
Samar-samar Reno mendengar suara Choky diluar kamar rawatnya. Dia yang sedari tadi cuma megangin ponsel sambil liat fotonya Nova saat tidur dipangkuannya itu, tiba-tiba bergegas meraih mangkuk berisi bubur yang sedari tadi siang memang belom sempat dia makan. Dia taroh mangkuk itu dipangkuannya, dan dengan berakting kesusahan memasukkan sendok kedalam mulutnya.
Klleek
Hendle pintu ruang rawat nya terbuka, mulai terlihat wajah Choky yang sama sekali tak bersahabat dan tangannya menggandeng seseorang di belakangnya. Nova, dia berdiri dibelakang Choky.
Nova langsung berlari melepaskan genggaman tangan suaminya dan duduk disebelah Reno.
"Sini biar aku bantu." Dengan cekatan Nova langsung meraih mangkok bubur yang ada dipangkuan Reno. "Bagaimana bisa suster membiarkanmu makan sendiri dengan keadaan tanganmu yang belum membaik begini? Sungguh keterlaluan." Gerutu Nova yang tidak terima. Dia mulai menyuapi Reno. Ada rasa bahagia yang terlukis indah dihati Reno saat ini.
Choky mengepalkan tangannya melihat istri tercintanya begitu manis pada pria lain yang menyandang status mantan pacarnya. Dia mendekati Nova.
"Choky, jangan hentikan aku. Aku sedang membalas perbuatan Reno kemarin yang sudah menolongku. Aku tak ada maksud lain. Aku sangat berhutang nyawa padanya. Apa kau percaya padaku?" Belum juga Choky ngomong, Nova sudah menghujaninya dengan kalimat-kalimat itu lagi.
Kesal bukan main. Tapi Choky hanya bisa diam dan duduk disamping Nova. Dia diam melihat Nova yang dengan manis menyuapi Reno.
"Makasih Nov, tapi lebih baik aku makan sendiri saja ya. Aku tidak nyaman dengan wajah suamimu yang sudah terlihat ingin memakanku." Ucap Reno yang memang sengaja ingin memprovokasi pasangan ini.
"Sudahlah Ren, Choky nggak papa. Aku juga cuma nyuapi kamu kok. Kita nggak lagi bermesraan. Benar kan sayang." Tutur Nova sembari menatap Choky yang memang terlihat sangat kacau.
"Hhmmm" Hanya itu yang keluar dari mulut Choky tanpa melihat keduanya.
"Nov, apa Vera menanyakan aku?" Tanya Reno disela mengunyah makanannya.
"Tentu Ren. Dia sangat mengkhawatirkanmu. Sekarang dia nginap dirumah ibukku."
"Kok bisa?" Mata Reno melotot. Dia terdengar sangat kaget.
"sekarang dia sedang menjalani sebuah pengobatan alami dari tetanggaku Ren."
"Benarkah?" Terlihat wajah Reno yang sangat bahagia.
"Iya, semoga berhasil dan Vera bisa kembali berjalan normal." Kembali Nova menyodorkan sesuap makanan.
"Amiin. Itu adalah kabar yang sangat bahagia untukku." Reno pun segera membuka mulutnya. "Bagaimana dengan janinmu?" Tanyanya sambil melihat sisi perut Nova.
Karna Reno lihat keadaan mereka berdua sedang tidak bertengkar. Padahal waktu itu, dia sengaja menebar benih kesalah fahaman.
__ADS_1
"Alkhamdulilah Ren, dia baik-baik saja." Nova mengusap perutnya yang masih rata.
"Maafkan aku waktu itu ya Chok. Aku tidak bermaksud membuatmu salah faham."
"Tapi itu kenyataan yang kau lakukan." Sahut Choky dengan kasar.
"Choky, jangan menyimpulkan sendiri. Reno akan menjelaskannya."
"Makasih Nov sudah mau mempercayaiku." Reno melempar senyum manisnya pada Nova.
Aku benar-benar ingin memakanmu Reno!! Choky mengutuki Reno dalam hati. Wajahnya sudah sangat tak enak dipandang.
"Benda itu jatuh saat Nova hendak berangkat kerja. Aku menemukannya, jadi aku berusaha mengejar mobil yang membawa Nova untuk kuberikan padanya. Karna aku tau, pasti kamu ingin memberi kejutan pada suamimu Nov. Aku juga pernah merasakan kebahagiaan itu." Reno menundukkan kepalanya, membuang nafasnya. "Dulu saat Vera memberitauku dengan barang tipis itu, aku merasa sangat bahagia. Seakan dunia ini sedang mendukungku." Terukir sedikit senyum namun matanya memerah. Dia menekan kedua matanya, berharap tidak ada bulir yang akan jatuh dari sana. "Tapi tak menyangka semua itu hanya sesaat. Mungkin karna aku terlalu bahagia, jadi aku lupa cara bersyukur. Dan Tuhan mengambil kebahagiaanku kembali. Bahkan dia mengambil lebih dari itu. Aku tak akan pernah melihat istriku berperut besar karna mengandung anakku." Mata Reno benar-benar menganak sungai dengan deras.
Nova mengambilkan tissu di atas meja, lalu dia mengelus punggung Reno. Choky terlihat lebih geram. Tapi dia hanya bisa kembali menahannya. Sedangkan Nova, dia terbawa suasana. Dia juga terlihat sangat sedih.
"Sabar Ren, dibalik ini semua pasti ada kebahagiaan yang tersimpan."
Aku senang Ren, ternyata kamu sudah benar-benar melupakanku. Bahkan kamu sangat mempedulikan kebahagiaanku. Batin Nova.
"Aku pasti akan membantumu. Aku akan mengurusmu dirumah sampai kau kembali sembuh."
Mata Choky membelalak mendengar ucapan Nova yang tanpa meminta persetujuan darinya. Dia langsung menarik lengan Nova. Dan membawanya agak jauh dari Reno.
"Panda, tarik ucapanmu itu. Aku tidak mengijinkannya."
"Choky, apa kau tidak percaya padaku?"
"Aku mempercayaimu Pan, tapi aku tidak mempercayainya." Dia melirik Reno dengan kebenciannya.
"Reno sudah tidak mencintaiku lagi Chok. Jangan berlebihan ya. Jika bukan aku yang membantunya, lalu siapa?"
"Dirumah ada Mbok Tut. Dia bisa mengurusnya. Panda nurut sama aku ya. Tolonglah."
"Baiklah aku akan menurutimu, tapi kamu tidak akan pernah mendapat jatahmu dariku." Nova kembali berjalan mendekati Reno dan duduk disebelahnya.
Kali ini kata-kata Nova mampu membuat Choky frustasi. Hingga dia mengacak-acak rambutnya sendiri.
__ADS_1
"Mana bisa." Aku tak akan sanggup jika begini. Jatah dari mu itu adalah semangat terbesarku. Itu pengobat lelahku. Kenapa itu menjadi pilihan. Rintih Choky dalam hati.
Ponsel milik Choky berdering, telfon masuk dari Wildan. Segera dia keluar ruangan.
"Nova, lebih baik tak perlu membantuku. Aku tak mau melihatmu bertengkar dengan suamimu."
"Sudahlah Ren, tak apa. Jika bukan aku yang mengurusmu, lalu siapa lagi? Istrimu juga baru berjuang untuk sembuh. Aku satu-satunya yang bisa membantumu. Aku akan membantumu sebagai kakakmu dan seorang teman." Nova mengambil buah apel, lalu dia mengupasnya.
"Tapi bagaimana dengan suamimu Nov?"
"Dia pasti akan mengijinkan." Dia ingat wajah Choky tadi yang terlihat sangat frustasi karna tidak akan mendapat jatahnya. Nova tersenyum sendiri.
Memberikan sepotong apel di depan mulut Reno. "Makanlah ini."
Reno tersenyum dan membuka mulutnya. "Nov apa kamu sedang flu?" Penasaran karna dari tadi Nova memakai masker penutup wajahnya. Hingga hanya terlihat matanya saja. Sayang sekali kan, tak bisa melihat bibir Nova dengan mungkin sedang tersenyum manis, hidungnya yang mancung, pipinya yang mulus.
"Eemm...sebenarnya ini salah satu syarat untuk bisa menjengukmu." Jawab Nova dengan ragu.
"Maksudnya?" Reno terlihat bingung.
"Choky memang selalu menyuruhku memakai masker saat keluar rumah."
"Apa??!!" Mata Reno membulat kaget. "Aku kan adikmu Nov. Dan kita juga sering bertemu dirumah. Kenapa suamimu begitu?"
"Dia hanya takut aku terkena virus."
"Virus apa?"
"Corona."
Visual Vera
Visual Reno Subastian
__ADS_1