Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
Lulus


__ADS_3

Tak terasa sudah satu bulan waktu berlalu, kini tiba saat nya Novia untuk melakukan sidang. Rasa gugup dan tegang ia rasakan, jam menunjukkan pukul delapan pagi. Novia masih fokus dengan setumpuk buku yang ada dihadapan nya, ia baca berulang-ulang agar ia tidak salah menjawab ketika dosen penguji bertanya kepada nya.


Sidang akan dimulai pukul sembilan pagi, dan saat ini sudah pukul delapan lewat empat puluh lima menit. Jantung Novia semakin terpacu, tetapi ia berusaha menenangkan dirinya sendiri.


Tiba saat nya Novia untuk sidang, dosen pengujinya menanyakan beberapa pertanyaan dan dengan lancar Novia menjawab nya. Hampir satu jam berlalu, usai sidang skripsi Novia. Ia akhirnya lulus dan menyandang gelar sarjana.


Sementara itu Andra tengah dalam perjalanan menuju kampus Novia dengan membawa bunga dan selempang untuk kekasihnya. Setiba nya di kampus Andra turun dari mobil mewahnya menuju ruang sidang.


"Wah ganteng banget cowo itu," ucap beberapa mahasiswa yang ada di depan gedung prodi.


"Pacarnya siapa si itu, udah ganteng, kaya, so sweet lagi bawain bunga sama selempang segala," ucap mahasiswi lainnya.


Belum sempat Andra memasuki gedung prodi Novia, Novia sudah terlebih dahulu keluar. Novia kaget sekaligus bahagia melihat kekasihnya sudah ada di depan matanya dengan membawa bunga yang cukup besar, bucket berisi uang dollar dan selempang yang bertuliskan nama sekaligus gelar yang baru saja ia peroleh.


Novia dengan rasa haru nya berlari ke arah Andra dan langsung memeluk kekasihnya itu sambil menangis bahagia.


"Sayang, are you okay?" tanya Andra dengan lembut.


"Okay, aku seneng banget akhirnya aku udah lulus dan lebih bahagia lagi kamu ada disini buat nyambut aku. Aku fikir kamu gak akan dateng soalnya kamu kan orang yang super sibuk," ucap Novia dengan tersedu sedu.


"Hey udah dong jangan nangis lagi, setidaknya kasih waktu aku buat masangin selempangnya ke kamu," ledek Andra.


Novia hanya tersenyum mendengar ledekan dari kekasihnya itu. Andra dengan sigap langsung memasangkan selempang ke tubuh mungil Novia.


"Makasih sayang," ucap Novia dengan air mata bahagia yang tidak dapat di bendung lagi.


"Sama-sama calon istriku." Andra mengelus lembut kepala kekasihnya.


"Yaudah ayuk kita pergi makan, aku masih punya kejutan buat kamu." Andra tersenyum penuh misteri.


"Kejutan apa sayang?" tanya Novia dengan gembira.


"Nanti kamu juga akan tau, kalau aku kasih tau sekarang bukan kejutan dong namanya." Andra melirik seraya tersenyum.


Mereka pun langsung masuk ke dalam mobil, Andra membukakan pintu mobil untuk kekasihnya. Seketika Novia teringat dengan Satrio, karena sikap manis Andra sangat mirip dengan kenangan kenangan indah bersama Satrio. Di dalam mobil Novia seketika terdiam menatap bucket bunga dan selempang yang diberikan oleh Andra.

__ADS_1


"Mas seharusnya kita udah menikah dan punya anak mungkin, seharusnya kamu yang ada disini sekarang untuk pakein selempang di badan aku, mas aku kangen," ucap Novia dalam hati.


Tak terasa mata Novia berkaca-kaca, Novia langsung tersentak ketika merasa tangannya di sentuh dan di elus dengan lembut oleh Andra.


"Sayang ada apa?" tanya Andra sembari sesekali memperhatikan wajah kekasihnya.


"Gak apa-apa kok sayang, aku cuma lagi seneng aja atas semua yang udah aku dapetin di hidup ini," ucap Novia menutupi perasaan nya yang rindu akan sosok Satrio.


"Oh, kirain kamu sedih kenapa," ucap Andra dengan lega.


"Sayang boleh aku minta sesuatu sebagai hadiah hari ini?" tanya Novia dengan wajah memohon.


"Memangnya hadiah yang aku berikan masih kurang sayang?" tanya Andra bingung.


"Enggak sayang ini cukup lebih dari cukup, aku hanya ingin minta sesuatu yang gak berhubungan dengan materi," jelasnya.


"Boleh sayang, katakan kamu ingin apa apapun yang kamu mau akan aku penuhi," ucap Andra dengan lembut seraya mengelus kepala Novia.


"E...e....aku ingin ke makam mas Satrio boleh?" tanya Novia dengan ragu.


Andra tersenyum manis ke arah Novia seraya memegang tangannya dengan lembut.


"Benarkah sayang aku boleh kesana?" tanya Novia lagi ingin memperjelas.


"Iya sayang, aku tau dia pernah jadi bagian penting dalam hidup kamu. Aku tidak akan pernah membatasi kamu jika ingin ke makamnya. Pergilah kapanpun kamu mau ya, asal kamu izin sama aku nanti aku yang akan mengantarmu kesana jika suatu saat kamu ingin kesana." Dengan nada yang sangat lembut.


"Makasih ya sayang." Merengkuh lengan kekar Andra dan tak terasa Novia menitikan air matanya yang sedari tadi sudah ia bendung.


"Jangan menangis sayang, nanti cantiknya luntur," ledek Andra.


Novia mencubit pinggang Andra seraya mengusap air matanya.


Tak lama mereka tiba di salah satu restoran mewah. Andra lagi-lagi menunjukkan sikap manis nya dengan membukakan pintu mobil untuk Novia. Novia pun turun dan menggandeng lengan kekar Andra menuju dalam restoran. Di dalam restoran itu sepi pengunjung hanya ada mereka berdua yang datang, Novia faham pasti resto ini sudah di booking oleh Andra karena biasanya pun begitu saat mereka ingin makan berdua. Andra adalah kontraktor besar jadi privasinya juga harus terjaga.


"Duduk sayang." Mempersilahkan duduk dengan menarik kursi di depan Novia agar Novia bisa duduk.

__ADS_1


"Terimakasih sayang," ucap Novia.


Mereka mulai makan makanan yang tersedia di meja. Tak lama menepuk tangannya dan munculah asisten pribadinya yang membawa selempang dana sebuah kotak kecil berwarwa merah.


"Sayang aku ajak kamu kesini karena ada hal penting yang ingin aku sampaikan." Menatap Novia dengan serius.


"Ada apa sayang?" tanya Novia dengan wajah bingungnya.


Andra membuka kotak kecil berwarna merah itu. Terlihat cincin berlian yang sangat mewah dan Novia pun yakin harganya pasti tak murah. Mata Novia menatap nanar ke kotak cincin itu, jantungnya berdegup kencang seperti mau copot.


"Will you merry me?" tanya Andra dengan memunculkan senyum di wajah tampannya.


"Ini serius? Kamu lamar aku?" tanya Novia berulang kali karena masih tak percaya akan ini semua.


"Iya sayang aku serius nanti setelah ini ku akan lamar kamu khusus ke orang tua kamu." Senyum yang mengembang dipipinya.


"Ya aku mau," tegas Novia dengan air mata yang seketika tumpah membasahi pipinya.


Andra pun dengan sigap langsung memasangkan cincin berlian itu ke jari manis Novia. Andra tersenyum penuh bahagia, seolah-olah hari ini adalah hari terbahagia dalam hidupnya.


Setelah memasangkan cincin, Andra langsung memasangkan selempang yng bertuliskan "calon istri Andra". Seketika Novia memeluk tubuh kekasih nya yang kekar dan gagah itu. Andra pun membalas dengan mengelus kepala Novia.


"Mas makasih ya atas semuanya, aku fikir aku gak akan ngerasain lagi yang namanya kebahagiaan." Masih tetap dipelukan Andra.


"Kamu gak perlu makasih, ini sudah seharusnya sayang," ucap Andra dengan lembut.


Setelah mereka selesai makan dan merayakan kelulusan Novia, mereka langsung menuju pemakaman elite tempat Satrio dimakamkan.


Setelah sampai di sana Novia membacakan doa, tak terasa Novia mulai menitikkan air matanya.


"Mas aku udah lulus, kamu pasti udah bahagia ya disana bersama bidadari-bidadari cantik di surga. Aku akan terus mendoakan mu mas, yang tenang ya disana. Disini aku udah ada yang jagain, mas Andra baik banget sama aku sama kaya kamu baik banget ke aku mas," ucap Novia seraya mengelus batu nisan Satrio.


"Di depan makam ini aku akan berjanji, akan terus menjaga kamu sama seperti Satrio menjagamu sayang. Aku akan menyayangimu sama seperti Satrio menyayangimu dengan lembut." Seraya mengelus pundak mungil Novia.


Novia hanya tersenyum sembari mengusap air mata yang sedari tadi membanjiri pipi mulusnya.

__ADS_1


"Mas aku mulai ikhlas dengan jalan takdir ini sayang, semoga kamu bahagia di sisi Allah," ucap Novia dalam hati.


Selesai berziarah ke makam Satrio, Andra mengantar Novia untuk pulang bertemu dengan keluarganya yang sudah pasti menunggu Novia dirumah.


__ADS_2