
Seperti biasa setiap pagi Nandini mendapat surat balasan dari Aditya.
Namun hari ini Nandini sudah di sibukan dengan kegiatan OSIS.
Sabtu ini jadwal Nandini dan Reno adalah berkampanye untuk pemilihan ketua OSIS periode selanjutnya.
Nandini yang sangat sibuk mempersiapkan kegiatan OSIS nya sampai tidak sempat membaca surat dari Aditya yang di sangkanya Rendi. Ia akan membacanya di rumah saja nanti.
Hari ini Nandini akan berkeliling dari kelas ke kelas, dari mulai kelas 7 sampai kelas 9, Kelas 7, 8 dan 9 keseluruhan ada 15 kelas.
Nandini dan Reno mulai memasuki kelas demi kelas, menyampainya Visi dan Misi nya jika nanti mereka berdua terpilih menjadi ketua dan wakil ketua OSIS.
Visi dan Misi Reno dan Nandini adalah,
Visi :
Menjadikan SMP NUSANTARA berkualitas, aktif, berprestasi, dengan berlandaskan iman dan takwa.
Misi :
Menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan pada Tuhan.
Memperkuat rasa kekeluargaan antar siswa.
Menanamkan sikap disiplin pada semua siswa.
Meningkatkan kesadaran siswa tentang kebersihan sekolah.
Mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki siswa.
Melanjutkan program OSIS yang belum selesai di periode sebelumnya.
Memajukan prestasi sekolah dalam segala bidang.
Reno yang memang sangat tampan walau di usianya yang masih remaja membuat siswi kelas 7 bersorak kegirangan ketika Reno menyampaikan Visi dan Misi nya.
Selesai berkampanye di seluruh kelas, Reno dan Dini kembali ke ruang OSIS, Mereka melewati lapangan basket SMA Nusantara, banyak siswa siswi yang sedang berolahraga disana.
Nandini menyeka keringatnya, Reno tiba-tiba membantu Nandini menyeka keringatnya dengan saputangan nya.
" Cape ya Din"
Nandini langsung menepisnya dengan halus.
"Eh Ren, tidak perlu seperti ini, malu"
Reno tersenyum,
"Pantas banyak yang mengidolakan mu, selain cerdas kamu juga pemalu"
"Hah siapa yang mengidolakan, kamu ini mengada-ada saja" Ucap Nandini sambil tersenyum.
Reno memberikan air mineral pada Nandini.
"Minumlah"
Nandini menerimanya " Terimakasih"
Sepasang mata sedang mengawasi gerak gerik Nandini dan Reno dari lapangan Basket.
Dada Aditya begitu bergemuruh ketika melihat Reno dan Nandini sedang mengobrol berdua, Nandini juga menerima perhatian Reno yang memberinya air minum.
Sementara Nandini dan Reno terus berjalan menuju ruang OSIS.
Aditya yang sedang melamun di kagetkan oleh Rendi.
"Hey bro, kenapa? melamun lagi"
"Eh tidak, Panas sekali ya hari ini"
"Haha tumben mengeluh panas"
__ADS_1
"Entahlah, aku sedang tidak mood Ren"
Mereka melanjutkan berolahraga.
***
Di ruangan OSIS sudah ada pembina OSIS, Nandini dan Reno menghampiri pembina OSIS dan berdiskusi masalah kampanye nya tadi.
Selesai berdiskusi Nandini dan Reno keluar dari ruang OSIS dan berjalan menuju kelasnya, kebetulan Reno kelas 8A jadi kelas mereka bersebelahan.
"Kita Pasti bisa meraih suara terbanyak nanti Din, kita harus yakin itu"
"Aku juga yakin"
"Kenapa kamu yakin Din?"
"Sepertinya banyak yang menyukaimu Ren"
Reno tertawa, "Ah masa sih?"
"Memang kamu tidak merasakannya tadi waktu kampanye, kelas 7 dan kelas 8 heboh saat kamu datang"
"Masa sih Din"
"Iya, mereka begitu mengagumi ketampanan mu seperti nya"
"Menurutmu aku tampan tidak?"
"Ya tampan, Masa cantik"
"Ih bukan itu, ya umum nya aku tampan tidak?"
Nandini sekilas memandang Reno, Reno malah sengaja bergaya menampakan ketampanannya.
"Hemm...lumayan"
"Kok lumayan"
"Ya maunya apa?"
"Oke...oke, tampan"
"Nah gitu dong"
"Ah sudah aku mau masuk kelas"
"Sampai ketemu besok ya Din"
Nandini hanya tersenyum.
Di kelasnya ternyata baru saja berganti jam pelajaran, Nandini langsung masuk karena bu guru sudah keluar terlebih dahulu. Nandini langsung duduk di kursinya.
"Haduh lelahnya"
"Semangat cawatos"
"Apa tuh"
"Calon wakil ketua OSIS"
Nandini tersenyum, tiba-tiba ia teringat surat cintanya, ia langsung membuka suratnya lalu membaca nya.
Aura melihat Nandini membaca surat, ia langsung bertanya.
"Din itu masih dari Kak Rendi"
Nandini hanya mengangguk karena masih membaca surat sambil senyum-senyum.
"Dini, tadi di kantin aku lihat kak Rendi makan berdua saja dengan Kak ayu, mereka terlihat mesra"
Nandini langsung berhenti membaca dan melihat Aura. Sementara Amel yang mendengar langsung menepuk keningnya.
__ADS_1
"Masa Sih Ra"
"Iya, dan desas desus nya mereka pacaran lhoo"
"Ah masa sih, ini buktinya kak Rendi masih selalu balas surat ku"
"Ih sudah-sudah, mereka kan satu kelas, wajar lah mereka dekat" Ucap Amel.
"Kamu tahu dari mana mereka satu kelas?"
"Ya aku tahu teman-teman kak Aditya, termasuk juga kak Rendi"
Nandini tersenyum lalu memeluk Amel, "Kamu selalu memberikan ku ketenangan"
Maafkan aku Din, Batin Amel.
Nandini lalu membuat surat balasan untuk Kak Rendi, tidak banyak yang Ia tulis, Ia hanya menanyakan apakah Kak Rendi dan Kak ayu berpacaran.
----------------------------------------------------------
Assalamualaikum,
Maaf Kak, balasan suratku yang ini mungkin tidak enak untuk dibaca, tapi aku hanya ingin sedikit tahu saja, apakah Kak Rendi dan Kak ayu berpacaran, jika iya, Dini tidak akan mengirim surat lagi untuk Kak Rendi, Dini tidak akan mengganggu kak Rendi lagi.
Maaf Kak sekali lagi.
Salam Sedih,
Nandini
--------------------------------------------------------------
Seperti biasa Nandini langsung memberikannya pada Amel.
"Sepertinya ini tulisan nya sedikit sekali, kamu cepat sekali menulis balasannya Din"
"Iya aku sedang tidak mood"
"Kenapa? masih memikirkan perkataan Aura?"
Nandini menggeleng "Mungkin Aku lelah Mel"
"Ya sudah"
Amel membiarkan Nandini beristirahat, walaupun Amel tahu pasti Nandini pasti sedang memikirkan perkataan Aura.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[Siapa yang pernah jadi anggota OSIS? Boleh komentar di bawah ini dan ceritakan pengalaman kalian jadi anggota OSIS]
[Jangan lupa,like komen dan Vote]
__ADS_1
Salam sayang,
SantyPuji