Suamiku VS Masa Laluku

Suamiku VS Masa Laluku
part 30(malam pertamaku dan Choky)


__ADS_3

Malam ini akan menjadi malam yang sangat panjang untukku. Mungkin karna selama bertahun-tahun Choky tidak bisa merasakan seperti yang laki-laki normal rasakan, jadi malam ini dia benar-benar menghabisiku.


Memang ini bukan pertama kalinya untukku. Tapi rasa perih dan sakit masih saja aku rasakan. Apalagi Choky melakukannya lebih dari 2 kali untuk malam ini. Cara bermainnya sungguh kuat sekali. Melebihi permainan Reno dulu. Mungkin karna ini pertama kalinya setelah sembuh dan juga dia yang rajin fitnes.


Pukul 10 pagi menjelang siang. Aku dan dia masih tergeletak diatas ranjang. Seluruh tubuhku terasa sakit semua. Rasanya sangat lelah. Ini melebihi lelah saat bekerja seharian di warung Bu Siti. Perlahan aku membuka mataku, kulihat Choky masih berbaring disampingku, tangannya ada didadaku. Menggenggam gunungku. Aku singkirkan tangan itu perlahan. Lalu aku turun dari ranjang. Dengan masih telanjang, aku berjalan sempoyongan masuk kekamar mandi. Aku berniat untuk membersihkan tubuhku. Berdiri disamping saklar dan menghidupkan lampu kamar mandi.


"Aaaaaaa!!!!!" Aku teriak sangat kencang. Kaget bukan main. Hampir seluruh tubuhku berwarna merah. Pantas saja terasa perih semua. Leherku pun juga begitu.


Semalam, apa yang sudah Choky lakukan sih.


Braaakkk


Lagi, pintu kamar mandi terbuka dengan paksa. Choky sudah berdiri diambang pintu hanya menggunakan celana boxer saja.


"Panda, apa yang terjadi? Apa kamu baik-baik saja?" Tanyanya dengan penuh kekhawatiran.


"Sayang, apa yang sudah kamu lakukan padaku semalam? Kenapa tubuhku jadi seperti ini?"


"Tubuh yang mana?"


"Ini."


Tanpa kusadari aku kembali memperlihatkan tubuh telanjangku padanya. Dia pun mendekatiku dengan senyumnya yang mencurigakan.


"Kenapa kamu selalu menggodaku Panda." Tangannya mulai meraba dadaku.


"Ahh sayang." Aku berusaha menepis tangannya, tapi dia malah meremasnya semakin kencang. "Sayang aku mau mandi. Sana keluar."


"Ya sudah kita mandi bersama."


"Apa??"


------------


Acara mandi dengan Choky yang penuh dengan kejahilannya itu pun selesai. Choky sengaja menaruh baju ganti yang sexy. Di dalam lemari hotel hanya ada 3 pasang baju. Dan itu semua memperlihatkan bentuk tubuhku.


Iiissshhh dia memang sengaja ya. Setelah sembuh dia jadi seperti ini. Apa dia akan menghabisiku lagi setelah semalaman tidak istirahat sama sekali. Apa dia tidak merasa lelah ya.


Terdengar bel depan berbunyi. Choky melarangku keluar, dia yang membukakan pintu. Ternyata pesanan makanan datang. Makanan yang hampir memenuhi meja. Ada banyak sekali macamnya.


"Panda, ayo makan."

__ADS_1


Dengan semangat aku langsung mengambil potongan pizza. Satu potong, dua potong, tiga potong. Perutku sudah lumayan kenyang. Aku berhenti makan. Tiba-tiba dia mendekatiku.


"Ayo buka mulutmu." Dia menyodorkan sepotong sandwick kemulutku.


"Sayang aku sudah kenyang."


"Kamu harus makan banyak. Untuk mengganti tenagamu yang terbuang semalam."


Aku mengalah, membuka mulutku menerima potongan sandwich itu.


"Kenapa semalam kamu begitu lemas? Baru juga dua ronde, kamu sudah nyerah."


Ah Choky kenapa bahas seperti ini sih. "Aku lelah sayang. Aku kerja dari pagi hingga malam."


"Oh iya. Kenapa kamu harus bekerja?" Dia menyodorkan lagi sepotong makanan.


"Untuk biaya makanku sehari-hari dan untuk tempatku tidur."


"Aku sudah kasih kartu ATM padamu kan. Kenapa tidak kamu gunakan?"


"Kemarin kamu kan marah padaku. Aku tidak akan menggunakannya jika kamu sedang marah."


"Panda, uang itu sudah menjadi hakmu. Aku selalu mentransfernya 60 juta setiap bulannya."


"Hey, expresi apa itu. Jelek sekali."


Aku ini sedang terkejut. Seumur-umur aku belum pernah mempunyai uang yang jumlahnya lebih dari 10 juta. Rasanya seperti mimpi saja.


Selesai makan, aku tiduran diranjang kamar. Tubuhku masih terasa sakit semua, aku berniat untuk tidur saja. Karna Choky melarangku masuk kerja. Bahkan dia memintaku berhenti bekerja karna pekerjaan itu membuatku kehabisan tenaga saat melayaninya.


Baru sebentar aku memejamkan mata, aku sudah merasakan sentuhan tangan yang melingkar diperutku.


"Sayang ayo kita main lagi." Bisikan ditelingaku yang membuatku bergidik geli.


Aku merasa benar-benar ngantuk karna semalaman tidak tidur, jadi aku tak menanggapi kata-katanya. Aku tetap diam memejamkan mataku.


Dia mulai mencium tengkukku, lalu tangannya masuk kedalam kaosku dan bermain didadaku. Kembali dia melakukan pemanasan padaku hingga aku lemas sekali. Dan percintaan itu terjadi lagi.


Aku sekarang terkurai lemas tak berdaya diatas ranjang. Choky memelukku dan mencium bibirku.


"Terimakasih sayang. Terimakasih sudah memuaskanku." Kembali dia kecup bibirku. Lalu membenamkanku didadanya dan kami tertidur.

__ADS_1


---------------------


Kita bangun pukul 7 malam. Dengan tangan Choky yang masih menempel di dadaku, kakinya yang ada dipahaku, membuatku tidak bisa bergerak. Aku mengelus pipinya.


"Sayang, bangun." Tapi dia tetap diam, tak ada pergerakan. "Sayang, sayang bangun."


Aku angkat tangannya, tapi dia semakin mengeratkan remasan tangannya.


"Aahh sayang." Aku menggerang karna remasan tangan Choky. "Jadi kamu sudah bangun ya."


Terlihat senyum dibibirnya. "Kamu mau kemana?"


"Aku mau mandi. Antarkan aku kembali ke kostku ya."


Dia buka matanya yang masih merem itu menjadi setengah melek. "Mau ngapain? Aku sudah menyuruh orang untuk mengambil motormu. Mengatakan pada pemilik warung itu jika kamu sudah berhenti bekerja disana."


"Apa?? Kenapa tidak bilang dulu padaku? Aku masih mau kerja."


"Untuk apa Pan? Bahkan uang yang sudah aku kasih saja belum kamu habiskan. Lalu untuk apa kamu kerja?"


"Aku jenuh dirumah jadi pengangguran. Bahkan dirumah aku tidak punya teman." Aku mengerucutkan mulutku.


"Ikutlah bekerja denganku. Kamu bisa menemaniku dikantor." Choky mencium telingaku. Aku berusaha menjauhkan telingaku darinya.


"Aku nggak mau. Aku mau merasakan bekerja. Mempunyai kesibukan."


"Kalau begitu bekerjalah ditempatku. Kita bisa berangkat dan pulang bersama."


"Aku mau bekerja yang bukan ditempatmu. Aku maunya kerja ditempat orang yang tidak tau siapa aku. Aku tidak mau disepesialkan."


Choky mengeryitkan keningnya. "Yakin hanya itu tujuannya?"


"Iya, lalu mau apa lagi?"


"Baiklah. Tapi aku tidak mengijinkanmu bekerja diwarung itu. Ataupun pekerjaan full time seperti diwarung itu. Itu membuatmu tak bisa melayaniku sepenuhnya."


Huufft dasar Choky. Sekarang mikirnya itu. Tapi nggak papa lah, setidaknya aku boleh bekerja. "Iya. Tapi aku boleh bekerja kan?"


Dia menganggukan kepalanya. Lalu kembali menciumku. Mencium telingaku, mataku, pipiku, hidungku, bibirku. Lalu dia menyibakkan selimut yang dari tadi melekat di tubuh kami.


"Sayang sudah ya. Aku sudah lelah. Besok lagi saja. Aku sekarang mau ke kost ngambil barang-barangku. Lalu kita pulang kerumah ya. Aku kangen masakan Mbok Tut." Aku berusaha menghentikan tangan Choky yang sudah meraba bagian favoritnya itu.

__ADS_1


"Baiklah. Aku akan mengantarkanmu."


Lega sekali rasanya. Aku akan punya teman, aku tidak akan mati termakan jenuh. Bergegas aku turun dari tempat tidur dan berjalan kekamar mandi untuk membersihkan diri. Choky mengamatiku yang telanjang bugil dengan senyum mesumnya itu.


__ADS_2