Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
Rumah Baru


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul setengah 5 subuh, Novia menggeliat dari pelukan sang suami. Novia beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi untuk memulai ritual pagi nya sebelum sholat subuh. Setelah selesai sholat subuh Novia mulai berkemas barangnya karena hari ini ia dan suaminya akan pulang. Sudah siap dengan kegiatan berkemas nya, ia membuka tirai dan pintu di depan kamarnya. Suasan subuh yang indah di pantai, langit yang redup dan terpaan angin pagi buta yang segar dihirup. Novia kembali ke ranjangnya, ia duduk di tepi ranjang memandang lekat suami nya yang sedang tertidur pulas. Ditariknya selimut oleh Novia untuk menutupi tubuh suaminya agar tak kedinginan, lalu ia beranjak menuju tempat favorit mereka yaitu kursi santai yang berada di tepi kolam renang.


Rambut yang masih lembab terurai menyentuh terpaan angin laut di pagi itu. Novia duduk termenung memandang ombak kecil dan terumbu karang yang nampak jelas di dalam air yang sangat jernih. Hingga langit pun mulai cerah, namun matahari nampak masih malu malu menunjukkan sinarnya.


"Ya Allah lindungi selalu keluarga kecilku, jangan sampai ada orang jahat yang ingin menghancurkan kami," gumam Novia pelan.


"Aamiin," Sahut seseorang di belakangnya, yang langsung duduk dan memeluknya dari belakang.


"Mas udah bangun." Novia tersentak akan keberadaan suaminya yang secara tiba tiba muncul dan memeluk dirinya.


"Udah, kamu sendiri udah lama duduk disini?" tanya nya menyelidik.


"Sudah lumayan, dari sehabis sholat subuh tadi aku beberes terus langsung duduk disini." Mengelus lembut tangan suaminya yang melingkar di pinggangnya.


"Wah rajinnya istriku," ucap Andra sembari mencium pipi sang istri.


"Kita jadi pulang hari ini kan mas?" Tanya Novia membalikkan badannya menghadap suaminya dan tersenyum menutupi wajah sedihnya.


"Jadi sayang, maaf ya kita harus pulang secepet ini." Merapikan anak rambut istrinya.


"Iya mas gak masalah kita masih punya banyak waktu untuk liburan lagi," ucap Novia menenangkan suami dan dirinya sendiri.


"Mas, mama gak suka ya sama aku?" tanya Novia spontan, membuat wajah suaminya sukses berubah menjadi sendu.


"Mama bukan gak suka sayang, mama cuma butuh waktu untuk adaptasi sama mantu nya yang cantik ini," ucap Andra sembari menoel hidung Novia berusaha menghibur istrinya.


Novia hanya mengangguk sembari tersenyum semanis mungkin untuk menutupi rasa gundah gulana dihatinya.


"Yaudah mas mandi dulu sana, aku juga mau siap siap untuk pulang," titah Novia pada suaminya.


Andra pun mencium kening istrinya lalu beranjak pergi untuk memulai ritual paginya. Setelah semua sudah siap Andra dan Novia pun meninggalkan resort sejuta kenangan indah itu.


Setelah sampai diindonesia Andra langsung menuju rumah yang sudah ia siapkan untuk istrinya, rumah megah bergaya eropa yang ia buat dengan uang pribadinya sendiri. Halaman yang begitu luas, dan bahkan ada lapangan pendaratan heli dan lapangan golf disana yang dihiasi danau hijau membentang.



"Mas ini rumah siapa?" tanya Novia heran setelah turun dari mobil dan berdiri dihalaman besar melihat rumah yang begitu megah ada dihadapan nya.

__ADS_1


"Ini rumah kita dan calon anak kita sayang," jawab Andra sembari merangkul bahu Istrinya.


Novia masih tak menduga hidupnya akan berubah sedrastis ini dalam sekejap. Ia tak henti hentinya berucap syukur dalam hatinya.


"Ayo masuk," ajak sang suami merangkul pundak istrinya dengan penuh kasih sayang.


Novia pun masuk kedalam istana megah itu, tak henti hentinya ia berdecak kagum dan serasa tak percaya dengan semua hal yang terjadi saat ini. Andra pun mengajak Novia ke kamar utama rumah itu yang terletak di tantai 2. Novia terperangah dengan dengan isi dari kamar itu, walk in closet nya pun lebib mewah dari yang ada di villa pribadi milik suaminya.


"Oh ya aku punya kejutan lagi untuk kamu," ucap Andra menuntun tangan istrinya ke arah pintu balkon kamar mereka.


Andra pun membuka balkon yang lumayan luas itu dan Novia langsung jalan dengan tatapan fokus dan langsung menitikkan aur matanya.


"Sayang kenapa kamu nangis?" Andra langsung membawa Novia dalam dekapannya.


"Aku makasih banget sama kamu mas, udah memperlakukan aku dengan baik selayaknya seorang ratu." Novia menangis tersedu-sedu dan semakin mengeratkan pelukan.


"Hey dengar aku." Andra merenggangkan pelukannya dan menangkup pipi istrinya dengan kedua tangannya. "Kamu memang ratu disini sayang," ucap Andra sembari menarik satu tangan Novia dan ia letakkan di dadanya.


"Hemmmm kamu manis banget," ucap Novia dengan manja seraya mencium pipi kanan suaminya dan langsung memeluk erat sang suami.


"Kamu suka dengan pemandangannya?" tanya Andra seraya mengelus pipi mulus istrinya yang bersandar di bidang dadanya.


"Kita makan dulu yuk, abis itu kita kerumah mama sama papa," pinta Andra kepada sang istri.


"Yaudah aku masak dulu ya," Novia beranjak dari dekapan hangat suaminya.


"Gak, Gak boleh! Semua makanan udah disiapin sama bibi, kamu kan capek gak udah banyak aktivitas dulu nanti sakit." Andra menarik Novia dalam dekapan nya lagi.


"Hemm okelah kita mandi dulu baru kita makan ya," ucap Novia seraya mengecup lembut pipi sang suami.


"Mandi bersama?" tanya Andra Nakal sembari mengedipkan matanya dengan nakal.


"Ih gak ah nanti malah jadi lama, aku udah keburu laper." Novia beranjak dari dekapan sang suami dan langsung berlari menuju kamar mandi, dikuncinya pintu agar suaminya tidak bisa masuk kedalam untuk menjahilinya.


Melihat tingkah sang istri Andra menggelakkan tawanya sembari menggelengkan kepalanya. Setelah mereka melakukan ritual mandi dan berganti baju, mereka turun untuk makan malam. dimeja makan sudah tersedia banyak makanan terhidang, Novia sangat heran dengan hal itu.


"Mas, ini makanan banyak banget loh. Aku yakin ini gak bakalan habis," protes sang istri.

__ADS_1



...(Anggep aja di meja penuh makanan ya 😁)...


"Kenapa sayang? kebanyakan ya?" Tanya Andra heran.


Novia tak menjawab dan hanya menggelengkan kepalanya.


"Bik mari ikut makan malam dengan kami, ajak juga yang lain ya kita makan sama sama," ucap Novia dengan ramah.


"Ta.......tapi non," ucap bik lasmi ragu, dan memandang Andra dengan takut.


"Turuti saja perintah istri saya bik, panggil yang lainnya kita makan bersama," ucap Andra tersenyum ramah.


Andra sangat bangga dengan istrinya yang selalu memikirkan orang lain, dan tak pernah boros dalam hal keuangan dan kebutuhan. Novia tak pernah membeli barang barang yang tak perlu dan yang ia fikir hanya akan membuang buang uang suaminya saja.


Merekapun menyantap hidangan dengan penuh canda dan tawa, sikap sederhana sang istrilah yang membuat Andra bahagia dalam ketenangan.


"Bik, lain kali masaknya gak usah banyak banyak lagi ya, kan yang makan juga cuma aku sama mas Andra aja. Tapi kalo bibik mau masak banyak untuk semua yang kerja disini boleh, masak apapun boleh nanti aku akan tambahkan uang belanja bibik ya. Dan satu lagi, jangan pernah ragu untuk mengambil makanan di kulkas ya bik semua makanan dan stok di kulkas milik kalian juga," ucap Novia ramah dengan guratan senyum manis yang membuat suaminya tergila gila.


"Baik non, terimakasih banyak non baik sekali orangnya," puji sang art.


"Aku hanya melakukan hal yang sudah seharusnya aku lakukan bik," ucap Novia dengan lembut.


Andra hanya tersenyum bahagia melihat tindakan istrinya yang sangat membuat dirinya bangga dan bersyukur memiliki wanita sebaik Novia.


.


.


.


.


Hay para pembaca setia Novel "Suamiku adalah mantan kekasih kakakku" jangan lupa komen dan like nya ya ❤❤❤❤❤❤❤


Dukung terus author agar author lebih semangat lagi update nya ya 💚

__ADS_1


Salam hangat dari author 💚❤❤❤❤❤💚


__ADS_2