Suamiku VS Masa Laluku

Suamiku VS Masa Laluku
part 38(Choky pulang)


__ADS_3

saya akan menceritakan keseluruhan ya. bukan hanya dari prov Nova.


Seharian ini Nova hanya tiduran dikamarnya. Nova kedatangan tamu bulanan yang membuatnya malas beraktifitas. Perutnya juga terasa sangat nyeri. Jadi dia hanya mengurung diri dikamar.


"Nona." Panggil Mbok Tut dari luar kamar.


"Masuk Mbok."


Klleek.


Suara handle pintu terbuka. Nampak Mbok Tut masuk membawa segelas minuman. Dia berjalan mendekati Nova yang masih terbaring di ranjang.


"Apa itu Mbok?" Nova fokus menatap segelas minuman berwarna kuning itu.


"Ini namanya kunir asem Non. Dulu waktu saya masih muda, saya haidnya juga sering sakit. Saya pasti minum kunir asem seperti ini. Ini bikin perut jadi lebih baik." Mbok Tut duduk ditepi ranjang memberikan gelas itu.


Nova bangun, dia cium aroma minuman itu. "Ini nggak pahit kan Mbok?"


"Nggak pahit Non. Ini seger kok."


Dia pencet hidungnya dan langsung meminum segelas jamu kunir asem itu. Rasanya tidak buruk. Memang seger di tenggorokan.


"Makasih ya Mbok." Dia serahkan gelas kosong ke Mbok Tut.


"Sama-sama Non."


"Bisa minta tolong nggak Mbok?"


"Bisa Non. Mau minta tolong apa?"


"Tolong jenguk Vera ya. Aku pengen tau keadaannya sekarang. Sudah dua hari aku nggak jenguk dia."


"Baik Non." Mbok Tut berdiri. "Saya permisi dulu ya." Dia langsung keluar kamar.


Nova duduk bersandar papan ranjang. Dia memainkan ponsel pintarnya.


Seminggu lagi kan aku kerja. Berarti aku butuh pakaian yang buat kerja dong. Masa' aku kerja pakai hodie, sweater, kaos-kaos kebesaran itu. Aku harus belanja sekarang. Tinggal 4 hari lagi nih. Batin Nova.


Dia langsung bangun dan mengambil tasnya. Mengajak Pak Budi. Eh iya, sampai lupa belum memperkenalkan Supir pribadinya Choky. Dia namanya Pak Budi gaes.


Menyuruh Pak Budi mengantarnya membeli baju kerja dan peralatan kerja lainnya. Setelah itu dia kembali pulang. Walau rasa nyeri diperutnya sudah lebih baik, tapi hari ini dia tidak memiliki keinginan kemana-mana.


Berkat jamu yang diberikan Mbok Tut, perutku terasa lebih baik. Betapa perhatiannya dia. Pantas saja Choky sangat menyayanginya. Bahkan lebih dari rasa sayangnya pada orangtuanya.

__ADS_1


Beberapa hari berlalu, hari ini haid Nova sudah hampir selesai. Hanya keluar sedikit darah flek-flek saja. Ada rasa lega dihatinya. Karna besok adalah hari pertama kerja, jadi dia sedikit bisa santai. Tidak perlu bolak-balik ke kamar mandi untuk mengganti pembalutnya.


Seperti biasa, kebiasaan Nova pagi hari semenjak Choky pergi adalah olahraga di lantai atas. Dia mencoba peralatan fitnes milik Choky, setelah itu dia mencoba hulahoop untuk mengecilkan perutnya yang memang sudah tipis. Tapi menurutnya dia semakin gendut, jadi harus sering-sering olahraga untuk membuang lemak.


Saat dia sedang asik memainkan pinggulnya dengan hulahoop, sebuah mobil hitam berhenti didepan rumah. Choky keluar dari dalam mobil itu, disusul Pak Budi membawakan koper Choky dibelakangnya. Dia sengaja tidak mengabari istrinya. Karna dia penasaran dengan yang selalu Nova lakukan setiap harinya saat dia tak ada dirumah.


"Dimana Panda Mbok?" Tanyanya pada Mbok Tut yang berdiri di samping undakan menuju kamarnya.


"Sedang olahraga dilantai atas Tuan."


Choky tersenyum menyeringai. Dia seperti mendapatkan sesuatu yang menyenangkan. Dia langsung menaiki tangga perlahan-lahan layaknya kucing yang hendak mengintai tikus. Dia berhenti saat berada dibibir tangga. Terkagum melihat Nova yang asik memainkan pinggulnya. Dia menikmati setiap gerakan yang Nova lakukan tanpa berkedip atau pun bicara.


Panda, kenapa kamu sangat mempesona sih. Membuatku tak pernah tahan saat dekat denganmu. Batinnya dalam hati.


Nova yang asik, tiba-tiba menghentikan gerakannya. Dia menoleh kearah tangga karna merasa ada yang memperhatikannya. Tapi tidak ada siapa-siapa disana. Dia duduk sebentar untuk mengelap keringatnya. Lalu turun untuk minum.


"Mbok Tut tadi naik keatas ya?" Tanya Nova, karna dia yakin tadi melihat ada yang memperhatikannya.


"Tidak Non. Dari tadi saya dibawah." Mbok Tut memang sengaja tidak memberitau kedatangan Choky. Karna itu memang permintaan Choky.


"Jadi hanya perasaanku saja ya. Aku mau mandi dulu ya Mbok."


"Iya Non."


Nova berjalan menuju kamarnya. Langsung masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri. Cukup lama dia dikamar mandi. Setelah selesai, dia keluar dengan berbalut handuk ditubuhnya. Bahkan terlihat setengah payudaranya. Dia berjalan menuju lemari pakaian. Dia buka lemari itu untuk memilih baju yang akan dia pakai.


"Aawww!!! Kamu sudah gila ya!" Teriak orang itu dari dalam lemari.


Nova dengan jantungnya yang masih berdebar-debar, dia langsung mengunci pintu lemari itu dari luar. Dia memutar otaknya, harus mengambil sesuatu untuk melindunginya. Tapi apa, didalam kamar tidak ada apa pun. Seperti dapat ide, dia langsung berlari masuk kamar mandi lagi. Keluar sudah dengan membawa barang yang menurutnya adalah senjatanya. Iya, dia menggenggam erat sikat wc ditangannya. Dia berjalan mendekati lemari itu dengan sangat hati-hati.


Bbraakk brakkk orang itu berusaha membuka paksa pintu lemari nya. Tapi tidak bisa.


"Panda, apa kau gila!!!" Teriak orang yang ada didalam.


Apa?? Dia memanggilku panda? Apa tadi itu Choky? Ah tidak mungkin Choky. Choky belum pulang, tadi Mbok Tut juga tidak bilang padaku. Choky juga tidak mengatakan jika dia akan pulang hari ini.


"Panda! Buka Pan!!" Lagi orang itu berteriak.


"Beraninya ya kamu memanggiku Panda! Jangan coba mengelabuhi aku ya! Hanya suamiku yang boleh memanggilku Panda!" Teriak Nova.


"Aku ini suamimu Pan!"


"Jangan mencoba membohongi aku! Aku tidak bodoh! Suamiku ada di luar kota. Tidak mungkin dia akan ngumpet di dalam lemari seperti kelakuanmu yang bodoh itu!"

__ADS_1


Kenapa aku bisa memiliki istri bodoh begitu sih. Apa dia tidak mengenali suaraku? Benar-benar Nova bodoh! Choky memaki Nova yang memang tidak tau jika yang didalam itu suaminya.


"Buka dulu pintunya. Biarkan aku keluar. Nanti kamu akan tau." Teriak Choky.


Nova yang menyadari dirinya hanya menggunakan handuk, dia langsung menarik selimut tebal yang biasa dia pakai saat tidur. Dia lingkarkan selimut itu pada tubuhnya. Perlahan dia membuka kunci pintu. Dan dia bersiap di samping pintu itu. Kedua tangannya sudah dengan erat menggenggam sikat wc itu dengan perasaan yang sangat takut.


Choky yang sudah mendengar kunci terputar. Langsung membuka pintu lemari itu. Mengeluarkan kepalanya dari dalam. Dan....


Plak! Plak! Bhuukkk! bhukk!


Setelah melihat kepala nongol dari pintu dengan tanpa ampun Nova memukuli kepala itu tanpa henti.


"Aawww! aaww! Nova kamu gila ya!!" Teriak Choky dengan keras.


Nova langsung menjatuhkan senjatanya. Mulutnya membulat tak percaya. Jadi dia benar-benar Choky suamiku.


Dengan susah payah Choky keluar dari dalam lemari itu. Berdiri didepan Nova sambil memegangi tengkuknya yang sakit karna ulah Nova.


"Kamu mau mati ya!" Ucapnya pada Nova. Lalu dia duduk ditepi ranjang.


Nova terus memperhatikan Choky dari atas sampai bawah. Bahkan Choky sudah memakai kaos santai dan celana santainya. Kapan dia pulangnya?


Choky mengamati senjata Nova yang tergeletak. Matanya membulat. "Kamu pukul aku pakai sikat wc itu?"


Nova hanya nyengir sambil menganggukkan kepalanya. "Maaf, aku tidak tau jika itu beneran kamu. Kenapa kamu ngumpet didalam lemari sih?"


"Aku mau memberimu kejutan. Kenapa kamu bodoh sekali sih!" Choky menciumi bajunya yang sudah dipukuli Nova.


"Aarrggg!!! Kamu membuatku harus mandi lagi kan. Ayo!" Choky berdiri dan berjalan masuk kamar mandi.


Nova yang tak mengerti, dia masih saja berdiri di tempatnya.


"Ayo." Choky mengulangi kata-katanya.


"Ayo apa?"


"Bantu aku mandi. Tanggung jawab dengan semua perbuatanmu."


"Apa??!"


Kenapa jadi aku? Itu kan ulahnya. Aku hanya melindungi diriku.


"Tidak mau?" Choky mulai berjalan memdekati Nova dengan menyeringai di sudut bibirnya.

__ADS_1


"Ah, iya iya aku akan membantumu." Segera Nova mencopot selimut tebal yang membalut tubuhnya. Lalu dia berjalan mengikuti Choky masuk ke kamar mandi.


Didalam kamar mandi, jangan tanya mereka ngapain. Sudah pasti kelakuan Choky begitu ya. Apa lagi mereka sudah lama tidak bertemu. Percintaan itu terjadi didalam kamar mandi. Bahkan Choky tidak peduli dengan kata-kata Nova jika dia masih haid. Ya karna hanya flek-flek saja, jadi Choky tidak mempedulikan itu.


__ADS_2