
Andra mengajak jalan-jalan Novia ke taman kota, ini adalah pertama kalinya mereka pergi berdua selayaknya sepasang kekasih. Diperjalanan Andra terus menawarkan apapun kepada Novia, ia sangat memanjakan Novia.
"Sayang, kamu mau apa?" tanya nya dengan bahasa yang lemah lembut.
"Mau ke toko kue aja deh pengen beli cake soalnya aku lagi kepengen banget makan cake," ucap Novia dengan wajah imut dan polosnya.
"Cuma cake aja? abis beli cake mau beli apa lagi? es cream gak mau?" tanya Andra bertubi-tubi menawarkan apa saja yang mungkin Novia suka.
"Enggak deh cake aja, itu udah cukup aku cuma pengen cake aja," ucap Novia lagi memperjelas.
"Masa cake aja si, es cream juga ya biar kamu gemuk pipi nya tambah chuby." Andra meledek Novia seraya mengembangkan pipinya agar terlihat chuby seperti yang ia ucap.
"Yaudah iya es cream juga." Dengan wajah sebalnya akibat di ledek oleh kekasihnya.
"Nah gitu dong, kamu itu harus banyak makan supaya sehat dan kuat." Andra tersenyum penuh perhatian kepada Novia.
Sepertinya Novia mulai merasa menemukan sosok Satrio dalam diri Andra, kelemah lembutannya, perhatiannya, kasih sayangnya semua Novia rasakan sama sewaktu dulu ia bersama Satrio. Hanya bedanya Andra adalah sosok laki-laki yang humoris dan selalu mengiburnya dan tak jarang membuatnya sampai tertawa lepas.
Sesampainya di toko kue Andra memberikan sebuah ATM berwarna hitam kepada Novia.
"Nih kamu boleh beli kue sesuka kamu, ATM ini memang khusus aku buat untuk kamu beberapa hari lalu passwordnya tanggal lahir kamu." Memberikan kartu ATM berwana hitam kepada Novia.
"Ini kan kartu ATM platinum yang di pakai sama orang-orang kaya, serius dia ngasih ini ke aku? apa gak terlalu berlebihan banget?" batin Novia.
"Mas ini kamu gak salah?" tanya Novia seraya sambil membolak-balikkan kartu ATM yang diberikan kepadanya.
"Kenapa sayang? itu isi nya banyak kok, emangnya kurang? kalo kurang nanti aku telfon sekretaris aku buat tambahin lagi isinya," tanya Andra dengan wajah bingungnya.
__ADS_1
"Ih bukan masalah kurang atau isinya mas, aku gak perduli kalo soal itu. Tapi masalahnya ini tuh berlebihan banget. Aku kan cuma minta beliin cake aja masa harus segala pake kartu ATM platinum kaya gini, emang gak bisa uang cash aja," ucap Novia dengan nada agak kesal.
"Baru kali ini ada cewek marah-marah dikasih kartu platinum, biasanya mantan-mantan sebelum nya langsung seneng dan meluk aku." Batin Andra.
"Jadi kamu gak suka aku kasih kartu platinum kaya gini?" bertanya dengan wajahnya yang bingung.
"Bisa dibilang enggak, karena menurut aku ini tuh berlebihan banget mas. Aku gak mau terlalu banyak ngerepotin kamu mas, kamu udah terlalu banyak manjain aku selama kita kenal ini." Menjelaskan dengan wajah polosnya.
"Yaudah maafin aku ya, aku gak tau kalo kamu gak suka. kalo kamu mau nya uang cash aja aku ada kok tadi kebetulan sekretaris aku abis dari ATM narik uang cash buat aku." Berbicara dengan nada yang lembut seraya memberikan beberapa lembar uang seratus ribuan kepada Novia.
"Kebanyakan mas, aku ambil satu aja." Berbicara dengan nada manja nya seraya mengambil uang selembar saja dari tangan Andra.
"Eh yakin kamu itu cukup?" tanya andra memastikan karena takut uang yang Novia bawa itu kurang.
"Cukup sayang." Berbicara dengan nada yang lembut tapi penuh penekanan.
"Nih kembalian nya." Memberikan kembalian dan struk pembelian kue kepada Andra.
Dengan wajah bingungnya Andra membaca struk pembelian nya dan terkekeh sambil menggaruk-garuk belakang kepalanya yang sebenarnya tak gatal. Andra sangat bingung melihat tinggah laku unik kekasihnya tersebut yang sangat berbeda dari mantan-mantan sebelumnya yang haus akan materi. Tapi Andra hanya tersenyum dan langsung menaruh kembalian beserta struk itu di dekat stir mobilnya tanpa mengatakan sepatah katapun kepada Novia, begitupun dengan Novia yang tangannya tengah sibuk menaruh belanjaan nya ke bangku belakang mobil jadi tak memperhatikan tingkah Andra yang kebingungan terhadapnya.
Suasana di mobil tiba-tiba hening hanya ada suara musik yang terdengar tak terlalu kencang. Novia sibuk bermain ponsel nya sedangkan Andra fokus menyetir mobil.
"Sayang, kita beli es cream durian ya," ajak Andra kepada kekasihnya tersebut.
"Mas lagi pengen es cream durian?" tanya Novia dengan lemah lembut.
"Iya, aku mau ajak kamu ke tempat es cream durian langganan aku disana es cream nya enak banget kamu harus coba juga."
__ADS_1
Novia hanya tersenyum dan mengangguk patuh dengan ajakan Andra tanpa berbicara sepatah katapun. Setelah membeli es cream durian mereka langsung menuju taman kota. Setelah tiba di taman kota mereka duduk di salah satu pondok yang terdapat tempat duduknya, disana mereka mengobrol dan membahas cerita masa lalu mereka saat Andra masih menjadi kekasih kakaknya.
"Mas," Ucap Novia lembut.
"Iya sayang," jawab Andra dengan nada lembut pula.
"Aku gak nyangka deh kita bakal sedeket ini, dulu aku panggil kamu kakak dan sering banget bercandaan sama kamu, eh sekarang malah jadi pasangan aku," ucap Novia sembari tertawa ringan.
"Iya ya, aku dulu panggil kamu adek dan aku dulu sering banget isengin kamu. inget gak dulu waktu kamu ulang tahun aku sempet ceplokin telur di kepala kamu tengah malem, abis itu aku lari pulang alhasil kamu harus mandi tengah malem karena kepala kamu dan badan kamu bau amis." Bercerita dengan semangat dan tersenyum lebar.
"Iya aku inget banget itu mas, tau gak si aku kesel banget sama kamu sampe ada niatan mau pecat kamu jadi calon kakak ipar aku." Tertawa lepas menceritakan masa lalu nya bersama dengan Andra.
"Tapi waktu itu kamu belum sesukses sekarang mas, kamu masih kak Andra yang sederhana dan jauh dari kata kemewahan kaya sekarang." Sambung Novia.
"Iya kamu waktu itu masih unyu banget masih SMP, tapi yang gak berubah dari dulu hingga kini kamu itu tetep aja masih sepolos itu gak nakal kaya kakak kamu," Ucap andra seraya tersenyum manis ke arah Novia.
"Nakal? emang kakak aku nakal mas?" ucap Novia memastikan ucapan Andra tentang kakaknya.
"Kamu gak tau ya? kirain kamu udah tau, maaf ya gak bermaksud menjelek-jelekkan kakak kamu sayang aku kira kamu udah tau tentang kakak kamu," ucap Andra dengan wajah yang merasa bersalah.
"Emang kakak aku kenapa mas? coba cerita aku mau tau, aku janji ini rahasia kita berdua aja. Lagian dia kakak aku gak mungkin aku bocorin aib tentang dia," pinta Novia dengan wajah penasaran nya.
"Kamu inget gak waktu aku pernah main kerumah kamu dan saat itu ada banyak teman-teman kamu kebetulan juga kondisi lagi hujan deras. Disitu kakak kamu maksa aku buat tidur sama dia dan ngelakuin hal yang seharusnya suami istri lakuin. Dia bahkan udah sempat buka baju depan aku, tapi aku langsung lari dan nerobos hujan pada saat itu. Itulah kenapa waktu itu motor aku sengaja aku tinggal di rumah kamu dan suruh anak buah aku buat ambil, kamu inget?"
"Oh..............jadi waktu itu mas kabur gara-gara itu, aku ya sempet heran waktu itu kenapa mas kabur ketakutan kaya di kejar-kejar setan." Terkekeh tapi dengan wajah yang bingung dan tak menyangka atas kelakuan kakaknya.
Mereka terus mengobrol hingga lumayan cukup lama hingga akhirnya Andra mendapat telfon dari kantor untuk urusan mendadak dan Andra langsung mengantarkan Novia pulang kerumahnya.
__ADS_1