
Ketika hendak memakai baju nya Novia tersentak kaget dan langkah nya langsung terhenti, Melihat baju yang Andra siapkan untuk dirinya. Novia berjalan mendekati sofa lalu memandang aneh baju itu.
"Baju model apa ini, ini mah bukan baju tapi dalaman," gumam Novia sembari menepuk pelan jidatnya.
Novia merasa malu melihat dirinya sendiri memakai bikini yang begitu seksi dan dengan jelas menampakkan bentuk tubuhnya yang putih mulus. Novia pun menutupi dirinya dengan menggunakan handuk kimono, menguncir cepol rambutnya, lalu menghampiri suaminya yang tengah berenang bebas di kolam.
Andra yang melihat istrinya pun terheran heran. "kenapa masih pakai kimono sayang?" tanya Andra dengan heran.
"Aku.........aku sudah memakainya tapi aku malu mas, ini terlalu seksi." Novia mengigit bibir bawahnya menahan malu.
Andra tergelak mendengar penyataan dari istrinya. lalu ia menghampiri Novia dan tanpa permisi menarik tali kimono nya secara tiba tiba. Novia tersentak kaget dan langsung ingin menutupi tubuhnya kembali namun Andra langsung menarik Novia dalam dekapan nya.
"Gak perlu malu dengan suamimu sendiri sayang," bisik Andra di kuping Novia membuat Novia merinding sekujur tubuh.
Andra langsung melepas kimono itu, dan langsung nampak terlihat badan Novia yang seksi, putih dan mulus. Novia seakan terhipnotis dan membiarkan suaminya. Andra menggendong istrinya memasuki kolam renang. Mereka pun berenang bersama di malam hari yang begitu romantis suasana nya. Mereka bercanda, bersenda guaru tak jarang tangan Andra yang nakal membuat Novia kewalahan.
Novia berenang dan menyandarkan tangan dan dadanya di pinggir kolam renang, menatap lautan yang indah dan bintang yang berkelap kelip. Sedangkan Andra memeluk tubuh istrinya dari belakang dan menyandarkan dagu nya di bahu Novia sambil sesekali mencium tengkuk leher istrinya.
"Mas sebenernya masalah apa yang membuat kamu sampai semarah tadi?" tanya Novia dengan lembut.
Andra pun semakin mengeratkan pelukannya dan bersandar manja di bahu Novia.
__ADS_1
"Adikku membuat ulah lagi di perusahaan, sehingga perusahaan kehilangan tender yang bernilai miliyaran," jelas suami nya dengan nada yang berat dan penuh beban.
Novia menyambut hangat tangan suaminya yang berada di pinggangnya, lalu mengusap lembut pipi yang bersandar di bahunya.
"Mas yang sabar ya, setiap masalah itu pasti ada jalan keluarnya. Mungkin mas lagi di uji sekarang ini, tapi percayalah suatu saat pasti semua ini ada hikmahnya. Mas kalau punya masalah jangan di tumpuk sendiri, mas kan punya aku sekarang, aku gak akan ninggalin mas apapun kondisinya," ucap Novia menenangkan.
"Terimakasih sayang." Andra mengeratkan pelukan nya sambil sesekali mengecup pundak sang istri.
Novia membalikkan badan nya menjadi berhadapan dengan Andra. "Udah yuk kita bersihin badan abis itu istirahat, nanti mas sakit," ucap Novia dengan penuh perhatian seraya mengelus lembut wajah sang suami.
Tanpa menjawab Andra langsung ******* bibir istrinya, menaikkan kedua kaki istrinya ke pinggangnya lalu mendorong mentok tubuh istrinya ke tepi tembok kolam renang. Saat itu Novia tau suaminya tengah pusing dan bersedih, jadi ia tak berani menolak apalagi memberontak. Novia mengikuti alur yang dimainkan oleh suaminya, ia menganggap biarlah semua ini sebagai obat untuk menghibur suaminya. Dua insan itu terus terhanyut dalam suasana, sampai Novia merasakan ada sesuatu yang mengganjal keras dibawah sana. Novia sudah tau dan faham apa yang sebenarnya mengganjal keras yang bersentuhan dengan asetnya, namun ia tak memperdulikkan itu Novia terus menikmati permainan lembut suaminya.
"Kita coba di kolam renang ya," bisik Andra dengan nakal.
Andra langsung melepas penutup asetnya dan Novia, lalu dengan pelan memasukkan asetnya. Novia merancau tak karuan memecah keheningan malam lautan yang membentang. Andra terus bermain nakal dengan istrinya, hingga mereka mencapai puncaknya. Namun kali ini Andra tak berhenti sampai disitu ia terus menjutkan ke ronde selanjutnya, sampai sampai Novia merancau tak karuan tubuhnya terus dihujam nakal oleh suaminya. hingga mereka mencapai puncak untuk yang ketiga kalinya.
Melihat tubuh istrinya yang sudah lemas Andra menyudahi olahraga malam itu dengan membopong istrinya menuju kamar mandi. Di hidupkannya shower lalu ia mulai membersihkan tubuh istrinya dengan lembut, kali ini ia tak mencoba nakal kepada istrinya karena tak tega melihat istrinya yang sudah lemas. Setelah selesai membersihkan tubuh Novia dan dirinya, Andra memakaikan baju piyama panjang karena malam ini anginnya cukup dingin ditambah lagi ia tak mau adik kecilnya terbangun jika melihat istrinya memakai pakaian yang kurang bahan. Lalu Andra juga memakai baju kaos polos dan celana panjang, setelah itu menutup semua pintu dan gorden di resort itu. Diselimuti tubuh istri nya menggunakan selimut tebal dan menarik istrinya kedalam dekapan hangatnya, sesekali Andra menciumi puncak kepala istrinya sampai mereka berdua tertidur lelap.
Matahari belum menunjukkan sinarnya, bahkan langit masih gelap, jam masih menunjukkan pukul 5 pagi. Novia menggeliat dari pelukan suaminya, ia mencoba mengingat apa yang terjadi semalam dan ia tersenyum sambil menatap wajah tampan sang suami.
__ADS_1
Setelah menatap cukup lama Novia beranjak dari tempat tidurnya menuju kamar mandi dan mulai melakukan ritual paginya, setelah itu langsung melaksanakan sholat subuh. Setelah selesai sholat subuh Novia kembali menyusul suaminya yang tengah tertidur pulas, Novia langsung masuk dalam dekapan suaminya kembali. Kali ini entah mengapa tubuhnya terasa pegal dan capek, ia berfikir mungkin karena serangan bertubi tubi dari suami nya semalam. Menyadari aktivitas Novia Andra pun terbangun, namun bukan nya bangun malah semakin mengeratkan pelukan.
"Kamu kok udah bangun sayang?" tanya Andra seraya mencium puncak kepala istrinya dengan rambut yang masih lembab.
"Iya aku barusan selesai sholat subuh mas," jawab Novia semakin masuk dekapan sang suami.
"Rambut kamu basah sayang, sini aku keringin dulu, nanti kamu masuk angin." Beranjak dari tidurnya dan langsung menggendong tubuh istrinya.
Andra menyalakan pengering rambut, lalu mulai mengeringkan rambut Novia dengan lembut.
"Mas jangan terlalu manis gini, nanti aku diabetes," ledek Novia
Andra tersenyum mendengar ledekan istrinya. "Gak masalah kan manjain istri sendiri," ujarnya.
Novia yang mendengar itu langsung senyum senyum sendiri salah tingkah dibuat suaminya. Setelah selesai mereka kembali ke tempat tidur, namun sebelum itu Novia sudah terlebih dahulu membuka tirai dan pintu resortnya, mereka pun berbaring sambil menatap indahnya suasana menjelang pagi di pantai.
"Sayang, maaf ya besok kita harus pulang," ucap Andra dengan rasa bersalahnya.
"Iya aku mengerti, kondisi perusahaan lagi butuh kamu saat ini," ucap Novia dengan penuh perhatian.
"Terimakasih kamu udah mau ngerti keadaan suamimu ini sayang." Mengecup pipi mulus Novia.
__ADS_1
Tak terasa mereka pun tertidur kembali, kini Andra yang tidur dalam dekapan hangat istrinya. Andra begitu bahagia dan bersyukur memiliki istri seperti Novia yang mau menemaninya dikala susah dan senang. Novia juga selalu mengerti keadaan nya, dan menjadi pasangan yang sabar menghadapi masalah yang menerpa hubungan mereka.