Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
Serius


__ADS_3

Sesampai nya dirumah, benar saja keluarga Novia sudah menunggu kepulangan Novia.


Novia turun dari mobil mewah Andra, seperti biasa Andra selalu membukakan pintu mobil untuk Novia. Sikap manis Andra membuat Mutia menatap sinis karena iri akan kebahagiaan adiknya. Mutia membuang pandangan nya dan langsung masuk kedalam rumah. Sementara itu mamah Novia (kakak dari ibu kandungnya Novia) dan ibu kandung Novia menunggu nya di teras rumah.


"Gimana Nov sidang nya lancar?" tanya mamah.


"Alhamdulillah mah lancar, Novia lulus." Novia menangis haru memeluk tubuh mamahnya.


"Selamat ya Nov sudah jadi sarjana," ucap mamah dengan rasa harunya.


"Iya mah, ini semua berkat kakek dan nenek." melepaskan pelukan dan mengusap air mata yang membanjiri pipi mulusnya.


Novia bersalaman dengan keluarganya, kini ia masuk ke dalam rumah disana sudah ada kakek dan nenek nya yang menunggu di dalam. Novia langsung mencium tangan kakek dan neneknya dan sungkem mengucapkan terimakasih karena sudah menguliahkan dirinya.


Setelah selesai melepas haru bersama keluarga nya, kini semua nya asik menyantap hidangan dan mengobrol santai. Andra ikut mengobrol santai bersama ayah dan papahnya.


Di dapur Novia menyiapkan beberapa piring kue untuk dihidangkan jika ada keluarganya nanti yang akan datang. Tiba-tiba lengan Novia di tarik oleh kakaknya dan dibawa ke teras belakang.


"Heh lo itu mau nya apa si!! Sengaja banget ya bikin gue sakit hati!!" menghempaskan tangan Novia dengan kasar.


"Apaan si kak, tiba-tiba marah gak jelas gini," ucap Novia dengan kesal karena tangannya di hempaskan secara kasar oleh kakaknya.


"Dasar perempuan matre!! Lo cuma mau manfaatin Andra aja kan buat morotin uangnya!!" Menunjuk ke wajah Novia.


"Kak!! Kakak ini ngomong apa sih kaya orang kesurupan aja," bentak Novia dengan kesal karena di tuduh yang macam-macam.


Tiba-tiba muncul Ara, keponakan Novia dari pintu teras itu.


"Tante, dipanggil sama kakek disuruh keruang tamu," ucap ara dengan nada polosnya.


"Iya sayang, tante kesana." Mengelus lembut kepala Ara.


Novia langsung meninggalkan kakaknya menuju ruang tamu. Sesampainya di ruang tamu, Novia melihat Andra yang tengah ngobrol dengan serius ke keluarganya.


"Duduk nak," ucap papah.


Novia pun duduk tepat di depan Andra, hanya ada meja tamu yang membatasi mereka berdua.


"Novia, Andra tadi menyampaikan niat baik nya dengan ayah dan papah. Dia ingin kamu menjadi istrinya. Sekarang keputusan menerima atau tidaknya ayah dan papah serahkan ke kamu," ucap sang ayah.


"Mas Andra ngelamar aku yah?" tanya Novia dengan wajah bingungnya.

__ADS_1


"Iya nak," jawab papah Novia.


"Kalo Novia pribadi menerima lamaran mas Andra." Tersipu malu.


"Alhamdulillah," ucap keluarga dan Andra secara bersamaan.


"Kalau begitu nak Andra dalam waktu dekat ini, silahkan bawa orang tuamu kesini untuk bisa membicarakan masalah pernikahan nya ya sekaligus silahturahmi," ucap ayah Novia.


"Baik pak, segera saya akan bawa orang tua saya." tersenyum ramah.


Setelah membicarakan soal pernikahan dan lamaran Andra berpamitan pulang karena tak terasa hari sudah sore. Setelah Andra pulang Novia membereskan rumahnya. Setelah selesai Novia mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi di kamarnya, Novia mengguyur badannya dengan air. Rasanya otot otot sisa ketegangan sidang tadi siang sedikit mengendur, Novia menjadi lebih rilex dan badan yang sedari tadi meronta ronta kepanasan akhirnya bisa merasakan kesegaran. Setelah selesai mandi Novia berganti baju piyama dress selutut berwarna abu tua. Setelah seleasai berganti baju dan skincare an Novia merebahkan tubuhnya ke tempat tidurnya yang empuk.


Novia menatap langit-langit kamarnya, seraya tersenyum. Rasanya ia masih tidak percaya kalau ia sudah akan menikah dengan pria yang tata kelakuannya mirip dengan Satrio. Tak lama Novia bangkit dari tidurnya, mengambil remot tv, menarik selimut, mengidupkan AC lalu menonton TV sambil rebahan di kasurnya.


Tak lama ponsel Novia di nakas dekat tempat tidurnya berbunyi. Dengan sedikit malas dia merayap di kasur untuk bisa mengambil ponsel di atas nakas tersebut.


"Mas Andra," gumam Novia saat melihat layar ponselnya.


"Hallo assalamualaikum mas," ucap Novia lembut.


"Wa'alaikumsalam sayang, kok belum tidur?" tanya Andra dengan lembut.


"Oh masih sore ya hehe," ucap Andra garing.


"Iya sayang, kamu lagi apa mas kok tumben telfon biasanya sibuk sama kerjaan." Menyindir kekasihnya yang selalu sibuk dengan pekerjaan nya.


"Nyindir ya sayangku ini." Merasa bersalah.


"Mas kapan orangtua mas kesini?" tanya Novia random.


"Besok sayang, tadi aku sudah minta mereka untuk kerumahmu dan alhamdulillah mereka setuju," ucap Andra dengan senang.


"Hah besok?" Novia langsung seketika bangun dari posisi rebahannya.


"Kenapa sayang? Kecepetan ya kalo besok?" tanya Andra bingung.


Enggak kok, gak apa apa nanti aku bilang ke ayah ya," ucap Novia penuh pengertian.


Tak terasa mereka sudah mengobrol dua jam lamanya.


"Mas istirahat gih udah malem besok kan ada meeting sama klien dari malaysia," ucap Novia lembut.

__ADS_1


"Iya sayang, nanti setelah meeting selesai aku langsung kerumah ya dengan kedua orangtuaku."


"Iya sayang."


"Yaudah selamat istirahat ya sayang," ucap Andra lembut.


"Iya sayang, selamat istirahat juga," balas Novia, dan merekapun beristirahat.


Pagi menyinari, cuaca yang cerah, udara yang sejuk membuat Novia fresh saat membuka pintu balkon tingkat kamarnya.


Setelah selesai menikmati udara pagi di balkon, Novia bergegas membereskan tempat tidurnya dan langsung turun kebawah untuk memulai aktivitasnya membersihkan rumah.


Sudut demi sudut ia bersihkan, dan dilanjutkan dengan memasak sarapan untuk anggota keluarga nya. Setelah semuanya selesai dan sarapan sudah terhidang di atas meja, Novia naik ke atas menuju kamarnya untuk mandi. Setelah selesai mandi Novia turun kebawah untuk sarapan bersama keluarganya.


Terlihat di meja makan sudah ada ibu, ayah dan kakaknya yang sudah mulai sarapan. Novia duduk di sebelah kakaknya, namun mutia melirik adiknya dengan sinis.


"kenapa lagi nih si nenek lampir," ucap Novia dalam hatinya.


Suasana hening tanpa suara, hanya ada suara benturan sendok dipiring saat mereka makan. Setelah selesai ayah Novia mulai membahas masalah keseriusan Andra.


"Nov, kamu yakin akan menikah muda?" tanya sang ayah.


"Insyaallah yakin yah," jawab Novia dengan yakin.


"Yasudah kalau kamu memang sudah yakin dengan pilihanmu, ayah hanya bisa mendoakan anak ayah supaya selalu bahagia dengan pilihannya," ucap ayahnya.


"Makasih yah," ucap Novia terharu.


"Seharusnya lo itu kerja dulu dong, kaya gue nih gelar sarjana nya kepake!" ucap sang kakak dengan nada ketusnya.


"Jalan hidup orang itu berbeda-beda nak, jangan pernah hakimi adikmu dengan keputusannya. Kalau kamu ingin menikah ayah tidak melarang kok asal kalau sudah ada jodohnya," ucap ayah penuh penekanan.


"Oh iya kan dalam adat kita harus ada pelangkahnya, gua minta pelangkah mobil ya," ucap Mutia seenaknya.


"Mobil? Kakak jangan ngarang dong," ucap Novia dengan kesal.


"Kenapa? Andra itukan duitnya banyak seharusnya cuma urusan mobil itu adalah hal yang mudah," sambung ibunya membela anak kesayangan nya itu.


"Minta yang sewajarnya saja," tegas Ayahnga.


Mutia tak berani berbicara lagi, karena ia sangat takut dengan ayahnya. setelah selesai sarapan ayahnya berangakat ke kantor dan Novia berpamitan pergi kerumah Caca sebentar untuk melihat proses kripsi si Caca.

__ADS_1


__ADS_2