Suamiku VS Masa Laluku

Suamiku VS Masa Laluku
part 65


__ADS_3

"Nov aku punya kejutan." Reno tersenyum menatap Nova.


Nova mengeryitkan keningnya. "Apa?"


"Lihat ya." Reno berdiri, dia mulai melangkah berjalan menjauhi Nova. Dengan sangat hati-hati dia melangkah.


Nova terlihat sangat terkejut mengetahui Reno mulai bisa melangkah.


"Ini serius Ren. Kamu udah bisa jalan lagi?" Nova dengan semangat memeluk Reno. Dia merasa sangat bahagia melihat kondisi Reno yang kembali normal.


Reno balas memeluk Nova, dia menenggelamkan kepalanya dileher Nova. Menghirup aroma tubuh Nova yang selalu dia rindukan. Memejamkan matanya sambil menikmatinya.


"Makasih ya Nov. Kamu sudah mau membantuku."


Nova melepaskan pelukannya. Dia hanya mengangguk. Entah kenapa tiba-tiba ada yang terasa aneh dihatinya. Rasa cinta dulu yang begitu besar, yang sudah berubah menjadi sakit dan benci. Kini berubah kembali menjadi rasa yang lain. Cinta? Ah bukan, itu bukan lagi cinta. Karna dia sangat mencintai Choky. Tapi didekat Reno, dia merasa nyaman. Iya sepertinya hanya nyaman, bukan lagi cinta.


Srrreeeetttt......


Tiba-tiba Choky menarik tangan Reno dengan paksa hingga Reno jatuh tersungkur direrumputan taman.


"Aaauuuwww..." Reno yang tidak siap, dia menahan tubuhnya dengan kedua tangannya. Hingga sikunya lecet dan berdarah.


"Choky!! Apa yang kamu lakukan??!!" Teriak Nova tak terima.


Nova segera berlari untuk menolong Reno. Tapi itu terhalang Choky. Dia menarik tangan Nova untuk tetap berdiri didepannya.


"Buka matamu Nov!!"


"Kamu ngomong apa sih??!! Aku semakin nggak ngerti sama kamu. Setiap hari hanya emosi saja. Lepaskan tanganku. Aku ingin menolong Reno!"


"Dia bisa bangun sendiri. Dia juga sudah bisa jalan."


Nova terlihat sangat kaget mendengar perkataan Choky.


"Dari mana kamu tau?" Tanya Nova penuh selidik.


"Aku memeriksa CCTV di rumah ini. Dia bisa jalan kesana kemari tanpa bantuan apapun. Dia hanya memanfaatkanmu saja. Sadarlah Nov." Choky memegang kedua bahu istrinya dan menatap istrinya penuh harap. Dia sangat berharap Nova menyadari kelicikan Srigala ini.

__ADS_1


Reno terlihat sangat gusar. Nanar matanya sangat khawatir. Dia tidak mau usahanya sia-sia. dia tak mau lagi jauh dari Nova. Dia berusaha untuk bangun. Sebenarnya bisa dengan mudah. Tapi dia pura-pura sangat kesusahan. Hingga menarik perhatian Nova.


Nova segera mengibaskan kedua tangan Choky dan membantu Reno berdiri.


"Hati-hati Ren."


"Chok, aku sudah tau Reno bisa jalan. Bahkan aku tak percaya kamu sampai memeriksa rekaman CCTV juga. Sebegitu tak percayanyakah kamu pada istrimu sendiri? Aku sudah katakan padamu. Aku hanya mencintaimu Chok. Kenapa kamu selalu meragukanku?"


Reno mengelus pundak Nova. "Nov, wajar suamimu cemburu. Dia tau jika dulunya kita punya hubungan asmara. Dia sangat mencintaimu, dia takut jika aku akan merebutmu darinya."


"Tapi ini keterlaluan Ren."


"Reno!! Kemasi barang-barangmu sekarang juga. Dan segera pergi dari rumahku!! Pak Budi akan mengantarkanmu." Teriak Choky dengan amarahnya. Dia tak bisa menahannya lagi.


"Choky! Kamu ngusir Reno??!" Nova terlihat sangat terkejut dan tidak terima.


Terukir sedikit senyum di bibir Reno. Dia menatap Choky penuh kemenangan.


Choky mengepalakan tangannya dengan erat sambil menatap Reno.


Dia melayangkan pukulan kewajah Reno beberpa kali. Hingga hidung Reno mengeluarkan darah. Sudut bibir Reno juga berdarah. Reno kembali terjatuh di atas rumput.


"Cukup Choky!!!" Nova berusaha menarik tubuh Choky yang masih berusaha menghabisi Reno. "Aku akan pergi dari rumah ini jika kamu terus menyakiti Reno!!"


Mendengar ancaman Nova, Choky menghentikan aksinya. Dia menatap Nova tajam.


"Aku tunggu dikamar!!" Ucapnya pada Nova. Dia kembali menatap Reno tajam dan berjalan meninggalkan mereka berdua.


Nova kembali membantu Reno. Dia memapah Reno masuk kedalam rumah. Duduk diruang keluarga dan segera mengambil kotak p3k. Dia mengambilkan handuk kecil yang berisi es batu untuk mengompres memar pada wajah Reno.


"Aaaaa...." Reno merintih kesakitan.


"Maafkan Choky ya Ren. Dia terlalu cemburu."


"NOVAAAA!!!!" Teriak Choky dari dalam kamar.


"Cepatlah temui dia. Sebelum dia kembali keluar." Reno merebut kompresnya.

__ADS_1


"Maafkan aku ya Ren. Aku tinggal dulu."


Nova berjalan menuju kamarnya. Dia tau pasti Choky akan kembali memarahinya. Dia segera memutar handle pintu. Terlihat Choky yang duduk ditepi ranjang dengan tatapan membunuhnya. Dia lirik Nova yang sudah ada didepan pintu.


Kali ini pikiran Choky sudah dipenuhi amarah dan cemburu. Tak bisa lagi dia mengendalikan emosinya. Matanya memerah dan terlihat tatapannya yang kosong. seperti bukan lagi dirinya.


Nova mendekati suaminya dan duduk disebelah Choky. Belum sempat dia mengatakan apapun, Choky menarik tengkuh Nova dan menciumnya dengan buas.


Ciuman yang penuh emosi. Tak ada kenikmatan apa lagi kelembutan. Dia gigit bibir Nova karna Nova diam tak membiarkannya memasuki mulutnya. Setelah Nova membuka sedikit mulutnya, dia langsung mengeksplor seluruh mulut Nova.


Berkali-kali Nova memukuli dada Choky. Dia kehabisan nafas.


"Hah hah...Choky." Ucap Nova tersenggal-senggal.


"Aku akan memberi perhitungan padamu!"


Choky kembali mencium bibir Nova, beralih ke telinga Nova, dia gigit telinga Nova. Membuat Nova menjerit kesakitan. Beralih ke leher Nova, dia menggigitnya hingga Nova kembali menjerit.


"Choky, apa yang kamu lakukan. Maafkan aku. Tolong jangan begini." Nova mulai berkaca-kaca.


"Sudah kukatakan, aku akan menghukummu. Aku tidak akan membiarkanmu tidur dengan tenang."


Choky membuka baju Nova dengan paksa karna Nova menghalanginya, jadi dia menariknya hingga sobek. Beralih ke celana Nova. Sekali tarik, celana itu terlepas. Dia lempar pakaian itu jauh-jauh.


Choky kembali mencium bibir Nova, tangannya meraba bagian sensitif Nova. Memasukkan jarinya kedalamnya. Bermain disana, sesekali mencubit di bagian itu.


Terus memainkannya hingga membuat Nova mengerang tertahan. Lebih cepat semakin cepat hingga Nova mencapai klimaksnya. Tubuh Nova terasa sangat lemas. Belum selesai di situ. Kembali dia melakukan hal yang sama seperti itu hingga beberapa kali.


Dan setelah puas, Choky segera memasukkan miliknya ke dalam mulut Nova. Memaksa Nova melakukannya hingga Nova benar-benar meneteskan air matanya.


Lelaki yang sekarang bersamanya ini, terlihat bukan suaminya. Dia terlihat seperti orang lain. Nova merasa begitu takut.


Tapi Choky tak mempedulikan itu. Dia tetap begitu hingga Choky mencapai klimaks nya. Kembali dia memaksa Nova menelan miliknya.


Choky tumbang disamping Nova, sementara Nova, dia lari ke kamar mandi dan muntah disana. Menangis sesenggukan dengan tubuhnya yang masih lemas.


"Choky, kenapa kamu begitu menakutkan. Aku tak pernah melihatmu seperti ini sebelumnya. Kamu jahat Chok! Kamu jahat!! hiks hiks hiks...."

__ADS_1


__ADS_2