Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
Mengibur Diri


__ADS_3

Tak terasa sudah hampir satu tahun lamanya Satrio meninggalkan Novia untuk selama-lamanya. Novia masih saja rutin setiap minggu nya mengunjungi makam kekasihnya itu. Novia masih sangat terpukul, dirinya masih suka menyendiri tak jarang sehabis mata kuliah dikampus selesai ia langsung pulang tanpa bersosialisasi dengan teman-teman nya. Itu yang membuat teman-teman Novia merasa bingung dengan perubahan sikap nya yang begitu drastis. Kini Novia sedang sibuk mengurus skripsi nya agar cepat wisuda dan keluar dari kampus yang penuh dengan kenangan dirinya bersama Satrio


Caca selalu setia menemani Novia, dia selalu membujuk sahabatnya itu untuk tidak bersedih lagi dan harus mencoba untuk mengikhlaskan Satrio. Namun omongan Caca seperti tidak di gubris oleh Novia, dia tetap suka menyendiri dan menjadi sosok yang lebih introvert dari sebelumnya.


"Nov lo mau pulang sama gue gak? yuk sekalian kita jalan-jalan ke mall beli es cream, kan kita udah lama gak jalan-jalan," ajak Caca.


"Enggak ca, gue mau langsung pulang mau ngerjain skripsi," jawab Novia singkat.


"Nov lo mau sampe kapan si kaya gini terus? lo gak capek apa terus-terusan diem kaya gini." Dengan nada meninggi.


"Gue gak tau ca." Menggelengkan kepala dengan mata yang berkaca-kaca.


"Gue sayang Nov sama lo, gue gak mau liat lo gak punya semangat hidup kaya gini." Memeluk Novia seraya mengelus punggung nya.


Novia hanya menangis dipelukan Caca, ia diam tanpa mengeluarkan sepatah katapun.


"Lo harus kuat nov, Novia yang dulu gue kenal itu kuat gak lemah kaya gini ada gue disini yang selalu semangatin lo plis ayok balik lagi kaya dulu." dengan nada yang semakin tinggi namun tidak marah, ia hanya ingin sahabatmya itu sadar bahwa ia harus tetap menjalani hidupnya dengan tetap semangat lagi.


"Iya ca gue akan coba berusaha buat ikhlasin dia, mungkin tuhan lebih sayang dia." Dengan nada melemah.


"Nah gitu dong, ini baru sahabat gue yang paling cantik." Caca tersenyum melihat sahabatnya yang dulu mulai kembali.


"Yaudah kata nya mau traktir gue jajan." Dengan senyum yang sedikit dipaksakan.

__ADS_1


"Oke bos siap, ayok kita let's go." Begitu bersemangat dan langsung menarik tangan Novia menuju mobil mobilnya.


Sesampainya di mall mereka membeli barang-barang kebutuhan wanita, sehabis itu mereka lanjut berburu makanan dari mulai di dalam mall hingga makanan di pinggir jalan. Hari sudah hampir sore, Caca mengajak Novia ke pantai untuk melihat sunset di tepi pantai. Caca sangat bersemangat melihat perubahan diri sahabatnya yang sebelumnya terlihat sangat murung kini mau mencoba mengobati luka hatinya akibat kehilangan orang yang sangat disayanginya untuk selama-lamanya. Caca menepikan mobil nya di tepi pantai dan duduk di atas kap mobil sambil menikmati makanan dan minuman yang sebelumnya sudah mereka beli, sedangkan Novia langsung menuju ke pinggir pantai untuk bermain ombak. Terlihat Novia yang berusaha keras untuk menghibur dirinya sendiri.


"Eh nov hp lo bunyi tuh," ucap Caca yang mendengar ada notif dari hp ny Novia.


Novia yang sebelumnya berada di bibir pantai langsung mendekat ke mobil Caca untuk mengecek ponselnya.


"Siapa nov, nyokap? pasti dicariin ya?" tanya Caca.


"Enggak kok bukan," ucap Novia dengan wajahnya yang terkejut melihat isi ponselnya.


"Terus muka lo kok berubah gitu? kenapa? ada masalah lagi tah?" Caca mengajukan banyak pertanyaan.


"Ini kak Andra, mantan nya kak Mutia kirim pesan lewat facebook." Dengan nada bingung bercampur kaget


"Enggak gue kenal baik kok sama kak Andra, dia cuma nanya kabar aja solanya udah lama gak ngobrol sama dia semenjak dia putus sama kak Mutia," jelas Novia kepada sahabatnya tersebut.


"Hati-hati yang begini ini justru suka modus nov." Dengan sikap over protec nya menceramahi Novia.


"Ya enggak lah, dia ini udah gue anggep kakak kali dari dulu mah." Novia terkekeh melihat sikap sahabatnya yang sangat protec kepadanya.


"Hee........dibilangin suka ngeyel si, entar cuma di ghosting doang gimana? gue gak mau lo sedih lagi. Capek tau ngehibur lo itu, susah di rayu nya." Caca memasang wajah kesal.

__ADS_1


Novia hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya itu. Ia langsung membalas pesan dari Andra dan merekapun saling berbalas pesan.


"Nov, lo yakin mau buka hati lagi buat cowo lain?" tanya Caca dengan nada rendahnya seperti orang yang takut untuk bertanya.


"Kalo sekarang si belum ca, masih sibuk untuk buat diri sendiri bahagia dulu. Kalo untuk satu tahun kedepan aku gak tau, tergantung si kalo emang hati aku udah siap nerima laki-laki lain ya aku mah gak nolak selagi laki-laki itu baik kaya mas Satrio."


"Sory ya gue nanya nya buat lo sedih lagi, gue gak maksud gitu cuma gue takut aja lo ngerasain sakit lagi terus terpuruk lagi. Gue gak bisa nov ngeliat sahabat gue sendiri terpuruk dan sedih."


"Enggak kok gak sedih, makasih ya udah ngehibur gue." Memeluk Caca.


Novia sangat menyayangi Caca dan sudah menganggapnya seperti saudara kandungnya sendiri, begitupun dengan Caca dan ibunya sudah sangat menganggap Novia sebagai bagaian dari keluarga nya.


"Yaudah yuk pulang entar ibu lo nyariin lagi," ucap Caca sembari membereskan bekas makanan yang ada di kap mobilnya.


"Yaudah gue mau foto disitu bentar ya abis itu kita pulang." Seraya menunjuk batu karang besar di pinggir pantai.


"Iya beresin dulu ini entar gue fotoin."


Setelah membereskan kap mobil Caca mereka berfoto sebentar dia batu karang besar dekat pantai. Lalu setelah itu mereka bersiap untuk pulang karena hari sudah akan petang.


Setelah mengantarkan Novia, Caca langsung berpamitan pulang tanpa mampir terlebih dahulu mengingat ia harus pulang karena belum mandi dan harus mengerjakan tugas untuk dikumpul esok hari. Novia yang pulang dengan wajah yang lebih gembira dan punya semangat tidak seperti biasanya, membuat ibu dan kakaknya heran.


Novia masih melanjutkan komunikasi nya dengan Andra, ia sedikit terhibur karena kehumorisan Andra yang suka mengajak Novia bercanda.

__ADS_1


Andra adalah ceo dari perusahaan yang dibangun oleh papahnya yang bergerak di bidang pembangunan. Ia kontraktor muda yang tampan, baik, dan sangat sukses. Andra merupakan orang yang sangat berpengaruh dalam perusahaan ayahnya itu karena ia orang yang cerdas dan sangat mengerti kondisi perusahaan papahnya tersebut. Tanpa Andra perusahaan itu goyah dan tidak stabil karena papahnya sudah tidak sanggup lagi memegang perusahaan itu karena usia nya yang sudah mulai tua dan sudah sakit-sakitan.


Andra memiliki seorang adik laki-laki yang sangat dimanja oleh mamahnya. Itu yang membuat adiknya memiliki sifat suka berfoya-foya dan suka menghambur hamburkan uang keluarganya tanpa tau artinya kerja keras. Sebenarnya nasib Andra tak jauh berbeda dengan Novia sama-sama diperlakukan tidak adil oleh orangtua nya. Andra terlahir di keluarga yang kaya raya, Novia juga terlahir di keluarga yang lumayan berada. Namun sifat keluarga Novia berbeda dengan keluarga Andra, keluarga Novia tergolong keluarga yang tak begitu boros. Berbeda dengan keluarga Andra yang suka berfoya-foya membeli barang yang tak begitu penting. Apalagi ibunya yang suka menghambur-hamburkan uang untuk memanjakan anak kesayangannya.


__ADS_2