Suamiku VS Masa Laluku

Suamiku VS Masa Laluku
part 49(pantai 1)


__ADS_3

Choky berdiri di ambang pintu. Menyilakan tangannya didepan dada dengan tubuh bersandar di mulut pintu. Mengamati dua wanita yang sedang bercanda tawa dengan riangnya tanpa menyadari jika ada sepasang mata yang sedang mengawasinya.


Sebenarnya didalam hatinya ada sedikit rasa kasian juga ke Vera. Walau sampai kapanpun dia tak mau mengakui Vera sebagai bagian dari keluarganya. Melihat keadaan Vera yang menurutnya sangat memprihatinkan seperti sekarang ini. Ditambah suaminya yang tak tulus mencintainya. Membuat hati Choky sedikit mempunyai rasa kasian pada Vera.


"Panda! Ayo!" Teriaknya. Setelah melihat istrinya menoleh kearahnya, dia langsung pergi ke garasi.


"Kak Nova mau kemana sama Kak Choky?"


Nova menggeleng sambil menaikkan kedua bahunya. "Nggak tau juga. Kakak lihat Choky dulu ya. Kamu sama Bik Darmi dulu ya." Nova berdiri dan pergi menyusul Choky.


Choky sudah membuka pintu mobil sport miliknya karna tau jika Nova nggak bisa membuka pintu mobil.


"Cepetan masuk." Perintah Choky saat melihat Nova berjalan mendekatinya.


Tanpa bertanya apapun, Nova langsung masuk ke mobil. Choky menutup pintunya dan mulai menyalakan mesin mobil.


"Kita mau kemana Yang?" Tanya Nova saat Choky baru memakai seatbelt.


"Ngajak kamu jalan-jalan." Choky langsung melajukan mobilnya.


Perjalanan yang sangat jauh. Sudah satu jam berjalan, tapi belum ada tanda-tanda tempat tujuan Choky. Nova sangat menikmati pemandangan di kiri kanan jalan. Banyak sekali pohon-pohon rindang dan pohon kelapa yang menjulang tinggi. Ada banyak tanaman bunga-bunga matahari, bercampur bunga capharanthus roseus(tapak dara) yang sangat indah dan beberapa pohon jambu monyet di pinggiran jalan. Terasa sangat sejuk dan menenangkan hati.


"Sayang, ini kita mau kemana sih?" Tanya Nova yang sudah mulai penasaran.


"Bentar lagi sampai." Jawab Choky sambil tersenyum.


5 menit kemudian, Nova mulai melihat gulungan-gulungan ombak yang sangat cantik. Ada beberapa pohon bakau dan cemara yang tumbuh di tepi pantai. Pasir putih yang menambah kesan kesejukan udara di laut luas.


Choky memarkirkan mobilnya agak jauh dari jalan utamanya. Tidak banyak pengunjung karna pantainya tidak begitu terkenal. Hanya ada beberapa orang saja.


Segera Choky mengajak Nova untuk turun dari dalam mobil. Menggandeng tangan istrinya dengan erat. Seperti orang yang sangat takut kehilangan.

__ADS_1


Nova tak mempermasalahkan itu. Dia hanya diam menikmati udara yang sejuk dan sapaan angin yang lembut. Choky mengajak Nova untuk duduk di pinggiran pantai. Masih dengan menggenggam tangan Nova. Menciumnya dengan lembut.


"Panda, lama banget aku nggak pernah kesini. Terakhir kesini sekitar 13 tahun yang lalu." Choky menghembuskan nafas beratnya. Menghirup nafas lagi. Seakan mengisyaratkan membuang yang buruk dan menggantinya dengan yang baru. Nova hanya diam mendengarkan sambil menatap lekat wajah suaminya.


"Ini adalah tempat kenanganku dengan mantan pacarku. Kami jadian disini saat baru kelas 1 SMA. Aku begitu mencintainya. Tak menyangka dia akan meninggalkanku selamanya." Mata Choky mulai terlihat berkaca-kaca. "Besar sekali dosaku. Aku sudah membuatnya meninggal sekaligus bersama anakku."


"Panda, kamu mau kan melahirkan anak-anakku?" Tanya Choky dengan seruis sambil menatap wajah Nova.


Nova tersenyum menanggapi pertanyaan Choky. "Sayang kamu nggak perlu tanya begitu. Aku pasti mau lah." Nova menyandarkan kepalanya di bahu Choky sambil memeluk lengan Choky.


"Makasih ya Panda." Choky kembali mencium punggung tangan Nova. Beberapa menit kemudian.


"Yang," Panggil Nova


"Hemmm"


"Apa kamu kesini untuk mengenang kekasihmu dulu?"


"Apa kamu sangat merindukannya?"


Choky menggelengkan kepalanya. "Aku tidak merindukannya. Tapi semalam dia datang di mimpiku. Dia menggendong seorang bayi dan tersenyum padaku. Aku hanya ingin mendoakannya saja."


Mata Nova membulat. "Dia bilang apa?"


"Dia tidak mengatakan apapun. Tapi sepertinya dia sudah bahagia disana. Sama seperti aku yang sekarang juga sudah bahagia." Choky menatap wajah Nova. Wajahnya seakan memberitau jika dia bahagia bersama Nova.


"Aku juga bahagia Yang." Ucap Nova.


Choky mengecup kening Nova. Lalu kembali menatap luasnya samudra.


"Hari ini, adalah anniversary kita dulu. Setelah lama menikah denganmu yang hampir satu tahun ini, tadi malam adalah malam pertama dia datang lagi di mimpiku.

__ADS_1


Dulu sebelum menikah denganmu, hampir setiap malam dia selalu datang dalam mimpiku. Bahkan sampai terlihat seperti bayangan yang menghampiriku. Aku seperti orang gila. Dan itu membuatku mengkonsumsi obat tidur. Mambuatku candu dengan obat obatan. Dan itu membuatku semakin gila. Aku berhenti mengonsumsinya setelah ginjalku terserang penyakit.


Beberapa bulan aku menjalani terapi. Setelah sembuh aku sangat merasa lega. Tapi dia tetap saja datang di menemuiku seperti bayangan. Yang hanya aku kedipi terus hilang entah kemana.


Hingga Mbok Tut yang selalu menemaniku tidur."


"Kalian tidur bersama??!" Tanya Nova dengan sedikit berteriak. Dia terlihat sangat terkejut dengan kalimat terakhir Choky.


"Otak kamu mikirnya kotor banget sih!" Choky menyentik kening Nova. "Kita tidur satu ruangan tapi aku di ranjang, Mbok Tut di sofa."


Nova mengelus keningnya. "Kirain..." Nova tersipu malu sudah membayangkan sesuatu yang negatif.


Choky kembali memandang luasnya lautan. "Karna aku tak ingin terlalu lama terpuruk, aku mencari seorang wanita untuk menggantikannya. Yang memang niatan awalku menjadikannya pelampiasan."


Apa yang dimaksud Choky itu aku? Pikiran Nova mulai berimajinasi.


"Dia teman kampusku dulu. Kita sering nginap di rumahku. Bahkan berpakaian sangat terbuka. Tapi anehnya aku tak merasakan apapun. Tidak ada yang membuatku bergairah untuk menyentuhnya. Padahal dulu setiap kali aku melihat mantan ku itu, punyaku selalu saja tegang. Tapi aku merasa berbeda dengan yang lain. Aku putuskan temanku itu. Aku ganti pacar lagi. Tapi semua sama. Dan aku tak lagi berminat untuk dekat dengan wanita. Selesai kuliah, aku mencoba bertanya pada temanku yang lulus dari fakultas kedokteran. Katanya itu tidak wajar. Jadi aku berobat untuk tau lebih lanjut. Ternyata aku sakit." Choky memandang lekat wajah Nova.


"Makasih ya sayang, kamu sudah bersabar untukku. Makasih sudah setia denganku." Choky membelai lembut pipi Nova. Nova hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Aku sudah sering menceritakan masalaluku padamu. Apa kamu tidak akan bercerita denganku?"


"Cerita?" Tanya Nova meyakinkan.


"Iya, cerita tentang masalalumu. Bahkan masalaluku sangat mengerikan. Tapi aku tidak pernah menutupinya darimu. Itu karna aku mencintaimu, jadi aku ingin kamu mengenalku lebih dalam lagi." Lanjut Choky. Kata-kata yang sengaja untuk menyindir Nova.


Nova hanya menunduk. Dia bingung harus ngomong mulai dari mana. Karna menurutnya tidak ada yang perlu dia ceritakan lagi. Masalalu ya masalalu, tidak ada yang akan berubah. Hanya bisa belajar dari masalalu, agar masa depan menjadi lebih baik.


"Kalau kamu nggak mau cerita, gimana kalau aku aja yang tanya?"


"Eemmm..." Nova terlihat sedang berfikir. "Boleh."


"Sejak kapan kamu mengenal Doni?"

__ADS_1


__ADS_2