
Besok Aditya akan berangkat ke Singapura, malam ini sudah mulai packing baju-bajunya, ia membawa beberapa perlengkapan kuliahnya juga, Aditya melihat kotak surat yang berisi surat-surat yang ada di atas meja belajarnya, ia mengambilnya lalu menatapnya dengan sendu, Aditya meletakannya ke dalam koper.
Amel masuk ke dalam kamar kakaknya yang tidak terkunci, Amel melihat wajah kakaknya yang sedang bersedih.
"Kak..."
Aditya menatap Amel, " Kenapa dek?"
"Kenapa sedih? seharusnya kakak senang bisa sekolah di luar negri"
"Kakak pasti akan merindukanmu" Ucap Aditya.
"Ah kakak bohong, ada yang kakak sembunyikan kan dariku?"
Aditya berdiri, lalu menggandeng tangan adiknya, mereka duduk di tepi ranjang.
"Dek mau membantu kakak?"
"Apa?"
"Dek besok ajak Dini ke bandara yah"
Amel menatap kakaknya penuh selidik, "Kakak....jangan jangan kalian"
Aditya mengangguk, "Ya kami berdua sudah berpacaran beberapa bulan yang lalu"
Amel memukul lengan kakaknya " Kalian ini benar-benar menyebalkan, bukannya berterimakasih padaku malah menyembunyikan hal penting di belakangku, kalian jahat sekali" Amel mengerucutkan bibirnya.
"Bukannya seperti itu Dek, tapi Dini hanya tidak ingin ada yang tahu tentang hubungan kita karena sebenarnya dia tidak boleh berpacaran terlebih dahulu" Aditya berusaha memberikan penjelasan pada Amel.
Amel mengangguk mengerti," Besok pulang sekolah aku akan ajak Nandini bersama kakak"
"Terimakasih Dek" Aditya mengusap kepala Amel dengan penuh kasih sayang.
☘️☘️☘️
Sepulang sekolah saat di jemput Mas Adam, Amel meminta izin pada Mas Adam untuk membawa Dini ke bandara, Akhirnya Adam juga ikut mengantar, karena walau bagaimapun Aditya juga temannya.
Mereka berangkat ke bandara, Amel di jemput oleh ayahnya, sedangkan Dini berboncengan dengan Mas Adam ke bandara.
Sesampainya di bandara, terlihat Aditya sedang duduk di kursi tunggu dengan mamanya.
Adam, Dini, Amel juga papahnya menghampiri Aditya. Aditya memandang Dini dengan tatapan rindu, namun tidak bisa berbuat banyak karena ada kedua orang tuanya.
__ADS_1
Mereka mengobrol seperti biasanya, di sela obrolan mereka tiba-tiba Nia datang juga dengan kedua orang tuanya.
Nandini begitu terkejut, Nandini menebak Aditya akan berangkat bersama dan sekolah bersama Nia.
Wajah Nandini berubah sendu, Aditya menyadari mimik wajah Dini yang berubah sendu, Nandini sedang cemburu.
Amel juga menyadari situasi yang terjadi, Amel mengajak Nandini ke toilet.
"Mah...Amel dan Dini mau ke toilet dulu yah" Amel mengerlingkan matanya pada Aditya.
Baru saja Dini dan Amel pamit ke toilet, Aditya pamit ke toilet juga, di lorong menuju toilet terlihat Amel yang sedang berbicara dengan Nandini.
"Din...."
Nandini melihat ke arah Aditya, Nandini menunduk. Amel berjalan menuju toilet membiarkan Dini dan Aditya berbicara bedua.
"Din, apa kamu tidak merindukan kakak?"
Dini menunduk, Nandini tiba-tiba terisak, Aditya langsung memeluknya, mengusap kepalanya lalu mencium rambut Nandini.
"Jangan menangis"
"😭😭😭 Kak"
"Sudah jangan menangis lagi"
Nandini mengangguk, "Kak, kakak berangkat dengan Kak Nia, kak...aku takut kak Nia menyukaimu"
"Ingat Din, kakak hanya menyukai mu" Aditya membelai kepala Nandini.
Nandini hanya bisa mengangguk, entahlah ia bingung ingin bicara apa, Dadanya begitu sesak.
"Mana kalung dari kakak"
Nandini mengeluarkan kalungnya yang terpasang di leher nya, lalu menunjukannya pada Aditya.
"Ingat...kalung ini sudah mengikatmu, tidak boleh ada orang ketika di antara kita"
"Iya Kak"
Aditya tersenyum.
"Kak..."
__ADS_1
"Hemm"
"Aku...aku...aku mencintaimu"
Aditya kembali memeluk Nandini " Kakak juga mencintaimu"
Aditya kembali melepaskan pelukannya, Dini lari ke toilet, membasuh mukanya agar tidak terlihat seperti habis menangis.
Mereka kembali ke ruang tunggu, orang tua Nia menitipkan Nia pada Aditya, Terlihat Nia begitu bahagia karena akan satu sekolah lagi dengan Aditya.
Nia dan Aditya sudah siap untuk chek in, mereka semua bersalaman dan berpelukan, kecuali Nandini dan Aditya.
Aditya masih menyembunyikan hubungan mereka pada orang tuanya, Aditya ingin membawa Nandini di hadapan orang tuanya jika mereka berdua sudah sama-sama dewasa.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
[Jangan lupa like komen dan vote]
Terimakasih sudah membaca
__ADS_1
Salam sayang,
Santypuji