
Kebiasaan buruk Andra setiap membawa mobil sering macet di jalan karena kehabisan bahan bakar, tetapi kali ini entah apa yang membuat mobil itu macet.
"Sial bener gue hari ini," kata Melia.
"Mungkin lu, dari pagi belum mandi," kata Andra asal bicara.
"Gak ada hubungannya! udah dong tadi pagi," ucap Melia.
Mereka berdua bingung siapa yang akan dimintai tolong, karena tengah malam dan sepi. akhirnya mereka memutuskan untuk tidur didalam mobil.
"Melia, awas ya kalau ninggalin gue," kata Andra takut kalau Melia pergi saat dia tidur.
"Tinggal kemana? gue aja gak tau jalan," ucap Melia.
Keesokan harinya saat Melia masih tertidur pulas, Andra bangun dan mencoba menghidupkan mesin mobilnya. Ternyata mobil bisa dinyalakan sendiri, tanpa membangunkan Melia mobil dilajukan sendiri.
"Sampai juga akhirnya," ucap Andra membawa Melia ke apartemen miliknya.
Karena tidak mau membangunkan Melia, dia menggendong sampai dalam apartemen lalu dia tidurkan di sofa. Andra lalu masuk ke dalam kamarnya untuk tidur lagi.
Tepat pukul tujuh ponsel Andra berbunyi, panggilan tak terjawab dari Devan memberondong ponselnya. Karena suaranya begitu berisik dan sangat menggangu pendengaran, Andra terbangun dan mengangkat telepon .
Devan meminta Andra untuk menyelesaikan urusan kantor, karena dia belum bisa ke kantor. Hari ini dia masih menjaga Rena yang masih berada di rumah sakit. Kemungkinan nanti siang baru diperbolehkan pulang ke rumah.
***
Salman saat ini memarahi istrinya, karena dianggap membela Melia. "Anak itu semakin kurang ajar sama kita, kenapa masih Mamah belain," ucapnya.
"Pah! Melia tidak akan pernah berani sama kita, kalau dia salah! camkan itu, pah," kata Mamah Ema dengan tegas.
"Sadar dia anak angkat kita! gara-gara Mamah tidak bisa mempunyai keturunan, kita jadi tidak memiliki anak," kata Salman memojokkan istrinya.
Dulu padahal Salman berjanji akan menerima Mamah Ema dalam keadaan apapun, dia tidak peduli mau mempunyai keturunan atau tidak. Tapi saat ini dia justru mengungkit masa lalu dan menyalahkan Mamah Ema, padahal Mamah Ema orang yang sangat sabar dan selalu menerima keadaan suaminya.
Menemani suaminya dari nol, sampai sekarang dia sukses. Walaupun ada bentuk kecurangan dalam menjalankan bisnisnya, Mamah Ema tidak tau soal bisnis yang dijalankan suaminya.
Mamah Ema dulu adalah anak orang kaya, karena menikah dengan Salman dia diusir karena keluarganya tidak ada yang setuju. Sekarang ada beberapa saudara yang mendatanginya dan memberikan hak Mamah Ema.
__ADS_1
Salman tidak tau soal kekayaan istrinya, karena Mamah Ema masih merahasiakan. Dia hendak memberitahu tetapi, keburukan suaminya satu persatu mulai terungkap. Jadi Mamah Ema, menunda semuanya dulu, dia ingin melihat sejauh mana suaminya berbuat jahat.
"Kalau Mamah masih membela anak itu, kita cerai saja," kata Salman.
"Pah, Mah, tolong jangan berantem lagi! yang Melia butuhkan kasih sayang kalian, kalau Papah tidak bisa menerima Melia harusnya tidak perlu mengadopsi Melia saat itu. Yang Melia inginkan keluarga kita kembali seperti dulu, sebelum Papah banyak uang. Papah dulu sangat sayang sama Melia, tapi sekarang kenapa berubah?" ucap Melia.
Salman tertegun mendengar ucapan Melia, ada rasa bersalah yang sangat dalam. Karena harta dia menjadi buta, dan ingin menguasai gak orang lain.
"Sayang, maafkan Mamah," ucap Mamah Ema langsung memeluk Melia.
Salman juga ikut memeluk keduanya, dia sekarang sadar setelah mendengar ucapan Melia. Kemudian dia bersimpuh di kaki istrinya, memohon maaf dan berjanji akan memperbaiki semua, dia tidak akan mengulang semua kejahatan yang sudah diperbuat.
"Maafkan Papah, Nak! Mulai sekarang Papah akan memperbaiki semua kesalahan Papah," ucap Salman.
Masalah Salman sudah selesai, dia berencana untuk menemui Hadi Mahendra ke rumahnya.
"Salman!" kaget Hadi Mahendra saat membuka pintu rumahnya.
"Kenapa? jangan kaget seperti itu," ucap Salman.
"Kamu tidak menyuruh tamu ini masuk ke dalam rumah? baiklah saya akan jelaskan," kata Hadi Mahendra.
Hadi Mahendra lalu menyuruh Salman untuk masuk kedalam rumah, lalu dia memanggil Minah untuk membuatkan minuman.
"Saya datang kesini ingin meminta maaf, atas semua kesalahan saya yang pernah saya lakukan. Banyak sekali dosa yang saya perbuat kepadamu, sampai saya tega menjebak anakmu," ucap Salman.
"Saya sudah tau, semua pasti perbuatanmu! kamu benar-benar menyesal atau menguji kesabaran saya?" tanya Hadi Mahendra.
"Benar menyesal untuk apa saya repot-repot datang kesini kalau hanya pura-pura. Sekali lagi saya minta maaf," kata Salman.
"Dari dulu saya sudah memaafkan kamu, tetapi kesalahan kamu dengan anak saya tolong selesaikan! Dia sudah mempunyai seorang istri dan sekarang istrinya sedang hamil, apa kamu tidak punya hati nurani tega membuat anak saya menyakiti istrinya," terang Hadi Mahendra.
"Saya tau! besok saya akan urus perceraian anak kita," ucap Salman.
"Memang seharusnya pernikahan itu tidak terjadi," kata Hadi tidak habis pikir dengan Salman.
Rena tidak sengaja mendengar pembicaraan kedua orang itu, ia langsung meneteskan air mata. Hatinya sangat sakit, telah dibohongi oleh sahabat dan suaminya. Dengan berat hati Rena berusaha menenangkan diri, dia akan mencegah perceraian itu. "Tidak, Om! mereka tidak boleh bercerai," ucap Rena.
__ADS_1
"Rena!" kaget Melia yang duduk disebelah Mamah Ema.
"Sayang, ini tidak seperti yang kamu pikirkan.
Rena tidak mempedulikan ucapan orang-orang yang berada diruang tamu, dia langsung pergi ke dalam kamarnya.
"Bagaimana ini, Pah! kenapa jadi seperti ini," ucap Nadia yang baru saja tau apa yang terjadi, saat berada dikamar tadi dia juga mendengarkan semua.
"Biar Papah yang bicara dengan Rena," kata Hadi lalu menyusul Rena.
Didalam kamarnya Rena menata semua bajunya, dan memasukkan ke dalam koper. Dia masih terpukul dengan kenyataan yang terjadi, hatinya terasa begitu sakit.
"Sayang, kamu mau kemana?" tanya Devan yang baru saja bangun dari tidurnya karena tadi pulang dari rumah sakit mereka beristirahat lebih dulu.
"Mas, biarkan Rena pergi," ucapnya hendak menarik kopernya keluar dari dalam kamar.
"Kenapa pergi? ada yang menyakitimu," ucap Devan.
Belum sempat menjawab pertanyaan suaminya, Papah mertuanya sudah berada di depan pintu.
"Rena, biar Papah jelaskan semuanya," kata Hadi Mahendra.
"Semua sudah jelas, Pah! biarkan Rena pergi dulu," ucap Rena.
Devan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi, tetapi Papahnya tidak menjawab.
"Sayang, tolong jangan pergi," ucap Nadia.
Melia juga datang dan mencegah Rena pergi, dia tidak ingin merusak hubungan sahabatnya. "Rena, tolong dengarkan penjelasanku dulu," ucapnya.
"Aku tidak ingin mendengarkan apa-apa! aku kecewa sama kalian," ucap Rena menatap Melia dan Devan secara bergantian.
Rena lalu melangkahkan kakinya, hendak pergi pergi dari rumah itu. Devan mengikuti istrinya, ingin menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya.
"Sayang, kamu masih sakit! harus banyak istirahat," kata Devan sembari menghadang Rena.
Rena pergi dengan menggunakan taksi online yang dia pesan, dia nekad pergi dari rumah suaminya.
__ADS_1