Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
Kelelahan


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 5 pagi, Andra terbngun menggeliatkan badannya yang sedikit pegal akibat pertempuran yang terjadi semalam. Di tatap wajah istrinya terlihat kelelahan karena meladeni aksi nakalnya semalam.


"Sayang............sayang.........bangun sayang," ucap Andra dengan lembut.


Novia akhirnya tebangun, dan mereka langsung melakukan ritual pagi mereka. Setelah selesai sholat subuh, Novia menyiapkan pakaian kerja suaminya lalu turun ke bawah untuk menyiapkan sarapan pagi mereka.


"Wah non Novia pagi pagi seger banget rambutnya basah," goda bik Lasmi membuat pipi Novia bersemu merah.


"Ah bibik, aku cuma lagi gerah aja makanya keramas," elak Novia dengan wajah malunya.


"Semoga cepet diberi dede ya non," ucap bik Lasmi mendoakan.


"Aamiin, makasih bik doa nya." Novia tersenyum manis.


Tak lama Andra turun dengan pakaian kerja nya, mendekati istrinya dan mencium kening istrinya dengan lembut.


"Ih mas malu ada bibik," bisik Novia dengan wajah bersemu merah.


"Tak apa, yakan bi? Toh kita sudah suami istri jadi kenapa harus malu," terang Andra.


Bik lasmi hanya mengangguk sembari tersenyum, lalu kembali ke paviliun belakang untuk bersiap beberes rumah. Dengan telaten Novia meladeni suaminya ketika di meja makan, ini adalah hal yang tak pernah Andra rasakan ketika bersama keluarga nya dulu.


"Sayang, nanti malam kita kerumah mama ya. Soalnya tadi mama telfon minta kita buat kesana."


"Iya mas," ucap Novia dengan patuh.


"Kamu tenang aja, mama memang galak tapi hatinya baik kok," ucap Andra.


Novia hanya mengangguk patuh kepada suaminya. Setelah selesai sarapan Novia mengantar kepergian suaminya untuk bekerja. Dicium punggung tangan suaminya, lalu Andra mencium kening istrinya dengan lembut.


"Mas berakat dulu ya sayang, Assalamualaikum."


"Iya mas, Wa'alaikumsalam."


Seharian ini Novia menjalani aktivitas nya seperti biasa. Sampai ketika ia membuka laptopnya dan melihat ada email masuk. Ya, email itu adalah panggilan kerja nya sebelum dirinya menikah dengan Andra.


"Yah ternyata ada email aku gak tau," ucap Novia kecewa. "Gagal deh keterima kerjanya, tapi yasudahlah lagian aku juga belum membicarakan hal ini sama mas Andra," gumannya.

__ADS_1


Seharian ini Novia menghabiskan waktu dirumah. Tak terasa sore pun tiba, Novia segara bergegas turun untuk menyiapkan malam untuk suaminya. Setelah selesai menyiapkan hidangan dan membereskan dapur bersama bik Lasmi, Novia naik ke atas untuk mandi dan mengganti pakaian nya sebelum suaminya pulang.


Magrib pun tiba, Novia melaksanakan ibadah sholat magrib nya sembari menunggu kepulangan suaminya. Biasa nya Andra pulang pukul 7 malam, karena akhir akhir ini banyak urusan di kantor.


Sembari menunggu kepulangan suaminya Novia menonton tv di ruang keluarga. Tak lama terdengar suara bel menggema, Novia yakin itu suaminya. Novia beranjak dari tempat duduk nya menuju pintu utama.


"Assalamualaikum, wah istriku sudah cantik," ucap Andra saat sudah dibukakan pintu oleh Novia.


"Wa'alaikumsalam, apaan si mas gombal," gerutu Novia.


"Muka mu pucat, kamu sakit sayang?" tanya Andra.


"Enggak, aku sehat kok. Yaudah ayo kita masuk, mandi dulu ya aku siapin bajunya." Tangan Novia menggandeng suaminya menuju kamar mereka.


Setelah selesai Andra mandi dan berganti baju, mereka turun untuk makan malam bersama. Seperti biasa, dengan telaten Novia melayani suami nya ketika makan.


"Mas tadi udah sholat magrib?" tanya Novia di sela sela mengambilkan makanan untuk suaminya.


"Udah tadi dijalan, mampir ke masjid," jawabnya dengan lembut.


"Jadi sayang, abis makan kita siap siap kerumah papa mama ya," jawab Andra diiringin oleh anggukan istrinya.


Setelah selesai menyantap hidangan mereka, Novia dan Andra naik ke atas untuk bersiap pergi kerumah mertuanya. Sedangkan bibi memebersihkan bekas makanan di meja makan.


Ketika hendak bersiap kepala Novia rasanya berputar hebat, tubuhnya mendadak lemas. Tubuhnya pun merosot jatuh ke lantai, namun tangannya memegang erat meja di ruang gantinya. Andra yang baru masuk keruang ganti dia dan istrinya itu pun langsung berlari memeluk istrinya yang lemas.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Andra dengan cemas.


"Pusing mas, badanku lemas tiba tiba." Novia bersandar lemas dibidang dada suaminya.


"Yaudah malem ini kita gak usah kerumah mamah sama papah ya, kita istirahat dirumah aja," ucap Andra sembari membopong tubuh istrinya menuju ranjang tempat tidur.


Jam menunjukkan pukul 12 malam, saat itu Andra dan Novia tengah tertidur lelap. Namun, tiba tiba Andra terbangun karena mendengar suara istrinya menangis dan merintih. Andra langsung bangkit lalu coba menyadarkan istrinya yang saat itu masih terpejam.


"Sayang........bangun......sayang, kamu kenapa?" tanya Andra cemas.


Dipegang kening istrinya untuk mengecek suhu tubuhnya, dan ternyata suhu tubuh Novia saat itu naik. Andra panik langsung beranjak dari ranjangnya, memakai jaket dan celana panjang tak lupa pula ia memakaikan sweater di tubuh istrinya yang sedang mengigil itu. Andra menelfon supir pribadinya yaitu pak yanto yang saat itu sedang ada di pos satpam. Andra menyuruh pak Yanto untuk menyiapkan mobil untuk membawa sang istri kerumah sakit, lalu ia membopong tubuh istrinya turun ke bawah dan membawanya ke rumah sakit.

__ADS_1


Diperjalanan Novia menggigil dan terus memeluk erat tubuh suaminya, kepala Novia berada di bidang dada Andra. Tak lupa pula Andra menyelimuti tubuh istrinya.


"Sabar ya sayang sebentar lagi kita akan sampai," ucap Andra dengan cemas.


"Mas aku dingin," rintih Novia.


"Iya ini udah mas peluk sayang," ucap Andra dengan lembut sembari sesekali mencium puncak kepala sang istri. "Pak kecilin AC nya bila perlu matikan," pinta Andra pada supirnya karena tak tega melihat istrinya mengigil kedinginan.


Setelah sampai di rumah sakit Andra langsung memanggil tenaga medis dan dokter. Lalu Novia pun di periksa kondisinya oleh dokter.


"Gimana dok keadaan istri saya?" tanya Andra dengan cemas.


"Istri anda kelelahan butuh istirahat, dan maaf kalau bisa pak untuk seminggu kedepan jangan dulu melakukan hubungan suami istri ya karena tubuh istri anda sangat lemah untuk saat ini, saya takut kondisi istri anda akan tambah drop," jelas sang dokter membuat pipi Andra bersemu merah karena sang dokter tau bahwa ia sering berhubungan dengan istrinya.


"Jadi apakah istri saya dirawat atau langsung diperbolehkan pulang?" tanya Andra memastikan.


"Untuk saat ini sampai besok istri anda harus dirawat pak, karena kondisinya yang harus terus kami pantau," jelas sang dokter.


"Baik lakukan yang terbaik dok, apapun itu yang terpenting istri saya bisa sembuh," ucap Andra penuh harap.


"Baik pak pasti saya akan melakukan yang terbaik, kalau begitu saya pamit dulu," ucap sang dokter dengan ramah.


"Baik terimakasih dok."


"Sama sama pak."


Setelah selesai pemeriksaan, akhirnya jarum infus terpasang di tangan kanan Novia. Tubuh nya yang masih lemah di pindahkan ke ruang rawat VVIP. Disana terlihat dengan setianya Andra menjaga istrinya, dipegangnya tangan lemah yang terasang infus di punggung tangannya.


"Capet sembuh ya sayang, mas janji kalo kamu sembuh kita akan liburan. Mas juga janji gak akan nakal lagi kalo tidur sama kamu," rengek Andra seperti anak kecil yang meminta maaf karena habis melakukan kesalahan kepada ibunya.


Mendengar itu Novia terbangun dan terkekeh geli melihat tingkah suaminya yang bagaikan anak kecil ketika habis melakukan kesalahan kepada ibunya.


"Mas lucu," ucap Novia sembari mengusap pipi mulus sang suami dengan tangan nya yang masih tepasang infusan.


"Kamu kenapa bangun sayang, tidurlah istirahat ya." Andra mencium kening Novia.


Andra menarik selimut Novia dan beranjak dari duduk nya lalu tidur di samping istrinya dimana ukuran kasur pasien yang lumayan lebar, cukup untuk tidur sepasang suami istri tersebut. Andra membawa istrinya dalam dekapan nya, di elusnya pipi mulus istrinya hingga merekapun larut dalam rasa kantuk yang membuat mereka tertidur.

__ADS_1


__ADS_2