Suamiku VS Masa Laluku

Suamiku VS Masa Laluku
part 43(susah tidur)


__ADS_3

Setelah makan malam, Nova langsung merebahkan tubuhnya diranjang kamar. Choky tak lagi sibuk dengan laptopnya. Dia tidur dibelakang Nova sambil memeluk tubuh istrinya.


"Panda, maafkan aku ya. Aku sungguh minta maaf. Semua karna aku, kamu harus sakit begini." Ucapnya tepat dibelakang telinga Nova. Membuat Nova jadi bergidik geli.


"Iya nggak papa sayang. Sudah jangan sedih ya. Aku besok pasti sudah sembuh. Aku sudah minum obatnya. Sekarang rasa nyerinya sudah berkurang." Nova menggenggam erat tangan Choky. Dia mulai merasakan ada yang bergerak-gerak dibagian bawah milik Choky.


Choky menghembuskan nafas kasarnya. "Maafkan aku ya. Sejak aku sembuh, dia selalu bangun sesukanya. Aku belum bisa mengontrolnya."


Nova tersenyum mendengarkan kata-kata Choky yang menurutnya lucu. "Jadi, apa yang harus kulakukan sekarang?" Nova jadi bingung. Dia merasa kasihan juga dengan Choky. Karna dia juga tau, menahan itu sakit.


"Tidurlah. Biarkan saja dia begini. Aku akan berusaha menahannya. Kesehatanmu itu paling utama." Choky tetap memeluk Nova dari belakang dan mereka sama-sama memejamkan mata.


Saat tengah malam, Choky merasa sangat gerah. Dia tak lagi bisa menahannya. Sebenarnya dari tadi dia belum tidur, hanya memejamkan mata saja karna dia ingin Nova cepat tidur.


Nafasnya mulai menggebu-gebu. Buru-buru dia turun dari atas ranjang. Berlari keluar kamar menuju lantai atas dan melakukan olahraga. Berbagai macam alat fitnes dia coba. Sampai dia sudah merasa sangat lelah. Baru dia berhenti. Menjatuhkan tubuhnya diatas lantai. Anehnya si anu tetap saja berdiri menonjol.


"Kenapa sih kamu tidak bisa bangun saat waktunya saja. Kamu membuatku pusing. Sudah ya, tolong tidurlah. Aku sudah lelah membutmu tidur. Kemarin kamu membuatku lelah karna kamu tidur terlalu lama. Sekarang, kamu bangun tak punya waktu. Aku bisa gila memikirkanmu saja." Gerutunya. Dia memarahi juniornya sendiri.


Setelah dirasa keringatnya mulai mengering, dia turun menuju kulkas. Dia meneguk dua botol air dingin sekaligus. Lalu kembali duduk di kursi meja makan. Terdiam cukup lama, memikirkan banyak cara untuk bisa menidurkan juniornya.


Dia bergegas masuk kekamar dan berlalu masuk kekamar mandi tanpa melihat Nova yang sedang tidur. Cukup lama dia mandi, dia bermain dengan sabun dikamar mandi. Sangat lama hingga tangannya terasa pegal, tapi tak juga mencapai puncaknya. Akhirnya dia menyerah dan keluar kamar mandi. Dia frustasi melihat juniornya masih saja menonjol.


"Hey, menyebalkan sekali sih kamu." Bisiknya sambil menekan juniornya.


Pantas saja Nova selalu kelelahan setiap selesai melayaniku. Ternyata kamu sangat kuat ya. Aku bahkan tidak bisa mengontrolmu. Padahal aku ini kan tuanmu. Gerutunya lagi dalam hati.

__ADS_1


Dia pergi dari kamar dan masuk ke kamar tamu. Dia merebahkan tubuhnya dikamar tamu.


Kamu pasti akan terus bangun saat ada disamping Nova. Lebih baik aku tidur terpisah untuk sementara waktu.


Apa aku minum obat tidur saja ya? Ah jangan! aku tak mau dia tidur lama seperti dulu lagi. Atau kerja lembur saja ya. Iya itu sepertinya ide bagus. Lalu dia mulai memejamkan matanya mencoba untuk tidur.


Baru beberapa menit dia memejamkan matanya, kembali dia ingat sesuatu yang membuatnya membuka mata lagi.


Sial! Besok gadis merepotkan itu akan pindah kemari. Dan mantan pacar Panda itu, dia terlihat masih menyimpan rasa padanya. Bodoh sekali gadis merepotkan itu! Dengan mudahnya percaya jika suaminya benar-benar mencintainya. Rencana siapa sih ini sebenarnya. Kenapa mereka harus kemari. Aku harus menyusun stategi untuk menyambut kedatangan mereka.


Tak akan aku biarkan dia melihat Nova sedetikpun.


-----------------


Nova membuka matanya, tangannya sibuk menutupi mulutnya karna menguap. Dia melihat sampingnya, tak lagi ada Choky disampingnya.


Nova bangun dan merapikan tempat tidurnya. Lalu berjalan menuju pintu kamar mandi.


Tok...tok..tok...


"Sayang, apa kamu didalam?" Tanyanya. Tapi tak ada sahutan. Dia tempelkan telinganya didinding pintu. Berharap mendengarkan suara air atau suara Choky. Tapi tak mendengar apapun. Lalu dia buka perlahan pintu itu. Matanya menyisir setiap sudut kamar mandi. Memang tak ada Choky didalam.


Ah mungkin dia sedang olahraga. Lebih baik aku segera mandi. Fikirnya.


Selesai mandi, dia keluar hanya dengan balutan handuk. Ya memang biasanya begitu. Dia lihat Choky sudah duduk di tepi ranjang dengan handuk kimononya. Choky sibuk mengeringkan rambutnya.

__ADS_1


"Kamu mandi dimana Sayang?" Tanya Nova.


Ternyata dari tadi Choky tak menyadari keberadaan Nova. Choky langsung terperangah melihat Nova yang hanya menggunakan handuk. Pahanya yang putih mulus terlihat sangat nyata. Separuh dadanya pun terlihat. Dia menelan salivanya.


Junior, tolonglah kuat. Tidur ya. Jangan bangun. Hari ini aku ada meeting penting. Batin Choky dengan memejamkan matanya.


"Sayang, kamu kenapa sih, kok malah merem gitu?" Nova mendekatinya. Dia berdiri didepan Choky yang masih duduk.


Sedangkan Choky, terpejam sambil mengatur nafasnya. Dia berusaha mengontrol hasratnya. Setelah dirasa sudah agak stabil, baru dia mulai membuka matanya kembali. Namun, dada Nova tepat berada di depannya. Membuat Choky sangat frustasi.


"Panda, aku mohon jangan menggodaku. Aku tak akan kuat." Choky langsung berdiri, mengambil pakaiannya. "Aku akan pakai pakaianku di kamar tamu. Kamu cepatlah. Aku ada meeting penting pagi ini." Lalu Choky keluar dari kamar.


Nova mengeryitkan keningnya. Apa sesakit itu sih menahannya. Bukannya kemarin saat dia sudah sembuh hampir siang malam aku melayaninya. Lalu dia ini kenapa? Baru juga semalam. Dasar aneh! Umpat Nova.


Dia langsung memakai baju kerjanya. Merias diri didepan cermin. Lalu keluar untuk sarapan. Ternyata Choky sudah menunggunya dimeja makan.


"Sayang aku berangkat naik motor saja hari ini. Aku tidak apa-apa. Kamu akan terlambat meeting jika harus mengantarku dulu." Ucap Nova lalu menggigit roti ditangannya.


Dia juga bingung. Karna hampir semalam dia tidak istirahat, tidak juga tidur. Dia tidak berani menyetir sendiri. Itu akan membahayakan nyawanya. "Baiklah." Dengan berat hati dia menyetujui kata-kata Nova. "Tapi kamu harus hati-hati ya."


"Iya sayang. Aku janji." Dia mengacungkan dua jarinya disamping wajahnya. Akhirnya bisa berangkat kerja sendiri. Nanti pulangnya aku bisa mampir ke Mall sebentar untuk sekedar jalan-jalan. Bisa ketemu Lia dan Erik. Nova tersenyum sendiri.


"Pulangnya, tunggu aku di kost nya Jessy dulu. Nanti aku jemput." Lanjut Choky.


"Lho, kenapa? Aku kan bawa motor."

__ADS_1


Kamu pasti akan bertemu Reno saat sampai dirumah. Sedangkan aku belum pulang. Aku tidak mau dia melihatmu. "Nurut saja!"


Nova mendegus kesal. Sama saja kan. Apa gunanya bawa motor.


__ADS_2