Suamiku Suami Sahabatku

Suamiku Suami Sahabatku
SSS 39


__ADS_3

Devan mencari Rena ke rumah Ayah Rena,tetapi tidak ada. Dia bingung harus mencari kemana lagi, yang Devan tau Rena tidak pernah marah.


"Devan, mungkin Rena butuh waktu kalau dia marah. Sekarang lebih baik kamu pulang dan istirahat, Ayah yakin kalau Rena sekarang baik-baik aja," ucap Ayah Rena menenangkan Devan.


"Baik Yah! kalau gitu Devan pulang dulu, siapa tau Rena sudah di rumah," ucap Devan.


Devan tidak pulang ke rumah, tetapi dia pergi ke rumah Melia. Ia ingat tadi siang Melia mengancamnya, mungkin saja T


Rena bersamanya.


Tengah malam Devan mengganggu Melia, dia mengetuk pintu rumah yang ditempati Melia dengan keras.


"Apa lu, malam-malam ganggu orang tidur aja," ketus Melia.


"Mana Rena? katakan!" teriak Devan.


"Lu, apaan sih! datang-datang teriak, Rena gak di sini," ucap Melia dengan kesal.


Tidak percaya dengan ucapan Melia, kemudian Devan mencari Rena di dalam rumah. Devan pergi begitu saja tanpa pamit setelah mencari Rena didalam Rumah Melia, Melia menjadi panik dan khawatir dengan Rena.


**


Pagi hari seorang petugas kebersihan membersihkan ruangan dekat gudang, kebetulan ada barang yang tidak terpakai dan harus dimasukkan ke dalam gudang.


Saat ia membuka pintu terkejut melihat Rena, dia kemudian membantu membuka lakban dan ikatan pada tangannya.


"Terimakasih, Mbak! sudah membantu Rena," ucap Rena sembari melepaskan ikatan pada kakinya.


"Sebentar saya ambilkan minuman," kata petugas kebersihan itu.


Petugas kebersihan memberitahu satpam kalau ada orang yang diikat di dalam gudang, satpam segera ikut petugas kebersihan menuju ke gudang. Tetapi Rena sudah tidak ada di tempat, kemungkinan sudah pergi. Kemudian mereka berdua kembali ke pekerjaan masing-masing.


Satpam segera melaporkan kejadian tadi ke Devan, karena kebetulan Devan sudah datang.


"Pak, tadi ada wanita diikat di dalam gudang! tetapi orangnya sudah pergi," kata Satpam.

__ADS_1


"Wanita siapa?" tanya Devan yang saat ini masih menggunakan pakaian santai, dia dari semalam tidak tidur karena mencari Rena.


"Saya tidak kenal, Pak," ucap satpam itu.


Devan lalu meminta rekaman CCTV pada satpam itu, tetapi tidak ada rekaman apapun di dalam gudang. Ada rekaman lain yang menunjukkan kalau Rena datang ke kantor, tetapi dia merasa tidak bertemu kemarin.


Devan menunjukkan foto Rena pada satpam, tetapi satpam belum sempat melihat orang yang ada didalam gudang.


*


Rena yang berada didalam gudang segera pergi dari kantor Devan, dia tidak menunggu petugas kebersihan yang mengambilkan minum karena buru-buru. Di jalan dia membuka ponselnya yang dari tadi malam terus berbunyi, banyak panggilan dari Devan, Melia dan Ayahnya. Rena hendak menghubungi balik mereka tetapi baterai ponselnya habis.


"Non Rena!" kaget Minah melihat Rena baru pulang dengan baju lusuh dan acak-acakan.


"Mbak Minah, Mas Devan mana?" tanya Rena.


"Belum pulang Non! dari tadi malam nyariin Non Rena," kata Minah.


Rena lalu pergi ke dalam kamarnya, dia mengisi baterai ponsel lalu bergantian menghubungi Devan, Melia dan Ayahnya. Setelah selesai ia baru membersihkan tubuhnya.


Karena sangat lelah Rena masih berbalut handuk langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang, tadi malam dia tidak tidur hanya berusaha melepaskan ikatan tangannya.


Merasa tubuhnya ada yang menyentuh Rena lalu membuka matanya, setelah melihat kalau suaminya tengah memeluknya Rena membalas pelukan itu dengan erat. "Mas, Rena takut... " ucapnya lirih.


Devan melepaskan pelukannya, dia menanyakan pada istrinya kemana pergi dan kenapa baru pulang. Rena pun menjelaskan apa yang terjadi dengannya.


"Entah apa tujuan karyawan Mas, menyekap Rena di dalam gudang," ucap Rena.


"Sayang, besok biar Mas cari tau. Sekarang kita istirahat saja," ucap Devan mencium kening istrinya dengan lembut.


"Tapi Mas, Rena ada kegiatan di kampus hari ini. Untung saja ke pantainya ditunda," kata Rena.


"Apa Mas harus mengizinkan kamu pergi besok?" tanya Devan menatap istrinya.


"Mas, sudah memberikan izin kemarin. Rena juga sudah terlanjur mendaftarkan diri, jadi ya harus ikut," ucap Rena tersenyum.

__ADS_1


Devan takut kejadian seperti ini akan terulang lagi, dia tidak ikhlas membiarkan istrinya pergi sendiri apalagi menginap. Tetapi yang membuat dia terpaksa adalah ucapan Melia, kalau sampai Melia mengatakan semua pasti pernikahannya tidak akan bertahan dengan lama.


"Mas, kenapa diam?" tanya Rena mengoyak tubuh suaminya yang kini berbaring disebelahnya sembari memeluk tubuh mulusnya yang hanya berbalut handuk.


"Sayang, istirahatlah! jangan memikirkan kegiatan itu dulu, Mas izinkan kamu pergi tapi kamu harus baik-baik saja," ucap Devan mempererat pelukannya.


Mereka berdua kemudian terlelap, walaupun masih pagi tetapi keduanya sangat lelah.


"Minah!" teriak Devia yang baru pulang dari luar kota.


"Apa sih, Non? teriak-teriak gak jelas gitu," ucap Minah.


"Panggil aku Devia, Minah! udah dibilang masih saja ngeyel," ucap Devia mengerucutkan bibirnya. Bawa ke kamar koper ku," Lanjutnya.


Devia dan Minah memang seumuran, bedanya Minah lulus SMP langsung berkerja dengan Mamah Nadia. Tetapi Minah sangat rajin mengerjakan pekerjaan rumah, jadi terlihat lebih dewasa. Dulu Mamah Nadia menyuruh Minah melanjutkan pendidikan yang sama dengan Devia, tetapi ditolak oleh Minah karena lebih nyaman menjadi asisten rumah tangga. Cita-cita Minah ingin menikah dengan tetangganya, tetapi dia malah ditinggal nikah duluan.


"Taruh mana kopernya, Devia?" tanya Minah.


"Situ aja! makasih ya, entar oleh-olehnya," kata Devia.


"Asyik dapat oleh-oleh," ucap Minah sangat bahagia kemudian ia kembali ke dapur.


Tak lama kemudian Devia menyusul Minah ke dapur, ia memberikan oleh-oleh Minah baju dan makanan ringan.


Minah langsung mencoba baju yang dibelikan oleh Devia, karena dia begitu bahagia punya majikan yang baik-baik.


"Minah, kak Rena dimana?" tanya Devia.


"Ada di kamarnya," jawab Minah sembari melepaskan baju yang dia coba.


Devia langsung pergi ke kamar Rena, dia langsung membuka pintu kamar Rena, tetapi dia melihat pemandangan yang menodai matanya. Devia lalu menutup kembali pintu kamar Rena. "Kebiasaan mereka berdua, kalau lagi tidur kunci kamarnya," kata Devia lalu masuk ke dalam kamarnya sendiri.


Sore hari Rena baru bangun dari tidurnya, saat membuka mata ia masih mendapati Devan tidur disebelahnya.


"Mas, bangun! sudah sore," ucap Rena menepuk pipi suaminya dengan pelan.

__ADS_1


Devan bukannya bangun, ia justru memeluk Rena lagi. Rena sampai lupa tidak pergi ke kampus, gara-gara ia tidur terlalu lama.


Rena kemudian turun dari ranjang, lalu membersihkan dirinya setelah selesai baru membangunkan suaminya. Tak lupa ia juga membantu Minah menyiapkan makanan, untuk makan malam nanti.


__ADS_2