Suamiku VS Masa Laluku

Suamiku VS Masa Laluku
part 66


__ADS_3

jangan lupa like ya gengs❤️❤️❤️😊😊


pagi hari, Choky bangun lebih dulu. Nova masih tertidur. Semalam dia sungguh tak membiarkan istrinya istirahat. Dia menyiksa Nova semalaman hingga pukul 4 baru berhenti karna dia sendiri sudah lelah.


Dia kecup kening Nova dengan lembut. Dia elus bekas gigitannya yang ada didada Nova.


"Maafkan aku sayang. Aku hanya ingin memberimu peringatan. Jangan lagi melampaui batasanmu. Kamu memang hamil, bukan berarti bisa berbuat seenakmu. Aku tetaplah suamimu." Kembali dia kecup kening Nova. Kecupan bibir sekilas. Lalu beranjak ke kamar mandi.


saat keluar dari kamar mandi, Nova masih tidur. Belum ada tanda-tanda jika dia akan bangun. Kembali dia kecup pipi istrinya, sebelum keluar dari kamar.


"Mau sarapan sekarang Tuan?" Mbok Tut sudah berdiri di samping meja makan.


"Apa Srigala itu sudah pergi?" Tanyanya sambil mengamati pintu kamar Reno.


"Sudah Tuan. Jam 11 malam Pak Budi mengantarkan Tuan Reno."


"Pergi kemana dia?"


"Kerumahnya yang dulu."


Bibir Choky menyunggingkan senyum. "Baguslah. Aku bisa bekerja dengan tenang hari ini."


"Silahkan sandwick nya Tuan." Mbok Tut menaruh dua potong sandwick tuna di meja.


"Segera panggil dokter saat Panda sudah bangun. Aku semalam sudah menyiksanya hingga dia tidak tidur semalaman. Aku takut terjadi sesuatu pada anakku."


Mbok Tut sedikit tercengang. "Baik Tuan."


"Jangan biarkan dia pergi kemanapun. Langsung kabari aku jika sesuatu terjadi.


"Baik Tuan."


---------------------


Pukul 11.00 am


Nova membuka matanya perlahan. Tubuhnya terasa sakit semua. bagian dadanya terasa perih. Ada banyak bekas gigitan Choky. Belum lagi dibagian sensitifnya, rasanya sangat panas, perih. Membuatnya sangat malas bergerak.


Perlahan dia bangun dan turun dari ranjang. Menuju kamar mandi dengan tubuh telanjangnya. Berendam dengan aromaterapi dan air hangat, sepertinya bisa membuat badannya sedikit lebih rileks. Ingin sekali dia berlama-lama di kamar mandi, tapi perutnya tidak bisa diajaknya lama untuk berendam.


Setelah selesai berpakaian, dia keluar kamar. Mbok Tut sudah menantinya di meja makan.


"Nona, selamat siang." Sapa Mbok Tut.


Mbok Tut segera menyiapkan kue yang sudah dipesan Choky tadi. "Silahkan sarapannya Nona."


"Nona mau minum susu? Tadi Tuan sudah membuatkannya dan menyimpannya di kulkas."


"Iya tolong ambilkan." Segera Mbok Tut mengambil sebotol susu itu. "Mbok apa Choky membawa ponselku?"


"Sepertinya iya Non." Mbok Tut menaruh susu dimeja.


"Dimana Reno?" Nova celikukan mencari Reno. Memperhatikan pintu kamar Reno.


"Tuan Reno sudah kembali ke rumahnya."


Jadi Choky sungguh-sungguh mengusir Reno? Nova terlihat mulai cemberut.


"Sebentar lagi akan ada dokter yang memeriksa keadaan Nona."


"Dokter?" Nova mengeryitkan keningnya. Jadi Choky mengkhawatirkanku setelah apa yang dia lakukan semalam. Baguslah jika dia menyadarinya. Batinnya.


15 menit berlalu, seorang dokter wanita datang. Mbok Tut mengantarkannya masuk ke kamar Nova.

__ADS_1


Dia segera memeriksa keadaan Nova.


"Bagaimana Dok?" Tanya Nova setelah dokter itu selesai.


"Sejauh ini bayinya sehat Non. Dan anda kurang istirahat. Kelihatannya belakangan ini tenaga anda terkuras, jadi perbanyaklah istirahat."


Bagaiman tidak terkuras. Choky sudah menghabisiku semalaman. Membuatku lemas tak mampu bergerak. Batin Nova.


"Saya sarankan, besok pergi ke dokter kandungan. Ajak Tuan Choky sekalian. Ada yang berbeda diperut Nona. Sepertinya ada dua janin didalamnya."


Nova dan Mbok Tut kaget mendengarnya. Berita yang sangat bahagia.


"Benarkah?"


"Sepertinya iya Nona. Untuk lebih jelasnya, datang ke dokter kandungan ya."


"Baik Dok."


-------------------


Setelah mendapat kabar dari Mbok Tut, Choky memutuskan menunda rapatnya dan segera pulang kerumah. Dia sudah tak sabar untuk mengantarkan Nova ke rumah sakit.


Mereka berdua masuk keruangan dokter kandungan. Dr. Jerry SpOG adalah dokter yang memeriksa Nova. Disini, dilayar USG mereka bisa melihat dua kantong janin yang berdampingan serta mendengarkan detak jantungnya.


Choky tak terlihat sangat bahagia hingga air matanya menetes. Ini adalah kali pertama untuk Choky bisa mendengarkan detak jantung buah hatinya.


"Selamat ya Tuan, Nona. Bayinya kembar dan dalam kondisi sehat."


Choky kembali tersenyum dan menggenggam erat tangan Nova.


"Tolong diperhatikan ya Tuan. Ibu nya harus mendapatkan nutrisi dan cukup gizi. Ingat untuk pantangan-pantangannya. Tidak boleh minum jamu, makan durian, pepaya muda, nanas semua itu yang membahayakan janin."


"Untuk kehamilan kembar itu memang sangat beresiko. Tapi bisa dilihat disini, kehamilan Ibu Nova berbeda plasenta. Jadi non identk, yang artinya bayi bisa berbeda jenis kelaminnya atau bisa saja sama jenis tapi wajahnya tidak mirip. Terhindar dari twin-to-twin transfusion syndrome. Asupan oksigen dan makanan tidak terbagi otomatis, resiko bayi lahir dengan berat yang berbeda bisa diminimalkan." dan masih panjang lebar lagi.


"Iya dok. Terimakasih." Sahut Choky


Sepulang dari rumah sakit, Choky tak henti-hentinya menciumi punggung tangan Nova. Bahkan kabar bahagia ini mampu menghapus pertengkaran mereka.


"Sayang aku mau makan ice cream." Rengek Nova sambil melingkarkan tangannya di lengan Choky.


"Boleh. Kita langsung ke kedai saja ya. Kamu bisa makan ice cream sepuasnya."


"Benarkah?" Nova mendongakkan kepalanya menatap Choky dengan mata yang berbinar.


"Tentu." Choky tersenyum dan mencium kening Nova.


Sekitar 15 menit berlalu mereka memasuki kedai ica cream di pinggir jalan.


"Kamu bisa pesan sesukamu. Aku tunggu di meja yang itu ya."


Choky berjalan menuju bangku kosong. Duduk disana dan memainkan ponselnya. Membaca pesan-pesan dari Wildan.


Matanya membulat melihat Nova membawa 5 cup ice cream berukuran big.


"Panda, apa kamu yakin akan menghabiskan semua ini?"


"Iya." Nova lanjut makan dan tidak menghiraukan suaminya yang masih bengong menatapnya.


Cara makannya pun mirip anak kecil yang takut jika ice creamnya direbut temannya. Hingga belepotan di mulutnya.


"Panda, pelan-pelan sayang. Tidak akan ada yang meminta."


Nova hanya nyengir melirik suaminya.

__ADS_1


Pulangnya, dia memesan dua bungkus ice cream dan membawanya pulang.


"Tadi kamu sudah habis 5 cup sayang. Apa masih kurang?" Tanya Choky dengan heran.


"Aku mau ikut ke kantormu. Aku ingin sekali melihat Wildan makan ice cream ini." Jawab Nova sambil tersenyum jail.


"Serius kamu ingin melihat Wildan makan ice cream?"


Nova hanya mengangguk. Dia sendiri juga nggak tau, tiba-tiba saja dia ingin sekali melihat Wildan dan Mbok Tut makan ice cream.


Choky menggandeng Nova memasuki kantornya. Dari saat mereka turun, semua karyawan sudah memperhatikannya. Karna ini kali pertama Nova datang ke kantornya.


Semua orang membungkukkan badan saat berpapasan dengan Choky dan Nova. Tak jarang banyak yang berbisik tentang penampilan Nova yang sangat biasa saja.


Seorang istri pimpinan perusahaan besar hanya berpakaian dengan sweater dan celana kolor panjang. Rambutnya dikucir acak-acakan tanpa riasan make up sedikit pun.


Sebelum memasuki ruangan Choky, mereka berhenti di ruangan Rossa dulu.


"Suruh Wildan ke ruanganku." Ucap Choky dan langsung menggajak Nova untuk masuk diruangannya.


Takjup, itu yang pertama Nova rasakan. Ruangan yang sangat besar. Berbeda dengan ruangan Ardi tempat bekerja Nova saat ini.


"Duduklah. Atau jika kamu ingin istirahat, didalam ada kamarnya." Choky menunjukkan sofa di sebelah pintu masuk. Dia sendiri berjalan menuju kursinya untuk kembali bekerja.


"Aku mau menunggu Wildan saja." Nova meletakkan dua bungkus ice creamnya dan duduk di sofa.


Tok tok tok


Pintu diketuk.


"Masuk." Seru Choky.


Muncullah wajah Wildan dibalik pintu. "Tuan memanggil saya?"


"Iya. Duduklah di sofa. Dan turuti kemauan anakku."


Wildan mengeryitkan keningnya. Pasti ada akan ada permintaan aneh ini. batinnya.


Tapi dia menurut. Dia duduk bersebelahan dengan Nova.


"Ada yang bisa saya bantu Non?" Tanyanya antusias.


Nova tersenyum dan memberikan satu cup ice cream yang dia bawa. Wildan menerimanya dengan ragu.


"Makan ya." Pinta Nova.


"Oh terimakasih Nona. Saya akan memakannya nanti."


"Tapi aku mau melihatmu makan sekarang."


Mata Wildan membulat. "Mohon jangan begini Nona. Saya tidak bisa." ada apa dengan istri bos nya ini. kenapa memintanya seperti ini.


"Turuti saja Wil." Perintah Choky sambil memperhatikan keduanya.


"Tapi pekerjaan saya masih banya Tuan."


"Apa aku perlu mengerjakannya agar kamu mau menuruti permintaan anakku?"


"Tidak Tuan. Saya akan makan ice cream sekarang."


Wildan mulai menyendok sesendok dan memasukkan ke mulutnya. Nova melihatnya dengan senyum bahagia. Matanya begitu berbinar kegirangan seperti anak kecil.


Wildan sendiri merasa begitu canggung. karna dia sudah tidak pernah makan ice cream. Terakhir makan ice cream saat usianya 8 tahun. Dan sekarang Nona nya meminta hal yang aneh.

__ADS_1


Choky ikut tertawa senang melihat kebahagiaan Nova.


__ADS_2