Sumayah

Sumayah
Kisah Teladan


__ADS_3

Meninggalkan Kevin yang dilanda penyesalan terdalam. Menjauh dari kehidupan Juan yang dipenuhi kegelapan. Menghindari gemerlapnya duniawi yang memabukkan. Kembali pada kedamaian hidup Sumayah dan Salim di sebuah desa terpencil di bagian Utara.


Malam hari itu Sumayah menceritakan sebuah kisah pada Salim menjelang tidur mereka. Kisah yang akan diingat oleh bocah lima tahun itu seumur hidupnya. Bukan sebuah kisah yang diambil dari perjalanan hidupnya yang pahit, melainkan kisah perjuangan seorang syaahidah di zaman Rasulullah.


"Ibu, kisah siapa lagi yang akan Ibu ceritakan kali ini? Apa dia sehebat Umar? Atau sejujur Abu Bakar? Ataukah sedermawan Utsman? Atau dia secerdas Ali? Ceritakan padaku kisah siapa selanjutnya Ibu?" cecar Salim tak sabar ingin mendengar kisah selanjutnya yang akan diceritakan Sumayah.


"Ini sebuah kisah tentang seorang wanita sholehah. Ia mempertahankan keimanannya hingga titik darah penghabisan. Salim harus bisa mengambil hikmah dari kisah yang akan Ibu ceritakan.


Tauhidnya begitu teguh, sekeras baja. Cahaya iman di hatinya tak pernah redup. Ia rela darahnya tertumpah, demi membela Islam, agama yang diyakini kebenarannya. Sejarah Islam menorehkan namanya dengan tinta emas sejarah. Dialah muslimah pertama yang gugur di jalan Allah.


Wanita mulia yang layak diteladani kaum hawa itu bernama Sumayyah binti Khayyat. Awalnya, Sumayyah hanyalah seorang hamba sahaya. Dengan penuh kesabaran dan ketekunan, ia bekerja kepada Abu Hudzaifah bin Al-Mughirah. Budi pekertinya yang baik membuat Abu Hudzaifah menikahkan Sumayyah dengan saudara angkatnya bernama Yasir, seorang pria dari Yaman.


Dari hasil pernikahan itu,  pasangan Sumayyah dan Yasir dikaruniai seorang putra bernama Ammar. Kebahagian Sumayyah kian bertambah, ketika Abu Hudzaifah memerdekakan Ammar dari perbudakan. Setelah tuannya meninggal, keluarga Sumayyah hidup di bawah perlindungan Bani Makhzum sampai Ammar menginjak dewasa bersama Sumayyah dan Yasir yang juga memasuki usia tua.


Hingga akhirnya, sebuah kabar gembira bagi seluruh umat manusia tiba. Seorang yang bernama Muhammad SAW datang membawa cahaya iman dan agama yang diridlai Allah SWT, yakni Islam. Muhammad adalah seorang Rasul yang membawa kabar gembira dan penyempurna akhlak manusia.


Kabar datangnya Nabi baru mengguncang seantero Makkah.  Ada orang yang tertarik, tapi lebih banyak lagi yang menolak. Ammar bin Yasir dengan rasa penasaran, kemudian mendatangi Rasulullah di rumah Arqom bin Arqom dan mendengarkan langsung wahyu yang diturunkan Allah SWT.


Ammar tahu betul sifat  dan akhlak seorang Muhammad yang sangat terpuji. Ia langsung yakin dengan kebenaran firman Allah SWT yang disampaikan melalui Rasulullah SAW. Tanpa rasa ragu, Ammar mengucapkan ikrar syahadatnya dan menjadi seorang muslim. Dengan penuh kegembiraan, Ammar menyampaikan kabar datangnya seorang nabi itu kepada Ibu dan ayahnya.


Cahaya iman ternyata menyinari hati Sumayyah dan Yasir.  Keduanya kemudian mengikuti jejak sang anak bersyahadat. Lalu, menjadi muslim dan muslimah. Berbeda dengan keluarga Sumayyah, kebanyakan orang Quraisy justru sangat anti bahkan memusuhi Islam, ajaran yang dibawa Rasulullah SAW.

__ADS_1


Pada awalnya, Sumayyah dan keluarganya menyembunyikan keimanan mereka terhadap Islam. Namun, tauhid yang disembunyikan rapat-rapat itu akhirnya diketahui juga. Mengetahui Sumayyah dan keluarganya telah masuk Islam, murkalah orang-orang musyrikin, terutama Bani Makhzum yang selama ini melindungi mereka.


Teror dan siksaan mulai mendera mereka.  Kaum musyrikin memaksa Sumayyah bersama suami dan anaknya untuk melepas keyakinan. Posisi mereka yang rendah, membuat keluarga Sumayyah harus tabah menghadapi tekanan dan siksaan. Mereka hanya senantiasa memohon perlindungan dan pertolongan dari Allah SWT.


Orang-orang Quraisy tanpa rasa iba menyiksa dan menyeret mereka di jalanan, kemudian membawa mereka ke padang pasir di tengah terik matahari. Kaum kafir itu lalu memakaikan baju besi kepada mereka untuk menambah penderitaan Sumayyah. Setelah keringat mereka berhenti mengalir, tubuh mereka kering, dan darah mereka mulai bercucuran, mereka dipaksa untuk kembali murtad dari agama Islam dan dipaksa untuk menghina dan mencaci Rasulullah.


Kerasnya siksaan tak membuat iman mereka goyah. Hingga akhirnya, Abu Jahal turun tangan untuk menyiksa Sumayyah dan keluarganya. Tangan dan kaki mereka diikat lalu dilemparkan diatas kerikil tajam dan panas. Cambuk yang melukai tubuh mereka tak mampu melunturkan keyakinan mereka terhadap kebenaran Islam.


Di tengah siksaan yang kejam, Sumayyah dengan penuh keberanian justru menantang Abu Jahal, seorang pemimpin Quraisy yang ditakuti. Abu Jahal murka mendengar seorang perempuan menantangnya. Ia lalu membunuh Sumayyah dengan cara yang keji, demi menutupi rasa gengsinya, yang telah ditantang seorang perempuan.


Sumayyah pun gugur sebagai syahidah pertama. Ia adalah pahlawan Islam pertama yang meninggal karena membela agama Allah. Rasulullah SAW pun secara khusus berdoa untuk keluarga Sumayyah. ''Bersabarlah keluarga Yasir. Sesungguhnya balasan kalian adalah surga,'' sabda Rasulullah SAW.


Ternyata peran wanita dalam membela Islam sungguh begitu besar. Sumayyah, sebagai orang ketujuh yang masuk Islam, berani mengorbankan nyawanya untuk membela kebenaran agama Allah. Sungguh, Sumayyah adalah muslimah yang layak dijadikan panutan dan teladan. Namanya tetap dikenang sepanjang masa."


"Sumayyah?" ucap Salim mengulang nama syaahidah yang dikisahkan Ibunya. Sumayah mengangguk sebagai jawaban.


"Kenapa namanya sama dengan nama Ibu? Sumayah," ulangnya lagi kali ini mana Ibunya yang disebut.


"Benar, sayang, tapi Sumayyah sang syaahidah itu hidup di zaman Rasulullah. Dialah syaahidah pertama yang gugur karena mempertahankan keimanan hingga akhir hayatnya," jawab Sumayah lagi tersenyum menanggapi pertanyaan Salim.


"Apa itu syaahidah, Ibu?" selidiknya.

__ADS_1


"Syaahidah atau syaahid bagi laki-laki adalah dia yang mati dalam keadaan membela agama Islam. Dia yang rela menukar nyawa demi mempertahankan tauhidnya," jelas Sumayah sembari mengusap pipi putranya dengan lembut.


"Jadi, dalam keadaan apa pun kita tidak boleh menyerah? Begitukah?" tanyanya lagi semakin ingin tahu.


"Betul! Dan apa Salim tahu apa yang diucapkan Sumayah saat ia harus rela mati di tangan Abu Jahal?" Salim menggeleng pelan dengan wajah yang serius.


"Biarlah aku dibunuh di dunia sementara karena aku akan hidup selama-lamanya di surga. Biarlah aku berpisah dengan keluarga di dunia sementara karena aku akan bersama mereka selamanya di dalam surga. Bukankah dia wanita yang teguh? Lebih memilih mati dari pada harus kembali murtad," jelas Sumayah lagi dengan lebih tegas.


"Murtad? Apa itu?" Semakin ingin tahu hati kecil seorang Salim.


"Murtad, adalah keluar dari agama Allah. Berpaling pada Tuhan lain selain Allah," jelas Sumayah lagi dengan sabar.


Hening. Salim bungkam dengan pandangan menunduk. Mungkin ia sedang mencerna apa yang diucapkan Sumayah.


"Hikmah apa yang bisa Salim ambil dari kisah tadi?" tanya Sumayah sembari mengusap rambut putranya.


Salim mengangkat pandangan, matanya menatap serius seolah ia sedang berpikir keras.


"Sama seperti Umar yang begitu mencintai Rasulullah sehingga ia berani menantang siapa saja yang membawa berita tentang kematian Rasul. Begitulah seorang Sumayyah sama seperti mereka para sahabat yang mencintai Rasulullah dan agama Allah ia rela menukar nyawa demi mempertahankannya. Begitukah, Ibu?" ucap Salim masih dengan pandangan yang sama.


"Apa lagi?" Dahi kecil itu berkerut, berpikir kembali apa lagi hikmah yang bisa dia ambil.

__ADS_1


"Dia rela berpisah dengan keluarganya di dunia demi dapat bertemu kembali di surga? Apakah itu ... kita akan berpisah, Ibu? Tapi Salim tidak mau berpisah dengan Ibu, Salim tidak bisa melakukan apa pun tanpa Ibu. Bagaimana kalau Ibu meninggalakan Salim?" Bocah itu hampir menangis saat membayangkan dirinya harus berpisah dengan sang Ibu.


"Salim hanya harus yakin, Allah akan mempertemukan kita lagi dalam keadaan yang lebih baik. Apa Salim dapat melakukannya?" tanya Sumayah. Kepala bocah itu mengangguk patuh.


__ADS_2