Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
Suamiku Yang Pengertian


__ADS_3

Dua hari setelah berkunjung kerumah mertuanya, membuat hati Novia gundah gulana. Pagi ini selepas kepergian suami nya ke kantor, Novia berdiri termenung di balkon kamarnya menatap pemandangan hijau nan indah dihiasi oleh danau yang terlihat menyejukkan mata. Pikirannya menerawang jauh ke angkasa, memikirkan nasib pernikahan nya yang belum kunjung mendapatkan restu dari mama mertuanya.


"Sayang, kok ngelamun si pagi pagi." Sebuah tangan kekar melingkar di pinggangnya.


Sontak Novia langsung menoleh ke belakang. "Loh mas kok balik lagi? Ada yang ketinggalan?" tanya Novia heran.


"Iya tadi lupa bawa handphone aku yang satunya," ucap Andra seraya bergelayut manja di pundak sang istri. "kamu kenapa ngelamunin apa si pagi pagi?" tanya nya sembari memberikan kecupan lembut di pipi sang istri.


"Enggak mas aku gak apa-apa, aku cuma lagi nikmatin pemandangan aja dipagi hari," elak Novia.


"Yakin?" tanya Andra menyelidik.


Andra tau betul perasaan sang istri saat ini, pasti istrinya sedang memikirkan perlakuan mamanya 2 hari kemarin.


"Kamu gak boleh banyak ngelamun, minggu depan aku akan ajak kamu liburan lagi." Memeluk erat tubuh Novia.


"Iya mas," ucap Novia dengan lembut.


"Yaudah aku balik ke kantor lagi ya sayang, kerjaanku masih menumpuk, urusan kantor juga belum beres," ucap nya seraya merapikan anak rambut Novia yang terterpa angin sejuk pagi itu.


"Iya mas, hati hati ya." Mencium dengan lembut tangan Andra.


"Nanti malem jangan lupa ya pakai baju dinas yang warna merah," ucap Andra setelah mencium sekilas bibir Novia, lalu berkedip manja pada Novia.


"Ih mulai deh," ucap Novia mengerucutkan bibir mungil nya.


Andra tergelak puas saat berhasil menggoda istrinya. Lalu ia beranjak turun dan masuk ke mobilnya untuk kembali menuju kantornya. Setelah kepergian suaminya ponsel Novia di atas nakas berbunyi.


"Hallo assalamualaikum ca," ucap Novia.


"Wa'alaikumsalam, apa kabar nyonya Andra? Nyonya Andra sehat?" ledek Caca kepada sahabatnya.


"Ih apaan si lo ca, lebay tau gak!" ucap Novia menggerutu.


Caca pun tergelak mendengar sahabatnya merajuk. "Nov jalan yuk ke mall udah lama gua gak jalan sama lo, sekalian ada yang pengen gua ceritain."


"Boleh, kebetulan banget gua lagi suntuk dirumah gak ada kerjaan. Tapi gua izin sama pak suami dulu ya."


"Haelah ya si yang udah punya suami, gua mah apa atuh hanyalah seorang gadis yang tak kunjung dipinang haha," ucap Caca sambil bergelak tawa.


"Makanya jangan kelamaan pilih pilih, kepilih lo entar," ucap Novia meledek.


"Yaudah ah mau nelfon pak suami dulu bye," ucap Novia seraya memutus telfon nya sepihak.


"Ih dasar belum selesai ngomong juga, kebiasaan." Caca menggerutu saat telfonnya dimatikan sepihak.


Setelah itu Novia langsung menghubungi suaminya untuk meminta izin, karena Andra sudah pernah bilang kepada Novia bahwa ia tak pernah melarang Novia pergi asalkan Novia izin kepada dirinya.


"Hallo assalamualaikum sayang, baru ditinggal bentar aja udah kangen," ledek Andra.


"Wa'alaikumsalam mas, ih kepedean banget si."

__ADS_1


"Hehe maaf maaf, sayangku mau bicara apa? Kok tumben telfon di jam segini? Ada yang pentingkah?" tanya Andra bertubi tubi.


"Iya nih aku mau izin masku yang ganteng," ucap Novia seraya cekikikan.


"Hemm, kalo ada mau nya aja ya ngerayu. Awas nanti pulang ya," ucap Andra dengan gemas.


"Hehe aduh takut," ledek Novia.


Andra tergelak mendengar tingkah istrinya yang menggemaskan. "katakan kamu mau izin apa sayang?" tanya Andra dengan lembut.


"Aku mau izin mas jalan keluar sama Caca, aku kangen udah lama gak bertemu dia."


"Yaudah boleh sayang, ambil uang cash di brankas di dalem lemari ya sayang sama jangan lupa dibawa black card nya ada di dalem situ juga. Pin brankas nya tanggal pernikahan kita, kamu gak lupa kan?" tanya Andra meledek.


"Mana mungkin aku lupa, aku gak sepikun itu mas baru juga menikah masa lupa tanggal pernikahan," ucap Novia menggerutu.


"Yaudah hati hati ya sayang, inget loh pergi nya jangan bawa mobil sendiri. Kalo Caca bawa mobil taruh aja dirumah, nanti mas minta pak yanto untuk anter kalian aja. Dia supir pribadi mas waktu dirumah mama."


"Iya siap laksanakan pak suami," ucap Novia meledek sang suami.


"Hemm, gemes deh jadi pengen cepet pulang. Oh ya pin black card nya tanggal lahir kamu ya, aku ngingetin takut kamu lupa."


"Iyaa masku yang ganteng."


"Yaudah hati hati sayang, i love you muach," ucap Andra dengan lembut.


"Iya mas, semangat ya kerjanya. I love you more."


"Assalamualaikum."


Setelah mendapatkan izin dari Andra, Novia pun bersiap siap untuk pergi bersama sahabatnya itu. Tak lupa ia mengambil uang yang ada di brankas suaminya. Dan ketika si brankas itu terbuka mata Novia terbelalak dan mulutnya menganga seolah tak percaya.


"Astagfirullah, ternyata suamiku menyimpan uang sebanyak ini dalam brankas nya," ucap Novia lirih.


Di dalam brankas yang cukup besar terdapat banyak gepokan uang seratus ribuan yang tersusun rapih dan ada juga beberapa gepok uang dollar. Diatas tumpukan uang dollar itu terdapat wadah kecil semacam kotak, Novia lalu membuka kotak tersebut dan melihat ada sebuah kartu berwarna hitam.


"Mungkin ini kartu yang dimaksud mas Andra," gumam Novia.


Novia langsung mengambil black card nya dan beberapa lembar uang seratus ribuan. Karena ia fikir tak perlu membawa uang banyak banyak toh mungkin akan terpakai hanya untuk makan jika ia ingin jajanan di pinggir jalan dan keperluan uang parkir saja, sisanya ia bisa menggunakan black card yang diberikan oleh suaminya untuk belanja di mall.


Tak lama deruman suara mobil terparkir di halaman mansion nya.


"Hah itu pasti Caca," gumamnya sembari menutup kembali brankas uang itu dengan rapat dan menguncinya kembali.


Novia bersiap turun kebawah menenteng tas branded yang Andra belikan waktu mereka masih berpacaran.


"Non, ada tamu katanya teman non. Sudah bibik suruh masuk non," ucap bik Lasmi.


"Iya bik, ini saya mau turun ke bawah," ucap Novia dengan ramah.


"Mau dibuatkan minum apa non?"

__ADS_1


"Gak usah bik, kita mau pergi keluar. Cuma saya titip pesen ya bik, klo mas Andra pulang nya lebih cepet dari biasanya tolong siapin makanan ya bik sama tolong langsung telfon saya biar saya langsung pulang."


"Baik Non," jawab bik Lasmi dengan patuh.


"Saya berangkat dulu ya bik," ucap Novia sembari mengelus pahu kiri bik Lasmi.


Sikap lembut Novia lah yang membuat semua asisten dirumah menjadi betah dan merasa nyaman. Tak hanya Andra saja yang merasa betah, para asisten pun betah bekerja di mansion milik Andra tersebut.


Novia turun menggunakan lift yang ada di mansion. keluar lift Novia langsung disambut hangat oleh sahabat nya itu.


"Wih nyonya turun nya pake lift sekarang bukan pake tangga," ledek Caca melihat perubahan yang terlihat dari Novia, dari segi penampilan dan wajahnya yang terlihat lebih bahagia berseri seri ketimbang sebelum menikah dan masih tinggal dirumah keluarganya yang toxic itu.


"Ih apaan si ca, aku tu bukan gaya gayaan cuma takut jatoh pake hils begini turun tangga, tau gak si aku tuh masih shock culture tau gak si ca biasa dirumah gak pake alas kaki disini kemana mana aja pake sendal. takut kepleset gue kalo turun tangga pake sendal apalagi hils begini shay tinggi," keluh Novia berbisik ditelinga Caca.


Mendengar keluhan sahabatnya Caca bukannya perihatin malah tergelak. "Biasa mandi pake gayung sekarang pake shower sama bathub ya shay," Ledek Caca.


"Ih udah ah lo mah ngeledek terus bisanya." Novia mengerucutkan bibirnya.


"Yaudah ayok nyonyaku kita berangakat," Caca tergelak meledek Novia.


"Caca!" Novia memekik kesal kepada sahabatnya.


"Iya iya deh ampun nyonya, yaudah nih kunci mobil lo yang bawa," ucap Caca sembari menyerahkan kunci mobil honda civic turbonya.


"Eh iya ampir aja gua lupa, gua gak boleh bawa mobil sendiri. nanti kita dijemput supir pribadi mas Andra, sebenernya lebih ribet tapi gue gak mau ngelawan suami takut dosa," ucap Novia.


Tak lama suara mobil alphard milik Andra yang terpakir di garasinya sudah terparkir di halaman.


"Yaudah yuk, tuh pak Yanto udah ngeluarin mobil, nanti gua suruh pak yadi buat masukin mobil lo ke garasi aja," ucap Novia segera bergegas keluar.


"Pak yadi, tolong masukin mobil temen saya digarasi ya. Kuncinya bapak pegang aja, jangan dijual ya," ledek Novia. Novia memang senang sekali melempar candaan kepada para asisten dirumahnya, ia sudah menganggap para asisten nya adalah keluarga jadi tak ada lagi kata sungkan jika bercengkrama atau bercanda.


"Hehe saya mana berani non, nanti di penjarakan sama tuan muda lagi," jawab pak Yadi dengan kekehannya.


Novia dan Caca pun masuk ke dalam mobil yang sudah di bukakan oleh body guard Andra.


"Kita mau pergi tanpa body guard ya pak, saya gak nyaman. Kita mau pergi sama pak Yanto aja, soalnya risih pak kalo makan dikawal apa apa dikawal kaya narapidana aja," protes Novia kepada pak Yanto.


"Tapi non, nanti tuan muda marah karena ini perintah tuan muda," ucap pak Yanto.


"Nanti saya yang bilang ke mas Andra, bapak tenang aja ini mau saya kok," jelas Novia.


Pak Yanto menuruti perintah majikan nya, dan langsung meminta para bodyguard itu untuk kembali ke kantor tuan nya atas perintah sang nyonya mudanya. Mobil pun langsung melaju menuju pusat perbelanjaan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Mohon maaf atas ketidak nyamanan reader, karena menunggu terlalu lama.


Author ingin update setiap hari, tapi apalah daya author susah membagi waktu nya 😅


Doa kan semoga author bisa sering update ya, pengen nya si sehari 3 kali biar kaya minum obat 😂

__ADS_1


Jangan lupa like dan coment nya ya 😘💚


Salam hangat dari author 💚


__ADS_2