
Ini merupakan hari dimana hari ke-5 sebelum lamaran. Pagi hari Novia menjalani aktifitas seperti biasa nya berangkat ke kampus dan belajar seperti tidak akan terjadi hari yang sangat spesial.
Di kampus.
"Novia......" teriak Caca pada sahabatnya.
"Caca, kebiasaan banget buat kaget orang deh." Seraya menoleh ke belakang.
Mengampiri Novia dan langsung memeluk nya dengan erat, menandakan ia sedang rindu berat pada Novia.
"Gue kangen tau, oh iya kenapa si lo akhir akhir ini jarang aktif di kampus. Abis ngampus pulang abis ngampus pulang jarang kumpul bareng, makan bareng anak anak kelas, ada apa si nov?" tanya Caca heran melihat perubahan sikap sahabatnya itu.
"gue sibuk ca," jawab Novia.
"Sibuk pacaran sama pak Satrio?" ledek Caca.
"Sstttt.........ih jangan keras keras ntar anak anak kampus denger jadi heboh." Menutup mulut Caca dengan tangan nya.
"Iya maaf gue terlalu bersemangat hihi."
"Gue mau kasih tau lo kabar bahagia, tapi lo jangan heboh ya," ucap Novia berbisik.
"Wih kabar bahagia apaan tuh?" tanya Caca sumeringah.
"Tuh kan belom belom lo nya udah heboh si." Memasang wajah kesalnya.
"Enggak...... enggak, kabar apaan si nov kepo nih." Sambil mengguncang-guncang pundak Novia.
"janji ya gak boleh heboh." Menyodorkan kelingkingnya.
"Iya janji." Janji kelingking.
"Nanti lo dateng ya tanggal 15 besok ke gedung royal house," ucap Novia lirih.
"hah? lo mau nikah nov di gedung mewah itu?" tanya Caca kaget.
"Ih enggak gue mau lamaran tanggal 15 besok sama pak Satrio," ucap Novia sambil memukul pelan lengan Caca yang asal tebak.
"Hah.............. wih yang bener si nov?" Caca terkejut dan tercengang mendengar penyataan dari Novia.
"Ya bener lah masa gue becanda masalah serius kaya gini." Memutar bola matanya.
"Aa...aa......Novia ku mau sold out." Memeluk erat Novia.
"Aduh...... duh.... gausah lebay bisa gak si ca." Melepaskan pelukan.
"Ya gue kan excited temen gue mau lamaran," ucap Caca dengan semangat.
"Iya excited si excited tapi gak usah peluk erat-erat juga kali kan gue engep gak bisa nafas." Mencoba mengatur nafasnya.
"Ya maaf hihi."
"Yaudah pokoknya lo harus dateng ya gue mau sahabat gue dateng pas hari bahagia gue." Tersenyum manis.
"Em............ pasti." Memeluk Novia.
"Ututu........." Membalas pelukan Caca.
"Pantesan lo jarang kumpul ternyata sibuk nyiapin acara lamaran." Caca menyenggol bahu Novia.
"Udah tapi lo jangan ember ya, jangan sampe anak anak kampus apalagi anak kelas tau," ucap Novia serius.
"Oke siap nyonya Satrio." Lagi-lagi Caca menggoda Novia dan menyengol bahunya.
"Hih........kok gue geli lo bilang gitu." Bergidik geli.
"Udah ah yuk masuk ke kelas, hari ini kan matkul pak yuda gak boleh telat kalo telat ntar gak boleh masuk sama bapaknya."
Novia dan Caca pun memasuki ruangan untuk mengikuti mata pelajaran pak Yuda.
setelah mata kuliah selesai Caca pun mengajak Novia ke mall untuk jalan jalan.
"Nov ke mall yuk udah lama kita gak jalan dan jajan bareng, hari ini gue kan lagi seneng dikarenakan temen gue yang good looking ini mau lamaran hari ini lo gue traktir makan dan nonton."
"Wih...... siapa takut, kalo gratisan mah gue hayuk aja haha." Bersemangat.
"Ayok let's go girl."
"Naek apa?" tanya Novia.
"Mobil gue, elo yang bawa." Menyodorkan kunci mobil mewahnya kepada sahabat nya itu.
"Oke siap." Mengambil kunci mobil dari tangan Caca.
__ADS_1
Mereka pun pergi ke mall untuk merayakan kabar gembira dari Novia. mereka pergi menonton, berburu makanan, dan membeli kebutuhan wanita.
"Kita nonton dulu yuk nov, bentar lagi film kesukaan kita mulai nih."
"Yuk." Mereka menuju bioskop yang ada di mall tersebut.
Mereka naik ke lantai atas untuk menonton.
setelah selesai menonton mereka membeli beberapa makanan di mall itu.
"Nov pengen sate seafood deh."
"Yaudah ayuk, tuh ada kok."
"Yuk let's go."
Duduk dan memesan makanan.
"Mau pesan apa kak?" tanya sang pelayan di restaurant itu.
"Mau sate gurita nya 2 porsi sama sate cumi nya 2 ya," ucap si Caca seperti orang yang terlihat sangat lapar.
"Minum nya kak?" tanya pelayan itu lagi.
"Lemon tea 2 ya," jawab Caca dengan santai.
"Okee kak mohon ditunggu ya."
"Oke." Sangat bersemangat.
Mereka pun menunggu pesanan datang. Novia sudah tidak heran dengan porsi jajan teman nya ini karena memang Caca jago jajan, tapi Novia kaget karen yang Caca pesan banyak sekali seafood yang bisa memicu kolesterol Novia kambuh.
"Gila ca lo mau ngehajar gue biar kolesterol apa gimana?" ucap Novia kesal.
"Hehe gue terlalu exited nov, lagian lo kan juga suka banget sama seafood," jawab Caca dengan santai.
"Ya suka si suka, tapi lo kan tau gue punya penyakit kolesterol." Memutar bola matanya kesal.
"eits, tenang kan minum nya lemon tea. Jadi kolesterol aman terkendali kan haha." Tertawa puas.
Walaupun Caca memesan banyak hidangan seafood tapi ia tak lupa memesan lemon tea karena itu cukup ampuh untuk menekan kolesterol si Novia.
"Iya deh atur aja ca yang penting lo bahagia ya." Memasang wajah pasrah.
"Ini kak silahkan dimakan," ucap sang pelayan membawa makanan yang mereka pesan.
"Iya kak terimakasih."
"Wah enak banget." dengan reflek Caca langsung menyatap hidangan yang dipesan.
Memukul tangan caca yang sedang makan.
"Eh.......enak si enak berdoa dulu mba," sindir Novia dengan nada bercanda.
"Eh iya astagfirullah nov aku hilaf haha."
Caca langsung berdoa dan melanjutkan makan nya.
"Hm.........dasar ni bocah kalo udah liat makanan aja kalap." Menggelengkan kepalanya.
Mereka pun menyantap hidangan yang mereka pesan. Setelah selesai makan Caca mengajak Novia untuk menemaninya mencari baju untuk acara lamaran Novia.
"Nov ke toko itu yuk ada baju bagus tuh." menunjuk salah satu toko baju.
Masuk ke dalam toko.
"Nov ini cocok gak sama gue?" tanya Caca kepada sahabatnya seraya mencoba baju.
"Cocok, bagus," jawab Novia singkat.
Setelah memilih milih akhirnya Caca menemukan baju yang cocok untuk dirinya.
setelah selesai mencari baju Caca mengajak Novia untuk membeli makanan karena dia merasa lapar.
"Nov.......gue laper lagi" Memonyongkan bibir seksi nya.
"Iya gue juga laper nih nemenin lo belanja menguras energi gue."
"Pergi beli makan yuk," ajak Caca dan Novia hanya mengangguk patuh.
Merekapun mencari restoran cepat saji dan langsung memesan makanan.
"Bentar lo tunggu sini nov, gue pesen makanan nya dulu ya." Caca berjalan ke arah meja pemesanan.
__ADS_1
"Mba mau chiken nya 2 nasi nya 2 pepsi nya 2 desert puding nya 2 kentang goreng nya 2 ya."
"Baik kak sebentar............jadi total nya 125.000 rupiah, ada yang mau ditambah lagi?" tanya sang pelayan.
"Ice cream nya deh mba 2," ucap Caca dengan berutalnya.
"Mau coklat atau vanilla?" tanya sang pelayan itu dengan ramah.
"Coklat aja 2."
"Totalnya jadi 152.000." Tersenyum ramah.
Memberikan uang kepada kasir.
"Ini kembalian nya kak." Menyodorkan uang kembalian beserta struk pembelian.
"Mohon ditunggu sebentar ya pesanan nya sedang disiapkan."
"Ini kak pesanan nya ya," menyodorkan nampan berisi banyak makanan yang ia pesan.
Setelah memesan makanan mereka pun mencari tempat duduk untuk makan.
"Nov ke lantai 2 aja deh yang gak terlalu rame."
"Yaudah yuk."
Saat sedang makan.
"Eh ca gue kaya kenal deh sama orang itu," menunjuk dengan bibirnya yang imut.
"Siapa nov? " Caca pun menoleh ke arah pria yang ditunjuk novia.
"Gila nov ganteng amat tu cowo." terperangah.
"Bentar geh." Mencoba mengingat ingat.
"Hah......... itu kan Adam."
"Adam siapa nov?" tanya Caca penasaran.
"Adek nya pak Satrio."
"Samperin aja nov, ntar gue temenin hehe lumayan bisa sekalian kenalan."
"Udah ah ntar aja kita makan dulu."
Setelah selesai makan. Belum sempat dihampiri oleh Novia Adam pun melihat Novia dan langsung menghampiri nya.
"kak novia," sapa Adam kepada calon kakak iparnya itu.
"Eh Adam.........makan disini juga?" tanya Novia pura-pura tidak tau.
"Iya kak....... gimana kak sehat kan menjelang lamaran?" tanya Adam meledek.
"Alhamdulillah sehat kok," jawab Novia dengan lembut.
"Oh iya kak kenalin ini felin pacar aku." Memperkenalkan wanita disampingnya yang sedari tadi menggandeng tangan kekar Adam.
"Yah pupus sudah harapanku," batin Caca.
Saling berkenalan.
Iya kenalin juga ini temen aku namanya Caca.
"Salam kenal kak caca," sapa Adam dengan ramah.
"Panggil Caca aja........aku kan bukan kakak ipar kamu kaya Novia hehe," jawab Caca dengan salah tingkah.
"Udah yuk ah buruan malah ngobrol," ucap Felin dengan nada manja dan judes.
"Hm, kak Novia, Caca aku duluan ya." Tersenyum Manis
"Iya dam hati-hati ya."
"Gue baru tau kalo pak Satrio itu punya adek," ucap caca setelah Adam dan pacarnya itu pergi.
"Punya, adeknya ada 3 ganteng ganteng semua lagi. yang tadi itu dokter spesialis bedah, yang satu nya lagi namanya Idris dia juga dokter tapi dokter spesialis kandungan, nah satu nya lagi namanya Vano dia pilot jarang pulang. makaknya ibu nya itu sering kesepian dirumah sendirian."
"Kenalin satu ngapa nov biar temen lo ini gak jadi jomblo akut." Memasang wajah menyedihkan.
"Yeee lo mah emang sengaja jomblo bukan karena gak laku." Novia menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku sahabatnya.
Selesai makan mereka pun pulang kerumah masing-masing untuk beristirahat.
__ADS_1