Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
MUTIA


__ADS_3

Hari itu Novia pulang malam hari dari villa calon suami nya. Baru sampai didepan rumahnya Novia terheran-heran dengan mobil mewah yang terparkir di halaman rumahnya. Andra tidak memperdulikan hal tersebut ia langsung turun dan membukakan pintu mobil untuk Novia.


"Mas, mobil siapa ya ini?" tanya nya dengan heran kepada kekasihnya.


"Barangkali kali mobil teman ayah atau bisa jadi teman kakakmu," jawabnya enteng.


"Hemm, mungkin kali ya. Tapi aku gak pernah liat mobil ini mas, apa ini tamu ayah dari luar kota ya," ujar Novia mencoba menebak.


"Mungkin aja sayang, yaudah gak usah terlalu difikirin kamu masuk gih sana. Bersih-bersih badan terus istirahat, soal kakak dan ibumu gak usah terlalu ditanggepin biar itu jadi urusan aku ya," ucap Andra dengan lembut seraya mengelus lembut pundak Novia.


"Iya makasih ya mas udah selalu hibur aku." menyambut tangan andra yang berada dipundaknya.


"Iya cantik." Mencubit ringan pipi kekasihnya. "Yaudah masuk udah malem, aku juga harus segera pulang ada masalah sedikit soal kerjaan." Tersenyum manis.


Novia pun segera masuk kedalan rumahnya. Namun, ia heran mengapa rumahnya begitu sepi dan seperti tidak ada orang. Padahal jelas-jelas diluar ada mobil terparkir, Novia tidak mau ambil pusing soal itu ia terus saja berjalan menuju kamarnya. Setelah melewati tangga Novia harus melewati kamar kakaknya yang lumayan berjarak dari kamarnya, sedangkan kamar orangtua nya berada di bawah.


Alangkah terkejut nya Novia saat mendengar suara-suara yang tidak pernah ia dengar selama ini. Suara yang menurut nya tidak sopan ditelinga nya, suara yang membuat bulu kuduk nya sukses berdiri. Ya, suara orang yang sedang melakukan hubungan suami istri. Novia terperanjat kaget sekaget-kagetnya, ia langsung menutup mulut dengan kedua tangannya, jantungnya sukses terpompa dengan cepat. Dengan langkah cepat ia langsung menuju kamarnya, langsung masuk dan langsung mengunci pintu nya.

__ADS_1


Novia tampak merenung di sisi pinggir ranjangnya. Wajah yang masih syok masih terlihat jelas di kala itu. Tak terasa butiran air matanya jatuh membasahi pipinya.


"Apa yang sedang kak mutia lakukan? dia sedang bersama siapa?" pertanyaan itu terus muncul di fikirannya.


"Kak kenapa kamu setega itu dengan ayah dan ibu, kenapa kamu membuat mereka kecewa. Jadi waktu lalu aku menemukan tes pack dikamarmu itu benar adanya kak, kamu sedang mengecek kehamilan. Astagfirullah kak kenapa kamu seperti ini? Dan apa yang dibilang mas Andra selama ini benar adanya, bahwa kamu sering melakukan nya dengan pria pria diluaran sana," gumam Novia lirih dengan hati yang berkecambuk dan bingung entah apa yang harus Novia lakukan saat itu.


Cukup lama Novia berdiam diri di tepian ranjang ia langsung sadar bahwa ia harus mandi karena hari sudah malam. Novia pun meninggalkan semua fikiran yang berkecambuk di dalam otaknya. Ia segera melakukan ritual mandi dan membersihkan dirinya. Setelah selesai melakukan ritual rutinnya Novia merasa lapar dan harus makan, tapi ia mengurungkan niatnya tatkala mengingat kejadian yang membuatnya syok sewaktu ia baru pulang kerumah. Tapi disisi lain perutnya sudah sangat keroncongan dan butuh untuk diisi sebelum riwayat penyakit maag kronis nya kambuh. Dengan nekat ia hendak turun kebawah, namun ketika melewati kamar kakaknya suara erotis yang ia dengar tadi pun hilang dan senyap seolah hilang dari peredaran bumi ini. Novia sudah tidak menggubris akan hal itu, ia melanjutkan langkahnya menuju dapur.


Setelah sampai di dapur ternyata di meja makan tidak ada satupun makanan, jadi Novia harus memasak terlebih dahulu. Ia memutuskan untuk memasak mie instan saja yang simpel, namun ketika sedang memasak sesuatu terlintas di fikiran nya.


"Tunggu tunggu, dimana ibu dan ayah. Kenapa bisa ada orang masuk kekamar kak Mutia tapi ayah membiarkannya," celoteh Novia dengan lirih.


"Emmmmm.......aahhhhh pelan pelan sayang, kamu begitu bersemangat," erang Mutia.


"Ssssttttttt.......Ahhh kamu begitu menggoda sayang," jawab laki laki yang tengah bersama Mutia.


Dengan cepat Novia langsung masuk ke kamarnya, menaruh makanannya di meja belajarnya dan langsung meraih ponsel nya yang berada di atas nakas samping tempat tidurnya. Novia hendak menelfon ayahnya untuk bertanya dimanakah ayah dan ibunya berada, karena Novia fikir mustahil kakaknya berani membawa laki laki masuk ke dalam rumah ini bahkan ke kamarnya jika orang tua nya berada dirumah. Jam menunjukkan pukul 11 malam, Novia masih terus menelfon ayahnya meskipun belum tersambung dengan ayahnya. Sampai akhirnya ayahnya pun mengangkat telfonnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum, iya ada apa Nov?" tanya ayahnya.


"Wa'alaikumsalam yah, ayah dimana kok rumah sepi yah?" tanya Novia heran.


"Loh kakak kamu mana? Ada kok kakak dirumah," jawab ayahnya dengan heran.


"Kak Mutia ada yah, mungkin sudah tidur didalam kamarnya. Cuma Novia heran aja kok ayah sama ibu gak ada pas Novia pulang tadi." Novia mencoba menutupi kelakukan bejat kakaknya, bukan karena Mutia melainkan ini demi kesehatan ayahnya.


"Ayah lagi keluar kota nak, lusa baru pulang saudara kita ada yang meninggal," ucap ayahnya dengan nada telfon yang terputus putus. Maklum saja sinyal di perkampungan memang sering sekali kurang stabil.


"Owalah yaudah yah kalo gitu, ayah hati hati ya disana," tutur Novia dengan lembut.


"Iya kamu juga sama kakak baik baik dirumah, jangan bertengkar lagi dengan kakakmu. Papah dan mamah juga ikut disini jadi kalau ada apa apa kamu hubungi Andra ya, ayah tadi sudah bilang ke Andra untuk jaga kamu dan kakakmu selama ayah disini." Dengan nada yang tegas namun penuh kasih sayang.


"Iya ayah, assalamualaikum."


"Wa'alaikumsalam."

__ADS_1


Setelah menelfon ayahnya Novia memakan makanan yang sudah ia masak tadi. Setelah makan dan minum Novia duduk bersandar di atas ranjang yang lumayan lebar. Seketika Novia merenung, tatapan nya lurus kedepan. Entah apa yang saat ini sedang Novia fikirkan, setengah jam Novia berdiam diri seperti itu lalu tak lama kantuk Novia menyerang membuat ia langsung mematikan lampu kamarnya. Kini tersisa lampu remang remang berwarna gold menghiasi toples kaca di atas nakas samping tempat tidurnya, tak lama Novia pun tertidur pulas.


__ADS_2