Suamiku Suami Sahabatku

Suamiku Suami Sahabatku
SSS 6


__ADS_3

Fira tiba-tiba datang ke kantor Devan, karena Devan tidak menghubungi dan tidak membalas pesannya. Devan sengaja memblokir nomor ponsel Fira, ia takut membuat Rena sakit hati kalau sampai ketahuan.


Devan kesal dengan Fira karena datang-datang sudah teriak memanggil namanya, ia segera keluar dari ruang kerjanya dan mengajak Fira untuk berbicara.


"Apaan sih! bikin malu saja," kata Devan.


"Sayang, kamu kemana aja? kenapa ponsel kamu tidak bisa di hubungi," ucap Fira.


"Bukan urusan kamu! lebih baik kamu pergi," ketus Devan.


"Kok kamu tega ngusir aku? aku pacar kamu, Dev," ucap Fira.


"Aku mau kita putus! udah sana pergi," kata Devan mengibaskan tangannya yang di pegang Fira.


"Devan, kamu jahat! kamu tega sama aku!" teriak Fira sehingga membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian para karyawan.


Devan menyadari kalau sedang diperhatikan, kemudian dia hendak masuk ke ruang kerjanya. Fira menarik tangan Devan, ia tidak terima hubungannya berakhir.


Devan menghentikan langkahnya, kemudian membawa Fira keluar dari kantornya. "Jangan bikin malu! pergi sana," ucap Devan.


"Oke! aku pergi, tapi jangan putus, aku mohon," ucap Fira dengan wajah penuh harap.


"Aku udah nikah, Fir!" teriak Devan.


"Apa!" kaget Fira. Tidak menyangka selama ini dia berpacaran dengan istri orang, kemudian Fira pergi meninggalkan Devan. Dalam hatinya masih menyimpan dendam pada Devan, ia berencana akan menghancurkan pernikahan Devan.


Devan kemudian masuk ke dalam ruang kerjanya, Andra tertawa melihat kelakuan Devan.


"Puas, lu," ucap Devan melihat Andra menertawakannya.


"Lu kurang kerjaan aja! udah punya istri dua, tambah pacar lagi," kata Andra.


"Udah gue putusin Fira," ucap Devan kemudian melanjutkan pekerjaannya


🥀


Melia hari ini sangat bahagia, walaupun dalam keadaan sakit karena bisa berdua dengan Arvin.


"Sayang, ini udah sore. Aku pulang dulu ya," pamit Arvin.


"Iya deh! besok sini lagi ya," ucap Melia.

__ADS_1


Saat Arvin baru keluar dari dalam rumah, Devan datang. Walaupun berpapasan tetapi mereka tidak bertegur sapa. Devan langsung masuk ke dalam rumah dan menemui Melia.


"Bagus! bisa-bisanya bawa masuk laki-laki," ucap Devan.


"Ini gak seperti yang lu lihat, Dev," kata Melia masih berbaring di tempat tidur.


"Gak usah banyak alasan lu, muak gue! bilang sama orang tua lu biar kita bisa cerai," ucap Devan.


"Bukanya lu sendiri yang bilang, kalau gue boleh berhubungan dengan Arvin," kata Melia.


"Tapi jangan di bawa ke rumah gue! lu bisa mikir gak sih," kata Devan sedikit kasar.


"Tadi malam perutku sakit, gue dah telpon lu tapi gak bisa! akhirnya gue telpon Arvin buat bawa ke dokter," jelas Melia.


Devan marah bukan karena dia cemburu, tetapi dia malu kalau sampai ada orang yang tau dan di cap gak baik.


Melia langsung menelpon Mamahnya setelah Devan pergi, ia ingin menceritakan semua pada Mamahnya.


"Ada apa, kamu menyuruh Mamah ke sini?" tanya Ema Mamahnya Melia setelah sampai di rumah Melia.


"Mah, Melia mau minta cerai sama Devan! tolong bilang ke Papah," ucap Melia dengan mata lebam habis menangis.


"Alasannya apa? kenapa tiap hari selalu minta cerai," ucap Ema dengan wajah sedihnya.


"Astaghfirullah! kenapa bisa begini," ucap Ema meneteskan air mata. Ternyata mereka salah menikahkan putrinya, dengan orang yang tidak di kenal. Semua karena anak buah Papah Melia sendiri, seandainya mereka tidak menangkap Devan di toilet mungkin semua tidak akan terjadi.


Melia langsung memeluk Mamahnya, mereka berdua menangis.


"Tolong bilang ke Papah, Mah," ucap Melia.


"Sayang, Papah kamu pasti akan kaget kalau mendengar semua ini. Mamah takut sakit jantungnya kumat," ucap Ema.


Hati Melia seperti teriris rasanya, saat mengetahui ternyata Papahnya mempunyai penyakit jantung. Air matanya semakin mengalir deras, itu artinya dia akan sulit bercerai dari Devan.


"Kenapa Mamah tidak pernah bilang kalau Papah sakit jantung? kenapa, Mah," ucap Melia sembari menangis.


"Maafkan Mamah, sayang... " ucap Ema lirih.


"Kasihan istrinya Devan, Mah! dia sudah menelan kebohongan yang dilakukan suaminya," kata Melia.


"Biar Mamah yang bicara sama Devan, sayang," kata Ema.

__ADS_1


Situasi saat ini semakin rumit, Devan sangat menyayangi Rena tidak mungkin kalau mereka yang bercerai.


🥀


"Mas, maafkan aku tadi gak bilang kalau pergi ke toko baju," ucap Rena.


"Gak papa, sayang! kebetulan tadi Mas juga sibuk. Maaf gak bisa nemenin," ucap Devan.


Devan mengeluarkan sejumlah uang dan kartu ATM untuk keperluan Rena, dia akan menjalani kehidupan yang serius dengan Rena. Setelah bercerai dengan Melia, Devan berfikir kalau dia dan Rena bisa hidup tenang.


"Mas, ini buat apa? terlalu banyak, Ayah juga selalu kirim uang tiap bulan," ucap Rena hendak mengembalikan pemberian Devan.


"Sayang, sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawab Mas. Lebih baik gunakan uang ini, yang dari Ayah simpan aja," kata Devan sok bijak Mamah Nadia saja tidak tau kalau anaknya sebijak ini, yang dia tau Devan sering ganti pacar. Setelah mengenal Rena, banyak berubah pada diri Devan.


Rena tersenyum mendengar ucapan suaminya itu, lalu memeluk Devan. Devan begitu bahagia, lalu ia membalas pelukan istrinya bahkan dia cium kening Rena.


"Mas, maaf reflek," ucap Rena malu-malu kucing.


"Sayang, jangan gitu dong! kita kan suami istri, ngapain minta maaf," ucap Devan mengacak-acak rambut Rena.


Malam ini mereka sedang menikmati kebahagiaan berdua, mereka saling mengungkapkan perasaan masing-masing. Rena dengan cepat bisa menerima Devan, ketulusan dan perhatian Devan membuat hati Rena luluh.


"Mas, Rena takut," ucap Rena.


"Takut kenapa?" tanya Devan.


"Tidak bisa menjadi istri dan ibu yang baik buat anak Mas, nantinya," terang Rena.


"Apapun yang terjadi kamu tetap yang terbaik sayang, aku sangat mencintaimu. Walaupun pertemuan kita begitu singkat, tapi perasaan ini tidak bisa berbohong," kata Devan.


Perkataan Devan mampu membuat Rena luluh, begitu juga dengan Devan. Hanya Rena yang mampu membuatnya jatuh cinta, dengan sungguh-sungguh.


Keesokan harinya Devan bangun tidur lebih awal, dia melirik ke arah istrinya yang masih tertidur pulas mungkin kelelahan akibat dari perbuatannya semalam. Dia membangunkan Rena dengan pelan, lalu mengatakan kalau akan berkerja. Kemudian Devan membersihkan tubuhnya, dan bersiap untuk pergi ke rumah Melia seperti biasa sebelum dia ke kantor.


🥀


Devan terkejut saat datang ke rumah Melia, ternyata ada Mamah mertuanya. Dia lalu menjabat tangan mertuanya, dan mencium punggung tangannya.


"Mamah, kapan datang?" tanya Devan.


"Kemarin," ucap Ema dengan wajah datarnya.

__ADS_1


Devan mengatakan kalau dia tadi malam tidur di rumah Mamahnya, dia beralasan mau pulang tapi sudah malam.


"Devan, ada yang ingin Mamah bicarakan," ucap Ema dengan penuh kesedihan.


__ADS_2