan gua," protes Caca.


"Ih lo ini udah kaya sama siapa aja, udah anggep-anggep ini traktiran dari gua dan mas Andra," jelas Novia.


"Tapi belanjaan gua banyak Nov, gak enak gua sama lo dan kak Andra," tolak Caca.


"Udah si kaya sama siapa aja, udah ah malu debat di kasir begini." Novia menggerutu.


Mau tak mau Caca mengiyakan ucapan sahabat nya.


"Jadi semua totalnya 34.540.000 kak," ucap sang kasir.


Novia mengeluarkan blackcard yang diberikan suaminya. "Saya bayar pake ini ya kak," ucap Novia ramah.


Caca terperangah melihat sahabatnya mengeluarkan kartu blackcard, ia merasa sangat senang ternyata sahabatnya kini hidup berkecukupan dan sangat disayang oleh suaminya.


Setelah selesai membayar mereka menuju parkiran untuk menuju tempat makan. Sesudah memasuki mobil Novia melihat raut wajah sahabatnya dengan mata yang berkaca-kaca. Novia menautkan alisnya heran melihat sahabatnya.


"Ca lo kenapa? Capek ya bawa belanjaan banyak? Maaf ya harusnya tadi gua bawa bodyguard aja satu buat bawain belanjaan kita," ucap Novia merasa bersalah.


"Ih apaan si Nov enggak, gua tuh gak capek tapi cuma terharu aja." Air mata Caca tak dapat terbendung dan langsung keluar tanpa permisi.


Alis Novia bertaut heran melihat sahabatnya. "lo lagi PMS? Kok mood swing gini?" tanya nya heran.


"Enggak loh, gua tuh seneng ngeliat lo sekarang udah jauh lebih bahagia, terus sekarang udah ada yang sayang banget sama lo selain gue, huaaaa." Tangis Caca pecah dipelukan Novia.

__ADS_1


"Ya ampun, sahabat gua ini ya lebay nya gak ilang ilang. Udah udah cup cup cup jangan nangis anak mama," ledek Novia.


"Gua terharu aja loh.......hiks hiks hiks," rengek Caca.


Setelah selesai drama pernangisan si Caca, kini Caca curhat tentang masalahnya.


"Apa? Lo mau dijodohin? Sama Vano? Adeknya mas Satrio?" tanya Novia beruntut.


"Iya Nov, menurut lo kak Vano itu orang nya gimana si? Kemarin gua ketemu dia dingin banget gak kaya adeknya yang waktu itu kita ketemu di tempat makan itu," keluh Caca.


"Kak Vano orangnya baik ca, cuma kalo sama perempuan yang belum dia kenal emang agak dingin," jelas Novia.


"Oh si kak Adam? Dia mah emang orangnya humble kalo sama orang. Ramah banget, baik banget, kalo kak Vano ini tipe kaya mas Satrio dia kalo sama perempuan yang dia gak sayang dingin dan paling ngomong sealakadarnya aja. Tapi, kalo udah sayang mereka itu tipe bucin loh," sambung Novia seraya meledek sahabatnya.


"Tau ah gua bingung, lagian ada ada aja si bokap gua ini pake segala acara jodoh jodohan segala. Kaya anaknya gak laku aja, gak tau apa di luar sana banyak yang ngantri," ucap Caca dengan pede nya.


"Dih pede sekali anda ya buk," sindir Novia dengan wajah yang kesal. "Iya banyak yang antri tapi mamang gojek sama mamang somay, yakan?" ledek Novia dengan sukses membuat bibir sahabatnya itu cemberut.


Mereka pun tiba di restoran milik keluarga Satrio, Novia memang senang sekali dengan masakan di resto itu. Entah mengapa ia selaku suka makan disini walau tak bersama Satrio lagi.


Setelah selesai menyantap hidangan mereka beranjak pulang, karena Novia takut suami nya sudah pulang dan menunggunya dirumah. Butuh waktu 30 menit untuk sampai di mansion Novia dan Andra. Beberapa bodyguard langsung menyambut kedatangan mereka, dan langsung membawa belanjaan yang ada di dalam bagasi belakang.


"Bik, mas Andra udah pulang?" tanya Novia.


"Udah non, sudah lumayan lama. Tadi saya telfon hp nyonya gak bisa," ujar bik Lasmi.


Novia langsung mengecek handpone nya. "Ya ampun ia bik hp ku low batrai nya," ucap Novia menepuk ringan jidatnya.


"Sudah pulang sayang?" tanya seorang pria gagah nan tampan dengan rambut yang masih basah pertanda baru saja selesai mandi, keluar dari dalam lift.


"Eh mas, maaf aku pulang nya lama." langsung menuju arah sang suami dan mencium punggung tangan nya.


"Enggak apa-apa sayang, gimana belanja nya? Seneng?" tanyanya dengan lembut.


Novia mengangguk tersenyum. "Mas udah makan?" tanya Novia lembut.


"Belum, mas nunggu kamu," jawab Andra dengan lembut seraya mengelus puncak kepala sang istri.

__ADS_1


"Ehemm." Deheman itu membuat Novia tersadar bahwa masih ada sahabatnya disana.


"Eh udah mas jangan terlalu manis, kasian ada jomblo disini," ejek Novia.


Caca langsung cemberut tatkala diejek olah sahabatnya. Namun dalam hati Caca senang melihat perlakuan Andra kepada Novia yang sangat lembut dan perhatian.


"Ajak Caca makan bareng kita aja," ucap Andra dengan ramah.


"Eh gak usah kak, aku mau pulang takut mama nyariin," ujar Caca.


"Yah kenapa buru buru si Ca, baru juga keremu sehari ini udah mau buru buru aja," keluh sahabatnya.


"Kan masih ada hari esok Nov, lebay banget si kaya rumah gue di antartika aja." Caca menggerutu.


"Hehe iya iya, yaudah hati hati ya bawa mobil nya kunci nya di pak yanto tuh di pos satpam."


"Iya makasih ya Nov, kak Andra atas traktiran nya hari ini."


"Iya sama sama," ucap Novia seraya berpelukan sepersekian detik dengan sahabatnya itu.


Sedangkan Andra hanya mengangguk dan tersenyum. Lalu, Caca pun beranjak pulang kerumahnya. Setelah Caca pergi Andra langsung memeluk tubuh istrinya dan mencium penuh nikmat bibir seksi istrinya. Untung saja bik lasmi sudah pergi ke paviliun belakang, kalau tidak pastilah sudah melihat kejadian panas itu.


"Ih mas nanti kalo bibik liat gimana," keluh Novia.


"Bibik di belakang gak akan lihat, aku kangen banget sama kamu," ucap nya sembari menyambar kembali bibir istrinya yang selalu membuat dirinya candu.


"Mas, kan janjinya nanti malem," rengeknya.


"Hehe iya maaf aku kelepasan, abis kamu menggoda banget si." Seringainya nakal.


"Yaudah sekarang kamu mandi terus kita makan, bibik udah nyiapin makanan." Mengusap lembut pipi Novia.


"Maaf ya mas aku gak masakin kamu sore ini," ucapnya merasa bersalah.


"I'ts okay sayang, masih ada besok dan besok dan besoknya lagi. Yang terpenting gak lupa ngasih aku jatah." Andra mengedipkan matanya dengan nakal.


"Ih suamiku mesum," ucap Novia seraya mencubit pinggang suaminya membuat Andea mengaduh.

__ADS_1


Setelah puas mencubit suaminya, Novia langsung masuk ke dalam lift menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya yang sudah bermandikan peluh saat berjalan jalan tadi.


__ADS_2