Suamiku VS Masa Laluku

Suamiku VS Masa Laluku
part 52(Nova diculik 1)


__ADS_3

Reno berniat untuk berbicara dengan Nova. Baru saja dia akan membuka pintu mobilnya dia melihat ada dua mobil van yang berhenti disamping mobil yang membawa Nova. Saat Nova baru saja membuka pintu, tangannya langsung ditarik paksa oleh seorang laki-laki yang keluar dari mobil van itu. Orang itu menyeret tubuh Nova masuk kedalam mobil dan beberapa yang lainnya sibuk mengroyok supir pribadi Choky.


Reno langsung mengikuti mobil van itu dari jarak yang tidak terlalu dekat. Cukup jauh, hingga kedua mobil itu memasuki sebuah gedung tua. Reno menghentikan mobilnya di Ruko yang terlihat lama tak terpakai. Dia berjalan dengan sangat hati-hati mengintai keberadaan Nova. Seorang lelaki menggendong Nova dan membawanya masuk kedalam gedung. Ada sekitar 10 orang berjaga didepan gedung itu.


Reno mulai bingung, sekarang apa yang harus aku lakukan. Siapa mereka? Untuk apa mereka membawa Nova? Bagaimana aku menyelamatkan Nova? Mereka sangat banyak. Dan aku tak mungkin sendirian menghadapi mereka. Bingung, bingung bingung. Dia diam untuk berfikir sejenak.


--------------


Nova dibawa masuk kedalam gedung. Dia dibawa masuk kesebuah ruangan yang lumayan luas. Tapi ruangan itu kosong tak ada perabot apapun.


"Ikat dia dengan benar!" Perintah seorang lelaki yang sudah menunggunya sedari tadi.


"Baik Tuan."


Nova didudukkan dikursi yang terbuat dari kayu. Tangannya di ikat dibelakang sandaran kursi itu. Kedua kakinya pun juga diikat dengan masing-masing kaki kursinya.


"Sudah Tuan."


"Kita tunggu hingga dia sadar."


Kurang lebih satu jam lebih sedikit, Nova mulai menggerakkan kepalanya.


"Dah bangun lo!!" Sapa lelaki itu.


Nova melihat kearah suara yang berada tepat didepannya. Doni, dia duduk menatap Nova dengan tatapan membunuhnya.


"Doni." Ucap Nova setelah mengetahui siapa yang berada didepannya.


"Iya ini gw. Orang yang sejak dulu tergila-gila dengan kecantikan seorang gadis bernama Nova astria. Tapi sayang, cinta gw selalu bertepuk sebelah tangan." Doni tersenyum yang tak tau apa arti senyumnya itu. Yang jelas, itu tidaklah pertanda baik.


"Untuk apa lo ngikat gw disini?"


"Jelas untuk memberi suami lo pelajaran. Dia sudah membuat hidup gw susah. Elo sengaja mengadu kan gw dengan Choky si brengs*k itu kan!!"


"Tidak Don. Sungguh gw nggak mengadu. Mohon maafkanlah dia."


Doni tersenyum menyeringai. "Sekarang gw nggak butuh kata-kata maaf itu. Gw ingin dia menyesal." Doni berdiri, melambaikan tangannya pada salah satu orang yang berdiri dibelakangnya. "Bungkam mulutnya! Gw nggak mau mendengarkan teriakannya saat gw ngelakuin aksi gw!"


"Baik Tuan."

__ADS_1


"Doni! Apa yang akan lo lakuin! Doni! Jangan Don. Emmm... emmm..." Mulut Nova sudah tertutup lakban berwarna hitam.


"Telfon si brengs*k itu!" Perintah Doni pada anak buahnya yang lain.


Terlihat sebuah panggilan vidio call dari ponsel yang ada ditangan anak buah Doni. Cukup lama tapi belum juga diangkat. Lalu dia melakukan panggilan lagi. Setelah menunggu lama, barulah diangkat. Tapi bukanlah Choky yang ada dilayar itu. Melainkan sekertaris pribadi Choky, yaitu Wildan.


"Silahkan Tuan telfonnya sudah terhubung." Anak buah Doni menyerahkan ponsel itu pada Doni.


"Dimana Bos lo yang sombong itu?" Ucapnya pada Wildan.


Wildan menyerahkan ponselnya pada Choky. Kini terlihat wajah Choky berada dilayar ponsel yang dipegang Doni.


"Mau apa lo! Kecewa ya suruhan lo nggak berhasil bunuh gw?" Choky tertawa kecil mengejek Doni.


"Dasar manusia sombong!! Sekarang lo liat baik-baik siapa yang ada dibelakang gw." Doni mengarahkan kamera ponselnya pada Nova.


Terlihat Nova yang duduk terikat dengan mulut ditutupi lakban hitam. Seketika emosi Choky langsung memuncak.


"Bajing**!!!! Beraninya sama perempuan. Lepasin dia!! Jangan sentuh istri gw!!" Emosi Choky sudah tak bisa terkontrol. Wildan langsung berlari mendekati Choky.


"Hahahahah....... Apa sekarang lo lagi memerintah gw??? Lo pikir gw budak lo apa!!! Sudah lama gw jatuh cinta sama gadis ini. Sepertinya ini waktunya melepaskan hasrat gw yang sudah lama gw pendam. Hahahahh..."


Doni sudah berdiri dan beralih jongkok di samping Nova. Tangannya sudah berada didepan payud*ra Nova. "Gw sering ngebayangin, betapa nikmatnya setiap malam bisa menyentuh t*tek yang sangat menggoda ini."


"Doni!!! Apa yang lo mau!! Lo mau apa dari gw!!"


"Lo yakin?? Lo akan kabulin permintaan gw?"


"Gw pasti kabulin. Tapi jangan pernah lo sentuh dia!!"


"Ok. Gw mau 50% saham yang masuk keperusahaan elo atas nama gw."


"Gila ya lo!! Gw nggak akan mau. Lo pikir gampang dapatin itu semua."


Doni langsung meremas payu**ra Nova dengan sangat kasar. Membuat Nova kesakitan dan hanya bisa memejamkan matanya. Air mata Nova mengalir dengan deras membasahi pipinya.


"BAJING*N LO!!!!"


"Lo pilih mana manusia sombong!!!"

__ADS_1


Kini Doni mengarahakan kamera ponselnya pada paha Nova. Yang memang Nova hanya menggunakan rok mini dibawah lutut. Ya karna itu untuk bekerja. Semua karyawan menggunakan seperti itu.


"Gw malah jadi penasaran sama yang ada didalam sini. Apa lebat apa mulus ya??"


"Eemmmm...emmmm" Nova hanya bisa meneteskan air matanya. dan menggelengkan kepalanya. Dia tidak bisa berteriak apalagi bergerak sedikitpun. Karna ikatan talinya sangat kencang.


"Jangan!! Jangan berani lo sentuh dia lagi."


Doni mulai menaikan sedikit roknya. Kini terlihat paha Nova yang putih mulus. Membuat anak buah Doni menelan ludahnya.


"Waaoow menarik sekali yang ini."


"CUKUP!!!! Gw akan kasih yang elo mau. Dimana lo?"


"Nah gitu dong. Kenapa nggak dari tadi sih?" Doni mulai pindah dari posisinya. "Gw akan shareloc. Lo bawa sekalian berkasnya. Jangan berani-berani bawa polisi. Sampai lo bawa polisi, gw pastikan lo nggak akan pernah lihat istri lo lagi."


"Ya."


Doni memutus sambungan telfonnya. "Hahahahha...Hahahhhhh Akhirnya semuanya akan menjadi milik gw. Makasih ya Nov. Elo memang sangat cantik." Kembali Doni mendekati wajah Nova. Mengelus pipi Nova yang sudah basah karna air mata. "Sayang sekali ya lo pakai baju model blouse begini. Kenapa nggak pakai kemeja aja sih lo!! Gw kan bisa lihat tet*k lo yang indah ini." Kembali Doni meremas kedua payud*ra Nova dengan kasar. Membuat air mata Nova semakin deras.


Diluar gedung.


Reno mencoba untuk menghubungi pihak kepolisian. Karna dia tidak mungkin masuk sendirian. Selesai melakukan panggilan. Dia hendak kembali ke dalam mobil karna dia akan menunggu polisi datang baru ikut masuk menolong Nova.


Baru saja dia hendak melangkah pergi, ponselnya berdering. Membuat para penjaga diluar gedung itu menoleh kearahnya.


"Hey! Siapa lo!! Jangan lari!!" Teriak salah satu penjaganya.


Reno yang mengetahui keadaannya dalam bahaya, dia berusa kabur. Tapi sayang, mereka bisa mengejarnya. Dengan terpaksa Reno harus adu tonjok dengan mereka yang berjumlah 10 orang.


"Apa kalian takut? Jadi kalian main kroyokan begini? Nggak malu apa sama badan kalian yang gede itu??" Ejek Reno pada mereka. Sebenarnya Reno yang takut. Dia hanya mencoba bernegosiasi.


"Ok kita lawannya satu-satu. Kita nggak akan kroyokan." Jawab salah satu dari mereka.


Salah satu dari mereka maju beradu jotos dengan Reno. Akhirnya Reno bisa mengalahkan penjaga itu. Begitu seterusnya, Reno bisa mengalahkan mereka walau wajah dan tangannya sudah penuh dengan luka, bahkan tidak sedikit mengeluarkan darah.


Dengan sempoyongan, Reno berjalan masuk kedalam gedung. Disana, Reno sudah dihadang dengan dua penjaga lagi. Tapi Reno masih bertahan. Dia masih bisa berdiri mengalahkan mereka berdua.


"AAAAWWW!!!! Jangan aku mohon jangan lakukan Don!!" Suara Nova yang terdengar sangat jelas. Membuat Reno jadi gelagapan dan segera bangkit untuk menyelamatkan Nova.

__ADS_1


__ADS_2