
Hari ini merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh Andra dan Novia. Ya hari ini adalah hari pernikahan Andra dan Novia.
Dikediaman Andra, semua orang tengah sibuk mempersiapkan diri. Dari mulai make up, seragam hingga kesibukan para asisten untuk menyiapkan catering dan hal hal yang dibutuhkan pada hari itu.
Sedangkan di kediaman Novia, Novia tengah sibuk berdandan di kamar nya. Begitu pula keluarga besarnya yang sudah datang seminggu sebelum acara berlangsung.
Novia tampak cantik dan anggun dengan balutan gaun berwarna putih. Semua orang memuji kecantikan Novia yang terpancar dari senyumannya.
...Novia...
...Andra...
Jam menunjukkan pukul 8 pagi kini tiba saatnya keluarga Novia berangkat menuju gedung yang sudah di persiapkan oleh Andra untuk melaksanakan akad sekaligus acara resepsi nya dengan Novia. Mobil keluarga Novia berjalan beriringan, sampai tiba di gedung megah bergaya eropa.
Keluarga Novia pun masuk dan duduk di tempat yang sudah di sediakan. Sedangkan Novia kini berada di ruangan yang telah disediakan untuk berganti pakaian nanti. Tak lama keluarga Andra tiba di gedung itu, dengan gagahnya andra masuk bersama keluarga nya dan langsung disambut oleh keluarga Novia. Andra berjalan menuju meja akad nikah yang telah disiapkan.
Tak berselang lama masuklah Novia menuju kursi akad. Andra tersenyum penuh bahagia, menatap gadis cantik nan anggun yang sedang berjalan menuju kursi di sebelahnya.
Setelah Novia duduk, acara akad pun dilaksanakan.
Dan ya! Hanya dengan satu kali tarikan nafas Andra pun dengan lantangnya mengucap ijab kabul di depan ayah Novia yang duduk didepannya berjabat tangan sebagai wali nikah dari putri bungsunya. Dan acara akad pun usai, kini Novia sudah resmi menjadi istri sah dari seorang pengusaha sukses, tampan dan penyayang. Tangis haru pecah tatkala doa dan acara sungkem pun dilaksanakan.
Acara pun bejalan meriah dan lancar, kini Novia menggandeng terus lengan Andra di pelamanan, terlihat wajah kedua pasangan itu bahagia dan sangat saling sayang menyayangi.
Beberapa tamu penting hadir. Ibu Inggit dan ketiga adik Satrio pun turut hadir memenuhi undangan Novia. Pada saat ibu Inggit naik ke atas pelaminan bersama ketiga anak nya, tangisnya pun pecah dan langsung merengkuh tubuh Novia.
"Selamat ya sayang, ibu bahagia melihat kamu bahagia." Menangis tersedu-sedu seraya memeluk erat Novia.
__ADS_1
"Terimakasih bu, Novia sayang ibu, Novia sayang mas Satrio. Makasih ibu udah baik banget sama Novia, ibu udah Novia anggep kaya ibu Novia sendiri," ucapnya merenggangkan pelukan dan menyeka air matanya.
"Iya sayang, ibu pun sudah menganggap kamu anak ibu. Semoga kamu selalu bahagia ya sayang, kalau ada apa apa jangan sungkan datang ke ibu. Pintu rumah ibu selalu terbuka untuk kamu." mencium kedua pipi Novia.
Kini ibu Inggit bersalaman dengan Andra.
"Jaga anak ibu baik baik ya Andra, Novia anak baik, jangan sampai kamu menyianyiakan dia karena anakku Satrio akan bersedih disana." Mengelus perlahan bahu kekar Andra.
"Baik bu, saya berjanji akan menjaga Novia dengan baik," ucap Andra dengan lembut meyakinkan ibu Inggit.
Vano, Adam dan Idris pun turut memberi ucapan selamat kepada Novia dan Andra. Mereka turut bahagia melihat Novia kini sudah kembali tersenyum setelah satu tahun lebih terpuruk akibat kehilangan Satrio.
"Titip Novia ya, kalo gak bisa jaga dan bahagiain dia nanti gua yang maju buat jagain dia," Ucap Vano meledek.
"Gak akan aku biarkan itu sampai terjadi bro," jawab Andra membalas ledekan Vano. Semua pun tertawa melihat tingkah Vano dan Andra yang saling meledek.
Dan akhirnya ibu Inggit dan ketiga anaknya pulang setelah berfoto dan bersalaman dengan Novia dan Andra. Tak lama munculah satu sosok yang familiar di mata Novia, namun asing di mata Andra. Ya orang itu adalah Caca, sahabat Novia. Ia nampak cantik dengan balutan gaun mewahnya.
...Caca...
"Astaga beb selamat ya, ya ampun sumpah ikutan seneng sampe terharu," ucapnya penuh haru.
"Ih jangan nangis ntar gue ikutan nangis," tutur Novia dengan mata yang berkaca kaca.
"Semoga bahagia dunia akhirat ya sama kak Andra." Memeluk Novia.
"Aamiin," ucap Novia bahagia. "Oh ya mas kenalin ini Caca sahabat aku," jelas Novia melihat wajah Andra yang sedikit bingung.
"Oh iya, Andra." Menjulurkan tangan seraya tersenyum ramah.
"Caca," balasnya dengan ramah. "sebetulnya gak kenalan juga gak apa apa, aku udah tau soalnya Novia sering curhat sama aku tentang kak Andra," ledek Caca yang sukses membuat wajah Novia memerah.
__ADS_1
"Oh ya, jadi pengen denger curhatan nya apa aja." Tersenyum meledek.
"Ih mas apasih orang enggak," ucap Novia malu malu seraya mencubit ringan pinggang suaminya.
"Hehe, oh ya kak jagain Novia ya. Dia sahabat aku yang aling baik, gak pernah marah selalu sabar ngadepin tingkah aku yang luar biasa ini." Mengusap air matanya yang akan jatuh.
"Ih kan jadi sedih," ucapnya seraya memeluk Caca.
Setelah mengucapkan selamat dan berfoto ria dengan pengantin, caca pun pulang.
Acara berlangsung cukup meriah, dan dihadiri oleh banyak tamu penting oleh kalangan kelas atas. Rekan rekan bisnis Andra juga banyak yang hadir dan mengucapkan selamat.
"Mas apa acaranya masih lama?" tanya Novia dengan wajahnya yang nampak letih dan lelah.
"Sebentar lagi sayang," jawab Andra dengan lembut. "Kamu capek ya?" tanyanya dengan cemas.
"Enggak cuma pegel dikit aja pake gaun kaya gini, pengen pake piyama aja," ucapnya dengan imut.
"Ya ampun istri aku gemesin banget si, jadi gak sabar pengen bobo bareng," ledek Andra.
"Heh dasar." Mencubit pinggang Andra. "Laki laki ya kalo udah nikah pikirannya kesana mulu." Mengerucutkan bibirnya.
"Jangan bete gitu dong sayang, aku kan cuma bercanda aja." Wajahnya mendadak memelas.
"Iya aku gak bete kok, orang lagian aku juga bercanda," ledek Novia.
"Mau honeymoon kemana kita sayang?" tanya Andra sembari mengelus lembut pipi mulus Novia.
"Aku gak kepengen kemana mana sayang, cuma pengen ke villa aja," jawabnya dengan wajah polosnya.
"Yakin cuma pengen ke villa aja, padahal aku mau ngajak kamu ke bali." Mengerucutkan bibirnya.
"Enggak untuk sekarang sekarang ini ya mas, aku kaya nya lelah banget kalau harus bepergian jauh," pinta sang istri.
__ADS_1
"Oke, habis ini kita pulang langsung ke villa ya. Besok kalau kamu udah gak capek kita pergi liburan ke bali, atau luar negeri bila kamu mau." Tersenyum manis seraya menoel manja dagu sng istri.
"Iya iya terserah mas aja, aku nurut aja." Mengelus lengan kekar sang suami.