Suamiku VS Masa Laluku

Suamiku VS Masa Laluku
part 64


__ADS_3

jangan lupa like ya😊😊


Beberapa hari berlalu, perkembangan kaki Reno lumayan lambat. Dia masih berjalan dengan bantuan tongkat.


Nova pun terlihat mati-matian membantu Reno berlatih berjalan, kadang menemaninya untuk terapi juga. Tentu minta ijin sama Choky dan itu dengan memaksa.


Karna Choky yang merasa sangat penasaran. Dia melacak melalui CCTV di rumahnya. Masa' iya sudah satu bulan masih aja kakinya nggak sembuh.


Pulang kerja, Choky langsung masuk ke kamar tamu untuk memeriksa rekaman CCTV.


Awalnya santai karna tak ada kejadian apapun. Tapi semakin jauh melihat, dia semakin geram. Apalagi saat melihat Nova yang dengan sukarela membiarkan Reno mengelus perutnya. Bahkan mencium perut Nova. Ada lagi, saat tak ada orang dirumah, Reno bisa dengan santai jalan kesana kemari tanpa bantuan tongkat.


Seketika tangan Choky mengepal. Amarahnya sudah berada di ubun-ubun.


Ini kah permainanmu!! Dasar manusia srigala!! Umpatnya.


----------------


Nova membantu suaminya melepas dasi dan jas yang masih melekat pada tubuh Choky. Membatu menyimpan tas kerja Choky di atas meja, lalu menyiapkan air hangat untuk mandi suaminya.


Choky hanya diam sejak pulang kerja tadi. rasa marah masih menyelimuti hati dan pikirannya. dia selalu terbayang Nova yang setiap hari melayani keperluan Reno, ngobrol bareng dan tentu saling bersentuhan kulit. itu membuatnya susah fokus pada pekerjaannya. dan tentu berdampak parah pada Wildan. karna lagi dan lagi selalu Wildan yang menyelesaikan semuanya.


Dia keluar kamar mandi hanya dengan lilitan handuk di pinggangnya. Dia melihat Nova yang sedang tengkurap diatas ranjang sedang membaca buku. Dia dekati istrinya.


"Panda, apa kamu sudah kenyang?" tanyanya dengan lembut.


Nova menoleh kearah Choky. Dia berganti posisi, duduk diatas ranjangnya. Nova menelan salivanya berkali-kali saat melihat tubuh suaminya yang terlihat sangat jelas tanpa tertutup apapun.


"sayang, bukankah semalam kita sudah melakukannya 3 kali. dan kamu juga baru pulang kerja. apa kamu tidak lelah?" Tanya Nova saat Choky mulai mendekatinya.


Choky menyeringai. "kamu sudah melewati batasmu Pan. bagaimana bisa kamu sedekat itu dengan Reno? bahkan dia selalu mengisi hari-harimu. mengelus bayi yang ada diperutmu itu layaknya kamu istrinya. Apa yang sebenarnya sedang kamu pikirkan Nova!!??"


Nova mulai takut dengan bentakan Choky. bibirnya sudah bergetar.


"Choky, aku tak bermaksud seperti itu. Aku hanya membantu Reno. dia meraba perutku hanya dia sedang mengingat janinnya dulu dengan Vera."


"bukankah kamu pernah melakukannya dengan Reno? Apa kalian tidak sedang mengenangnya?"

__ADS_1


Nova beranjak dari ranjang. Dia berdiri dihadapan Choky.


"Choky! Aku memang sudah tak perawan saat kamu nikahi. Tapi aku tidak pernah mengkhianatimu. Aku selalu menuruti semua maumu. Apa salahnya aku membantu Reno. kamu terlalu cemburu Chok!!"


Kenapa jadi dia yang marah? Harusnya kan aku yang marah. Batin Choky.


BRAAKKK!!!


Nova menutup pintu kamar dengan sangat keras dan berlalu meninggalkan kamar. Dia keluar dengan wajah yang memerah karna marah. Berjalan ketaman tanpa melihat sekitar. Dia duduk diruang terbuka.


Terdiam menahan marah dengan memandangi ikan yang berenang muter-muter.


Heran sama Choky! Kok bisa sih mikirnya kek gitu. Aku kurang gimana? Aku selalu nurut sama dia. Hanya masalah Reno, dia sampai semarah itu!! Dasar protektif!!! Kamu menyiksaku Chok!!! Aku benci kamu!!! Batin Nova. Air matanya menetes karna menahan marah.


"Kamu berantem?"


Nova berjingkat kaget saat mendengar suara disampingnya. Entah kapan datangnya, Reno sudah duduk disebelah Nova.


Nova mengusap pipinya yang basah. "Nggak papa kok Ren."


"Jangan nyembunyiin apapun Nov. Kamu bisa cerita ke aku. Bukankah kita sudah berteman? Bahkan aku selalu menceritakan kesedihanku ke kamu."


"Choky marah ya karna kamu deket sama aku?" Tanya Reno sambil menatap Nova lekat.


Nova hanya mengangguk tanpa menatap Reno.


Reno membuang nafasnya secara kasar. "Aku akan pergi dari sini Nov. Aku sedih jika kamu selalu bertengkar karna membelaku."


"Jangan Ren. Kamu mau pergi kemana?" Tolak Nova.


"Apa kamu lupa? Aku punya rumah Nov. Aku bisa pulang kerumahku."


"Siapa yang akan merawatmu disana? Vera masih berjuang untuk sembuh."


"Nov aku bisa berjalan dengan tongkat ini. Aku tidak akan apa-apa." Reno menunjukkan tongkat disampingnya.


"Kamu tetaplah disini. Jangan pergi. Aku sudah berjanji untuk membantumu." Pinta Nova dengan memelas.

__ADS_1


Reno mengelap pipi Nova yang basah. Hingga mata mereka saling beradu. Membuat jantung Reno berdegup cepat. Karna tak ingin Nova menyadari suasana yang sengaja Reno ciptakan, dia segera mengalihkan pandangannya.


"Nov coba liat itu deh. ada bintang jalan." Reno mengangkat tangannya. Telunjuknya mengarah keatas lagit yang gelap.


"Iiihh Ren, itu sih pesawat. Mana ada bintang jalan-jalan!! Ngaco!!" Nova tersenyum dengan candaan Reno.


"Nah gitu dong senyum. Aku juga sedih kalo harus liat air mata teman dan kakakku yang paling cantik ini." Godanya.


Dia sangat gemas melihat Nova. Ingin sekali menciumnya. Tapi itu harus ditahan. Ini belum saatnya.


"Makasih ya Ren. Kamu dah membuatku merasa sedikit tenang."


------------


Melihat dua insan yang berada ditaman saling tertawa bersamaan, itu menyiksa. Sangat menyiksa dihati Choky.


Dia memutuskan untuk segera kembali kekamarnya. Dia mengambil kunci mobil dan pergi dari rumah. Sebelum menyalakan mesin mobil, dia meraih ponsel untuk menelfon seseorang.


"Wil temani gw!"


".............."


"Caffe Red. Ingat gw nggak suka nunggu."


Telfon langsung dia matikan. Segera dia hidupkan mesin mobil sportnya dan pergi meninggalkan rumah. Jalan sekitar 10 menit, dia teringat sesuatu.


Kenapa gw malah pergi dari rumah sih. Nanti kalau mereka tidur bareng gimana? Aahh sial!!!


Kembali dia raih ponselnya. Dia menepikan mobilnya dan menelfon seseorang.


"Wil, nggak jadi. Balik pulang aja."


".........."


"Yaudah lo beli makanan aja kalo udah setengah jalan. Gw mau pulang." Choky menutup telfonnya dan memutar mobilnya untuk kembali kerumah.


Sedangkan Wildan yang sudah dapat setengah jalan, ngomel tak tentu.

__ADS_1


"Untung lo bos gw. Coba bukan bos, udah gue pake lap mobil!!! Nggak tau apa, gw lagi ngiler mau gigit bakso tiba-tiba suruh pergi. Nggak jadi makan bakso, nggak jadi makan di caffe. Shhiitt!!" Umpatnya dengan sangat kesal.


__ADS_2