Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
Membaik


__ADS_3

Ke esokan pagi Novia izin tidak masuk kampus karena ingin pergi kerumah sakit.


Namun ia izin ke dosen nya bahwa ia sedang tidak sehat.


Pukul 07.00 Novia langsung bergegas ke rumah sakit. Setelah sampai dirumah sakit ibu Inggit, Idris, Vano dan adam belum datang. Di depan ruangan ICU tampak sepi, namun ada dokter dan suster yang keluar dari ruangan Satrio, Novia pun bergegas menghampiri nya.


"Dok, gimana keadaan mas Satrio?"


"Kamu calon kakak ipar nya adam ya?" tersenyum ramah.


"Iya dok." Tersenyum.


"kondisi Satrio saat ini masih kritis besok kami akan melakukan tindakan operasi, surat-surat sudah di urus oleh Adam dan profesor gunawan yang akan langsung menanganinya. kamu berdoa saja ya semoga operasi nya berjalan lancar." Tersenyum ramah.


"Baik dok, apa saya boleh masuk kedalam?" tanya Novia.


"Boleh, tapi seperti kemarin hanya boleh satu orang satu orang saja ya."


"Iya dok terimakasih."


"Yasudah saya permisi dulu mau menangani pasien yang lain."


"Iya dok."


Novia pun memasuki ruangan tempat Satrio dirawat. Novia duduk dan memegang tangan Satrio.


"Mas........ Novia dateng, sakit ya mas? yang mana yang sakit?" memegang sembari mengelus tangan Satrio.


"Mas harus kuat ya, Novia disini doa in mas terus supaya mas cepet sadar. Kita kan sebulan lagi mau nikah, mas seneng kan? mas pernah bilang kalo mas udah gak sabar mau nikah sama Novia. Kalo gitu bangun dong mas impian kita tinggal selangkah lagi." Menahan air mata dan mengelus-elus kening Satrio.


"Novia disini kuat untuk mas. Mas juga harus kuat ya untuk Novia." Mencium tangan Satrio.


Novia keluar mengambil air wudhu, lalu masuk kembali ke ruangan ICU. Novia memakai mukenah dan membacakan ayat suci Al-Qur'an. Saat membacakan ayat Al-Qur'an Novia dengan reflek melihat jari Satrio yang bergerak-gerak. Novia senang melihat itu dia langsung memanggil dokter untuk memeriksa kondisi Satrio.


"Gimana dok?" tanya Novia dengan cemas.


"Maaf untuk saat ini Satrio dalam kondisi koma," jawab sang dokter.


Entah Novia harus bahagia atau sedih mendengar penyataan dokter disisi lain Novia senang sudah mendapatkan respon dari Satrio tapi yang membuat Novia sedih kenapa harus koma.


"Walaupun dia koma tapi dia bisa dengar apa yang kamu katakan dan kamu ucap untuk dia."


"Jadi saat saya baca Al-Qur'an tadi dia dengar dok?" tanya Novia dengan sedikit berharap.


"Iya, kamu coba ajak bicara aja terus siapa tau nanti ada perkembangan lagi."


"Baik dok."


Dokter pun meninggalkan ruangan ICU.


Novia pun melanjutkan membaca Al-Qur'an, tak beberapa lama novia terkejut karena satrio mengeluarkan air mata nya.


"Mas, kamu dengar aku? kalo dengar coba gerakin tangan kamu." Novia berharap dalam hati nya bahwa Satrio akan kembali pulih.


Satrio pun menggerakkan jari-jari tangan nya.


Novia meneteskan air mata nya dia bahagia akhirnya sudah ada perkembangan dari Satrio.

__ADS_1


"Terimakasih ya Allah." Tersenyum dan meneteskan air mata nya.


"Mas aku disini, kamu harus kuat ya aku sayang kamu." Memegang tangan Satrio.


Mendengar Novia mengatakan bahwa ia sayang kepada Satrio, Satrio pun kembali meneteskan air mata nya.


"Mas sebulan lagi kita akan nikah kita akan sama-sama sayang." Mencuim tangan Satrio.


Satrio menggerakkan tangan nya dan kembali meneteskan air mata.


"Aku seneng deh kamu bisa denger aku. aku pengen bilang puluhan kali sayang ke kamu." Menaruh tangan Satrio di pipinya.


"Sama seperti kamu yang sudah puluhan kali bilang sayang ke aku."


Satrio menggerakkan tangan nya lagi dan kembali meneteskan air matanya.


"Walaupun kamu gak bisa jawab aku tapi aku seneng kamu bisa merespon dan tau kalo aku sayang banget sama kamu."


"Mas....." Mengelus-elus tangan Satrio.


"Kamu jangan takut dan sedih ya, aku bakal selalu disini temenin kamu. Kita lewatin ini semua sama-sama."


"Tapi kamu janji ya mas, jangan pernah tinggalin aku. Aku gak bisa kalo gak ada kamu mas. Kamu satu-satu nya orang yang memperlakukan aku dengan baik, kamu lelaki yang sangat baik." Novia menangis tersedu-sedu.


Tak terasa Novia sampai tertidur di samping satrio karena lelah menangis. Novia terbangung karena di bangunkan oleh ibu Inggit.


"Sayang bangun nak."


"Eh..... ibu udah dateng." membuka mata.


"kita ngobrol di luar yuk."


"Iya, kamu duluan ya ibu mau ngomong sama Satrio sebentar."


"Ibu udah tau kalo mas Satrio udah bisa ngerespon?"


"Sudah, ibu sudah dikasih tau dokter tadi."


"Yasudah Novia tunggu di luar ya bu."


"Iya." senyum penuh kasih sayang.


Novia pun menunggu di luar ruangan, ternyata ada Adam dan Idris di luar.


"Eh kalian udah disini juga?" Novia memasang senyum ramah.


"Iya kak sekalian dines si Idris juga sekalian dines, sekalian jengukin mas Satrio," ucap Adam.


"Iya ya aku baru inget kalo kamu tugas dirumah sakit ini." Tersenyum ramah.


"Kak muka kamu pucet banget? kamu sakit? kita ke UGD ya," ucap Idria khawatir.


"enggak aku gak apa-apa mungkin karena semaleman aku gak bisa tidur aja," jawab Novia mencoba meyakinkan.


"aku anter periksa ke dokter aja gimana?" tanya Adam.


"Gak apa-apa gak usah aku baik-baik aja kok." ucap Novia mencoba meyakinkan kembali.

__ADS_1


Saat sedang mengobrol ibu inggit keluar dan berteriak memanggil Adam membuat Adam, Novia dam Idris kaget.


"Adam.............. Adam........ kakak kamu," teriak ibu Inggit kepada anaknya.


Mereka pun langsung masuk ke ruangan.


"Ada apa bu?" tanya Adam khawatir.


"kakakmu sadar." Ibu Inggit menangis bahagia karena putra nya sadar dari koma nya.


Novia yang mendengar hal itu langsung berucap syukur dan menangis tersedu-sedu karena bahagia. Adam pun langsung memeriksa kondisi kakak nya.


"alhamdulillah kakak melewati masa kritis dan koma nya," ucap Adam lega melihat kondisi kakaknya kembali stabil.


Semua orang diruangan itu tak henti-hentinya berucap syukur.


"Ibu........." ucap satrio lemah.


"Iya sayang ibu disini," jawab ibu Inggit seraya memegang tangan Satrio dan mencium keningnya.


"Ibu........Novia mana?" tanya Satrio.


"Aku disini mas." Bergantian maju dengan ibu Inggit, memegang tangan nya dan menempelkan di pipi nya.


"Aku kangen kamu." Senyum yang agak sedikit dipaksakan.


"Aku juga kangen banget sama kamu mas." Menahan air matanya yang hampir jatuh.


"Eh......... gak kangen sama ibu?" tanya ibu Inggit, mencairkan suasana.


"tentu kangen dong, sama adik-adik yang paling ngeselin juga."


"Enak aja," sahut Idris tak terima.


"Iya....... bukan nya ke balik ya," sahut Adam juga tal terima.


"haha" tertawa bersama.


"Yaudah aku tinggal sebentar ya mau menemuin prof Gunawan mau bertanya apa besok jadi jadwal operasi kakak," ucap Adam.


"Aku ikut." berjalan di belakang kakaknya.


"Ibu juga ikut ya, Novia ibu titip Satrio ya," pinta ibu Inggit.


"Iyaa bu," jawab Novia patuh.


Saat ini hanya tinggal Novia dan Satrio di dalam ruangan itu.


"Mas......"


"Iya sayang." Tersenyum manis.


"Aku sayang kamu." Meneteskan air mata.


"Hey......jangan sedih, aku baik-baik aja kok." mengusap air mata Novia.


"Aku mau tetep disini jagain mas ya." Menempelkan tangan Satrio di pipi nya.

__ADS_1


"Iya." Senyum penuh kasih sayang.


__ADS_2