
Sebelum bel berbunyi Aditya buru-buru masuk ke dalam kelas Amel, Ia menghampiri Nandini.
"Din, nanti jangan pulang dulu yah, tunggu aku, kita langsung ke distro" Aditya hanya berpesan seperti itu lalu langsung pergi dari kelas Nandini.
Cantika langsung membrondong pertanyaan-pertanyaan yang membuat Nandini bingung.
"Ada hubungan apa kalian sebenarnya?"
"Din katanya kamu sukanya dengan Rendi kenapa dekatnya dengan Kak Adit?"
"Kok bisa Kak Adit mengajakmu pulang bersama, kalian sebenarnya ada apa?"
"Eh stop...stop kenapa aku seperti tersangka saja ini" Ucap Nandini sambil meletakan bukunya dalam tas.
"Kak Adit itu kerjasama dengan Nandini, Nandini kan pandai menggambar, Nandini punya buku desain baju-baju remaja, sedangkan kak Adit punya distro dan cafe, Papah membantu kak Aditya menjahit dan memproduksi baju yang Nandini desain" Amel menjelaskan pada Cantika, walaupun Amel tahu sebenarnya kakaknya juga punya modus tersendiri.
"Nah sudah faham kan Tik?"
Cantika tersenyum, " Baiklah aku percaya padamu"
"Hey memangnya kau ada hubungan apa dengan kakakku, tidak ada kan , jadi tidak boleh marah tanpa alasan seperti itulah" Celetuk Amel.
"Jangan marah dong adik ipar" Ledek Cantika.
"Ih aku tidak mau mempunyai kakak ipar sepertimu" Amel juga meledek Cantika.
Mereka berempat tertawa bersama.
Bel berbunyi tanda selesai sudah jam istirahat, seluruh siswa masuk ke dalam kelas. Di kelas Nandini akan mengadakan ulangan harian matematika.
***
Sepulang sekolah saat Nandini di jemput Mas Adam Nandini meminta izin Mas Adam bahwa ia akan ikut Aditya menghadiri launching baju-bajunya di distro milik Aditya.
Mas Adam mengizinkan nya.
1 jam menunggu Aditya pulang, akhirnya Aditya muncul juga bersama Rendi, Nandini langsung menutup mukanya.
"Haduh ada Kak Rendi, aku malu" Gumamnya.
"Sudah, biasa saja Din"
Nandini membuka telapak tangannya, Rendi yang datang bersama dengan Aditya hanya pamit kepada Aditya menuju parkiran motornya tanpa menatap Nandini.
Kok kak Rendi cuek cuek saja, sedangkan di Surat begitu romantis, apa karena malu ya ada Amel dan kak Adit, Batin Nandini.
__ADS_1
" Ayo Din" Aditya mengajak Nandini segera berjalan menuju tempat mobil Aditya di parkirkan.
Aditya tidak memarkirkan mobilnya di dalam sekolah, tentu akan membuat heboh penghuni sekolahan, jadi dia memarkirkan di toko yang ada jasa memarkirkan mobilnya.
Setelah berjalan 5 menit mereka segera menaiki mobil Aditya, terlebih dahulu mereka pulang ke rumah Aditya karena Amel yang ingin pulang terlebih dahulu.
Aditya sebenarnya sudah membawa baju yang akan di pakai Nandini, baju desain Nandini sendiri.
"Nanti makan siang di rumah saja, mandi terus ganti baju ya Din"
Nandini mengangguk.
Mobil Aditya terparkir di halaman rumahnya, Sebenarnya jarak antara rumah Nandini dan Aditya tidaklah terlalu jauh, dulu waktu Nandini masih SD sering kali ke rumah Amel untuk bekerja kelompok tugas sekolah.
Nandini, Amel dan Aditya turun dari mobil, Nandini menatap rumah orang tua Amel,
"Belum berubah ya Mel, hanya berganti warna cat saja, lama sekali aku tidak kesini"
"Iya Mama pasti kangen denganmu Din"
Mereka langsung masuk kedalam rumah, Mama yang sedang membaca majalah di ruang tamu langsung menghampiri Adit dan Amel, tapi mama malah memeluk Nandini.
"Ya Ampun nandini, kamu sudah besar dan cantik sekali, sombong tidak pernah main lagi"
"Oh ya sudah ayo masuk ayo, makan siang"
Mama mempersilahkan Nandini masuk ke dalam, menuju ruang makan.
"Ma, Nandini dan Amel mau ke kamar dulu, ganti baju" Ucap Amel.
"Oh ya sudah, mama siapkan makan siang ya untuk kalian berdua" Mama menuju dapur dan memanaskan masakannya.
Aditya memberikan paper bag yang berisi baju desain Nandini yang akan di pakai ke acara di distro Aditya.
Nandini, Aditya dan Amel naik ke lantai dua menuju kamar mereka masing-masing.
Nandini segera menuju kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya.
Selesai mandi Nandini segera memakai bajunya, giliran Amel yang masuk ke kamar mandi. Mama memanggil Amel, Nandini dan Adit dari atas untuk segera turun ke bawah karena makan siang sudah siap.
Nandini keluar, Ia berniat ingin memberi tahu Aditya, Ia lalu mengetuk pintu kamar Aditya, tapi tidak ada jawaban, Nandini memutar gagang pintu kamar Aditya.
Ceklek...
"Eh tidak di kunci" Gumamnya.
__ADS_1
"Kak Adit" Panggil Nandini.
Tidak ada jawaban dari Aditya.
Nandini membuka pintunya lebar-lebar, Ia melihat kamar Aditya begitu rapi, berbeda sekali dengan kamar Mas Adam yang penuh dengan kertas buku dan baju dimana-mana.
Ada beberapa komik juga di atas meja belajar Aditya, Nandini menghampiri meja belajar Aditya, ada buku harian di atas meja belajar Aditya, ada buku pelajaran umum juga.
Nandini hendak membuka buku tulis yang tergeletak di meja belajar, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan muncul lah Adit yang hanya memakai handuk saja.
"Dini"
Nandini terlonjak kaget, "Aaaa....,Kak Adit tidak Pakai baju"
Nandini segera berlari keluar.
Aditya segera menghampiri meja belajarnya, hampir saja ketahuan andai saja sedetik saja dirinya telat keluar dari kamar mandi, pasti Nandini sudah membuka buku ini.
Masa baru jadian langsung putus, kan tidak lucu, Batin Aditya.
Aditya segera memakai baju lalu turun ke bawah untuk menikmati makan siang bersama.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[Jangan lupa, like,komen dan Vote yah, makasih sudah setia membaca novel author]
Salam sayang,
@SantyPuji
__ADS_1