Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku

Suamiku Adalah Mantan Kekasih Kakakku
MENGHIBUR NOVIA


__ADS_3

Pagi hari, Novia terbangun untuk sholat subuh. Setelah sholat subuh ia turun ke bawah untuk membuatkan sarapan untuk dirinya dan kakaknya. Rencana nya pagi ini Novia hanya akan membuat nasi goreng dam telur dadar, karena ia fikir dirumah hanya ada kakaknya dan dirinya jadi jika masak terlalu banyak takut nya malah akan jadi mubazir.


Setelah satu jam bergelut di dapur, Novia akhirnya selesai dengan kegiatan nya membuat sarapan. Ditatanya makanan itu di meja, lalu ia kembali naik ke atas untuk melakukan ritual paginya. Setelah selesai melakukan ritual rutin paginya, Novia kembali turun ke bawah untuk sarapan.


Namun, ketika hendak menuruni tangga terakhir langkah nya mendadak terhenti. Novia menautkan alisnya dan menatap heran ke meja makan.


"Siapa dia? Apa dia yang tidur dengan kak mutia semalam?" tanya nya dalam hati seraya terus menatap heran.


Dengan langkahnya yang agak malas ia menghampiri kakak nya dan pria yang tak ia kenal itu. Novia duduk seperti biasa dan bertingkah cuek terhadap kakak nya dan pria itu. Novia mengabaikan mereka yang tengah asik bermesraan di meja makan itu.


"Eh Nov kenalin ini cowok kakak," ucap Mutia dengan sikap sok lembut nya.


Novia hanya menatap pria itu lalu tersenyum setelah itu ia pun melanjutkan sarapan nya kembali.


"Adik kamu cantik juga sayang," ucap pria itu dengan tatapan genit kepada Novia.


"Tapi tetap cantik dan jago aku dong," ucap Mutia dengan genit kepada pria itu sembari mengelus bidang dadanya.


"Tentu sayang kamu jago dalam hal apapun, termasuk dalam urusan...." Belum selesai pria itu berbicara jari telunjuk Mutia sudah lebih dulu membungkam nya.


"Sstttt sayang, ih nakal." Mencubit pinggang kekasihnya itu.


Novia yang sudah selesai dengan sarapan nya itu pun langsung minum dan melenggang pergi tanpa berkata apapun, karena sejujurnya ia sudah sangat jengah dengan perlakuan kakaknya. Ketika hendak menaiki tangga menuju kamarnya, langkahnya seketika terhenti ketika tangan nya tiba-tiba di tahan oleh seseorang.


Sontak Novia menoleh kebelakang."kak Mutia? Apa lagi si kak?" tanya Novia mengendus kesal.


"Dengerin gue ya!! Jangan pernah lo bilang sama ayah dan ibu soal Reza yang nginep dirumah!!! Atau gua akan aduin lo yang macem macem ke ayah dan ibu!!! Faham!!!" Menggenggam lengan Novia dengan erat.


"Ih sakit," ucap Novia merintih kesakitan sembari melepas cengkraman tangan kakaknya. "aku juga sama sekali gak minat kak mau ngaduin urusan kakak ke ayah dan ibu!! Itu bukan urusan aku!!" Melepaskan tangan kakaknya lalu pergi begitu saja.


Novia masuk ke kamarnya, ia berfikir memutar otak kemana ia harus pergi. Lalu tak lama ada sebuah pesan masuk di ponselnya.


"Sayang ke kantor ku ya, ini alamatnya sudah aku shareloc." Isi pesan singkat tersebut yang pengirimnya tak lain adalah Andra.

__ADS_1


Dengan senyum sumringah Novia menyambut pesan tersebut. "Oke mas aku siap-siap dulu ya." Novia pun bergegas bersiap-siap untuk pergi ke kantor calon suaminya.


Akhirnya Novia bisa terbebas dari kakaknya dan pria itu untuk beberapa saat. Novia berfikir entahlah nanti malam ia harus mendengar suara asing itu lagi atau tidak, rasanya Novia jengah. Setelah selesai bersiap dan berdandan cantik Novia pun turun dari kamarnya yang terletak di lantai dua.



Tak lama terdengar suara deruman mobil di halaman rumahnya. Karena penasaran Novia pun akhirnya keluar dan memperhatikan mobil tersebut.


"Bukannya itu mobil mas Andra ya?" gumam Novia.


Seorang pria gagah turun dari mobil itu, namu bukan Andra yang turun melainkan pria yang terlihat lebih muda dari Andra dan pakaian nya yang formal.


"Selamat pagi nona Novia, saya Faris asisten pribadi tuan Andra. Saya diperintahkan untuk menjemput nona," ucap pria yang turun dari mobil itu.


"Oh kalo begitu baiklah," ucap Novia dengan ramah.


Novia pun memasuki mobil tersebut. Di perjalanan kondisi di dalam mobil hening hanya ada suara klakson mobil yang sedikit bising di depanjang jalanan. Tak lama sampailah mereka di gedung yang menjulang tinggi dan megah. Novia terperangah melihat gedung tersebut, ia masih tidak menyangka bagai mimpi ia mendapat pria tampan, gagah nan mapan seperti Andra.


Novia pun masuk kedalam gedung megah itu mengikuti pria yang mengaku sekretaris pribadi calon suaminya.


"Maaf tuan Aris kenapa kita menaiki lift ini kenapa tidak yang disamping tadi berbarengan dengan karyawan lainnya?" tanya Novia dengan sopan.


"Panggil Faris saja nona Novia lagipula jarak usia kita tidak terlalu jauh," titah Faris.


"Oh baiklah Faris," ucapnya dengan ramah.


"Lift sebelah tadi khusus karyawan nona, kalau lift ini khusus lift pribadi tuan muda Andra," jelasnya sembari menatap lift itu.


"Panggil Novia aja, soalnya aku tidak terbiasa," titah Novia.


"Maaf aku rasa tidak sopan, nanti apa kata tuan Andra jika ia mendengarnya," ucap Faris dengan sopan.


"Tidak apa-apa nanti aku yang akan menjelaskannya kepada mas Andra," ucapnya dengan ramah dan sopan.

__ADS_1


Tak lama mereka telah tiba di depan ruangan Andra. Mereka pun memasuki ruangan tersebut, terlihat lelaki muda nan tampan dengan penampilan formalnya. Lelaki itu nampak serius dengan laptop di depan nya sampai ia tidak menyadari bahwa kekasihnya sudah datang.



"Permisi tuan, saya sudah berhasil menjemput nona," ucapnya dengan postur tubuh agak membungkuk memberi hormat.


Andra pun langsung melihat ke arah Novia dan asisten nya. "Baik terimakasih ris," ucapnya dengan ramah. Andra pun menghampiri kekasihnya itu yang berada di kursi tamu nya.


"Sayang, gimana perjalanan mu? Kamu gak di macem macemin kan sama Faris," ucap Andra meledek ke asisten nya.


"Husss mana berani saya tuan dengan calon istri CEO hebat seperti tuan," ucapnya menanggapi candaan tuan nya.


Andra memang selalu akrab dengan sisten dan para karyawan nya, Andra adalah bos yang sangat baik, ramah dan dermawan. Itulah yang membuat para wanita tergila gila oleh ketampanan dan kebaikan hati Andra.


"Haha kamu bisa aja." Menepuk bahu Faris. "Yasudah kamu bisa kembali bekerja ris," titah Andra.


Dan Faris pun meninggalkan ruangan megah itu. Novia masih terdiam mematung, yang membuat Andra terkekeh akan wajah polos kekasihnya.


"Sayang, ada apa?" tanya Andra dengan lembut sembari mendongakkan dagu Novia.


Novia tersenyum manis. "Enggak mas, gak apa apa kok," jawabnya.


"Ayo duduk dulu sayang." Mengajak Novia duduk. "Kamu udah sarapan?" tanya Andra dengan lembut dan penuh perhatian.


"Udah kok, aku udah sarapan tadi bareng kak Mutia dan pacarnya," jawab Novia dengan wajah polosnya.


"Pacar??" Andra mengerutkan alisnya mendengar penuturan dari kekasihnya.


Akhirnya pun Novia menceritakan semua kejadian yang ia alami. Rasanya ia bercampur aduk kesal, kecewa, jengkel. Tapi ia bingung harus berbuat apa, karena ia mengedepankan kesehatan ayahnya. Kalau ayahnya tau penyakit jantung ayah Novia bisa kambuh dan berakibat fatal.


Andra tersenyum menenangkan. "Sudah aku duga sayang dia akan seperti itu, sekarang yang harus kamu perbuat adalah diam. Karena kalau kamu bicara pun mereka tidak akan percaya, kecuali kita punya bukti yang kuat. Biarkan dia melakukan apa yang dia mau, nanti juga ada masanya dia menanggung resikonya dari perbuatan nya sendiri."


Novia hanya mengangguk menuruti perkataan calon suaminya.

__ADS_1


Cukup lama Novia menunggu kekasihnya melakukan kesibukan di kantor. Jam menunjukkan pukul 2 siang Andra pun menutup semua pekerjaan nya dan menyerahkan semua hal kepada asiten nya Faris, setelah itu Andra mengajak Novia untuk makan siang. Setelah makan siang selesai Amdra mengajak Novia jalan jalan menghabiskan waktu berdua.


__ADS_2