Surat Cinta 2000

Surat Cinta 2000
Gosip


__ADS_3

Pagi ini Nandini menyambut hari dengan begitu semangat, ia sudah berkemas rapi, buku pelajaran hari ini sudah tersusun rapi dalam tas nya, Nandini keluar kamar menuju ruang makan, disana ibu sedang menyiapkan sarapan pagi.


"Eh...wajahmu berseri-seri sekali, ceritakan pada ibu apa yang membuatmu bahagia, apa hari ini sekolah akan pulang cepat?" Ledek ibu.


"Ih ibu, tidak Bu, oh ya Bu apa Nandini cantik?"


"Ya tentu saja cantik, kamu kan titisan ibu, pasti cantik"


"Hahaha titisan, seperti Dewi ular saja" Ledek Mas Adam.


"Sudah sudah ayo sarapan"


Mereka seperti biasa selalu menyempatkan sarapan pagi bersama.


Hari ini Nandini akan di antar Mas Adam ke sekolah. Sebelum berangkat sekolah seperti biasa Nandini mencium tangan dan pipi kedua orang tuanya.


Nandini menaiki motor Mas Adam, Mas Adam menjalankan motornya dengan kecepatan sedang.


"Dek..."


"Hemm ada apa Mas?"


"Sekolah yang benar, jangan pacaran terus"


Nandini terdiam lalu mengangguk.


"Dek...jika kamu pintar dan bisa memanfaatkan ilmu mu dengan baik, laki-laki manapun yang kamu suka pasti bisa kamu dapatkan, jadi rajin-rajinlah belajar"


"Iya Mas Adam sayang"


Mas Adam tersenyum, Mas Adam begitu menyayangi Nandini, adik perempuan satu-satunya yang harus ia jaga sampai waktunya nanti tiba.


Mas Adam mengantarkan Nandini sampai depan pintu gerbang, Nandini langsung masuk ke dalam kelas, di kelas sudah ramai dengan perbincangan teman-temannya tentang praktek biologi nanti di ruang laboratorium.


"Din, kamu sudah membawa bahan-bahannya kan?" Tanya Amel.


"Iya sudah"


Bel masuk berbunyi, guru biologi datang ke kelas, mengarahkan pada seluruh siswa tentang prosedur praktek di ruang laboratorium.


Selesai menjelaskan materinya, guru biologi mengajak semua murid-murid kelas 2B memasuki ruang laboratorium.


Mereka semua mempraktikkan arahan guru dengan baik, hingga tak terasa 2 jam pelajaran berlalu, mereka semua kembali ke kelas kecuali Nandini karena di beri tugas untuk merapikan hasil praktek teman-temannya, dan menyimpankan alat praktik di tempatnya.


Suara Guntur mulai terdengar, hujan rintik-rintik mulai berjatuhan di tanah yang lumayan gersang ini.


Selesai merapikan semuanya Nandini akan kembali ke kelasnya, tapi hujan begitu deras, Nandini berdiri di depan ruang laboratorium, biasanya ia akan berlari melewati lapangan basket, jalan pintas menuju kelasnya.

__ADS_1


Dini melihat Kak Adit dengan Nia sedang berjalan beriringan sambil mengobrol, hatinya sedikit cemburu, tapi Dini percaya pada Aditya.


Aditya menyapa dan tersenyum ketika melewati Nandini.


"Din kenapa disini sendiri?"


"Iya tadi aku di suruh guru biologi merapikan tempat praktik dulu Kak, tapi saat akan kembali ke kelas malah hujan besar, kakak sendiri sedang jam belajar kenapa ada disini" Tanya Nandini balik bertanya.


"Kakak di tugaskan mengambil alat peraga dengan Kak Nia di perpustakaan"


"Oh ya sudah, silahkan kak"


"Ayo kakak antar menyebrang, nih Kakak membawa jaket" Aditya mengerlingkan matanya tanpa sepengetahuan Nia.


"Tidak usah kak"


"Sudah ayo, Nia kamu tunggu disini yah"


Nia hanya mengangguk, sebenarnya ia begitu kesal dengan perhatian Aditya pada Nandini yang Nia tahu Nandini hanyalah teman dari adik Aditya.


Aditya membuka jaketnya, lalu menutupkan jaket itu di kepala Nandini dan kepalanya, mereka berlari melewati lapangan.


Di tengah larinya Aditya terus saja tersenyum dan menatap Nandini.


"Din... I love you"


Entahlah seolah-olah mereka tidak perduli dengan hujan, dunia milik mereka berdua, sejoli yang sedang di Landa asmara.


Selesai mengantar Nandini, Aditya segera kembali menyebrangi lapangan, tapi sebelumnya Nandini memberi pesan pada Aditya.


"Kak...jangan ganjen dengan Kakak cantik itu ya"


"Tidak, kamu lebih cantik"


Nandini tersenyum, ia langsung berlari menuju kelasnya.


☘️☘️☘️


Bel istirahat berbunyi, Nandini, Amel, Aura dan Chantika berlari ke kantin, mereka membeli minuman juga cemilan, mereka duduk berempat di pojokan, tempat favorit mereka.


Kak Adit yang sedang ke kantin melihat kekasihnya sekaligus adiknya, ia menghampiri mereka berempat.


Nandini terdiam karena merasa malu, tidak ada yang tahu hubungan mereka berdua.


Di belakang tempat duduk mereka anak-anak kelas 1 SMA sedang menggosip tentang Aditya.


"Eh itu kan Kak Adit yang populer itu"

__ADS_1


"Iya, ih tapi kenapa dia duduk dengan anak-anak SMP"


" Dia kan punya adik SMP, salah satunya pasti ada adiknya"


"Dia katanya jomblo"


"Ih gosip-gosip sih sedang dekat dengan Kak Nia yang cantik itu"


Nandini, Aditya serta Amel, Chantika dan Aura mendengar apa yang mereka gosipkan.


"Jangan percaya mereka Din" Aditya keceplosan mengatakan itu pada Nandini.


Amel, Aura dan Chantika memandang Nandini dan Kak Adit.


"Kak Adit, kenapa bicara seperti itu denganku" Nandini agak Gugun karena teman-teman nya sudah menatapnya begitu seram.


"Ah...iya maksud ku kalian jangan percaya dengan gosip mereka" Aditya tersenyum lebar.


Namun Amel yang merupakan sahabat Nandini juga adik dari Aditya merasa curiga dengan mereka berdua, Amel akan mengintrogasi kakaknya nanti sepulang sekolah.


Aditya akhirnya berpamitan pada Amel,Nandini, Aura juga Chantika, Aditya bergegas ke kelas.


Aditya sebenarnya ingin sekali jujur pada semuanya, tapi ia pernah berjanji pada Nandini agar merahasiakan hubungan mereka.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


🔊🔊🔊Baper ya...Baper hujan-hujanan berdua pake jaket.


Aku juga dulu gitu, tapi pakai daun pisang 😁😁😁


[ Jangan lupa like komen dan Vote yah, Makasih masih setia nunggu Up dari ku,]

__ADS_1


__ADS_2