Suamiku Suami Sahabatku

Suamiku Suami Sahabatku
SSS 52


__ADS_3

Buk... buk... buk.


Beruntung Andra tadi mengikuti Melia, jadi saat orang itu mendekat ke arah Melia ia langsung memukul orang itu sampai pingsan.


"Belakang lu, Ndra!" teriak Melia melihat teman orang itu hendak memukul Andra.


Andra dapat menghindari pukulan orang itu, sehingga bisa meringkus keduanya. Dia mengikat dua penjahat tadi dibawah pohon. "Mel, cepat lapor polisi," ucapnya.


Dengan gugup Melia langsung menghubungi pihak kepolisian, untuk menangkap dua penjahat tadi.


"Makasih, Ndra! lagi-lagi lu menyelamatkan gue," ucap Melia begitu bersyukur bisa mengenal Andra.


"Gak usah lebai deh! badan gue sakit semua ini, entar lu pijitin," ucap Andra.


"Jadi lu, nolongin gue gak ikhlas gitu! tega lu," kata Melia.


Polisi kemudian datang dan membawa kedua penjahat itu ke kantor polisi, sedangkan Andra dan Melia diminta datang juga untuk memberikan keterangan.


Kedua orang itu mengaku kalau mereka adalah orang bayaran Salman, mereka ditugaskan untuk membawa Melia dengan paksa ke rumah. Mereka datang ke cafe mencari Melia, salah satu dari mereka ada yang bertanya soal Melia kepada penjaga lainnya, tetapi dijawab dengan ketus sehingga membuat mereka mengamuk dan menyekap penjaga cafe.


"Tuan Salman hanya ingin bertemu dengan putrinya, beliau sangat merindukan Nona Melia," jelas orang itu.


Orang itu diminta oleh polisi menelpon Salman agar datang ke kantor polisi, untuk memberikan keterangan lebih lanjut.


Selang beberapa menit Salman datang juga, dia menatap tajam Melia penuh dengan kebencian.


"Ini balasan untuk orang tua yang sudah membesarkan mu! dasar tidak tau diri," ucap Salman.


Melia meminta maaf pada Papahnya, dia terpaksa melaporkan ke polisi karena tindakan orang suruhan Papahnya mengancam keselamatan orang lain. Dia juga tidak menyangka, kalau Papahnya masih peduli, dan mencarinya.


"Papah, kenapa tidak menelpon Melia saja? kenapa harus menyuruh orang, yang ujungnya merugikan Papah sendiri," ucap Melia.


"Mamah kamu sakit! dia menanyakan kamu terus," ucap Salman berbohong padahal Mamah Ema dalam keadaan sehat.


Melia mengetahui kalau Mamahnya baik-baik saja, karena setiap hari mereka berkirim pesan. Dia kemudian bermain cantik, pura-pura mempercayai Salman. "Nanti Melia datang ke rumah, Pah," ucapnya.

__ADS_1


Andra yang ada disebelah Melia berbisik, agar tidak terlalu percaya dengan ucapan Salman. Sekarang sudah terbukti kalau Salman tega mencelakai Melia.


"Lu, diem dulu! entar kita bahas lagi," ucap Melia dengan berbisik.


Salman akhirnya membebaskan orang suruhannya itu, dan menganti rugi kerusakan cafe serta meminta maaf kepada orang yang disekap dan pemilik cafe.


Urusan ini akhirnya selesai juga, Melia bisa bernafas lega Salman sudah pergi meninggalkan kantor polisi.


"Melia, lu bodoh banget sih! kenapa orang seperti itu kamu bebasin, lu gak takut nanti kalau melakukan lebih dari ini?" tanya Andra.


"Ndra, gue gak mau dianggap sebagai anak yang tidak tau balas budi. Gue juga takut kalau Mamah disakiti," ucap Melia.


"Lu, gak minta dibesarkan sama mereka! mikir dong," kata Andra.


Mereka berdua kemudian pergi ke cafe dulu, untuk melihat apa saja yang perlu diperbaiki. Andra tidak enak dengan Desi jika tau kalau yang melakukan semua ini adalah Papah Melia. Jadi untuk sementara Andra menganti dulu mengunakan uang pribadinya, dengan sangat terpaksa.


"Banyak banget habisnya, Ndra! lima puluh juta, gue dapat duit dari mana coba," ucap Melia. Desi dulu membeli perlengkapan cafe juga dengan perlengkapan yang harganya lumayan mahal.


"Lu, ganti uang gue setelah dapat dari Salman! jangan khawatir, entar gue bantu. Akting gue keren kan, sebagai pemilik cafe.


Melia kemudian meminta Andra untuk pergi ke rumahnya, dia ingin menjenguk Mamah Ema yang tadi dikatakan sakit.


"Sayang, kenapa tidak bilang dulu mau datang kesini? Mamah belum sempat masak makanan kesukaan kamu," ucap Mamah Ema.


"Melia buru-buru, Mah! katanya Mamah lagi sakit, jadi tidak sempat bilang," ucap Melia.


"Sakit! siapa yang hilang, orang Mamah sehat gini," ucap Ema mengerutkan keningnya.


Melia memperkenalkan Andra pada Mamah Ema, sebagai pemilik cafe. Takutnya Mamah Ema akan salah mengira, dia tidak enak dengan Andra.


"Papah mana, Mah? Melia ingin bertemu, untuk membahas masalah ganti rugi cafe," ucap Melia.


Mamah Ema kemudian memanggil Salman, dia mengatakan kalau Melia datang dan ingin bertemu. Melia lalu masuk ke dalam rumah, mereka bertiga duduk diruang tamu.


"Puas kamu, Melia! sudah mempermalukan Papah," ucap Salman.

__ADS_1


"Justru Om, yang sudah mempermalukan Melia! sadar Melia anak, Om," sahut Andra.


"Anak pungut! benar sekali ucapan mu," ucap Salman tersenyum dengan bibir sebelah.


"Pah! cukup!" teriak Ema.


Salman mengatakan kalau dia tidak bersalah karena niatnya baik, tetapi malah disambut tidak baik. Dia menceritakan kejadian di cafe kepada istrinya, tetapi memojokkan Melia. Seakan-akan didalam cerita Salman, Melia lah yang bersalah.


"Lebih baik anda ganti rugi lima puluh juta, kalau tidak saya akan menuntut anda," ucap Andra berlagak seperti pemilik cafe.


"Hahaha... anda mau memeras saya? tidak akan bisa, saya tidak akan mengeluarkan uang sepeserpun," ucap Salman.


"Baik! saya kebetulan mempunyai bukti rekaman CCTV, saya bisa menuntut anda lewat jalur hukum lagi," jelas Andra padahal dalam hatinya takut uangnya tidak balik dan soal rekaman CCTV dia tidak tau pasti.


Ema lalu yang akan menganti ganti rugi itu, karena dia takut suaminya dipenjara. Dia yakin kalau Salman yang sudah bersalah.


"Mah, biar Melia yang ganti," ucap Melia.


Andra langsung menginjak kaki Melia, sudah dibantu berbicara malah sok mau bayarin. "Bodoh jangan dipelihara," ucap Andra dengan pelan.


Berkat perjuangan Andra, akhirnya Salman mengeluarkan uang lima puluh juta. Tetapi dia langsung mengusir Andra dan Melia, dia juga menyeret istrinya untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Gila kasar amat bokap, lu," ucap Andra saat diperjalanan pulang.


"Udah jagan bahas lagi! gue pusing mikirin orang tua," ucap Melia.


Andra mengajak Melia untuk pulang ke rumah Mamah Nadia lagi, tetapi Melia tidak mau.


"Rena belum pulang, Ndra! gue gak mau dianggap memanfaatkan keadaan," ucap Melia.


"Maksudnya apa?tidak akan ada yang berani mengatakan seperti itu," ucap Andra menenangkan.


Melia meminta Andra untuk membelanya saat Mamah Nadia memarahinya, tetapi dia tidak mau karena bukan urusannya.


"Kok berhenti, Ndra! ini sepi lho jalannya," ucap Melia.

__ADS_1


"Tiba-tiba mobilnya mogok, gimana ini," ucap Andra kebingungan.


Mobil yang mereka tumpangi mogok dijalan, kebetulan jalanan itu sangat sepi dan jarang ada kendaraan lewat. Suasana begitu mencekam, membuat Melia dan Andra sangat ketakutan.


__ADS_2