
Setelah selesai diner romantis dengan sang istri Andra mengajak istrinya kembali ke resort karena angin pantai begitu dingin, Andra takut nanti istrinya sakit jika terlalu lama berada di pinggir pantai.
Novia dan Andra pun kini tengah berbaring di ranjang, Novia tengah menatap langit langit resort sedangkan Andra tengah asik dengan ponselnya. Hingga tak lama terdengar nada dering dari ponsel yang dipegang oleh Andra, dengan wajah malas Andra mencoba mengangkatnya. Melihat perubahan ekspresi dari wajah suaminya Novia pun bertanya tanya sebenarnya siapa yang menelfon suaminya tengah malam begini.
"Hallo, iya ada apa ma?" tanya nya dengan malas.
"Kamu masih bulan madu? atau sudah mau pulang?" tanya sang mama kembali.
"Besok Andra pulang, memangnya kenapa?" tanya Andra menyelidik.
"Iya kamu buruan pulang, kantor butuh kamu bukan istri kamu aja yang butuh kamu!"ucap sang mama dengan nada ketusnya.
"Bisa gak mah gak usah ngajakin debat malem malem!! Andra capek mau istirahat!!" bantah Andra.
"Berani kamu sekarang ngomong ketus gitu sama mama!! di kasih apa kamu sama istrimu itu Andra!! Pokoknya besok kamu harus pulang kondisi perusahaan akan merosot jika kamu terlalu lama dengan istrimu yang manja itu!!" bentak mama Andra.
Tanpa menjawab Andra langsung mematikan telfon dengan sepihak, yang membuat mamanya berteriak kesal di sebrang sana. Setelah mematikan telfonnya ia berbalik menghadap sang istri yang sedari tadi ternyata memperhatikannya.
"Siapa mas? Mama ya?" tanya Novia dengan lembut sembari mengelus pipi sang suami.
Tanpa menjawab Andra langsung membawa Novia dalam dekapan hangat nya, yang membuat Novia sedikit tersentak dan heran akan sikap suaminya.
Novia menepuk pelan punggung sang suami. "Kamu kenapa? Ada masalah ya?" tanya nya dengan pelan dan lembut.
Andra tak menggubris pertanyaan dari sang istri ia malah semakin mengeratkan pelukan nya.
"Mas..." Novia mencoba memanggil suaminya kembali.
"Biarkan aku memelukmu seperti ini, sebentar saja," ucap sang suami dengan nada yang berat dan penuh beban.
"Yaa tidurlah mas, istirahat nanti kalau sudah tenang pikirannya cerita sama aku ya." Novia mengelus lembut punggung suaminya.
Novia pun tertidur, akan tetapi Andra tetap terjaga ia tak bisa memejamkan matanya. Akhirnya perlahan ia mencoba melepaskan pelukannya dengan istri nya secara hati hati karena takut sang istri akan terbangun. Setelah berhasil melepas dekapanya dari sang istri ia beranjak dari ranjangnya membuka tirai dan pintu lalu ia duduk di kursi santai tepi kolam renang.
Andra duduk termenung pikirannya jauh melayang ke angkasa. Lalu ia mencoba rebahan di kursi itu sembari menatap langit cerah dan suara gemercik air laut yang memecah Keheningan malam. Ia memcoba memejamkan mata merasakan angin laut yang menerpa tubuh kekarnya yang saat itu hanya dibalut kaos putih polos saja. Tak lama terdengar suara derap langkah kaki yang mencoba menghampiri dirinya, namun Andra tak menggubris nya ia masih tetap memejamkan mata dan menikmati suasana hening yang ada.
"Mas sedang apa disini?" tanya Novia dengan lembut, ia duduk di samping tubuh suaminya lalu mengusap pelan wajah suaminya dengan lembut.
__ADS_1
"Loh kamu sayang," ucap Andra kaget saat membuka matanya melihat sosok istrinya duduk di sampingnya mentap dirinya dengan lekat. "Kenapa kamu terbangun? Aku menganggumu ya sayang?" tanya Andra cemas.
"Enggak aku juga sebenernya tadi belum tidur, kamu kenapa si mas? Ada masalah apa cerita sama aku?" Mengusap lembut punggung tangan suaminya.
"Gak apa apa sayang, aku lagi ada masalah di kantor aja. Gak ada yang perlu dikhawatirin," ucapnya menenangkan.
"Bener gak apa apa mas?" tanya Novia memastikan.
"Iya sayang, gak ada masalah yang serius kok," jawabnya dengan lembut sembari merapikan anak rambut sang istri.
"Yaudah yuk kita masuk istirahat, aku gak bisa tidur kalo gak ada mas," ucap Novia dengan manja.
"Hemm udah mulai kecanduan pelukan suaminya ya mba," ledek Andra.
"Ih apa sih kepedean kamu." Mengerucutkan bibir mungil nya.
Andra bangun dari posisi bersandarnya lalu memeluk istrinya yang tengah duduk berhadapan dengan nya.
"Berenang yuk," bisik Andra ditelinga Novia dengan suara sexy nya.
Mendengar itu Novia mengangkat satu alisnya. "Berenang? Malem malem gini?" tanya Novia dengan pikiran nya yang sudah bisa menebak apa yang akan terjadi jika benerang berdua dengan suaminya.
"Bukan gak mau mas, tapi aku takut kamu sakit malem malem gini berenang," ucapnya khawatir.
"Enggak kan berenang nya sama kamu aku gak akan sakit sayang." Mencuim tengkuk leher istrinya.
Novia sebenarnya sudah tau kalau suaminya tak hanya mengajaknya berenang, tapi ingin memintah jatah nafkahnya.
"Yasudahlah untuk menghiburnya supaya ia bahagia dan sejenak melupakan beban nya yang aku tau itu berat," ucap Novia dalam hatinya.
"Iya iya dasar suamiku yang nakal," mencubit hidung mancung suaminya, lalu beranjak pergi masuk ke kamar resortnya.
"Hey mau kemana? Kok malah masuk kedalam?" protes Andra melihat sang istri hendak masuk ke kamar.
"Mu ganti baju dinas dulu," ucap Novia bosan memutar bola matanya.
Mendengar itu Andra langsung terkekeh, ternyata istrinya sudah tau apa yang disukai oleh suaminya. Setelah berganti pakaian dinasnya, Novia menghampiri Andra di dalam kolam renang. Andra tengah menepi menatap lurus ke arah pantai dan memandang langit yang bertaburan bintang, keadaannya saat itu polos hanya ada celana renang pendek yang menutupi bagian intinya. Novia memeluk suaminya dari belakang, membuat Andra sedikit kaget dan tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"Sayang, udah ganti nya?" tanya Andra seraya membalikkan badannya berhadapan dengan Novia.
"Sudah, ayo berenang." Memeluk tubuh suaminya dan mengecup lembut bidang dada suami yang berotot nan kekar.
"Emmmm istriku malam ini sedikit nakal dari biasanya," ucap Andra sembari mengangkat tubuh sexy istrinya dalam gendongan nya membuat membuat benda kepemilikan mereka saling bertemu. "Tapi aku suka," ucap Andra seraya mendorong wanita dalam gendongannya ke tepi tembok kolam renang.
"Mau kamu atau aku yang memimpin?" bisik Novia ditelinga sang suami, membuat sang suami merinding sekujur tubuh.
"Dengan senang hati, jika istriku ingin memimpin. Aku ingin merasakan kenakalanmu malam ini," Ucap Andra nakal sembari mencium tengkuk leher istrinya.
Mendengar ucapan sang suami Novia langsung mencium dan ******* bibir Andra. Menelusuri telinga dan tengkuk leher suaminya. Setelah pemanasan dirasa cukup Novia mengajak Andra ke tangga keramik di tepi kolam, Andra duduk disana dengan setengah badan Novia yang masih berada di dalam air. Novia mulai bermain panas, ia melakukan apa yang biasanya suaminya lakukan padanya. Novia bermain di bidang dada kekarnya, memainkan bulatan kecil yang ada di bidang dada suaminya. Novia menj*lat nya mengh*s*p nya, membuat Andra merancau tak terkendali.
Tak sampai disitu tangan kanannya meraba aset bawah Andra yang sudah sedari tadi menegang bak tugu monas. Memainkan 2 buah bola di bawah asetnya yang masih tertutupi oleh celana ketat, Andra sudah tak tahan ia membopong istrinya menuju bathtub yang ternyata sudah diisi air hangat oleh Novia untuk berendam dirinya setelah berenang. Andra makin semangat dengan tingkah cekakatan istrinya. Andra memposisikan Novia di atas pangkuannya, yang membuat Novia lebih leluasa ditambah pula bathtub tersebut yang berbentuk bulat dan lumayan agak besar.
Novia kembali ke bibir sang suami, dengan tangan yang masih bermain nakal dibawah sana. Sepersekian menit Novia mengambil oksigennya yang menghilang.
"Sayang ayolah, aku sudah tak tahan," rancau Andra.
Dengan cekatan Novia melepas segala sesuatu yang melekat dan mulai permainannya. Dengan gerakan memutar, naik turun hingha ritme yang pelan dan cepat ia mainkan. Membuat Andra mencengkram rambutnya dan mendongakkan wajahnya ke atas merasakan aksi Novia yang sangat luar biasa. Novia juga sembari bermain di telinga Andra dan tengkuk lehernya, bidang dada nya juga tak luput dari serangannya yang membuat bekas kepemilikkan itu terlihat disana. Dan ya, merekapun mencapai puncak nya bersama. Tubuh Andra dan Novia menggigil hebat dan langsung sama sama mengeratkan pelukan.
"Gila!" Andra menggelengkan kepalanya dan mencium puncak kepala istrinya.
Novia terkulai lemas di bidang dada Andra, seakan tak memiliki tenaga lagi untuk bangun. Seperti biasa Andra langsung membopong istrinya menuju shower dan melakukan ritual rutinya. Setelah selesai dan bersih Andra memakaikan piyama panjang agar tubuh istrinya terasa hangat. Lalu setelah selesai berganti pakaian ia menutup pintu dan tirai, lalu mematikan lampu namun masih menyisakan lampu redup di samping ranjangnya. Andra menyelimuti istrinya dan membawanya dalam dekapan hangat yang membuat sang istri merasa candu.
"Istirahatlah besok kita pulang sayang," ucapnya lembut sembari mencium kening sang istri.
.
.
.
.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hay para pembaca setia Novel "Suamiku adalah mantan kekasih kakakku" jangan lupa komen dan like nya ya ❤❤❤❤❤❤❤
__ADS_1
Dukung terus author agar author lebih semangat lagi update nya ya 💚
Salam hangat dari author 💚❤❤❤❤❤💚