
"Sejak kapan kamu mengenal Doni?"
"Oh Doni, dia itu teman satu sekolahanku dulu. Tapi kita berbeda kelas. Aku ada di IPS1 dan dia ada di IPA3."
"Sejak kapan dia suka sama kamu?"
Mulai lagikan dia mengintrogasinya. Udah mirip pencuri yang ketangkap aja deh. "Sejak ketemu pas MOS dulu sih kaya'nya. Tapi aku cuekin dia. Sering kirim surat cinta, tapi nggak pernah aku baca, apa lagi aku balas."
"Kok kamu tau kalau itu surat cinta? Kan nggak pernah dibaca."
"Soalnya yang baca ketua kelasku Yang."
Choky tertawa kecil. "Kamu nggak malu?"
"Kenapa harus malu? Aku kan nggak malu-maluin."
"Jadi kamu nggak pernah pacaran sama dia?"
"Ya nggak pernah Yang. Kamu sih ambil kesimpulan sendiri. Aku nggak tau kalau perusahaan itu milik Doni. Aku cuma nitip lamaran lewat Jessy. Ardy yang merekomendasikan aku ke personalia. Jadi aku bisa masuk kesana."
"Oh jadi gitu ya." Choky mangut-mangut. "Kalau kenal Reno? Udah berapa lama?"
Hadeewww....mulai si Reno lagi. Huuuffftt Nova memanyunkan bibirnya.
"Kenapa manyun gitu? Nggak mau bahas dia? Atau kamu juga sama seperti dia? Masih ada perasaannya?"
"Ini aku mau jawab." Nova menatap laut luas. Mengingat saat pertama kali bertemu dengan Reno. Saat itu dia menjadi anak magang. Dia salah gesek kartu debit milik pembeli yang menarik saldonya hingga 80 jutaan. Kena omel pembeli, udah gitu diomelin juga sama seniornya. Tapi itu masih bisa ditangani. Hingga dia itu terulang sampai 3x. Nova dipanggil manager chacier nya. Yaitu Reno. Berawal dari situ Reno jadi sering memperhatikan Nova.
"Bagaimana bisa kamu dengan mudah percaya jika dia mencintaimu?" Tanya Choky yang setia mendengarkannya.
"Ya mungkin karna aku yang terlalu mencintainya. Aku buta tak bisa membedakan cinta yang sebenarnya. Tapi itu masalalu sayang. Aku sudah memilikimu. Aku hanya mencintaimu." Nova menatap Choky dan tersenyum.
Choky memegang dagu Nova, dan menyatukan bibir mereka. Ciuman yang sangat lembut. Lalu Choky melingkarkan tangannya ke pinggang Nova. Mereka sama-sama menikmati indahnya senja di pantai itu.
Tak terasa sore mulai berganti senja, langit pun berubah warna menjadi orange. Matahari tenggelam di pojok laut dan bukit terlihat sangat indah, menambah kesan keromantisan dua insan yang sedang memadu kasih di pinggir pantai itu.
__ADS_1
"Pan, janji ya jangan pernah selingkuh. Aku nggak mau kehilangan kamu."
"Sayang, aku nggak mau janji."
"Hey, kenapa begitu? Kamu mau mati ya!" Intonasi yang sudah meninggi.
Nova malah tertawa kecil melihat Choky yang memang emosian.
"Kok malah ketawa sih? Bener-bener mau mati ya!"
Choky menggelitik perut Nova. Membuat Nova jadi tertawa terpingkal-pingkal. Hingga dia berdiri dan berlari menjauhi Choky. Choky ikut berdiri dan mengejar Nova. Dia raih pinggang Nova dari belakang dan melingkarkan kedua tangannya diperut Nova. Memeluk istrinya dari belakang. Menyandarkan dagunya dipundak Nova.
"Sayang, dengarkan aku ya. Aku tidak akan banyak berjanji padamu. Tapi aku akan membuktikannya."
Nova sedikit menoleh kearah Choky. Sesuatu yang kenyal menyentuh bibirnya. Bibir Choky yang basah, bersentuhan dengan bibir Nova. Kembali ciuman itu terjadi. Lebih lama, Nova membuka sedikit mulutnya, membiarkan lidah Choky bermain didalam mulutnya. Cukup lama hingga rintik hujan mulai turun.
Mereka berdua menyudahi keromantisannya dan berlari menuju mobil. Langsung masuk kedalam mobil.
Segera Choky menghidupkan mesin mobilnya. "Kita langsung pulang ya Pan."
Tanpa basa-basi lagi mobil Choky segera meninggalkan daerah pantai. Sampai di sebuah jalan yang sepi, ada dua buah mobil van dibelakangnya yang terlihat mengikuti dia dari awal berangkat hingga sekarang. Choky sebenarnya sudah menyadari itu sedari awal tadi, tapi dia ingin memastikan kecurigaannya dulu.
Dia menoleh kearah Nova, dilihatnya Nova sudah tidur. Mungkin karna dia juga sangat kelelahan. Choky melajukan mobilnya lebih cepat dari biasanya, ternyata mobil van itu juga mempercepat lajunya. Segera Choky meraih ponselnya dan menelfon seseorang.
"Gw butuh bantuan. Ada dua mobil van yang mengikuti gw. Gw sharelock alamatnya." Langsung dia tutup telfon itu.
Choky terus melajukan mobilnya dengan cepat, dia tidak melewati jalan saat berangkat tadi. Dia lebih memilih jalanan yang agak ramai. Karna dia tidak ingin istrinya dalam bahaya. Saat berada di jalan yang membelok, tanpa sengaja Choky menabrak pembatas jalan. Membuat mobilnya harus berhenti paksa. Dan itu membuat mobil yang mengikutinya bisa dengan mudah mengepungnya.
Benar saja, dalam sekejap, mobilnya tidak bisa mundur, tidak bisa maju juga. Dia terkunci. Terlihat beberapa orang dengan pakaian hitam dan bertubuh kekar keluar dari dua mobil itu. menggedor-ngedor kaca mobil Choky.
"Hey Tuan, keluarlah!" Perintah salah satu dari mereka.
Tapi Choky tetap mencoba tenang. Dia tidak akan membuka pintu. Dia tidak mungkin menang melawan 10 orang yang ada diluar itu. Jika dia kemungkinan mati, atau dibawa pergi, bagaimana nasib Nova nantinya.
Dia pandangi wajah Nova yang masih tertidur disampingnya. Tangan Choky mencengkram stir mobil dengan erat. Kembali dia meraih ponselnya.
__ADS_1
"Wildan! Dimana lo! Kenapa belum juga datang Ha!!"
"Hey Tuan cepat keluar atau kami akan menghancurkan mobil anda!!"
Choky tetap diam. Tak menanggapi mereka. Sedangkan hari sudah semakin gelap. Entah kenapa tidak ada orang atupun kendaraan yang berlalulalang di jalan itu. Padahal biasanya sangat ramai pengendara.
"Tuan kami akan menghitung sampai 5. Jika anda belum keluar, terpaksa kami akan membakar mobil anda!"
"1......2...4...."
"Sial, dia ternyata bodoh. Dia tidak bisa berhitung!" Gumam Choky.
"Liiimmm...."
Gleekk
Choky keluar dari mobilnya. Lalu mengunci mobil dengan remotenya. Dia tidak akan membiarkan siapapun masuk untuk mengambil Nova.
"Siapa kalian!??" Bentak Choky dengan wajah yang penuh amarah.
"Silahkan ikut kami Tuan."
"Kenapa aku harus mengikuti kalian!"
"Jangan banyak bicara atau kami akan memakai kekerasan!"
Nova yang mendengar orang berteriak-teriak, dia mulai membuka matanya. Dia lihat disampingnya, Choky sudah tidak ada. Dia celikukan mencari suaminya.
Dia menoleh kebelakang. Terlihat dengan jelas Choky yang berdiri sedang digebuki orang-orang berbaju hitam itu.
Bagaimana ini, aku tak bisa keluar dari mobil. Aku tak bisa membuka pintunya. Dia mulai panik.
"Choky! Choky!"
Salah satu diantara orang-orang itu mendengarkan teriakan dari dalam mobil. Dia mulai mendekati mobil itu. Mencoba untuk membuka pintunya.
__ADS_1