
maaf ya gaes untuk beberapa hari nggak post. author baru sibuk mikirin yang nyata. jadi libur berkunjung ke dunia khayal dulu..
**salam hangat dari saya -wong jogja-
happy reading gaes❤️❤️**
empat hari berlalu, Reno sudah diperbolehkan pulang. keadaannya sudah membaik. dia sudah bisa berjalan tapi masih menggunakan tongkat bantuan.
seperti biasa, rutinitas pagi hari Choky. dia bangun lebih awal dari Nova. Dia nyiapin air anget buat mandi istrinya, bikinin susu dan nyiapin sarapan pagi buat istri tercintanya.
karna sekali lagi si jabang bayi maunya di manja terus sama papanya. dan kata dokter itu akan berlangsung sampai usia perut Nova menginjak 4 bulan.
Choky dan Nova sudah ada di meja makan. mereka sudah mulai sarapan. tiba-tiba Reno datang dan segera duduk di kursi samping Nova. Nova yang menyadari itu, langsung berdiri dan membantu Reno. dia tarik kursinya dan membantu Reno untuk duduk. dia juga mengambilkan nasi untuk Reno sekalian lauknya.
Choky? jangan tanyakan dia. raut mukanya sudah memerah karna marah. tapi lagi-lagi dia harus menahannya. karna sudah perjanjian semalam sebelum mereka tidur. seperti kemarinnya. Nova akan memuaskan suaminya selalu, asal dia boleh bantuin Reno untuk sembuh.
"makasih ya Nov." ucap Reno setelah Nova selesai mengambilkan makan untuknya.
"no problem Ren." balas Nova. dia pun kembali duduk dan mulai menghabiskan salad buah yang saat ini menjadi sarapan paginya.
"Chok nanti siang bawain kwetiau ke rempat kerja ya. aku pengen makan kwetiau goreng yang ada didepan kantor kamu."
Choky mengeryitkan keningnya. "kok kamu tau kalau didepan kantorku ada yang jual kwetiau? kamu kan belum pernah kesana."
"aku semalam dengerin Pak Budi cerita sama Zanuar. katanya kwetiau di depan kantor kamu enak. aku jadi pengen cobain." Zanuar adalah penjaga rumah Choky. pengganti Arif.
cuma dengerin orang ngomong aja jadi nyiksa gue. batin Choky.
"kamu yang antar ya sayang. aku nggak mau kalau Wildan yang antar makanannya."
Huufftt gini amat ya punya bini ngidam. Ngrepotin terus.
"sayang, kok diam sih. nggak mau ya?"
"iya Panda, nanti aku belikan sekalian aku antar."
Reno tertawa kecil mendengarkan obrolan pagi sepasang suami istri ini.
"ngapain lo ketawa?" sahut Choky saat menyadari tawaan Reno.
"nggak papa kak. cuma inget aja, dulu saat Vera ngidam juga kaya' Nova gini. Manja banget."
"Eh berarti kalau orang hamil emang gini ya Ren?"
__ADS_1
"iya Nov. suaminya yang sibuk." sahut Reno.
obrolan berlanjut sampai Reno dan Nova tertawa bersamaan. Choky hanya bisa mengumpat kesal berkali-kali.
-----------------
sore hari, Nova pulang kerja dijemput Pak Budi. Choky masih belum pulang karna kerjaannya belum kelar.
Nova melihat Reno yang ada didalam kamarnya sedang berlatih berdiri tegap. karna memang kamar mereka bersebelahan. Tapi tiba-tiba Reno jatuh bersimpuh ke lantai saat hendak melangkah satu langkah saja. Nova langsung berlari masuk kedalam kamar Reno.
"ayo aku bantu." Nova memapah Reno berdiri dan membantunya duduk dipinggir ranjang.
"makasih ya Nov."
"semangat ya Ren. bentar lagi pasti kamu bisa jalan. tapi jangan dipaksakan. aku pasti bantuin kamu." Nova ikutan duduk disamping Reno.
"nov jangan gini ya. aku nggak enak sama kamu. kamu terlalu baik."
"iih Ren, kamu ngomong apa sih?" Nova memegang bahu Reno. "jangan ngomong gitu dong. kamu kek gini kan karna aku. aku nggak akan pernah lupain kebaikan kamu."
Reno menatap Nova tajam. Ada banyak kebahagiaan dihatinya saat ini. "tapi Nov aku udah jahat sama kamu. aku cuma ingin menebus semua kesalahanku."
"Ren, aku udah maafin kamu. yang dulu nggak usah di ingat lagi. semuanya udah masalalu. kita punya masa depan yang bahagia."
Reno pun tersenyum bahagia. "makasih Nov." dia peluk Nova dengan erat. kebahagiaan yang setimpal dengan apa yang sudah dia korbankan untuk menyelamatkan Nova.
"ah maafkan aku Nov. aku terbawa suasana."
"iya Ren. aku mau mandi dulu ya."
Nova pergi meninggalkan kamar Reno dan masuk ke kamarnya. dia bergegas membersihkan diri sesaat. setelah selesai mandi, dia tiduran di ranjang dan meraih ponselnya. mengetik beberapa pesan pada suaminya.
[sayang cepat pulang. aku lapar. bawakan aku omellet sayur ya.]
send my hubby
langsung centang dua biru.
klunting
[siyap]
"iihh Choky nggak romantis. masa' cuma gini balasnya." gerutu Nova pada ponselnya.
__ADS_1
dia menaruh kembali ponselnya dan beranjak keluar kamar. dia lihat Reno sedang ada didapur sendirian.
"Ren, kamu ngapain?"
"aku pengen bikin kopi Nov."
"sini aku bantuin." Nova langsung meraih cangkir yang Reno pegang. Reno pun tersenyum senang memperhatikan Nova yang tengah membuatkan kopi untuknya. Bisa melihatnya sedekat ini, setiap hari, membuatnya semakin mencintai Nova.
Apalagi sekarang Nova sedang hamil, itu membuat pipi Nova makin cubby dan terlihat begitu menggemaskan. hasrat pebinor Reno meronta keras.
"udah nih, aku bawakan sekalian. kamu mau ke kamar atau dimana minumnya?"
"di ruang tv aja Nov. aku jenuh dikamar terus."
"oh yaudah yuk." Nova memapah Reno menuju ruang tv. membantunya duduk di sofa.
Nova pun ikut duduk disamping Reno.
"Nov kamu masih sering komunikasi sama Erik nggak?" tanya Reno membuka percakapan.
"Nggak pernah Ren. nomornya Erik aja udah nggak punya."
"kirain masih sering komunikasi. lama banget aku nggak ketemu erik. ngangenin juga bocah itu." Reno tertawa kecil.
"iya sih. gue masih sering ingat aksi kocaknya dia saat ngebrifing anak buahnya." Nova pun ikut tertawa.
Mereka berdua bertukar cerita masalalunya bersama teman-teman kerja. sama-sama tertawa kompak hingga tak menyadari seseorang yang sudah sedari tadi memperhatikannya.
Choky berjalan dengan penuh amarahnya yang tertahan kearah Nova dan Reno.
"sayang kamu udah pulang?" sapa Nova saat Choky sudah berdiri disampingnya.
Choky hanya diam menatap Nova. yang Nova sudah tau bahwa suaminya sedang menahan marah. Nova langsung berdiri dan
Cuup!
Bibir Choky langsung mendarat dibibirnya. Sengaja seperti itu didepan Reno dan lebih lama. menghisap bibir bawah Nova cukup lama. Setelah puas, baru dia melepaskan ciumannya.
Nova memukul dada Choky. "Chok kamu ni apaan sih?" dia elap bibirnya yang basah. bahkan bibir bawahnya sampai terlihat merah.
bisa Choky lihat wajah Reno yang marah karna dengan tiba-tiba Choky mencium Nova didepannya.
Choky tersenyum puas. "aku kangen Pan."
__ADS_1
"malu dong sama Reno."
"nggak papa lah. dia tau kalau kita suami istri kok. yuk makan. kasian anakku kelaparan." Choky meraba perut Nova dan menggandengnya menuju meja makan.