
Tanggal 15 maret, hari ini adalah hari bahagia bagi Satrio dan Novia karena di hari ini sepasang kekasih ini akan melangsungkan acara lamaran. Semua pun sibuk mempersiapkan acara lamaran Novia dan Satrio.
Acara akan dimulai pada pukul 10.00 wib di gedung milik keluarga satrio. Waktu menunjukkan pukul 08.00 wib, keluarga novia sedang sibuk make up begitu pula dengan keluarga Satrio. Nanti nya keluarga Novia akan tiba terlebih dahulu sebelum keluarga satrio. Hampir semua anggota keluarga besar Novia berkumpul di rumahnya untuk menghadiri acara lamaran dirinya dan Satrio.
"Uh masyaallah ponakan ku cantik banget," ucap tante Rumi.
"Makasih tante." Terlihat sangat anggun.
Novia tampak anggun memakai gaun lamaran nya ditambah dengan make up yang tidak telalu tebal dan terkesan natural membuat novia terlihat sangat cantik.
"Ih cantiknya ponakan bude ini," Ucap bude Novia.
"Makasih bude." Tersenyum manis.
Setelah semua anggota keluarga nya selesai make up, merekapun bersiap untuk berangkat ke gedung. Sebelum berangkat merekapun sempat berfoto-foto terlebih dahulu dengan Novia.
Waktu menunjukkan pukul 09.45.
Semua anggota keluarga Novia sudah berada di gedung dan mempersiapkan susunan acara nya. Tak lama keluarga dari Satrio pun datang.
Acara pun dimulai, acara pertama adalah sambutan-sambutan dari kedua belah pihak. Setelah itu adalah acara inti dimana Satrio meminta izin kepada keluarga Novia untuk melamar nya dan dijadikan istri.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, terimakasih untuk seluruh keluarga yang hadir baik dari pihak Novia maupun pihak saya. Saya Satrio Atmajaya ingin meminta izin kepada keluarga besar khususnya wali dari Novia bahwasanya saya ingin melamar Novia dan ingin menjadikan Novia sebagai pendamping hidup saya.
Saya berjanji akan selalu menjaga dan menyayangi Novia sebagaimana hal nya Novia dijaga dan disayangi oleh keluarga nya terutama kedua orang tua nya.
Di pertemuan singkat saya dengan Novia saya merasa sudah jatuh hati kepada nya.
Rasa sayang dan cinta saya tumbuh bukan tanpa sebab, semua itu karena sikap lemah lembut nya, penyayang nya, dan anggun sikapnya membuat saya yakin dan mantap untuk menjadikan Novia sebagai istri saya dan mudah mudahan dia adalah pasangan hidup saya sampai saya menutup mata ini.
Dan untuk itu saya ingin meminta restu kepada ayah dan ibu selaku orang tua kandung Novia, papa dan mama selaku orang tua ke 2 Novia yang sudah menganggap Novia sebagai anaknya sendiri. Sekiranya mudah- mudahan saya diterima untuk bisa menjadi imam untuk Novia, sekian dari saya. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," ucap Satrio meminta izin kepada keluarga Novia.
Setelah Satrio meminta izin berikutnya papa novia sebagai wakil dari keluarga yang berbicara dan memeberikan izin kepada Satrio untuk menjadikan Novia sebagai istrinya. Namun, tetap saja semua keputusan papa dan keluarga melimpahkan kepada Novia. Mau atau tidak nya dia dijadikan istri oleh Satrio. Setelah itu giliran Novia yang memberikan jawaban kepada Satrio.
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, terimakasih untuk keluarga Novia yang sudah hadir di acara terbahagia dalam hidup Novia. Terimakasih juga untuk ibu, ayah, papa dan mama serta kakak Novia yaitu kak mutia yang sudah turut membantu kelangsungan acara ini.
Gak banyak yang mau Novia sampaikan, disini saya Novia angelista febriyani dengan penuh kesadaran menerima lamaran dari Satrio Atmajaya.
__ADS_1
saya bersedia untuk dijadikan pasangan hidup atau istri nya, dan semoga kita bisa bersama sampai maut memisahkan kita.
Terakhir, saya mau megucapkan banyak terimakasih untuk calon mertua saya yaitu ibu Inggit yang sudah Novia anggap seperti ibu Novia sendiri terimakasih karena sudah sayang dengan Novia menganggap Novia sebagai anaknya sendiri. Dan adik-adik ipar ku yang sangat baik terimakasih kalian sudah menerima ku dengan sangat baik (berlinang air mata). Mungkin hanya itu yang bisa Novia sampaikan. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," ucap Novia menerima lamaran kekasihnya itu.
Tiba saat nya pemakaian cincin lamaran. Suasana haru pun begitu terasa saat sepasang kekasih ini saling memasangkan cincin. Setelah itu Novia dan Satrio berfoto-foto dengan kerabat dan teman-temannya.
"Selamat ya bang," ucap Vano sembari bersalaman dan berpelukan dengan kakaknya.
"Thankyou," jawab Satrio, menepuk punggung Vano yang sedang memeluknya.
Vano melepas pelukan nya dan tersenyum, terlihat mata nya yang berkaca kaca karena terharu karena kakak nya sebentar lagi akan menikah.
"Selamat kak Novia, calon kaka ipar hehe." Adam juga tak lupa memberikan selamat kepada kakaknya sambil melempar candaan agar suasana mencair.
"Makasih adik ipar hehe," ucap Novia membalas candaan Adam.
"Kalian kalo udah nikah jangan lupa loh sama adik-adik yang keren ini apalagi sama ibu gak boleh lupa. awas kalo lupa aku bakal nyuruh ibu ngutuk kalian kaya Malin kundang haha," ucap Idris.
"Duhh........ ketawa mu itu loh antagonis banget," ledek Novia kepada Idris.
"Hahaha." Tertawa bersama.
"Novia........" jerit Caca dari kejauhan.
"Caca..." Novia senang sahabat nya bisa datang ke acara bahagianya.
Datang langsung memeluk Novia dengan erat.
"Woy........lo meluk nya kekencengan gue jadi engap woy." Mencoba melepaskan pelukan Caca.
"Ya maaf gue kan exited banget liat sahabat gue nikah eh salah deng lamaran maksudnya hehe."
"Huh dasar si heboh." Mencubit hidung Caca.
"Aww......... sakit tau, eh btw selamat ya pak akhirnya lamaran juga sama temen aku yang paling mageran seantero dunia hehe. Sabar-sabar aja pak pokoknya kalo jadi suami nya Novia soalnya anaknya suka ngambekan, moodyan terus mageran lagi haha," ucap Caca kepada dosen nya itu.
"Terossss.......... terosssss aja terosssss jelek jelekin gue di depan calon suami gue," Novia berwajah kesal.
__ADS_1
"Saya udah tau kok ca kalo Novia ini ngambekan, mood nya suka naik turun, terus magera. tanpa dia tunjukin ke saya juga saya udah tau cuma itu yang buat saya sayang sama dia." Tersenyum manis.
"Uwuu co cweet kaya di film drakor, jiwa jomblo ku jadi meronta-ronta," rengek Caca.
"Makanya jangan kelamaan jomblo mulu," ledek Novia.
"Awas aja besok gue langsung cus KUA gue balap lo haha."
"Calon nya?" tertawa meledek Caca.
"Ya entar gue cari dulu disini kali aja ada yang cocok."
"Haha." Tertawa bersama.
Banyak tamu yang datang baik dari kalangan dosen maupun teman-teman nya Novia.
kepala jurusan pun turut menghadiri undangan dari Satrio. Hari ini menjadi hari terbahagia dalam hidup Novia.
Setelah semua acara selesai keluarga Satrio dan Novia pulang ke rumah masing-masing untuk beristirahat. Setelah sampai dirumah novia membersihkan make up nya dan berganti baju.
Tok...... tok..... tok...
"Novia ini tante," ucap tante Rumi.
"Oh tante tunggu sebentar Novia lagi ganti baju." Membukakan pintu.
"Kenapa te?" tanya Novia kepada tantenya.
"Ini barang seserahan nya mau di taruh di mana?" tanya tante Rumi seraya membawa kotak akrilik mewah berisikan barang-barang mahal milik Novia yang diberikan oleh Satrio dan keluarga nya.
"Oh..........taruh di dalem kamar Novia aja, masukin aja ke dalem deket lemari itu, sini Novia bantu."
"Oke, udah gak usah lebih baik kamu makan aja, kamu kan belum makan siang."
"Beneran gak apa apa nih aku tinggal makan?"
"Iya gih sana buruan makan calon manten," Ledek tante Novia.
__ADS_1
"Ih tante ini." Tampak malu-malu.