Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
Lamaran


__ADS_3

Sore hari Novia masih fokus dengan laptop di hadapan nya. Ia menyiapkan cv untuk melamar pekerjaan di salah satu sekolah ternama, ia Novia akan menjadi seorang guru. Novia akan membuktikan kepada kakaknya bahwa ia bisa mandiri tanpa harus bergantung kepada orang tuanya.


Setelah beberapa jam kemudian akhirnya selesai. Novia menutup laptopnya lalu menyimpan nya di lemari belajarnya. Setelah itu karena hari sudah sore ia menuju kamar mandi nya untuk mandi dan membersihkan badannya yang sudah letih dan lelah.


Novia keluar dari kamar mandi, lanjut memakai piyama tidurnya berwarna abu tua kesukaan nya. Setelah itu Novia lanjut mengeringkan rambut panjangnya di depan meja riasnya. Tak lama terdengar suara dering telfon dari atas nakas samping tempat tidurnya. Diraih ponselnya lalu sembari tersenyum manis Novia pun mengangkat telfonnya.


"Hallo, Assalamualaikum mas," ucap Novia dengan lembut.


"Wa'alaikumsalam sayang," Jawab Andra.


"Ada apa mas tumben telfon aku sore sore gini?" tanya Novia dengan bingung.


"Malam ini aku kerumah ya sama mama papa, kamu siap-siap," ucap Andra tersenyum bahagia.


"Hah? Serius mas?" tanya Novia dengan kaget.


"Iya sayang, masa aku bercanda." Seraya menggoda kekasihnya.


"Oke aku nanti bilang ayah, ibu dan mamah, papah." Dengan tergesa-gesa.


"Santai aja sayang jangan panik gitu," ucap Andra meledek.


"Abis kamu ngasih taunya dadakan si." Mengerucutkan bibir mungil nya.


"hehe iya iya maaf sayang, yaudah kalo gitu aku meeting dulu ya. Nanti kalo udah mau kerumah kamu aku kabarin."


"Iya sayang."


Setelah bercakap singkat dengan kekasihnya Novia pun menelfon papah dan mamahnya untuk memberitahukan bahwa orang tua Andra akan berkunjung kerumah pada nanti malam. Setelah selesai memberitahukan keluarganya, Novia bersiap untuk menunaikan sholat magrib karena hari sudah senja dan sebentar lagi akan tiba waktu adzan magrib.


Seusai sholat magrib dan isya Novia langsung bersiap mengganti pakaian nya dan berdandan dengan rapih untuk menyambut kedatangan calon mertuanya. Keluarga Novia pun sudah lama berkumpul di ruang keluarga menunggu kedatangan calon besan. Tak lama terdengar suara mobil terparkir di halaman rumah Novia. Novia pun turun kebawah dan langsung membukakan pintu untuk Andra dan calon mertuanya.


Terlihat Andra dan kedua orangtua nya turun dari mobil mewah seharga miliyaran. Mereka turun dengan wibawa nya sebagai kalangan kelas atas, namu tidak dengan Andra yang bersikap santai dan pembawaan yang sederhana. Keluarga Novia menyambutnya dengan ramah dan mereka berbincang-bincang sebentar sebelum mereka masuk kerumah keluarga Novia. Setelah duduk agak lama keluarga Andra menyampaikan maksud baiknya kepada keluarga Novia.

__ADS_1


"Begini pak kita kan hanya tentangga saja ya hitungannya, rumah kita juga gak jauh jauh banget ya. Jadi kita sudah akrab dan kurang lebihnya mengenal satu sama lain seluk beluk keluarga masing-masing. Jadi saya kesini karena ingin melamar anak bapak untuk dijadikan istri dari anak saya yang bernama Andra," ucap papa Andra.


"Iya saya faham pak, kita memang sudah akrab dan saling mengenal. Tapi tetap masalah ini saya serahkan ke anak saya Novia karena dia yang akan menjalani rumah tangga dengan laki laki yang ia cintai," jelas ayah Novia.


"Jadi gimana nak?" tanya papah Novia.


"Emmmm iya yah, pah bissmilah Novia menerima lamaran mas Andra," jawab Novia dengan lembut.


"Alhamdulillah," ucap seluruhnya dengan serentak, terkecuali mama Andra dan Mutia, kakak dari Novia.


"Untuk acara lamaran nya Andra sudah menyiapkan tempat nya di hotel "Mega Royal" jadi semua Andra sudah atur yah, pah," ucap Andra dengan lembut.


"Emmmm mas maaf sebelumnya, bisa gak kalo acara nya kita adain di rumah aja ya tapi kalau mas tetep memakai dekorasi Novia gak masalah. Sejujurnya Novia masih trauma kalau harus mengadakan acara secara besar-besaran karena Novia pernah gagal, Novia gak mau hal itu terulang lagi Novia takut." Dengan suara yang lembut dan ragu-ragu untuk mengatakan nya.


"Oh iya gak masalah kok nak, Andra sudah cerita semua dengan kami kalau kamu pernah punya pengalaman yang buruk, kami faham dan sangat mengerti itu," ucap papa Andra seraya tersenyum ramah.


"Makasih pa atas pengertiannya." Tersenyum bahagia.


"Bagus deh kalo dia tau diri," batin mama Helena ibu dari Andra.


Setelah keluarga Andra pulang Novia langsung masuk ke dalam kamarnya untuk berganti baju tidur yang ia kenakan sore tadi. Tak lupa Novia menggosok gigi dan mencuci wajah nya. Setelah itu Novia keluar dari kamar mandi dan langsung mematikan lampu bersiap untuk tidur.


...🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸...


Satu bulan sudah waktu berlalu Novia sudah resmi menyandang gelar sarjana setelah wisuda. Dan kini Novia tengah sibuk mempersiapkan acara lamaran nya dengan Andra yang akan di adakan esok hari.


Semua orang dirumah tengah sibuk, ada yang sedang mendekorasi ruangan dan ada pula yang menyiapkan catering.


Dan sampai tiba saat nya hari yang dinantikan sepasang kekasih ini. Hari dimana hubungan mereka akan menuju ke arah yang lebih serius.


Semua orang bersiap siap dan berdandan yang rapih dan cantik. Memang lamaran Novia kali ini terkesan lebih sederhana dari lamaran nya pada saat bersama Satrio.


Novia cantik dibalut dengan gaun yang mewah ditambah riasan yang natural yang membuatnya terkesan cantik natural. Dan Andra pun terlihat gagah dan sangat tampan.

__ADS_1


Dan tiba acaranya berlangsung, sepanjang acara Novia tak berhenti mengucap syukur karena ia telah menemukan pasangan yang baik, bertanggung jawab dan sangat menyayanginnya.


Semua acara berjalan dengan lancar dan sukses. Semua keluarga Novia bahagia dan turut senang dengan berjalan nya acara ini dengan lancar. Setelah acara selesai Novia masuk ke kamarnya untuk membersihkan badannya karena hari sudah sore. Setelah membersihkan badan nya Novia memakai piyama tidurnya.


Perlahan ia merebahkan tubuhnya di kasur dan menatap langit-langit kamarnya seraya melamun. Entah apa yang Novia pikirkan seketika lamunan nya tersentak oleh suara ketukan pintu kamarnya. Novia bergegas membukakan pintu dan seketika wajah Novia berubah menjadi seperti orang yang sedang malas.


Belum lama ia menatap kakaknya tamparan keras mendarat di pipi mulusnya.


Plakkkkk


"Lo udah berhasil sekarang jadi penggoda," ucap nya dengan nada tinggi.


"Apasih maksud kakak, tiba-tiba dateng nampar aku." Butiran bening hampir jatuh dari mata Novia.


"Heh cewe gak tau malu, lo pikir mamahnya Andra akan setuju sama hubungan kalian. Gak akan!!!! Mamahnya Andra itu gak suka sama keluarga kita jadi lo jangan kebanyakan mimpi mau jadi nyonya dirumah keluarga nya Andra!!!!!" Dengan nada yang ketus dan menyakitkan.


"Loh kakak kemarin bilang udah gak perduli lagi sama hubungan kami, terus kenapa sekarang kakak marah marah gak jelas gini?" tanya nya dengan tangis yang sudah tak bisa lagi Novia bendung.


"Denger ya kalo gue gak bisa dapetin Andra lo juga gabisa dapetin dia!!!" ucapnya seraya menunjuk tepat ke arah wajah Novia.


Setelah itu Mutia langsung turun dan Novia pun langsung masuk ke kamarnya dan langsung mengunci pintu nya. Disaat itulah Novia menangis sejadi jadinya, jiwa nya merasa rapuh serapuh rapunya. Kakak satu satu nya yang seharusnya mensuport dirinya malah berbuat semena mena terhadapnya.


Berjam jam lamanya Novia menangis tiba-tiba dering telfon nya berbunyi, dengan cepat ia menghapus air mata nya dan langsung mengangkat telfon nya.


"Hallo assalamualaikum sayang, udah tidur?" tanya Andra kepada calon istrinya.


"Belum mas," jawabnya dengan suara yang berat dan belum teratur.


"Sayang kamu kenapa? Kamu nangis?" tanya nya dengan cemas.


"Enggak sayang, aku gak apa apa." Novia mencoba menutupinya.


"Gak aku tau kamu lagi gak baik-baik aja, yasudah sekarang kamu istirahat ya besok aku jemput kamu kita ke villa pokoknya kamu harus ceritain besok kamu kenapa ya," ucap Andra dengan lembut.

__ADS_1


"Iya mas," ucap Novia patuh.


Setelah telfonan dengan calon suami nya Novia mematikan lampu kamar nya dan langsung beristirahat karena kondisi psikis nya sedang lelah dan tidak baik baik saja.


__ADS_2