
Pagi pukul 05.30 am
"Hoek...hoek"
Choky bergegas keluar kamar saat mendengar suara dari luar. Dengan masih memakai boxer dan kaos oblong, dia menghampiri Nova di wastafle. Nova sudah terlihat sangat pucat.
"Panda, kamu pucat banget sayang." Dia elus punggung Nova. "Ayo tiduran dikamar dulu." Choky memapah Nova untuk tiduran dikamar.
"Ambilin minum anget Chok." Pinta Nova setelah sudah berada di kamar.
Choky bergegas pergi kedapur mengambil minum.
"Nona Panda kenapa Tuan? Sakit?" Tanya Mbok Tut yang baru saja masuk kedapur.
"Dia hamil muda Mbok."
Terlihat seulas senyum bahagia dibibir Mbok Tut. "Selamat ya Tuan. Saya sangat bahagia mendengar kabar ini."
Choky pun ikut tersenyum. "Saya juga bahagia Mbok. Tolong buatkan kue ya. Dia katanya nggak bisa makan nasi. Dia minta kue."
"Siyap laksanakan Tuan." Jawab Mbok Tut dengan semangat. Dia langsung mengambil bahan dan alat-alat untuk membuat kue.
Choky tertawa kecil melihat tingkah pembantu kesayangannya yang sudah dianggap orangtuanya sendiri itu. Lalu dia pergi dari dapur.
"Kak, Kak Nova sakit ya? Tadi dia kaya' pegangin perut terus." Vera baru saja keluar kamarnya dengan Bik Darmi.
"Iya. Jadi setelah ini dia nggak bisa temeni elo. Nggak usah manja lo. Tidur aja minta ditemeni." Umpatnya lalu masuk kemarnya. Dia tutup pintu rapat-rapat karna tak ingin Vera masuk kamarnya. Diluar kamar, Vera cemberut lalu menyuruh Bik Darmi membawanya kambali ke kamar.
"Sayang, ini diminum dulu." Choky duduk ditepi ranjang, membantu Nova untuk duduk. "Perutnya sakit ya?"
Nova hanya mengangguk lesu. Lalu dia kembali tiduran. Choky ikut tiduran disampingnya. Dia elus perut Nova yang masih tipis itu. Berharap dengan usapan-usapan tangannya, bisa sedikit meredakan rasa sakit diperutnya.
"Sebenarnya sih bukan sakit, cuma rasanya aneh."
"Iya aku tau. Kamu istirahat lagi aja. Nggak usah aktifitas dulu."
"Kamu tau dari mana?"
__ADS_1
"Ini bukan pertama kalinya buat aku Pan."
Nova mengeryitkan keningnya. Ah iya aku lupa. Dulu Choky sudah pernah hampir punya anak.
Ternyata rasanya nyaman banget saat perut dielus suami. Nova dengan mudah langsung kembali tertidur. Dikecupnya dengan lembut kening Nova.
"Makasih ya sayang. Aku janji, aku akan selalu jagain kamu dan anak kita." Lalu Choky ikutan merem sambil mengelus perut Nova.
----------------
Nova benar-benar lemas, dia hanya tiduran dikamar. Makan pun dibawakan Choky ke kamar. Disuapin, dipijitin, minta apa pun dituruti. Hingga Nova kembali tertidur. Setelah dirasa Nova sudah kembali tidur, dia beranjak pelan-pelan dari sampingnya. Karna tadi Nova minta tidur dipeluk.
Dia ganti baju lalu pergi keluar menuju garasi. Masuk kedalam mobil sportnya langsung pergi meninggalkan rumah. Dia pergi ke supermarket tempat Nova kerja dulu. Langsung naik kelantai 2 dan mencari Lia sahabatnya Nova.
"Hey, kamu Lia kan." Sapa Choky pada Lia.
Lia yang dari tadi sibuk menata beberapa barang jualannya, tentu kaget melihat ada orang ganteng yang tiba-tiba menyapanya. Kenal sama dia pula. Sampai semua teman kerjanya menatapnya terkejut dan saling berbisik. Lia jadi salah tingkah sendiri.
"Iya. Masnya kok kenal saya ya?" Tanya Lia dengan mata genitnya. "Mau ngelamar saya?"
Mulut Lia menganga membulat membentuk huruf O. Iya dia suaminya Nova. Sampai lupa kalau Nova punya suami sempurna kek gini. Udah hampir ge'er saja. Aku kira beneran ada orang ganteng nglamar aku. Batin Lia.
"Eh iya mas. Ada apa ya? Gimana kabarnya Nova Mas?" Tanya Lia antusias.
"Nova hamil muda. Aku mau minta tolong boleh?"
"Oh sudah hamil ya Mas. Syukur deh. Aku turut seneng, akhirnya dia bisa hamil juga. Bantuan apa Mas? Saya siap kok. Jadi istri kedua pun siyap. Heheh" Canda Lia. Choky tau itu hanya bercanda, jadi dia tak terlalu bil pusing.
"Pilihin susu buat ibu hamil yang bagus ya. Soalnya saya nggak ngerti kek begituan."
"Oh itu. Siyap Mas. Ayo kita kelantai dasar."
-------------------
Choky pulang kerumah dengan membawa beberapa dus susu ibu hamil dengan berbagai varian rasa. Dia berikan belanjaannya itu pada Mbok Tut, menyuruhnya untuk menyimpannya didapur. Lalu dia beranjak kekamar melihat istrinya. Dilihatnya Nova sudah duduk didepan meja riasnya. Ada handuk yang melilit dikepalanya.
"Sayang kamu sudah enakan?" Tanya Choky sambil berjalan mendekati Nova.
__ADS_1
"Udah mendingan Chok. Kamu dari mana?"
"Aku dari beliin susu buat anak kita."
"Dia kan belum lahir yank. Kok udah dibeliin susu sih?"
"Susu ibu hamil maksudnya. Sama aja kan buat anak kita." Choky mengecup pipi istrinya. Lalu melepaskan lilitan handuk dikepala Nova. "Aku bantu keringkan ya. Lalu kamu makan siang."
Nova hanya menurut saja. Dia diam menikmati setiap pijatan tangan Choky dikepalanya. Nova menunduk dan matanya berkaca-kaca.
"Sayang, aku kangen Ibuk sama Ayah. Juga adik-adikku." Ucap Nova dengan tertunduk. Karna sudah hampir satu tahun dia tidak pulang kerumah. Hanya ngobrol lewat telfon saja yang sering mereka lakukan.
"Yaudah, nanti sehabis makan siang kita kerumah Ibuk." Jawab Choky sambil menatap Nova lewat cermin.
Wajah Nova terlihat berbinar mendengarkan kata-kata Choky. "Makasih ya sayang." Nova langsung berdiri dan membalikkan badannya. Lalu dia peluk suaminya itu dengan erat.
"Yaudah, sekarang kita makan dulu ya." Choky melepaskan pelukannya lalu menggandeng tangan Nova menuju meja makan.
"Mbok bikinin susu buat Panda ya. Yang tadi, yang baru saja aku beli." Choky menatap Nova. "Panda, kamu mau yang rasa apa?"
"Rasa Kacang hijau enak kaya'nya." Ucapnya sambil membayangkan rasa susunya.
Choky membukakan sebungkus kue yang juga baru dia beli tadi. Kue bronies yang terlihat sangat menggoda. Mata Nova langsung membulat dengan senyumnya yang sumringah menatap kue didepannya.
"Silahkan diminum Non." Mbok Tut menaruh segelas susu dimeja samping Nova.
"Makasih Mbok." Nova langsung mengambil gelas itu, tapi baru mencium baunya, dia langsung berlari kewastafle dan muntah-muntah. Tapi tak keluar apa pun. Karna dia memang belum makan apapun siang ini.
Choky sudah berdiri dibelakang Nova. Memegangi punggung Nova. "Sayang, kamu nggak doyan susu nya ya? Atau mau rasa yang lainya?"
"Aku mau kamu yang bikin susunya Chok. Bukan yang lain." Ucap Nova dengan cemberut.
"Ah baiklah, aku akan membuatkan untukmu sayang." Dengan membaca dikemasan dus nya, Choky membuat susu untuk Nova. Karna memang dia belum pernah melakukan seperti ini. Setelah selesai, dia kembali kemeja makan. Memberikan segelas susu untuk Nova.
"Makasih ya Choky sayang." Nova tersenyum dan langsung meminum susu itu. Segelas habis diminumnya. Dia lanjut makan kue yang sudah dari tadi ingin dia lahap.
Benar-benar ajiipp ya, bahkan segelas susu tadi lolos nggak kembali keluar. Hanya karna itu buatan tanganku. Anakku memang sayang sama Papanya. Choky tersenyum senang.
__ADS_1