Suamiku VS Masa Laluku

Suamiku VS Masa Laluku
part 35(Prov Reno)


__ADS_3

Sore hari aku pergi kerumah sakit diantar sopir pribadi Choky. Aku memang pergi sendiri tanpa ditemani Mbok Tut. Aku menyuruhnya untuk dirumah saja. Karna aku hanya berkunjung sebentar. Hanya mengantarkan makanan saja.


Berdiri didepan ruang ICU tempat Vera dirawat. Aku melirik dari luar. Didalam tidak ada orang. Diluar juga tidak ada orang. Lalu Reno dan Mama kemana? Kenapa mereka tidak menemani Vera disini.


Aku masuk kedalam, menaruh rantang yang kubawa diatas meja. Lalu mendekati Vera. Dia masih saja belum sadar. Masih koma.


Vera, semoga kamu cepat sadar ya. Bisa kembali ceria lagi. Kita bisa ngobrol bareng lagi.


Krieekkk


Suara pintu terbuka. Mama Sita masuk. Dia tersenyum melihatku yang sudah ada didalam.


"Sudah lama Nov?" Sapanya.


"Belum Ma. Baru datang. Mama dari mana?"


"Mama dari depan, rencana mau pulang sebentar untuk istirahat. Tapi malam ini Reno nggak bisa jagain Vera. Dia ada janji ketemu sama clien dari kota H." Mama menyandarkan tubuhnya di sofa. Terlihat wajah yang sangat lelah disana. Aku mendekatinya, duduk disebelahnya.


"Tadi Nova bawain ayam kecap Ma. Mbok Tut yang bikin. Mama makan dulu ya." Aku membuka tumpukan rantang yang tadi kubawa. Mengambilkan nasi dan lauk untuk Mama. Lalu menyerahkannya.


"Makasih ya Nov. Mama memang lapar. Kebetulan sekali ini kesukaan Mama." Mama terlihat sangat menikmati makanan yang aku bawa.


"Syukur lah kalau Mama suka." Aku tersenyum melihat Mama yang sangat lahap saat makan. "Malam ini Mama pulang saja. Biar Nova yang jagain Vera." Aku nggak tega liat Mama yang hampir setiap siang dan malam jagain Vera terus.


"Kamu nggak papa Nov? Mama takut nanti kalau Choky marah."


"Choky kan nggak dirumah Ma. Nggak papa aku aja yang jagain Vera. Mama dan Reno pasti lelah kan. Hampir siang dan malam selalu ada di rumah sakit."

__ADS_1


"Baiklah. Makasih ya Nov."


Setelah selesai makan, aku langsung menyuruh Mama untuk pulang. Agar dia bisa cepat istirahat dirumah.


Sekarang aku hanya berdua dengan Vera diruangan ini. Baiknya aku ngapain ya. Telfon rumah saja lah. Kasih kabar Mbok Tut, kalau malam ini aku nggak pulang.


Mendengar aku tidak pulang malam ini, Mbok Tut bersikeras untuk menyusulku. Tapi aku menolaknya. Toh disini ada Pak supir juga. Dan aku tidak sedang bersama Reno. Lagi pula sekarang Reno sudah tidak seperti dulu lagi. Akhirnya dengan susah oayah meyakinkan Mbok Tut. Dia setuju juga untuk tidak perlu menyusulku.


Aku duduk di sofa, menyandarkan kepalaku sambil mainan game di ponselku. Cukup lama, hampir satu jam. Jenuh juga ya menunggu orang koma seperti ini. Tanpa terasa, aku terlelap.


°°°°°°°°


Prov Reno


Pukul 11 malam Reno baru pulang dari acara ketemu dengan cliennya. Dia melihat Mama mertuanya ada dirumah sedang minum didapur.


"Nggak usah Ren. Ada Nova disana. Tadi Nova sendiri yang nyuruh Mama pulang. Dia mau jagain Vera. Kamu istirahat saja ya."


Apa? Nova dirumah sakit? Tumben banget dia bisa lolos dari perlindungan Choky. "Baiklah. Aku akan tidur saja."


"Ya sudah. Mama mau tidur sekarang." Mama langsung masuk ke kamar tamu yang sudah Reno sediakan. Karna sejak Nova sakit, Mama memang menginap dirumah Reno.


Reno bergegas datang ke Rumah sakit setelah dirasa Mama mertuanya sudah tidur.


Reno masuk keruang ICU. Bahkan dia sangat hati-hati saat membuka pintu ruangan. Dia lihat Nova tengah tertidur dengan posisi kepalanya bersandar disofa dan ponselnya ada diatas dadanya.


Dia mendekati Nova, duduk disampingnya. Dia ambil ponsel itu, lalu mengangkat kepala Nova dan menidurkan dipangkuannya. Dia pandangi wajah cantik Nova yang tanpa riasan make up itu.

__ADS_1


"Nova, kamu sangat cantik. Kesalahan terbesarku dalam hidup ini adalah sudah meninggalkanmu. Aku ingin mengulang kembali masa-masa saat kita bersama dulu. Seharusnya, aku menikah denganmu. Bukan Vera. Kamu tidak akan pernah tau, jika selama ini aku masih menyimpan rasa untukmu." Reno merapikan rambut Nova yang menutupi pipinya.


"Aku tau sekarang kamu sudah bahagia bersama suamimu. Bahkan suamimu itu sangat mencintaimu. Aku bisa melihat semua itu. Lelaki mana pun, akan dengan mudah mencintaimu. Kamu begitu mempesona. Akupun tak pernah bisa melupakan setiap lekuk tubuhmu. Setiap bersama Vera, bayangan dimataku adalah kamu. Bukan Vera."


"Dan aku tidak rela kamu bahagia bukan denganku Nov. Tapi aku juga tidak ingin membuatmu sedih. Aku akan membuatmu mencintaiku lagi Nov. Aku akan membuatmu meninggalkan suamimu itu."


Dia raba bibir Nova perlahan. "Aku merindukanmu. Aku rindu ingin menyentuhmu."


"Sayang.....aku lelah." Bisik Nova lirih. Tentu saja didalam bayangan Nova itu Choky bukan Reno.


Tapi Reno tersenyum mendengar ngigauan Nova. Dia mencium kening Nova dengan lembut. "Tidurlah, aku akan menemanimu."


Lalu Reno menekan matanya yang sudah basah. Dia pandangi istrinya yang belum juga sadar.


Vera, sekalipun besok dia bangun dan sembuh. Dia akan cacat, tidak bisa berjalan dan tidak lagi bisa mengandung anakku. Lalu untuk apa lagi aku mempertahankannya? Sekalipun aku memiliki sedikit perasaan sayang padanya. Batinnya.


Beralih dia menatap Nova. Aku akan membuatmu mengandung anakku Nov. Pasti Choky akan meninggalkanmu kan. Tapi tidak untuk sekarang. Aku akan main cantik untuk saat ini. gumamnya dalam hati sambil tersenyum licik. Dia sudah menemukan ide.


Dia ambil ponsel Nova yang masih ada di menu game. Sejak kapan kamu menyukain permainan game Nov? Bukannya kamu dulu tidak pernah menyukai seperti ini? Tanyanya pada hatinya sendiri.


Dia keluar dari menu game. Masuk ke galeri. Dia berharap Nova masih menyimpan foto-foto kenangan mereka. Tapi sama sekali tak menemukannya. Hanya ada foto Choky dan semua saat bersama Choky. Dia mendegus kesal.


Jadi sekarang kamu ganti nomor juga ya. Bahkan sudah menghapus semua foto kenangan kita. Jahat sekali kamu Nov.


Reno mengambil ponselnya dan segera menyimpan nomor telfon Nova. Tak lupa mengambil foto selfi. Dia tersenyum senang.


Setelah itu, dia sandarkan kepalanya disofa. Dia ikut tertidur. Karna hari memang sudah sangat malam.

__ADS_1


__ADS_2