Suamiku VS Masa Laluku

Suamiku VS Masa Laluku
part 48(permainan)


__ADS_3

"Panda, bisakah kita tidak membahas lelaki itu?"


"Sayang, dia itu nggak salah. Dia aja nggak tau kalau aku ini istri kamu. Seandainya dia tau, dia pasti nggak akan gangguin aku."


"Kenapa kamu belain dia? Dia itu mantan kamu juga ya?"


"Aku nggak belain dia."


"Terus ngapain kamu ngomongin dia?"


"Aku cuma kasian sama dia."


"Kenapa cuma sama dia kasihannya? Kamu nggak kasian sama aku?"


"Sayang. Kamu nggak percaya ya kalau aku cintanya cuma sama kamu?" Nova mendekati Choky, dia bergeser mepet ke Choky. Tentu saja Choky nggak bisa nolak.


"Ooo jadi sekarang mulai berani menggodaku ya?" Tangan choky sudah mulai meraba dada Nova.


"Sayang, aku cuma...."


Choky langsung membungkam mulut Nova dengan bibirnya. Dia melum** habis bibir Nova. Bermain didalam sana. Nova yang sudah dua hari tidak disentuh Choky, dia pun menikmatinya. Dia balas ciuman Choky. Memejamkan matanya. Tangan Choky pun mulai tak bisa dikondisikan. Cimannya yang dibibir pun beralih keleher Nova yang jenjang. Dia gigit leher Nova hingga meninggalakan bekas merah keunguan. Membuat Nova merintih menikmatinya.


"Aahhh..."


Choky melepaskan semua pakaian yang mempel ditubuh Nova. Membuangnya ke segala arah. Dia pun mulai membuka kaos dan celananya. Terlihat tubuhnya yang kotak-kotak, dan juniornya yang sudah berdiri. Membuat Nova menelan ludahnya. Choky langsung menindih tubuh Nova. Mulutnya mulai bermain didada Nova.


Nova yang sudah basah dari tadi, dia mendorong Choky hingga berbalik posisi. Nova berada diatas. Kali ini dia yang memimpin permainannya. Choky yang baru pertama kali melihat Nova agresif seperti malam ini, dia diam menikmati apapun yang dilakukan Nova. Wajahnya terlihat begitu menggemaskan. Sampai Choky tersenyum sendiri.


Hingga Nova sudah mencapai puncaknya lebih dari satu kali. Dan itu membuatnya lemas. Namun Choky masih saja bertahan. Melihat istrinya sudah lemas, dia yang beralih memimpin permainan. Hingga lebih dari satu jam, Choky baru bisa mencapai puncaknya.


Dia merebahkan tubuhnya disamping Nova. Tersenyum mengelus puncuk kepala Nova.


"Makasih ya Sayang." Ucap Choky lirih lalu mencium kening Nova.

__ADS_1


Nova tersenyum dan menenggelamkan kepalanya didada Choky. "Aku mencintaimu sayang."


"Aku lebih mencintaimu." Choky memeluk Nova. Tak peduli dengan keringat yang membasahi tubuh mereka berdua. Mereka tertidur.


-------------------


Di kamar sebelah.


"Mas bantu aku keranjang dong. Aku dah ngantuk pengen tidur." Pinta Vera pada Reno yang sudah tiduran diatas ranjang.


Reno bangun dan berdiri, dia menggendong Vera dan menidurkannya. Lalu menyelimuti istrinya. Mematikan lampu kamar. Dia berjalan meninggalkan kamar. Duduk di ruang santai sambil memainkan ponselnya.


Dia sedang main chat dengan temannya. Teman lelakinya, tetangga rumahnya dulu. Teman lelakinya itu mengiriminya sebuah vidio. Dia unduh vidio yang berdurasi 34 menit itu. Lalu dia klik putar. Ternyata itu adalah vidio permainan orang dewasa.


Reno mulai merasa sesak didadanya. Nafasnya mulai terasa berat. Ada yang sudah tegang dibagian bawahnya. Buru-buru dia masuk lagi kekamarnya. Dilihatnya Vera sudah tertidur.


Dia membaringkan tubuhnya didekat istrinya. Masuk kedalam selimut yang sama. Langsung dia naikkan baju Vera dan mengeluarkan gunung kembar Vera. Vera yang merasakan gerakan Reno, dia membuka matanya kembali.


"Mas," Ucap Vera. Karna ini pertama kalinya setelah Vera sembuh.


"Tapi aku tak bisa lagi melayanimu seperti dulu Mas."


"Tak apa, asal itu kamu."


Reno mengecup bibir Vera dengan lembut, namun tiba-tiba ciumannya sangat buas. Malam ini Reno memulai permainannya sendiri. Cukup lama tapi dia tak juga mencapai puncaknya. Hingga dia merasa sangatlah lelah. Dia merebahkan tubuhnya kembali di samping Vera.


"Kenapa berhenti Mas?"


"Aku lelah. Istirahat dulu." Jawabnya. Sejujurnya dia merasa sangat tak puas. Seperti bermain dengan patung. Vera sama sekali tak bergerak. Hanya bisa miring sedikit dan tak melakukan apapun.


Reno beranjak dan masuk kekamar mandi. Memainkan miliknya dengan sabun dikamar mandi. Terasa begitu sakit saat seperti ini. Ingin sekali dia membeli jajanan yang bisa memuaskannya. Tapi sayangnya dia tidak cukup nyali untuk melakukan itu. Dia masih memikirkan nasibnya jika sampai keluarga Vera tau.


--------------

__ADS_1


Minggu pagi yang cerah. Reno sudah bangun sedari tadi. Semalaman tidurnya tak nyenyak.


Sedangkan kamar disebelahnya, belum juga ada yang siuman. Mereka berdua masih diposisinya. Choky yang masih memeluk Nova dengan tangan dan kaki di tempat biasanya.


Beberapa menit kemudian, Nova membuka matanya. Dilihatnya Choky masih merem disampingnya. Dia lihat tangan dan kaki Choky yang ada di tempat seperti biasa. Nova tersenyum.


Entah kenapa, bangun tidur melihat suaminya seperti ini sangat bahagia. Dua hari tak melihatnya begini, membuatnya malas melakukan apapun.


Dia singkirkan tangan Choky perlahan. Dan dia beranjak bangun untuk membersihkan diri. Selesai mandi, dia lihat Choky masih tertidur pulas ditempatnya.


Ya sudahlah. Semalam dia sangat buas seperti itu. Pasti dia sangat lelah. Lebih baik aku segera mengisi perutku saja. Pikir Nova.


Nova keluar dari kamar, dia mendapati Reno dan Vera yang sedang sarapan di meja makan.


"Eh baru bangun Kak?" Sapa Vera saat melihat Nova berjalan mendekati mereka.


"Iya nih Ver." Nova langsung ikut gabung. Dia duduk dikursi pas depan Reno.


Reno mengamati Nova yang rambutnya terurai dan masih sedikit basah. Ditambah ada tiga bekas gigitan di lehernya.


Sial! Pasti abis dipakai kan! Kenapa aku harus melihatnya! Pikiran Reno bermain sendiri. Dia membayangkan permainan Choky dan Nova semalam. Permainan yang begitu perfect. Dia jadi ingat lagi seluruh lekuk tubuh Nova dulu. Dia membandingkan dengan permainannya semalam yang putus ditengah jalan. Yang harus dengan terpaksa memainkannya sendiri di kamar mandi. Mengingat itu semua, membuatnya sangat kesal.


"Kak Choky mana Kak?" Tanya Vera lagi.


"Dia masih tidur." Nova memasukkan makanannya kedalam mulut.


"Waah pasti kelelahan tuh." Lanjut Vera. Di sini Vera nggak bermaksud menjurus ke negatif. Karna dia tau pekerjaan Choky itu nggak sedikit.


Tapi lagi-lagi Reno tersulut emosi dengan kata-kata Vera. Dia langsung menyudahi makannya dan beranjak.


"Mas, mau kemana?"


"Ngrokok." Jawab Reno tanpa menoleh. Dia berjalan menuju arah taman.

__ADS_1


"Suami kamu kenapa Ver? Kok kaya'nya sedang bersuasana buruk?"


"Aku juga nggak tau Kak. Dari tadi agak sewot."


__ADS_2