Suamiku VS Masa Laluku

Suamiku VS Masa Laluku
part 54(berdebat)


__ADS_3

Choky duduk dikursi tunggu depan ugd. Dia menunggui istrinya yang belum sadar. Sedangkan Reno ada diruang operasi. Dia harus di operasi karna pisau yang sudah menancap dipunggungnya dan beberapa tulang patah di bagian tubuhnya.


"Wil, periksa semua CCTV di rumah gw. Apakah ada gerak-gerik istri gw yang mencurigakan?" Perintahnya pada Wildan yang dari tadi setia menemani Tuannya.


"Baik Tuan." Wildan langsung menelfon seseorang.


Seorang dokter wanita keluar dari ruang ugd. Choky berdiri dan mendekati dokter itu.


"Bagaimana keadaannya Dok?" Tanyanya dengan sangat khawatir.


"Anda siapanya pasien?"


"Saya suaminya."


"Mari ikut keruangan saya."


Choky berjalan mengikuti dokter itu. Duduk didepan Dokter Gita. Iya nama dokter itu Gita.


"Istri Bapak sedang hamil muda Pak. Usia kandungannya baru 4 minggu. Tolong dijaga ya Pak. Jangan dibiarkan stres dan atur pola makannya. Lalu...bla bla bla" Banyak sekali yang dokter itu bilang.


Tapi Choky tidak mendengarkannya. Pikirannya kacau. Dia memikirkan siapa ayah anak yang ada didalam perut Nova. Apakah benar itu anaknya Reno.


Kemungkinan itu memang bukan anakku. Dan bisa jadi itu memang anaknya Reno. Kapan mereka melakukannya. Nova!!! Tapi aku percaya padanya. Tapi...aaarrggg....


Pikiran Choky berlarian kemana mana. Memikirkan banyak kemungkinan yang muncul dari imajinya sendiri. Hingga dia keluar dari ruang dokter itu. Dia masuk ketempat dimana Nova terbaring disana.


Dia pandangi wajah Nova yang terlihat sangat pucat dan kucel. Matanya pun masih terlihat sembab karna hampir seharian dia menangis. Choky menggenggam erat tangan Nova yang dipasangi slang infus. Tangannya pun terlihat sangat pucat seperti tak ada aliran darah disana. Pergelangan tangannya ada lingkaran merah kebiruan bekas ikatan tali yang tadi.


Choky mencium punggung tangan Nova dengan lembut. Sayang, aku harap kamu tidak pernah mengecewakan aku. Aku memang menunggu kabar kehamilanmu. Tapi bukan yang seperti ini. Aku ingin kamu mengandung anakku. Bukan Reno ataupun lelaki yang lain. Tapi kenapa Nov?? Kenapa??? Jeritnya dalam hati.


"Sayangg...." Ucap Nova lirih.


"Iya sayang." Choky langsung berdiri dan mendekati Nova.


Nova bangun lalu memeluk Choky dengan terisak. "Aku takut Chok. Aku takut...hiks hiks hiks hiks"


Choky mengelus punggung Nova dengan lembut. Dia balas memeluk Nova. "Ada aku disini. Sudah ya, jangan takut lagi. Aku akan melindungimu." Nova semakin mempererat pelukannya. Dia menangis semakin deras.


"Doni sudah dikantor polisi. Sekarang nggak akan ada yang gangguin kamu lagi."


Perlahan Nova melepaskan pelukannya. "Tetap saja aku takut Chok."


"Aku akan selalu jagain kamu. Apa kamu lapar?" Nova mengangguk. "Baiklah aku akan memakanmu." Mata Nova membulat. "Ah maksudku mencarikanmu makan."


"Wildan." Panggil Choky. Wildan langsung membuka pintu dan berdiri diambang pintu.


"Tolong belikan makanan."


"Aku pengen makan kue rasa coklat." Sahut Nova.


"Itu belikan kue." Lanjut Choky.


"Aku pengennya kamu yang beli yank." Rengek Nova.

__ADS_1


Choky menghembuskan nafas kasarnya. "Baiklah. Aku akan membelikanmu." Choky langsung membalikkan badannya dan keluar ruangan.


"Wildan." Panggil Nova.


"Saya Nona." Wildan kembali masuk ruangan.


"Bagaimana keadaan Reno sekarang? Apa dia baik-baik saja?"


"Tuan Reno barusaja selesai operasi 1 jam yang lalu Nona. Sekarang dia sudah dipindahkan keruang rawat."


Nova terlihat sangat lega mendengarkan kabar Reno yang baik-baik saja. Dia memang sudah bahagia bersama Choky. Tapi sekali lagi gaes, batas benci dan cinta itu sangatlah tipis. Apa lagi melihat pengorbanan Reno untuknya tadi. Yang hampir merelakan nyawanya untuk menyelamatkan Nova. Sungguh itu sangat menyentuh hati Nova. Kebenciannya yang dalam itu sedikit luluh.


Dan satu hal lagi gaes, dia adalah orang pertama yang sudah pernah berhubungan dengan Nova. Itu sangatlah membekas. Membuatnya sangat sulit menghapus begitu saja.


"Kalau begitu, saya permisi dulu Nona." Wildan membungkukkan badannya.


"Bisa bantu aku melihat keadaan Reno sebentar?"


Wildan terlihat ragu untuk menjawabnya. "Tapi Nona, Tuan Choky pasti tidak akan setuju."


"Wildan, kamu tau kan. Dia seperti itu karna menyelamatkanku. Jadi apa salahnya aku melihatnya."


"Tapi Nona..."


"Baiklah. Aku akan menunggu Choky saja." Aku tau, pasti dia takut kena omel dari Choky.


"Terimakasih Nona." Wildan kembali keluar ruangan.


Beberapa menit kemudian, Choky muncul dibalik pintu membawa sekantong kresek kue. Dia memberikan kresek itu pada Nova.


"Aku menyukai semuanya asal itu kamu yang beli." Sahut Nova dengan senyum girangnya. Nova langsung membuka sebungkus kue. Dia makan dengan lahapnya, memperlihatkan jika dia benar-benar kelaparan.


"Panda, pelan-pelan." Choky tersenyum melihat cara makan Nova yang seperti ditampung dimulutnya.


"Sayang, kamu nggak tau. Aku dari pagi belum makan apa pun. perutku sampai terasa sangat perih."


"Nov apa kamu bisa jelaskan padaku?" Choky mengeluarkan benda tipis yang tadi ditunjukkan Reno. Sebuah tespack milik Nova. Rasa penasaran yang dari tadi dia pendam. "Ini maksudnya apa? Kenapa bisa kamu kasih ke Reno? Apa dia....."


"Bukan!!" Nova memutus kata-kata Choky. Yang Nova sudah tau, pasti dia akan berfikir jika Reno ayah dari anak yang ada didalam perutnya.


"Lalu..... apa maksudnya? Kenapa bisa ada di Reno." Tanya Choky dengan wajah yang penuh penasarannya.


"Aku juga nggak tau. Tapi tadi pagi itu sudah aku masukkan ke dalam tas sebelum aku keluar kamar. Mungkin itu jatuh dan ditemukan Reno." Jawab Nova dengan masih sibuk makan.


"Panda, aku tanya serius." Choky menghentikan tangan Nova yang hendak membuka bungkus kue lagi.


Nova menghela nafas kesalnya. "Aku juga jawab apa adanya Chok. Memang begitu."


"Kenapa Reno bisa ada ditempat penculikan?"


"Aku juga tidak tau. Dia tiba-tiba datang, dan melihatku dilecehkan. Dia tidak terima, lalu dia rela dihajar daripada melihat aku harus dilecehkan." Nova menundukkan kepalanya. Mengusap matanya yang mulai basah. "Choky, aku mohon belajarlah dari kejadian ini. Aku tidak akan diculik dan dilecehkan jika saja kamu tidak menurunkan jabatan Doni. Dan itu karna keegoisan kamu."


"Kenapa kamu jadi nyalahin aku?"

__ADS_1


"Ya memang kamu kan yang bikin Doni marah."


"Tapi kan dia yang cari gara-gara."


"Dia kan belum tau kalau aku ini istri kamu. Jika saja dia tau, mungkin dia tidak akan menggangguku."


"Kenapa kamu dari awal nggak jujur saja sama Doni."


"Aku nggak mau mereka memperlakukanku dengan special."


"Alasan kamu nggak masuk akal. Kamu sengaja. Karna kamu juga suka kan digangguin."


"Huuufffttt..." Nova menghembuskan nafas kesalnya. Dia nggak mungkin menang beradu mulut sama Choky. Jelas Choky yang paling benar.


"Coba dari awal kamu jujur. Kamu jujur sama aku. Kamu jujur sama Doni. Pasti dia nggak akan begitu dan aku juga nggak akan begini."


Nova melipat tangannya didepan dada, mulutnya sudah mengerucut dengan rasa penuh kekesalannya. Choky bener-bener nggak mau disalahkan.


Choky membuka bungkus kue yang masih ada. Lalu memberikan sepotong kue didepan mulut Nova. "Jangan cemberut gitu. Masa' istriku mirip bebek sih."


Nova langsung melirik Choky dengan sinis. "Kamu nggak suka ya aku hamil?"


"Siapa bilang?"


"Kok itu mukanya nggak ada seneng-senengnya? Cuma marah-marahin aku mulu. Bikin sebel!!"


"Ya aku sebel kamu tadi pegang-pegang Reno."


"Kamu harusnya ngomong makasih sama Reno. Bukan malah sebel. Gimana sih!"


"Iya iya. Nanti aku suruh Wildan bilang makasih ke Reno."


"Cuma bilang makasih kenapa harus nyuruh Wildan sih. Bilang sendiri kan juga bisa."


"Aku kan lagi jagain kamu disini."


"Yaudah kita ke ruangannya Reno sekarang."


"Dia belum sadar. Besok aja kalau dia udah sadar."


"Nggak mau. Pokoknya sekarang."


"Panda kamu masih sakit."


"Kamu kan bisa bawa aku pakai kursi roda."


Choky akhirnya memakan potongan kue yang dia pegang sendiri. Dia masukkan potongan kue itu dengan kasar kemulutnya sendiri.


Dinyatakan hamil Nova jadi nggak mau nurut gini ya. "Wildan, ambilin kursi roda."


"Wildan lagi!! Lama-lama aku nikah sama Wildan aja!" Sahut Nova.


Wildan yang sudah berdiri diambang pintu, terpaku melotot karna terkejut mendengar kata-kata Nova.

__ADS_1


"Iya iya aku ambil sendiri." Choky langsung berdiri dan berjalan keluar. "Semua gara-gara kamu!" Ucapnya saat berada disamping Wildan sambil menuding wajah Wildan. Lalu Choky berlalu pergi.


Wildan kembali keluar dengan menahan tawanya.


__ADS_2