Suamiku VS Masa Laluku

Suamiku VS Masa Laluku
part 62


__ADS_3

"Panda, ayo kita pulang. Wildan sudah menungguku dirumah. Ada yang harus kami bahas." Ucap Reno dari ambang pintu.


"Baiklah." Nova berdiri mengambil tasnya yang ada diatas meja. "Aku pulang dulu ya Ren. Besok aku akan kesini lagi. Kamu banyakin istirahat ya." Nova mengelus pundak Reno.


Reno tersenyum. "Iya Nov. makasih ya sudah menjengukku."


Nova pun berjalan meninggalkan Reno. Dia keluar dari ruangan itu, Choky langsung menggenggam tangan Nova dan membawanya menjauh dari ruangan itu.


Choky terus menggenggam tangan Nova hingga mereka berada di depan rumah sakit, baru Choky melepaskan genggamannya. Dia menggeser-geser layar ponselnya. Menelfon Pak Budi agar segera datang. Tak lama kemudian, mobil warna hitam sudah berhenti tepat di samping Choky dan Nova. Choky langsung membukakan pintu untuk Nova dan menyuruhnya segera masuk kedalam. Setelah mereka masuk, mobil langsung pergi meninggalkan rumah sakit itu.


Dalam perjalanan, Choky hanya diam dengan menyilakan tangan didepan dada. Sepertinya dia masih merasa sangat kesal dengan Nova. Nova menyadari itu, tapi dia berusaha untuk membiarkannya. Dia tetap pada pendiriannya karna dia sungguh merasa benar. Choky saja yang keterlaluan protektifnya.


"Pak berhenti di toko buah ya. Saya ingin beli sedikit buah." Pinta Nova pada Pak Budi.


"Baik Nona."


Selang beberapa menit, Pak Budi menepikan mobilnya didepan toko buah. Tanpa bicara pada Choky, Nova langsung turun. Dia masuk kedalam toko itu. mengambil plastik bening dan mulai memilih buah anggur vaforitnya. Segera dia menyerahkannya pada penjualnya.


"Berapa Pak?" Tanya Nova sambil sibuk mencari dompet dalam tasnya.


"45 ribu Neng." Jawab si Bapak.


Sebuah tangan dari belakang Nova mengulurkan uang kertas berwarna biru. Nova langsung menoleh si pemilik tangan. Choky pun melangkah pergi masuk kedalam mobil.


"Silahkan Neng. Ini kembaliannya."


"Makasih Pak."


Dasar aneh. Aku fikir marah terus diem nggak peduli. Ternyata....hahahahhh Nova menggumam dalam hati.


-------------


Hoek...hoek...


Nova kembali muntah saat hendak tidur. Semua buah anggur dan kue yang tadi dia makan kembali dia keluarkan. Sekarang tubuhnya terasa sangat lemas karna semua isi perutnya sudah dia keluarkan.


Dia merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Ngantuk pengen tidur tapi rasa lapar diperutnya membuatnya susah tidur. Sedangkan Choky, dia masih diruang tamu bersama Wildan.


Hanya karna aku membuat susu untukku sendiri, dan karna itu bukan dari tangan Papanya. Anakku menolaknya. Hingga semua isi perutku keluar. Kau ini nak, Mama sangat kesal dengan Papamu. Mama malu untuk memintanya membuat susu. Kata Nova dalam hati sambil mengelus perutnya.


Nova keluar dari kamar sambil memegangi perutnya. Dia duduk di ruang makan.


"Mbok Tut." Panggilnya.

__ADS_1


"Iya Non, sebentar." Jawabnya samar. Suaranya terdengar agak jauh.


Beberapa menit kemudian, Mbok Tut muncul dan berdiri disamping Nova.


"Maaf membuat Nona menunggu. Ada yang bisa saya bantu Non?"


"Tolong suruh Choky membelikanku chikcen salad di cafe yang pernah kita datangi pertama kali. Perutku sangat lapar. Tapi sebelumnya, tolong suruh dia membuatkanku susu lebih dulu. Choky ada diruang tamu" Perintah Nova yang panjang lebar.


Mbok Tut mengeryitkan keningnya. Kenapa tidak bilang sendiri. Bukannya Nona juga tau jika Tuan ada diruang tamu. Kenapa harus menyuruh saya hanya untuk mengatakan ini.


"Baik Non." Segera Mbok Tut pergi dari hadapan Nova.


Berjalan sedikit berlari menuju ruang tamu. Benar saja, Tuannya memang sedang duduk berbincang dengan sekertaris pribadinya sambil memperhatikan sebuah laptop di depannya.


Melihat Mbok Tut datang dan berdiri dihadapannya, kedua lelaki itu menghentikan aktifitasnya.


"Kenapa Mbok?" Tanya Choky.


"Anu Tuan. Nona Panda menyuruh saya untuk bilang pada Tuan."


"Bilang apa?" Choky mulai mengeryitkan keningnya.


"Nona ingin Tuan membuatkannya susu sekarang." Choky membuang nafas kesalnya. "Setelah itu Nona ingin Tuan pergi membelikannya chikcen salad di cafe yang pernah nona kunjungi pertama kali bersama tuan."


"Mbok Tut!!!" Teriak Nova dari dalam.


"Itu Tuan. Nona sudah lapar katanya."


"Baiklah. Wil, nanti kita lanjut. Gw nggak mau ambil resiko jika singa betina gw marah."


"Baik Tuan." Wildan mengangguk dan menutup laptopnya.


Choky langsung berlari kedalam dan segera membuat susu untuk istrinya.


"Panda, kamu mau yang rasa apa?" Teriaknya dari dapur.


"Vanilla." Jawab Nova singkat.


Tak perlu menunggu lama, Choky sudah meletakkan segelas susu di depan Nova. Dengan cepat Nova mengambil gelas itu dan meminumnya hingga tak bersisa.


"Panda, apa perutmu masih muat? Bahkan kamu sudah memakan semua kue tadi. Begitu juga dengan anggur yang kamu beli tadi."


Choky benar-benar tak habis pikir. bagaimana bisa perut Nova yang tipis itu bisa menampung semuanya.

__ADS_1


"Aku sudah memuntahkan semuanya tadi. Jadi cepatlah pergi karna sekarang aku sangat kelaparan." Nova kembali memegangi perutnya dengan memelas karna kelaparan.


Choky pun tak tega melihat istrinya seperti ini. "Aku akan membelikanmu chikcen salad, tapi istirahatlah dikamar selagi kamu menungguku."


Choky memegangi pundak Nova dan memapahnya kedalam kamar. Membantu Nova merebahkan badannya, Menutupi separuh badan Nova dengan selimut.


"Aku pergi dulu ya." Baru saja Choky membalikkan badannya, tangannya kembali ditarik Nova. "Kenapa?"


"Aku ingin kamu yang beli. Aku nggak mau Wildan atau siapapun." Rengeknya.


Kembali Choky menghembuskan nafasnya. "Iya sayangnya Papa, pasti Papa yang beli. Bukan Om Wildan." Jawab Choky sambil mengelus perut Nova. "Papa berangkat dulu ya."


"Tunggu."


Baru satu langkah Choky meninggalkan Nova. Kembali dia dipanggil. "Kenapa sayang?"


"Aku mau yang di cafe waktu pertama kali kita makan bersama itu. Aku nggak mau ditempat yang lain." Rengeknya lagi.


*Iya Panda, aku akan membeli disana. Sekalipun sudah tutup, aku pasti akan menyuruh chefnya membuatkannya untukmu." Jawab Choky dengan senyum yang terpaksa. Terlihat Nova tersenyum senang.


Choky menghembuskan nafasnya kembali. Dia sudah membalikkan badannya. Tapi...


"Sebentar sayang." Pinta Nova lagi.


Choky diam sesaat, dan kembali menghadap ke Nova. "Ada tambahan lagi Pan?"


"Aku pengen di cium dulu sebelum kamu pergi." Pinta Nova dengan wajah memelasnya. Mirip anak kecil. Membuat Choky sangat geram.


Choky mendekati Nova. Dia mencium kening Nova dengan sangat lembut. Dia elus puncak kepala Nova. "Sudah ya, aku pergi dulu. Sebelum tokonya tutup." Nova tersenyum sambil mengangguk. Lalu memeluk suaminya.


"Makasih sayang. Jangan lama-lama ya. Cukup 15 menit saja. Jangan lebih."


Mata Choky membelalak. Nova kenapa jadi seperti ini? Sifatnya jadi sepertiku. Apa ini efek hamilnya?


"Iya. Aku pergi ya." Choky langsung beranjak dan berjalan keluar kamarnya.


Dia hampiri Wildan yang masih ada diruang tamu.


"Bawa mobil gw. Antar gw ke cafe Dedkissta dalam waktu 5 menit. Jangan lebih." Perintahnya.


Mata Wildan membulat. Apa dia sedang diajak bunuh diri? Bahkan tempat cafe itu sangat jauh. Ini gila!!


"Ayo Wil!!" Teriaknya yang sudah ada didalam mobil.

__ADS_1


Wildan langsung berlari menuju mobil.


__ADS_2