
Ke-esokan harinya Novia masih dengan kesibukan nya membereskan rumah. Setelah membereskan rumah Novia lanjut mengerjakan skripsi nya yang belum rampung. Sekitar 4 jam lamanya Novia berkonsentrasi mengerjakan skripsi, tiba-tiba konsentrasi nya harus buyar karena mendengar suara dering telfon nya yang berbunyi.
Panggilan on.
"Assalamualaikum sayang," Sapa ibu inggit dengan ramah.
"Wa'alaikumsalam ibu, ibu gimana kabarnya? sehat kan?" tanya nya seperti orang yang sedang rindu.
"Alhamdulillah sayang ibu sehat, kamu gimana kabarnya? sehat juga kan?" tanya ibu Inggit memastikan.
"Alhamdulillah baik bu, Novia kangen banget sama ibu, udah lama banget gak ketemu ibu. Maaf ya bu belum sempat main kesana, Novia masih sibuk ngerjain skripsi," Ucap Novia dengan nada sedih.
"Iya sayang gapapa kok, kamu sehat-sehat ya, yang semangat kuliahnya. Besok kamu sibuk gak?" tanya ibu Inggit dengan penuh harap.
"Enggak kok bu, memangnya ada apa ya bu?" tanya Novia yang penasaran.
"Gak apa-apa ibu cuma kangen sama kamu pengen ketemu, kalo besok kamu gak sibuk ibu mau minta kamu main kerumah," pinta ibu Inggit dengan penuh harap agar Novia bisa menemuinya.
"Oh.............kirain ada apa, enggak kok bu Novia gak sibuk, yaudah besok Novia kerumah ibu ya. Nanti Novia masakin puding coklat kesukaan ibu," ucap Novia dengan lemah lembut.
"Iya sayang makasih ya, ibu tunggu loh jangan sampe gak kesini. Ibu kangen banget sama kamu, ibu disini kesepian cuma ada bibik aja yang temenin ibu." Berbicara dengan nada yang pelan dan terdengar sangat sedih.
"Iya ibu Novia pasti kesana kok besok, tenang aja Novia bakal temenin ibu seharian biar ibu gak kesepian." Berbicara dengan penuh semangatnya agar ibu Inggit tidak merasa sedih lagi.
"Yasudah kamu lanjutkan lagi ngerjain skripsi nya, ibu mau ke pasar beli bahan makanan buat besok supaya bisa masak bareng kamu." Dengan begitu semangat.
"Oke ibuku sayang." Novia sudah menganggap ibu Inggit sebagai ibunya sendiri, karena ia memang haus akan kasih sayang dari orang tua nya terutama ibunya sendiri yang hanya memikirkan kebahagiaan kakaknya saja.
"Assalamualaikum," ucap ibu Inggit dengan kelemah lembutannya.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam," menjawab salam seraya tersenyum.
Panggilan of.
Setelah selesai berbicara dengan ibu Inggit Novia melanjutkan aktivitas nya mengerjakan skripsi hingga sore hari. Novia lalu beristirahat mematikan laptopnya dan mandi untuk membersihkan badan nya.
Setelah itu Novia ke dapur untuk memasak puding yang akan dibawa ke kediaman ibu Inggit esok hari. Setelah selesai memasak puding dan menyimpan nya di kulkas, Novia kembali ke kamar nya dan langsung mengecek ponselnya. Benar saja ada lima panggilan tak terjawab dari Andra kekasihnya. Belum sempat ia menelfon balik Andra sudah menelfon nya terlebih dahulu.
Panggilan on.
"Assalamualaikum, hallo mas?"
"Wa'alaikumsalam, kok kamu tumben banget ditelfonin dari tadi gak diangkat. Memangnya kamu tadi lagi ngapain sayang?" tanya Andra dengan lembut.
"Maaf ya mas aku tadi lagi di dapur, lagi masak puding untuk dibawa kerumah ibu Inggit besok," ucap Novia dengan suara lirih, karena merasa bersalah tidak mengangkat telfon dari Andra sebanyak itu.
"Ibu Inggit siapa sayang? dosen kamu?" tanya nya dengan rasa penasarannya.
"Kamu mau kerumah ibu nya Satrio besok? mau aku anter?" tawarnya dengan nada yang terdengar sangat lembut dan sama sekali tak terdengar marah.
"Mas kamu gak marah aku ke main kesana?" tanya nya keheranan mendengar suara Andra yang terdengar lemah lembut dan tidak marah sedikitpun.
"Kenapa aku harus marah sayang, aku izinin kok dan sebenarnya tanpa kamu minta izin juga pasti aku izinin. Aku gak mau membatasi kehidupan kamu, aku ini pasangan kamu yang tugasnya melindungi dan membahagiakan kamu bukan membatasi kebebasan kamu. Aku percaya sama kamu sayang, selagi kamu berada di jalan yang benar aku gak akan pernah melarang apapun yang kamu lakukan," Ucap nya dengan nada yang lemah lembut.
"Makasih ya mas kamu udah mau ngertiin aku, makasih juga kamu selalu berusaha melindungi dan membahagiakan aku."
"Iya sayang, kalo kamu butuh apapun jangan pernah sungkan-sungkan untuk ngomong ya sayang." Dengan nada yang sangat lembut.
"Iya mas," Jawab Andra dengan patuh.
__ADS_1
"Yasudah aku lanjut kerja lagi ya, sebentar lagi ada meeting soalnya. Aku nelfon tadi karena kangen banget sama kamu," Goda Andra membuat pipi Novia merah merekah.
"Ih mas pinter gombal banget si." Novia tersipu malu dengan godaan yang dilontarkan oleh Andra.
"Ih serius orang emang lagi kangen kok, yaudah ya aku meeting dulu. Kalo mislnya perlu apa-apa telfon aku aja ya sayang."
"Iya mas, kamu juga jangan lupa makan dan jaga kesehatan ya."
"Iya makasih ya sayang, assalamualaikum," ucap Andra dengan lembut.
"Wa'alaikumsalam mas." menjawab salam seraya menutup telfon.
Panggilan of.
Setelah itu Novia menonton film drakor di laptopnya sambil merebahkan tubuh nya yang ia rasa sudah sangat lelah. Hingga tak terasa pukul sembilan malam dan kantuk dimata Novia mulai menyerang, mungkin juga efek karena dirinya terlalu lelah hari ini. Novia pun memutuskan untuk beristirahat dan mematikan lampu kamarnya lalu tidur.
Ke esokan pagi nya Novia mejalani rutinitasnya seperti biasa, yaitu membereskan rumahnya. Ketika Novia hendak membersihkan kamar kakaknya, Mutia berdiri di depan pintu kamarnya memandang nya dengan tatapan sinis lalu pergi ke arah dapur tanpa menyapa atau mengajak Novia bicara.
"Kak Mutia kenapa si kok kaya marah sama aku, aku emang ada salah apa sama dia ya," batin Novia.
Novia berusaha bersikap biasa saja dan tetap melanjutkan aktivitas nya membersihkan rumah hingga selesai. Setelah selesai membersihkan rumah Novia Mandi dan bersiap untuk pergi kerumah ibu Inggit. Ketika hendak berpamitan kepada ibunya Novia justru dimarahi dengan banyak kata-kata yang menusuk hatinya, bukan karena masalah Novua yang akan pergi kerumah ibu Inggit tapi ia justru dimarahi karena kedekatan nya dengan Andra yang membuat kakaknya sakit hati.
"Elo bisa gak sih cari laki-laki lain aja!!!! kenapa harus Andra yang lo godain!!!!! lo kan tau dia mantan gue kok lo bisa-bisanya deketin dia!!!!!" ucap Mutia dengan spontan dan nada yang sangat marah kepada Novia.
"Aku gak pernah kok godain kak Andra, dia sendiri yang kirim pesan ke aku duluan. Lagian kakak kan udah jadi mantannya, masalahnya tuh dimana? kakak cemburu? kalo kakak cemburu itu aneh, seharusnya kakak gak ninggalin dia dulu waktu dia lagi berjuang buat ngeraih kesuksesan," jawab Novia dengan penuh penekanan.
"Lo dulu masih kecil tau apa sih tentang hubungan gue sama dia, gue itu gak direstuin sama mamahnya makanya gue milih pergi ninggalin dia." Tetap tak mau kalah dari Novia.
"Kakak bohong, mamahnya kak Andra itu gak setuju sama kakak karena kakak suka banget selingkuhin kak Andra sama cowok lain. Kakak ninggalin dan campakkin kak Andra pada saat perusahaan kak Andra lagi down dan hampir bangkrut, disini kakak yang jahat sama kak Andra bukan kak Andra yang jahat sama kakak," ucap Novia dengan nada yang masih terdengar menahan emosi dan masih sangat sabar.
__ADS_1
"Udah gak usah pada ribut!!!!! malu didenger tetangga!!!! kamu juga Novia suka banget buat masalah dirumah!!!! udah sana kalo mau pergi gausah buat ribut disini." Ibu Dewi malah memarahi dan memaki Novia seolah Novia ini adalah sumber masalah dirumahnya.
Novia yang mendengar ucapan ibu nya yang menusuk hati memilih untuk berpamitan dan langsung pergi meninggalkan kakak dan ibunya itu.