Suamiku VS Masa Laluku

Suamiku VS Masa Laluku
part 58(nengokin dedek)


__ADS_3

khusus 21+ ya gaes


Selesai makan malam, Nova, Fani, Lina dan Vera berkumpul di ruang tv. Mereka ngobrol-ngobrol sampe ketawa-tawa. Sungguh bahagia sekali.


Ibuk dan Bik Darmi sama-sama gotong royong membersihkan meja makan dan dapur.


Pak Budi dan Arif ngrokok dibelakang rumah sambil ngopi, sedangkan Choky ngobrol sama Ayah.


"Ayah masih dibagian cuting ya?" Tanya Choky pada mertuanya.


"Iya nak. Ayah jadi yang paling tua disana."


"Kenapa nggak pindah bagian aja Yah? Atau biar aku ganti ayah dibagian yang lebih ringan?"


"Jangan. Ayah betah kok. Lagian setelah kejadian itu, ayah sudah tidak boleh masuk malam. Mereka takut kalo ayah bakar seluruh pabriknya." Terlihat ayah yang tertawa kecil dengan kata-katanya.


"Makasih ya. Ayah bisa lihat kalo Nova benar-benar bahagia sekarang. Ayah lega."


"Aku nggak akan pernah ngingkarin janji Yah. Aku pasti bahagiain Nova."


Ayah kembali tersenyum bahagia mendengar kata-kata Choky.


Sekitar pukul 11 malam, Choky menyuruh Nova untuk istirahat. Yang akhirnya semua jadi bubar dan masuk kamar masing-masing.


Nova pun nurut dan masuk kekamar. Dia langsung merebahkan tubuhnya keranjang, disusul Choky yang juga merebahkan tubuhnya disamping Nova. Dia langsung memeluk Nova.


"Sayang boleh nggak malam ini aku nengokin dedek yang didalam."


Nova melotot kaget. Dia nggak ngerti apa maksud Choky. "Maksudnya nengokin dedek gimana sih Chok?"


Choky yang milihat expresi bodoh Nova, langsung mencium bibir Nova. Nova pun membalas ciuman Choky. Mereka sama-sama terbuai dalam hasrat mereka.

__ADS_1


Choky melepaskan ciumannya. Lalu dia pandangi wajah Nova lekat-lekat. Dia sangat cantik. Cantik yang alami, bahkan tanpa riasan make up sedikitpun. Dia sungguh membuatku selalu merasa jatuh cinta.


Tiba-tiba Nova mencium pipi Choky. Lalu tersenyum. "Kenapa liatin aku begitu? Cantik ya?"


Choky tersenyum. "Iya, kamu cantik banget. Membuatku selalu takut kehilanganmu."


"Itu sih kamunya aja."


"Soalnya banyak yang ngelirik kamu panda."


"Ya akunya kan nggak kegoda."


"Iya sih."


Choky kembali mencium bibir Nova. Ciuman yang sangat lembut. Nova membuka mulutnya perlahan, membiarkan lidah Choky menyusuri mulutnya, hingga lidah mereka bertemu dan bermain didalamnya.


"Eemmmm...emmm" Nova memukuli dada Choky. Lalu Choky melepaskan ciumannya.


"Kenapa sayang."


Choky kembali meraih dagu Nova. Kembali menciumnya, lalu tangannya mulai aktif meremas dada Nova.


"Bajunya dilepas dong sayang." Pinta Choky.


Nova pun menurut, dia melepas kaosnya, lalu celananya. Dan hanya menyisakan BRA serta CD yang menempel dikulitnya yang putih mulus.


Choky tersenyum penuh nafsu melihat tubuh telanjang Nova yang menurutnya sangatlah indah.


Buru-buru dia kembali mengecup bibir Nova, menghisapnya, lalu turun keleher dam kedada Nova. Meninggalkan bekas merah di setiap lekuk dada Nova. Dia hisap put*ng payud*ra Nova dengan bergantian. Membuat Nova mengeluarkan desahan-desahan yang semakin membuatnya bersemangat.


Tangan Choky pun tak tinggal diam. Tangannya mulai memasuki daerah surga milik Nova, jarinya bermain disana.

__ADS_1


"Aahhhh....Choky...Choookkkk...Hentiikan Choookk..Aaaahhh.."


Choky malah memainkankan semakin dalam, semakin kencang.


Hingga terasa ngilu diperut Nova. "Aaahhh...Aakku pengen ppiipppiiiss Chhookk. Hentikkannn." Tangan Nova mencengkram erat seprai.


"Keluarkan sekarang sayang. Nggak papa."


Akhirnya cairan itu keluar dari milik Nova. Yang membuat Nova merasa sangat lemas.


"Sekarang kita kepermainan inti ya."


Choky membuka kaos dan celananya. Terlihat juniornya yang sudah mengeras dan menegang. Hingga terlihat sangat besar dan panjang. Choky mulai membuka kedua kaki Nova. Memasukkan miliknya yang sudah menegang dari tadi. Tapi masih saja terasa sulit. Padahal sudah berkali-kali milik Choky masuk kedalamnya.


Akhirnya dengan satu hentakan, miliknya berhasil masuk kedalam.


"Aaahhh...sakit." Pekik Nova.


"Udah beberapa kali masuk, tapi kok masih saja sempit sih? Bikin keenakan." Choky merasakan juniornya yang terhimpit lubang surga milik Nova. Bener-bener masih sempit dan bikin otot-otot junior milik Choky kesusahan.


"Aaahhh Chook"


Choky membungkam bibir Nova dengan bibirnya. Merasakan kenikmatan bersama, dan tangannya meremas gunung kembar Nova sambil melakukan pergerakan maju mundurnya.


Berkali-kali ganti posisi hingga akhirnya Choky berhasil mencapai puncaknya. Dia membiarkan miliknya masih menancap diruangan Nova. Lalu memeluk Nova dari belakang.


"Jadi ini yang namanya nengokin dedek?" Tanya Nova dengan polosnya.


Choky hanya tersenyum mendengar pertanyaan Nova yang menurutnya tak perlu jawaban.


Choky menarik selimut dengan kakinya. Menutupi tubuh telanjang mereka berdua dan bersiap untuk tidur.

__ADS_1


visual Choky Assefans Winagung



__ADS_2